DOSA! SUAMIKU MERTUAKU

DOSA! SUAMIKU MERTUAKU
Perasaan Apa Ini


__ADS_3

Tinggal menunggu hari kelahiran buah hati kami , perutku terasa mules dan rasanya lebih sering , tak seperti biasanya .


padahal HPL nya masih 3 hari lagi , " apa akan lebih awal " gumamku


aku di rumah hanya dengan papah ,mang umang dan bibi . Saat ini aku duduk di depan televisi dan papah di sebelahku .


" kenapa vi ?" tanya papa sedikit cemas


sambil meringgis menahan rasa mules " perut vi mules pah ? " jawabku sambil nyengir nyengir


" papa , panggil bibi ya sama mang umang ? " ucap papa lagi sedikit cemas tapi ada senyum bahagia di raut wajahnya


di pencet papa tombol yang ada di dekat lengan kanannya , tak lama bibi dan mang umang pun tiba


" iya tuan " seru mereka bersamaan


" ini kayaknya , selvi mau lahiran " ucap papa lagi


" bisa kabarin ibu sama suaminya " perintah papah


bibi pun mengangguk dan beranjak meninggalkan kami


" saya menyiapkan kendaraan ya tuan " kata mang umang sambil meninggalkan kami .


sekitar setenggah jam kami menunggu tak lama langkah kaki mama tergesa gesa , dalam benakku suamiku tidak mungkin bisa datang karena saat ini dia lagi ujian semester 1 .


" bi... bi ... " panggil mama


" iya nyah....." sahut bibi sambil mengarah ke kami


" tar kalo aldo datang suruh langsung nyusul ke RS ya sama tolong ambilkan tas yang sudah saya siapkan di atas box di kamar Selvi taroh di mobil " ucap mama lagi dan bibi pun bergegas melaksanakan permintaan mama .


" mang ..... " panggil mama lagi


tak lama mang umang datang " ayo bantu saya angkat non Selvi ke mobil " mama berpamitan ke papa


" do'ain cucu kita dan anak kita baik baik saja ya sayang " sambil berpamitan dan mencium kening papa


papa tersenyum " iya ,fii amanillah " doa yang selalu terucap buat kami dari lelaki tersabar itu .


mang umang mengangkatku kemobil , aq berbaring di pangkuan mama karena kalo duduk kurasa seperti inggin mengejan .


mobilpun melesat dan sampai di pintu UGD , tak lama perawat sigap menerima kami dan memberikan tindakan awal


akupun di bawa keruang persalinan , mama mengikutiku kemanapun aku di bawa ,dan sampai di depan pintu ruang bersalin aku mulai tak melihat mama lagi .


Pov Aldo

__ADS_1


hari ini hari terakhir ujian semester 1 , tapi ntah mengapa perasaanku agak cemas sejak pergi meninggalkan Selvi tadi pagi ,seperti ada rasa takut meninggalkannya .


bel pulanganpun berbunyi tanda usai sudah , semua lembaran kertas di kumpul selesai tak selesai . ku kumpulkan lembar jawabanku .


ku sempatkan melihat gawaiku ternyata ada pesan masuk dan beberapa panggilan tak terjawab dari rumah selvi berkali kali .


ah aku mulai cemas dan gusar ada apa ya , segera ku buka messagenya di wa .


" Do... kalo sudah pulang kerumah sakit ya ,ini mama bawa selvi "


"kenapa selvi ma " balasku


tak lama suara notif pesan masuk , aku sambil mencari tempat duduk


" sepertinya akan lahiran " balas mama di pesan itu


" loh ... kan HPL nya masih beberapa hari lagi mah " tanyaku lagi ada kecemasan karena selama hamil banyak hal yang menakutkan terjadi


" iya do , biasa kalo hamil di usia yang kurang matang rentan beresiko tinggi jadi ,kalo lahirannya lebih awal itu biasa " jelas mama di pesan WA tersebut .


" Oke , aldo segera menyusul ma " jawabku dan menaruh gawaiku kembali kedalam saku di celana


saat aku menyusuri lorong sekolah agak tergesa gesa


" Sayang .... " terdengar suara Virgin


" Vir ... tar aku langsung antar pulang ya , soalnya aku ada keperluan mendadak " jelasku ke dia agar dia tak mampir mampir lagi


" oke sayang " jawabnya dengan senyum riang


" besok jemput aku ya kita kerumahmu " pintanya


" aku gak janji ya ,tapi aku usahakan " jawabku lagi agar dia tak berbuat macam macam ,aku hanya berusaha agar dia tak ada niat menceritakan statusku sesungguhnya ke pihak sekolah . Jadi terpaksa ku jalani hal ini di belakang selvi yang aku tahu akhirnya inipun akan menyakiti istri yang kusayangi tersebut .


selama perjalanan , virgin memeluk erat bagian pinganggku , dadanya menempel di punggungku biasanya aku merasa risih tapi berjalannya waktu hal ini terkesan biasa buatku malah seperti ada rasa yang beda .


apa aku sudah membagi hatiku tanyaku dalam hati , agh... mungkin ini hanya karna terbiasa sangkal ku lagi dalam hati


di depan rumahnya tiba tiba saja dia mengecup bibirku . tapi tak ada penolakan yang kulakukan . kejamnya aku dalam hatiku.


tak lama kutarik kepalaku " udah ah ... tar ada yang lihat, gak sopan " ucapku lagi


dia melambaikan tanggan dan tersenyum manis . motorku pun melesat ku segera kerumah sakit tanpa mampir mampir lagi .


******


ku langkahkan kaki ku mengarah ke pintu rumah sakit ,teringgat kecupan virgin yang sesaat tadi ada sedikit berdesir didadaku . kilahku " ah itu hanya hasrat sesaat " sangkalku dalam hati

__ADS_1


sebelum menuju ruang bersalin ku sempatkan ke toilet untuk membasuh wajahku biar segar , kenapa kecupan gadis itu masih membekas dalam pikiranku.sudahlah saat ini istriku bertaruh nyawa masa aku mau mempermainkannya lagi sudah cukup Aldo gumamku lagi seraya bergegas menuju keruang bersalin


" ma ... " sapaku sambil mencium tanggannya


" udah ada kabar " tanyaku lagi


mama hanya mengelengkan kepalanya pertanda belum , mungkin mama cemas sehingga mulutnya tak mampu berbicara


********


sudah ada 2 jam aku dan mama menunggu , tak lama pintu di buka


" suami pasien " ujar perawat yang keluar dari sana


" iya saya " sambil aku acungkan jariku dan mendekat ke perawat


" ganti pakaian bapak dan ikut dengan saya untuk menemani proses persalinan " ucap perawat itu


" baik " jawabku


selesai aku menganti pakaianku , akupun bergegas mengikuti perawat itu , didalam sana terdengar alat alat yang akan di sediakan untuk siaga jika terjadi apa apa .


kulihat cara dokter memberi aba aba kepada istriku dan aku di suruh menemani sambil menggenggam tanggannya , selvi hanya batuk atau berdehem tiga kali tak lama suara indah itu terdenggar nyaring


owek...... owek...... owek....


" barakallah..... " ucapku dan selvi bersamaan sambil kupeluk dia yang tampak lemas


akupun segera di pindahkan dari sisinya karena kesadaran istriku menurun , aku hanya berdoa selamatkan dia aku mohon selamatkan dia aku tak inggin kehilanggan keduanya , jika memang aku harus berpisah denggannya jangan sekarang , doa ku dalam hati .


aku keluar dari ruangan itu ,mama terlihat cemas melihatku keluar


" Do... bagaimana ? udah lahir , selamat kan dua dua nya ,sehatkan do .. do jawab mama " tanya perempuan paruh baya itu cemas


tak lama papah ku terlihat datang dari jauh


" bagaimana do... istri dan anakmu baik baik saja kan " tanyanya


belum aku menjawab pertanyaan ibu mertuaku , pertanyaan papaku lagi datang


aku masih terdiam dan berusaha duduk untuk menenangkan diriku , dengan rasa cemas masih tergambar di wajahku . bibir ini masih tak dapat berkata , teringgat kondisinya drop aku jadi gelisah juga , apa yang akan kusampaikan kemereka


ku berdehem agar suaraku bisa keluar dengan tegar " alhamdulillah anak ku lahir selamat lengkap dan sehat ,laki - laki " ucapku sambil menelan ludahku karena kerongkonganku terasa kering


" alhamdulillah..... " terdengar ucapan bahagia dari mulut mereka berdua dan spontan mereka memelukku bersamaan.


" terus bundanya bagaimana " tanya mama lagi .

__ADS_1


bersambung............


__ADS_2