
KOMA
POV Aldo
suasana sangat sunyi dirumah sakit , tak terasa sudah malam , akupun masuk keruangan dokter
ada terbesit rasa bersalah di benakku ah lagi - lagi aku menyakiti hati perempuan yang kucintai , tapi kata - kata mama selalu menghantui pikiranku , berkali - kali mama mengatakan dia sibuk dengan gawainya bersenda gurau dengan seorang lelaki ,bahkan saat aku pergipun dia berani menelpon seseorang dari pesawat telepon yang ada dirumah
virgin adalah salah satu perempuan yang lagi dekat dengan ku di sekolah , dia sangat agresif dan berani mendekatiku semaunya , tapi sebenarnya aku tidak terlalu menggubrisnya
hanya karena mendapatkan pesan mama tentang perlakuan istriku selama di tinggal membuatku sengaja memanasi nya dan membiarkan virgin duduk di pangkuanku dengan harapan dia cemburu .
"bodohnya aku ." umpatku dalam hati , kenapa juga rasa marah ini membuat aku menjadi tidak waras, didepan mataku , kulihat mengalir cairan berwana coklat pekat di kakinya tapi aku malah tak menggubrisnya .
kalau sampai terjadi apa - apa dengannya dan anakku , maka akulah penyebabnya
" saat ini , istri anda dalam keadaan koma ?" ucap dokter memecah lamunanku
" lalu bagaimana kondisi anak saya ? " tanyaku cemas
" alhamdulillah ,anak dalam kandungan masih sehat tapi jika dalam 2 hari , ibunya tidak sadar kita harus menggambil tindakan operasi , untuk mengeluarkan si bayi ... disini saya kembalikan lagi ke bapak aldo karena harus memilih salah satu ,jika kami operasi otomatis sang ibu tidak dapat tertolong karena kondisinya koma kecuali, terjadi keajaiban yang di berikan tuhan " terang dokter kepadaku
" saya bisa merundingkan ini dengan keluarga saya " tanyaku
" silakan pak keputusan ini masih bisa di ambil besok sebelum di lakukan tindakan , mudahan saja sebelum besok istri bapak sudah sadar " jelas dokter lagi
" maaf dok .... kalo boleh tau penyebab terjadi pendarahan dan dia sampai koma apa ya " tanyaku
" seharusnya ibu selvi saat hamil tidak boleh terlalu kelelahan , dan berfikir kencang , sepertinya beliau mengalami tekanan teramat dalam , tapi itu hanya beberaa opini yang bisa saya ambil dari melihat kondisi beliau saat ini " penjelasan dokter sangat gamblang
aku hanya bisa menyambak rambutku seakan penuh penyesalan .
" apakah ibu memang sering mengalami kram ? " tanya dokter
aku takut dokter menyalahkanku jadi aku membuat alasan " dia nga bisa duduk diam pak dokter... dia selalu menyibukkan diri dengan kegiatan di rumah dan dia memang sering mengalami keram saat usia kandungannya 3 bulan " killahku agar tak ada kesan lain .
__ADS_1
akupun meninggalkan ruangan itu
kulangkahkan kakiku keluar ruangan itu dan menutup kembali benda persegi panjang tadi lalu kulangkahkan kakiku ke arah di mana selvi tertidur
banyak penyesalan bercampur rasa kecewa , seharusnya aku tidak berbuat semena - mena kedia , tapi mengingat pesan singkat dari mama yang mengirimkan foto dia dengan lelaki lain di depan rumah , ntah siapa itu aku tak mau tau dan aku takkan pernah bertanya padanya .
kedua orang tua paruh baya itu menatap penuh tanya padaku , pelan kulangkah kan kaki ini agar tak segera sampai di sana. karena , aku bingung harus berkata apa
mama selvi tak sabar dan segera melangkah ke arahku
" do..... do.... apa kata dokter ? " tanyanya
" mama jangan cemas selvi baik baik saja hanya saat ini sedang koma dan calon cucu mama juga baik baik saja , kita saat ini cuma bisa berdoa semoga besok pagi dia sadar agar tidak ada tindakan yang membuat kita harus memilih " penjelasanku ke mama selvi dan papaku
sambil ku ajak duduk agar tenang " mama sekarang pulang saja dulu , nanti jika ada kabar aldo langsung beritahu mama . karena, kasian papah di rumah nanti cemas ini sudah malam " ucap ku lagi , agar mamanya selvi tidak cemas
perempuan paruh baya itupun berdiri " baiklah do... mama percaya sama aldo , mama pulang dulu ya " dia pun berpamitan dengan papa ku
jauh kulihat langkah kaki wanita tersebut tak lama berselang ada yang mendarat di pipiku
tamparan papa mendarat tepat di pipiku
wajahnya memerah seperti gunung merapi yang mau meletus
" di mana rasa iba mu do.... dimana perasaan kemanusiaanmu bukan sebagai suami tapi sebagai manusia yang memanusiakan manusia "cercanya di hadapanku .
aku hanya terdiam memegang pipiku menahan rasa sakit tamparannya
" aku membesarkanmu , bukan untuk membuat malu setidaknya kamu bisa memperbaiki kesalahanmu , untung anak itu masih hidup kalo tidak mau di taruh di mana wajah ku ,sudah orang tuanya stroke karena ulahmu " emosi papa memuncak
" duduk sini..... ntah bagaimana caranya mereka harus selamat semuanya , setelah dia melahirkan jika kamu masih mau senang - senang lebih baik kamu berpisah dengannya biarkan dia mengejar masa depannya " ucap papaku lagi
" iya ... pi " hanya itu yang dapat keluar dari mulutku
papa pun pulang , kini aku sendiri di rumah sakit berteman sunyinya malam dan berteman egoku
__ADS_1
tidak ada tanda - tanda dia akan sadar
sesekali ku coba memejamkan mataku , tapi tak dapat terpejam , tidak ada rasa kantuk , aku bagai terombang ambing sementara perempuan di dalam yang ku cintai tapi saat ini kubenci tertidur koma tanpa tau hidup atau mati.
kubuka mataku ku arahkan langakahku ke toilet rumah sakit , kubuka pintunya berdecit karena sunyi jadi suara sekecil apapun terdengar nyaring di telingga , ku putar keran air di wastafel toilet ku basuh tanganku.
lama sekali ku mainkan tanganku di bawah air ,lalu ku basuh wajahku , sembari berkaca menginggat semua perkataan papa tadi .
seperti masih terngiang semua ucapan papa benar sangat benar , kenapa aku selalu membuatnya susah , kenapa tidak ada rasa kemanusiaan "arghhhhhhhhhhhh......... " teriakku di bilik toilet yang sepi itu ntah ada atau tiada orang aku hanya meluapkan emosi.
kulangkahkan lagi kaki ku keluar menuju ruangan di mana selvi di rawat , saat melewati jendela kamarnya terdengar suara alat - alat rumah sakit tit ....tit ......tit ..... pelan tapi pasti
waktu menunjukkan jam 4.30 pagi menjelang subuh , kusandarkan kepalaku di kursi rumah sakit hingga bisa kupejamkan mataku walaupun masih tak tertidur .
********
tit...... tit...... tit......
selvi masih belum pulih dari komanya , ku intip dari balik jendela yang sudah di buka perawat , dia tampak tertidur seperti tidak ada apa - apa yang terjadi , tampak indah saat dia tertidur namun...
alat di mesin itu pergerakkan nya nampak terlalu cepat , dan terlihat beberapa perawat dengan pakaian hijau telur asin sibuk di sekitar tubuh selvi , ntah apa yang terjadi sesekali mereka melihat jam di tanggan , memperhatikan infus , dan datang lagi perawat yang membawa alat ntah apa itu aku tidak paham banyak sekali selang terpasang di tubuhnya dan seperti kabel kecil .
tak lama terlihat lagi mereka menghela nafas , dan yang satu lagi seperti memeriksa denyut jantung bayiku yang berada di kandungan selvi
ingin rasanya aku masuk menemaninya ,untuk menghilangkan rasa takut yang kualami saat ini tapi , tidak bisa aku masuk keruangan itu.
aku hanya bisa memandangi nya dari balik kaca, kejadian demi kejadian yang dia alami disana sendiri , dia berjuang melawannya sendiri .
saat ini aku merasa di fase sangat tidak berguna dan sebagai lelaki pecundang yang tak mampu berbuat apa - apa .
terlihat lagi suara itu melemah , dan perawat kembali sibuk di sekitarnya kali ini ada rasa cemas , seperti dadaku berhenti bernafas ,sesak teramat sesak saat pintu ruangan terbuka perawat berlari ke arah ruangan dokter
keringat dingin mulai membasahi wajahku , tampak dokter dan beberapa timnya bergegas ke arah kami , bibirku kaku, kakiku seperti tak dapat bergerak ntah apa yang terjadi tirai di mana aku biasa melihatnya di tutup kembali.
aku hanya bisa kembali duduk dan mengambil ponselku , ku minta ibu mertuaku datang menemaniku , tanpa ada penjelasan yg membuatnya cemas hanya ku tinggalkan pesan " ma , jika tidak sibuk bisa menemaniku di rumah sakit sekarang " itu saja yang kusampaikan
__ADS_1
Bersambung.................