DOSA! SUAMIKU MERTUAKU

DOSA! SUAMIKU MERTUAKU
Misteri Kelabu


__ADS_3

Aku masih meronta berusaha agar di lepaskan dekapan tangannya di mulutku. Dia menatapku tajam hingga tanggannya yang satu memeluk bagian perutku. Tak lama kemudian Dia terlihat terkejut. Seakan tidak percaya dengan kehamilanku ini.


Saat tangannya melepas bekapan di mulutku. Aku membuka suara. "Kenapa! Kamu kaget Aku hamil semenjak Kamu tinggalkan Aku antara hidup dan mati."


Tangannya langsung mendorong tubuhku hingga Aku terlempar ke tempat tidur dan ter guling jatuh.


"Aw...." Pekik ku karena sakit terjatuh dari tempat tidur.


Aku berusaha berdirj dan mencari sosok Aldo yang tadi sempat mendorongku. Suara alarm di gawaiku berbunyi saat Aku melihat ternyata sudah jam 6 Pagi .


"Hemm...." Gumamku


Ternyata Aku bermimpi . Ku acak rambutku sepertinya efek ketemu Papinya Aldo semalam hingga terbawa mimpi.


***


Tok,tok,tok~


Terdengar pintu Kamar Hotelku di ketuk. Aku baru selesai mandi dan akan segera sarapan. Kulangkahkan kaki ini untuk membuka pintu karena, ada rasa trauma dengan mimpi semalam. Aku takut mimpiku jadi kenyataan.


Ce~klek!


Ku buka pintu kamarku. Aku sempat tercengang sebentar. Namun tak lama Andri melambaikan tangannya ke depan wajahku.


"Vi....are you okay?" tanya Andri.


"Oh, Iya baik ." Jawab ku .


"Ayo , Aku sudah sangat lapar sekali." ucapnya lagi.


Aku segera mengambil gawaiku dan menutup pintu hotel. Kami pun menyusuri lorong Hotel tersebut hingga di depan Lift.


Saat akan memasuki lift terlihat pintu lift di sebelahnya terbhka dan ada sosok yang tak Asing bagiku keluar dari lift tersebut. Namun karena, ramai Aku hanya melihat sekelibet saja. Ku buyarkan pertanyaan di otak Ku yang seakan menginggat-ingat Orang tersebut.


****


POV


Aldo

__ADS_1


Sudah ada sekitar enam bulan Aku tidak mengetahui kabar Selvi lagi apakah Dia masih Koma, atau bagaimana keadaan selanjutnya.


"Ayah, hari ini Ayah yang akan menemani Isyam berangkat ke sekolah bukan? Karena, Isyam ngak mau di temani Mami atau Oma." rengeknya berharap Aku akan menemaninya.


"Memangnya Abrisyam hari ini kenapa. Sepertinya wajib banget Ayah yang menemani?" tanyaku eengan memegang kedua bahunya.


Abrisyam sekarang sudah sekolah di salah satu kelompok bermain PAUD Mutiara Kasih. salah satu Tempat yang menyediakan penitipan Anak buat Orang tua yang sibuk bekerja.


Dia manyun seakan engan memberi alasan.


"Oke , Jagoan Ayah akan sekolah dan di tunggu Ayah hari ini." Rayuku agar dia tidak manyun lagi


Tampak raut wajahnya berubah ceria." Seriusly!" Dia memastikan jawabanku lagi.


"Iya sayang nya Ayah." Jawab Ku meyakinkannya.


Kami pun mulai menuju meja makan untuk sarapan dan melanjutkan kegiatan hari ini. Khusus hari ini Aku akan menemani Abrisyam Sekolah karena, ini hari.


Cuaca hari ini sangat cerah bahkan tampak Matahari seperti tersenyum manis tidak kalah manis senyuman Jagoan Kecilku.


Abrisyam mulai memasuki kelasnya ntah mengapa Dia ngak mau di tinggal. Dia mau melihatku di balik pintu kelasnya Aku pun segera memohon ijin kepada Guru Kelasnya . Mungkin ini adalah di saat Dia sangat manja dan merasa ingin semua perhatian tertuju dengannya. Mungkin karena, saat ini Virgin sedang mengandung tapi ntah Anak siapa. Karena, sampai detik ini pun Aku belum pernah mengaulinya.


Saat menemani Abrisyam Aku tiba-tiba rindu sekali dengan Selvi. Sedari Pagi hanya wajah nya yang terbayang dan penyesalan meninggalkan Selvi dalam keadaan koma.


Besok Aku ada janji dengan Papi kebetulan saat ini Papi sedang menginap di salah satu Hotel ternama di Kota minyak ini. Setelah Aku mengantar Abrisyam kesekolah Aku akan bergegas kesana. Banyak hal yang terpikir saat menunggu Abrisyam. Sengaja hari ini Aku menghabiskan waktu dengannya . Karena jika proyek Papi berjalan Aku yang Akan mengurus semuanya.


Bel istirahat pun berbunyi terlihat Jagoan Kecilku membereskan buku gambarnya ke dalam tas ranselnya. Tidak lama dia menggeluarkan kotak makan berwarna biru dengan gambar Spiderman salah satu Tokoh favoritnya.


"Ayah!" Dari jauh Putraku itu sudah bertwriak dan berlari keckl menghampiriku.


"Mari makan bareng Isyam." Ajaknya sembari menarik tangganku menuju ayunan di taman PAUD tersebut.


"Ayah , kenapa Nda belum juga datang. Kata Ayah kalo Ndah sudah bangun gak bobok lagi mau jemput Isyam. Nda lama banget boboknya?" Tangan nya di lipat dengan mimik wajah comelnya sehingga Aku mencubit manja pipinya.


Di lemparkan wajah sedjkit manyun akibat Aku cubit. "Abrisyam sabar ya pasti Nda akan mencari dan menjemputmu. Karena, Bunda nya Isyam adalah wanita terhebat." rayuku agar dia tidak ngambek.


"Berarti Bunda nya Isyam seperti Super Hero ya Ayah." Sempat terdiam sebentar. "Isyam kangen Bunda. Isyam ngak suka sama Mami dan Oma . Mereka jahat, kata Mereka Bundanya Isyam sudah ngak sayang lagi sama Isyam. Katanya bunda sudah ngak ada dan pergi jauh ngak akan kembali." Hancur hati ini melihat Anak sekecil ini harus merasakan pahit yang lebih akibat ulah Mami dan Virgin.


Aku seperti benci pada Diri sendiri. Karena, sebagai Laki-laki Aku tidak bisa melawan. Akhirnya Putraku yang tidak mengerti pin harus mengalaminya.

__ADS_1


Bel berbunyi Isyam pun kembali memasuki Kelasnya. Hingga saat pulang sekolah Dia termenung tidak berbicara dan lesu. Ku biarkan saja mungkin Dia ingin ada waktu tanpa di tanya.


Seperti perkiraanku Papi tidak pulang kerumah dan Mami sibuk dengan kegiatan Sosialitanya, sedangkan Virgin tidak lama pulang dengan tentengan belanja memenuhi tangannya.


"Aldo sayang." Sambil di kecupnya bibir Ku ntah apa yang habis Dia lakukan aroma nya seperti Dia habis bersenang-senang.


"Lebih baik kau bersihkan dulu badanmu." Ujarku ketus.


"Aldo, tidak bisakah Kamu sedikit berbaik hati dan romantis. Saat sekolah dulu Kamu bisa romantis denganKu padahal kondisinya pun sama Kamu juga menyakiti Selvi." ucap Virgin menuntuk kasih sayang dan tanggung jawabKu sebagai Suaminya.


Dengan ketus Aku menjawab. "Bagaimana Aku mau menyayangimu atau romantis sama Kamu. Sedangkan caramu mendapatkan Aku saja licik. Seandainya Kamu mau lebih sabar buat Aku menjelaskan ke Selvi bukan memisahkan Kami seperti ini!"


Ku tinggalkan Dia yang masih terdiam di ruang Tamu. Pikirku Dia ridak akan brrubah sama sekali. Wanira manja seperti Dia padti tetap egois, angkuh, dan sombong.


Aku segera menutup mata ini agar besok pagi tidak kesiangan. Karena, Aku besok akan menemui Papi bertemu Rekan bisnisnya.


****


Seperti biasa Aku akan mengantar Abrisham ke sekolah. Saat di perjalanan Aku menitip pesan buatnya . "Sayang , nanti jangan kemana - mana jadi Anak yang pintar. Karena, hari kni Ayah musti kerja nemenin Opa, Oke ."


" Oke, Ayah " Jawabnya.


Pintu mobil di buka dan Ku antarkan Dia hingga masuk ke dalam kelasnya. Karena, Aku takut jika hal-hal buruk terjadi.


Ku pacu lagi Kendaraanku menuju ke Hotel di mana Papi buat janji dengan Klien nya. Saat dalam perjalanan gawaiku berbunyi, segera Aku tepikan dahulu mobil Aku.


Ku buka gawaiku dan segera menjawab pangilan tersebut. "Ya, Pi." Jawab Ku.


Terdengar suara Papi. "Do, tarsamperin papa di kamar 301 ya. Baru Kita bareng ketemu Kliennya." Ucap Papi.


"Siap Pi." Jawab Ku.


Aku pun melanjutkan perjalanan, tidak lama Aku mulai memasuki Jalan Markoni setelah lampu mulai hijau Aku pun belok ke arah kiri memasuki halaman Hotel.


Segera Ku parkirkan Mobil dan Aku masuk melalui lift baseman. Tiba di lantai 4 lift pun terbuka Aku langkahkan kaki ku segera Aku melanjutkan menuju Kamar tempat Papi menginap. Tapi Aku merasa ada Seseorang yang memperhatikanKu saat keluar dari lift, hanya saja keburu Dia sudah masuk.


Ku ketok pintu Kamar Papi dan menyiapkan berkas . Kami mulai menuju tempat di mana Kami buat perjanjian.


Bersambung.............

__ADS_1


NB : Hai Sahabat Ku semua maaf ya kalo sempet pusing sama Bab nya ... kemaren sempet gak sengaja ke hapus episode 12 ... otomatis musti baikin ulang ...


episode selanjutnya ->>>>> episode 《 Kangen tapi nyesek 》


__ADS_2