
sinar matahari memasuki ruangan di kamarku , semalam aku dan amel lebih dulu pulang kerumah , karena mama khawatir jika aku di sana akan pingsan lagi .
"selamat pagi ,mau sarapan apa sahabatku ?" tanya amel padaku
aku hanya terdiam dan sepertinya kepalaku masih pusing dan badanku masih terasa lemas , aku coba menurunkan kaki ku untuk membersikannya
amel pun sigap membatuku " hati hati vi ... kamu belum pulih betul , kamu mau kemana ? " tanya amel lagi padaku
satupun pertanyaannya belum bisa ku jawab dengan mulutku , karena lidahku terasa kaku untuk berucap , hanya tangganku yang mampu ku gerakkan
amel pun menuntunku membantuku ke kamar mandi untuk membersihkan diri ,dan menganti pakaianku
air mataku menetes lagi ,amel segera membersihkan dengan tisu " jangan menangis lagi sahabat " ujarnya
" ini sudah kehendak tuhan kita harus ikhlas " dia berusaha menenangkanku kembali sambil menyuapkan roti isi coklat kesukaanku dan segelas susu hangat ,dia seperti mama kedua bagiku saat ini
untuk kemewahan mungkin keberuntunganku tapi untuk hal lain aku tidak memilikinya , amel mungkin untuk kemewahan tidak memilikinya tapi masa depan yang bagus dia memilikinya nanti.
POV
amel
hari ini aku ijin lagi tidak kesekolah karena aku ragu meninggalkan sahabatku dirumah sendirian hanya di temani bibi dan mang umang tukang kebun sekaligus supir di rumah ini
selvi belum bangun aku tidak tega membangunkannya karena tampak sekali lelah menyelimuti tubuhnya
wajahnya yang putih bersih tampak memerah di sekitar area matanya karena menangis sejak papanya jatuh sakit ,hatiku sedikit hancur mengingat curhatan dia kepadaku sewaktu di rumah sakit
seperti merasa bersalah aku mengatakan diriku bodoh kenapa aku tidak satu sekolah dengan dia , sehingga dia memutuskan untuk mengenal cinta ,kenapa saat dia mengenalkanku ke aldo aku tidak melarangnya , seharusnya jika aku bersamanya aku bisa memberi masukan tentang cita cita dia ,banyak penyesalan yang menari di kepalaku
agh..... geramku
penyesalan memang datang terlambat , segera aku turun ke bawah dan sibuk di dapur dengan nuansa klasik di rumah selvi , disini terasa nyaman selera tante untuk dekorasi rumah memang tepat semuanya sesuai dengan kenyamanan yang ada di rumah ini
kutanya bibi letak roti dan selai coklat serta susu , kuambil beberapa helai lembaran roti tawar sambil kuisi coklat ,masih tak habis fikir dengan semua ini ,tak lama bibi menghampiriku mengantarkan sepiring nasi goreng dan teh hangat .
aku lanjut membuatkan susu vanila kesukaan selvi ,lalu aku duduk di meja makan menikmati nasi goreng seafood buatan bibi ,dan menyeruput teh hanggat .
walau pikiran ini masih berkelahi menanyakan kenapa dan kenapa aku tetap saja menghabiskan sarapan ini , serta bergegas mengantarkan sarapan buat selvi . aku takut dia berbuat macam macam
alhamdulillah selvi baru terbangun dari tidurnya
ku antarkan sarapan roti isi dan segelas susu untuknya , dia tampak sanggat lemah seperti tak memiliki semanggat hidup
pilu hatiku melihatnya ,serasa hancur aku melihat keadaannya ,kutahan agar tidak ada yang menetes untuk membasahi pipiku , dan ku berikan senyuman lembut untuknya
selvi akan turun dari tempat tidurnya segera aku membantunya
******
POV
__ADS_1
Selvi
selesai sarapan pagi aku dan amel mencari udara segar , amel mengajak ku ketaman di belakang rumah. kami duduk sambil mendengarkan alunan musik dari hpnya ,musik first love by utada hikaru menemaniku dan amel.
kamipun sama sama menyanyikannya lama sekali kami tidak menghabiskan waktu seperti ini , terakhir kami menikmati waktu yang sama saat lulus smp 3 tahun lalu selebihnya kami hanya berbagi lewat media sosial dan bertemu sebentar saja
musik itu kami putar berulang ulang , kami pun beradu tatapan dan tertawa kecil bersama
" bagaimana vi kamu udah agak mendingan " tanya amel
aku mengangukkan kepala menunjukkan bahwa aku mengiyakan pertanyaannya
" mel.... "
amel pun menoleh " iya vi .... "
aku mulai bercerita lagi " aku mau lanjutin ceritaku malam itu mel " ujarku sambil menikmati alunan musik
" aku selalu siap mendengarkannya vi ,biar kamu lega dan beban yang kamu pikul bisa lepas " ujar amel
akupun mulai melanjutkannya
pagi harinya aku sudah selesei mandi mel dan membersihkan badanku , aku merasa jijik dengan semua ini mel .
aldo pun bangun dari tidurnya , seperti tanpa ada yang terjadi dan tanpa ada rasa bersalah dia mengajakku untuk sarapan , aku pengen lari tapi saat itu aku benar benar bingung hp dan tas ku dimana sama sekali gak aku temukan , seingatku semalam hanya sampai dia mengantarku kekamar seperti ceritaku sebelumnya
ku ikuti langkah aldo teman teman nya sudah berkumpul
aldo hanya menjawab dengan mengacungkan jempolnya ke atas , dia mengajakku duduk di kursi paling pojok
aku hanya duduk diam dan memainkan garpu di atas spageti yang tersedia sebagai sarapan kami pagi itu , ku tumpahkan saus sambal sampai memenuhi piring ku .
aku tidak sadar ternyata Aldo memperhatikanku
" kamu kenapa vi ? " tanyanya sambil menikmati sarapannya
aku masih diam dan tak menjawab, aku masih kesal dan teramat marah dengannya inggin rasanya dia ku pukul tapi apa daya aku disana sendiri tanpa ada yang ku kenal satu pun , walau disana banyak teman wanita yang lain tapi aku belum mengenal satupun dari mereka , inggin menangis tapi percuma hanya menahan sesak saja di dada .
dengan tegas dia bertanya lagi padaku " Vi..... kamu kenapa , makanannya kok gak dimakan malah di penuhi saus sambal begitu ? kamu marah ya sama aku ? kamu marah soal semalam ? "
ughhhhhh.....
dia sadar ternyata ,dia sadar tentang semuanya amarahku makin tak tertahan , hanya kutaruh garpu dan aku hanya meminum air mineral di mejaku , kini aku berani meminumnya karena masih tersegel .
acara demi acara sudah di lewati hari pun mulai malam , cuaca sangat dingin ,aku sudah berusaha mengajak aldo pulang tapi aldo menolak katanya besok saja ,ada rasa takut sangat takut kejadian itu terulang lagi
angin malam di puncak mulai merasuki ketubuh ,hawanya bertambah dingin ,aku mengambil selimut berusaha menjauh dari teman teman aldo ,aku takut kejadiannya terulang lagi
hanya rasa takut yang ada ..
kali ini pelayan mengantarkanku segelas wedang jahe untuk menghangatkan tubuhku
__ADS_1
aku bertanya sebelum meminumnya karena ada rasa curiga " ini dari siapa mb ? "
" ini layanan aja mb ,karena cuaca dingin biasa kami mengantarkan untuk para tamu " jawab pelayan tersebut
" terimakasih ya " ucapku kepada pelayan tersebut , ku sruput minuman itu ,
kurasakan badanku mulai hanggat , tapi mataku terasa berat aku mulai masuk meninggalkan balkon penginapan itu , ku hempaskan badanku ke tempat tidur , kantuk mulai menguasaiku
sementara setengah sadar aku mendengar suara langkah kaki menuju kamarku ,aku takut sekali mel .....sangat takut ,tapi mataku tak bisa kupaksa untuk terbuka ,badanku seperti tak bisa ku gerakan lemas banget rasanya .
suara pintu kamar di kunci , aku pengen lari tapi gak bisa , ntah siapa orang itu tiba tiba kasurnya terasa ada orang ,aku pun gak sadar kejadian apa lagi yang terjadi malam itu .
matahari pagi memasukin ruangan itu dan aku terbangun, lagi - lagi dengan posisi sama tanpa sehelai benang di badanku , aku kaget dan kutemukan lagi aldo disampingku dengan posisi yang sama , kupukul dia sebisaku
" breng*** ,jah** ,kenapa kamu tega do .... hiks hiks " akhirnya tangisku pecah
" pokoknya hari ini juga kita pulang " sambil marah aku mengatakannya
aldo melihatku ntah ada penyesalan atau tidak " aku minta maaf ya vi , aku takut kehilangan kamu jadi aku nekat ngelakuin ini , tapi jika ada apa apa aku akan bertanggung jawab , aku sangat sayang kamu "
ntah itu serius atau tidak , aku masih merasa kecewa
saat itu juga kami balik ke arah rumah selama perjalanan aku diam dia berusaha mengajak ku bicara , tapi aku tak menjawab
sesampainya di rumah dia membuka ranselnya , "ini tas sama hp mu vi , maaf aku simpan "
aku mengambil tanpa mengucap apapun kedia dan tidak menoleh juga
kulihat papa masih duduk di teras rumah
langsung kupeluk papa " hiks ... hiks .... pa aku kangen " ujarku sambil menangis
papa terdiam kaget " kenapa vi ,kenapa selvi menangis , apa yang terjadi cerita ke papa " tanya papa sambil mengelus kepalaku
akupun menceritakan semuanya kepapa semua kejadian yang kualamin
papa hanya berkata " breng *** " sambil berdiri dan tiba tiba papa terjatuh malam itu
aku cuma bisa teriak minta tolong hingga mang umang dan bibi datang bersama mama
segera kami membawa papa kerumah sakit mang umang membopoh papa ke mobil , aku merasa menyesal mel
" hiks hiks hiks " kusandarkan lagi kepalaku kebahu amel
" sabar ya vi , mungkin ini jalan tuhan " amel memeluk ku
" bagaimana kondisi papa mel ? " tanyaku menginggat saat mama keluar ruangan kemaren
amel termenung sebentar " kalo kamu sudah siap akan aku ceritakan , tapi jika masih mau menangis , maka menangislah ? " ucap amel meyakinkan kondisiku
bersambung.............
__ADS_1