
Tinggal menunggu hari kelahiran buah hati kami , perutku terasa mules dan rasanya lebih sering , tak seperti biasanya .
padahal HPL nya masih 3 hari lagi , " apa akan lebih awal " gumamku
aku di rumah hanya dengan papah ,mang umang dan bibi . Saat ini aku duduk di depan televisi dan papah di sebelahku .
" kenapa vi ?" tanya papa sedikit cemas
sambil meringgis menahan rasa mules " perut vi mules pah ? " jawabku sambil nyengir nyengir
" papa , panggil bibi ya sama mang umang ? " ucap papa lagi sedikit cemas tapi ada senyum bahagia di raut wajahnya
di pencet papa tombol yang ada di dekat lengan kanannya , tak lama bibi dan mang umang pun tiba
" iya tuan " seru mereka bersamaan
" ini kayaknya , selvi mau lahiran " ucap papa lagi
" bisa kabarin ibu sama suaminya " perintah papah
bibi pun mengangguk dan beranjak meninggalkan kami
" saya menyiapkan kendaraan ya tuan " kata mang umang sambil meninggalkan kami .
sekitar setenggah jam kami menunggu tak lama langkah kaki mama tergesa gesa , dalam benakku suamiku tidak mungkin bisa datang karena saat ini dia lagi ujian semester 1 .
" bi... bi ... " panggil mama
" iya nyah....." sahut bibi sambil mengarah ke kami
" tar kalo aldo datang suruh langsung nyusul ke RS ya sama tolong ambilkan tas yang sudah saya siapkan di atas box di kamar Selvi taroh di mobil " ucap mama lagi dan bibi pun bergegas melaksanakan permintaan mama .
" mang ..... " panggil mama lagi
tak lama mang umang datang " ayo bantu saya angkat non Selvi ke mobil " mama berpamitan ke papa
" do'ain cucu kita dan anak kita baik baik saja ya sayang " sambil berpamitan dan mencium kening papa
papa tersenyum " iya ,fii amanillah " doa yang selalu terucap buat kami dari lelaki tersabar itu .
mang umang mengangkatku kemobil , aq berbaring di pangkuan mama karena kalo duduk kurasa seperti inggin mengejan .
mobilpun melesat dan sampai di pintu UGD , tak lama perawat sigap menerima kami dan memberikan tindakan awal
akupun di bawa keruang persalinan , mama mengikutiku kemanapun aku di bawa ,dan sampai di depan pintu ruang bersalin aku mulai tak melihat mama lagi .
Pov Aldo
__ADS_1
hari ini hari terakhir ujian semester 1 , tapi ntah mengapa perasaanku agak cemas sejak pergi meninggalkan Selvi tadi pagi ,seperti ada rasa takut meninggalkannya .
bel pulanganpun berbunyi tanda usai sudah , semua lembaran kertas di kumpul selesai tak selesai . ku kumpulkan lembar jawabanku .
ku sempatkan melihat gawaiku ternyata ada pesan masuk dan beberapa panggilan tak terjawab dari rumah selvi berkali kali .
ah aku mulai cemas dan gusar ada apa ya , segera ku buka messagenya di wa .
" Do... kalo sudah pulang kerumah sakit ya ,ini mama bawa selvi "
"kenapa selvi ma " balasku
tak lama suara notif pesan masuk , aku sambil mencari tempat duduk
" sepertinya akan lahiran " balas mama di pesan itu
" loh ... kan HPL nya masih beberapa hari lagi mah " tanyaku lagi ada kecemasan karena selama hamil banyak hal yang menakutkan terjadi
" iya do , biasa kalo hamil di usia yang kurang matang rentan beresiko tinggi jadi ,kalo lahirannya lebih awal itu biasa " jelas mama di pesan WA tersebut .
" Oke , aldo segera menyusul ma " jawabku dan menaruh gawaiku kembali kedalam saku di celana
saat aku menyusuri lorong sekolah agak tergesa gesa
" Sayang .... " terdengar suara Virgin
" Vir ... tar aku langsung antar pulang ya , soalnya aku ada keperluan mendadak " jelasku ke dia agar dia tak mampir mampir lagi
" oke sayang " jawabnya dengan senyum riang
" besok jemput aku ya kita kerumahmu " pintanya
" aku gak janji ya ,tapi aku usahakan " jawabku lagi agar dia tak berbuat macam macam ,aku hanya berusaha agar dia tak ada niat menceritakan statusku sesungguhnya ke pihak sekolah . Jadi terpaksa ku jalani hal ini di belakang selvi yang aku tahu akhirnya inipun akan menyakiti istri yang kusayangi tersebut .
selama perjalanan , virgin memeluk erat bagian pinganggku , dadanya menempel di punggungku biasanya aku merasa risih tapi berjalannya waktu hal ini terkesan biasa buatku malah seperti ada rasa yang beda .
apa aku sudah membagi hatiku tanyaku dalam hati , agh... mungkin ini hanya karna terbiasa sangkal ku lagi dalam hati
di depan rumahnya tiba tiba saja dia mengecup bibirku . tapi tak ada penolakan yang kulakukan . kejamnya aku dalam hatiku.
tak lama kutarik kepalaku " udah ah ... tar ada yang lihat, gak sopan " ucapku lagi
dia melambaikan tanggan dan tersenyum manis . motorku pun melesat ku segera kerumah sakit tanpa mampir mampir lagi .
******
ku langkahkan kaki ku mengarah ke pintu rumah sakit ,teringgat kecupan virgin yang sesaat tadi ada sedikit berdesir didadaku . kilahku " ah itu hanya hasrat sesaat " sangkalku dalam hati
__ADS_1
sebelum menuju ruang bersalin ku sempatkan ke toilet untuk membasuh wajahku biar segar , kenapa kecupan gadis itu masih membekas dalam pikiranku.sudahlah saat ini istriku bertaruh nyawa masa aku mau mempermainkannya lagi sudah cukup Aldo gumamku lagi seraya bergegas menuju keruang bersalin
" ma ... " sapaku sambil mencium tanggannya
" udah ada kabar " tanyaku lagi
mama hanya mengelengkan kepalanya pertanda belum , mungkin mama cemas sehingga mulutnya tak mampu berbicara
********
sudah ada 2 jam aku dan mama menunggu , tak lama pintu di buka
" suami pasien " ujar perawat yang keluar dari sana
" iya saya " sambil aku acungkan jariku dan mendekat ke perawat
" ganti pakaian bapak dan ikut dengan saya untuk menemani proses persalinan " ucap perawat itu
" baik " jawabku
selesai aku menganti pakaianku , akupun bergegas mengikuti perawat itu , didalam sana terdengar alat alat yang akan di sediakan untuk siaga jika terjadi apa apa .
kulihat cara dokter memberi aba aba kepada istriku dan aku di suruh menemani sambil menggenggam tanggannya , selvi hanya batuk atau berdehem tiga kali tak lama suara indah itu terdenggar nyaring
owek...... owek...... owek....
" barakallah..... " ucapku dan selvi bersamaan sambil kupeluk dia yang tampak lemas
akupun segera di pindahkan dari sisinya karena kesadaran istriku menurun , aku hanya berdoa selamatkan dia aku mohon selamatkan dia aku tak inggin kehilanggan keduanya , jika memang aku harus berpisah denggannya jangan sekarang , doa ku dalam hati .
aku keluar dari ruangan itu ,mama terlihat cemas melihatku keluar
" Do... bagaimana ? udah lahir , selamat kan dua dua nya ,sehatkan do .. do jawab mama " tanya perempuan paruh baya itu cemas
tak lama papah ku terlihat datang dari jauh
" bagaimana do... istri dan anakmu baik baik saja kan " tanyanya
belum aku menjawab pertanyaan ibu mertuaku , pertanyaan papaku lagi datang
aku masih terdiam dan berusaha duduk untuk menenangkan diriku , dengan rasa cemas masih tergambar di wajahku . bibir ini masih tak dapat berkata , teringgat kondisinya drop aku jadi gelisah juga , apa yang akan kusampaikan kemereka
ku berdehem agar suaraku bisa keluar dengan tegar " alhamdulillah anak ku lahir selamat lengkap dan sehat ,laki - laki " ucapku sambil menelan ludahku karena kerongkonganku terasa kering
" alhamdulillah..... " terdengar ucapan bahagia dari mulut mereka berdua dan spontan mereka memelukku bersamaan.
" terus bundanya bagaimana " tanya mama lagi .
__ADS_1
bersambung............