
Sudah tiga bulan sejak kejadian itu
Udara pagi memasuki kamarku , aku bergegas turun menyiapkan sarapan untuk papa dan mengajak papa jalan jalan menghirup udara pagi
kubawakan segelas susu , dan potongan semangkuk buah segar sebagai sarapan pagi untuk papa
papa sudah menungguku di teras belakang rumah , tampak ganteng dan rapi di atas kursi rodanya .
walau mama mengantikan papa dengan urusan kantor ,mama tetap menyelesaikan tugas rumahnya mengurus papa dan menyiapkan papa untuk jalan - jalan dengan ku walau hanya di taman belakang rumah .
" pagi , pah .... " sapa ku
papa melihatku penuh sayang " pagi sayang sarapan apa pagi ini " tanyanya dengan senyum manis di pipinya
" kita sarapan buah dan susu ya pah, biar seger " jawabku sambil meletakkan buah dan susu di meja belakang yang ada di taman
ku jaga sekali papa , karena sebelum kami bawa papa pulang dokter berpesan jangan sampai serangan jantungnya datang lagi karena, akan lebih fatal dari ini.
sebab itu kujaga papa baik-baik
tak lama ada suara motor sport masuk di halaman rumah, tak perlu ku lihat lagi sudah pasti aldo
" pagi om ,pagi sayang" sapanya dengan membawa berkas
" apa ini do .... " tanyaku
sambil membuka berkas dan mengambil pena
" oh ini formulir yang harus kita isi untuk kelengkapan dokumen pernikahan kita " ucapnya sambil sibuk mengisi formulir tersebut
" ooo, ia .... kita akan menikah pas hari libur sekolah ya ,sekitar 1 hari setelah ulang tahun mu jadi usiamu pas genap 18 tahun dan usiaku kan sudah 17 tahun " ujarnya lagi
ya ,usia ku dan aldo memang terpaut satu tahun aku lebih tua dari dia ...
" trus papa mama mu setuju kan do " tanyaku penasaran
" udah gak usah dipikirin itu ,mereka datang atau gak kita tetap menikah " jawabnya dengan santai
sebenarnya aku mau papa sama mamanya aldo datang di hari itu, walau pernikahan kami hanya akad nikah, tanpa ada resepsi hanya keluarga inti yang tau .
udara mulai terasa panas dan hari mulai siang , aldo pun sudah pergi lagi setelah aku lengkapi berkas - berkasnya yang kurang
rasanya baru kemaren aku menangis dan hari pernikahanku tinggal menghitung hari
diantara semua teman ku hanya cindy dan Amel yang tau , tidak ada seorang pun yang ku beritahu termasuk Andri dia juga tidak tahu .
********
hari yang menegang kan telah tiba , mama mendampingi ku di kamar saat di rias untuk acara akad nikah ...
aku gugup sekali ku takut aldo tidak datang , banyak ketakutan yang kurasakan
walau sakit, papa tetap menjadi wali nikahku , papa terlihat tampan aku menyaksikan dari bilik kamar papa menunggu di depan pintu kamarku di atas kursi rodanya
detik terasa lambat berputar , aku makin gusar ,karena tepat jam 10.00 akadnya akan di mulai
kudengar suara mobil memasuki halaman rumah ku ..
amel dan cindy menghampiri seraya berbisik di telingaku yang satu di kanan dan yang satu dikiri
"Vi .... pengantinmu sudah datang , semoga kamu bahagia ya Vi , dan semoga sakinah mawadah warohma " ucap mereka berdua bersamaan
ketegangan makin merasuki tubuhku , anggukku sebagai jawaban bisikan mereka .Dalam hati aku berdoa semoga lancar semua prosesnya.
kami menuruni tangga ke ruang tenggah dimana akad nikah akan berlangsung
mama memasangkan selendang di atas kepalaku dan aldo , di depan pak penghulu dan papa serta paman aldo dan paman ku sebagai saksi.
ntah pikiranku kemana mana
" saya terima nikahnya ...... " suara aldo terasa jauh aku melamun ntah kemana
terakhir yang ter dengar hanya suara
" sah........ " dari semua orang yg ada di ruangan itu
"barakallah ,,,,,,," ucap sebagian lain nya ...
akhirnya aku sah menjadi istrinya aldo , butiran bening mulai membasahi pipi.
__ADS_1
ada kekecewaan di dalam hati yang tak dapat aku ungkapkan ... seperti nya orang tua aldo tak merestui , hanya pesannya yang sampai kekami bahwa mereka sedang tugas luar kota . entah benar atau tidak hanya merasa lucu saja anak tunggalnya menikah mereka tidak ada
selepas libur sekolah aku harus ikut aldo untuk tinggal di rumahnya
setidaknya aku masih punya waktu bisa bersama papa dan mama ,akan ku habiskan waktu kebersamaan ku untuk merawat papa .
malam ini aku agak canggung , karena pertama kalinya aku tidur di kamarku dengan dia .... ah itu masih dalam lamunanku
" vi ... mana handuk , aku mau mandi " panggilnya
" buruan sana " seru mama sambil mengangukkan kepalanya
aku hanya membalas dengan anggukan dan seraya menuju kekamar sambil ku ajak dia " ayo ikut aku "
saat menapaki anak tangga ,tiba tiba aldo memegang tangganku membantuku menaiki tangga , hatiku rasanya dag dig dug walau sedikit baper hehehehe
sesampai depan kamar ku buka pintunya , aldo masih berdiri diam di depan pintu.
" jangan diam saja masuk sini , itu kamar mandinya " ucapku sambil mengambilkan handuknya dan membukakan pintu kamar mandi
sementara aldo mandi ,kubuka kopernya untuk merapikan pakaiannya dan menyimpan ke dalam lemariku , sebagian pakaian ku pindahkan untuk menyimpan beberapa pakaiannya .
selesai merapikan pakaian ,aku lanjut siapkan atasan kaos dan celana di atas tempat tidur untuk baju gantinya.
lalu ku ketok pintu kamar mandi " do... baju gantinya ada di atas tempat tidur ya , aku ke bawah dulu menemui cindy dan amel "
sambil samar samar terdengar jawaban aldo " ya.... hati hati turunnya "
sebenernya aldo sangat perhatian , dan sangat mencintaiku , hanya caranya saja yang salah , seandainya dia bisa berfikir lebih dewasa mungkin saat ini aku masih bisa melanjutkan pendidikanku ke tingkat selanjutnya
ah , terlalu menyesali ke adaan tidak baik juga buatku dan calon bayiku
" vi....... " panggil amel dan cindy
" buruan kesini vi... gabung sama kita" seru cindy sambil menyisakan tempat diantara mereka
akupun langsung membuang badan di sofa
"aduh gempa " seru mereka sambil tertawa
sambil ku cubit mereka " memangnya aku gajah sampe gempa "
" bukan gajah , tapi tandon yang jatuh dari atas " ujar amel tertawa kecil sehingga membuat cindy makin tertawa , ku manyunkan mulutku lalu ku kelitikin mereka berdua " aghhhhh , kalian ya.... gemesnya aku"
" hahahahahah ampun vi .... " serunya berbarengan
cindy mencolek pingangku " cieeeee yang udah gak bobo sendiri " ledeknya lagi
" kenapa cind kamu juga mau gak sendiri " tanya amel
" iya cind kalo kamu mau buruan nyusul " timpalku melanjutkan pertanyaan amel
" hadeh .... pacar aja aku gak punya mau nyusul " celetuknya sambil mengernyitkan dahi
" seruuu banget .... lagi bicara apa ? mending bantu mama" sela mama sambil menuju ke dapur
" siap tante " serentak amel dan cindy menjawabnya
kami pun menuju ke dapur untuk menyiapkan makan malam
" vi ..... panggil aldo ajak turun makan " perintah mama
aku pun segera menganggukkan kepala dan menaiki tangga
tak lama aku menapaki anak tangga terdengar langkah dari arah atas , ternyata aldo sudah beranjak mau turun
" mau kemana sayang ... " tanya nya
walau aku agak canggung dengan panggilan sayang darinya tapi aku berusaha membiasakan diri
" mau menjemputmu " jawabku sambil kembali kearah bawah
dia bergegas memegang tangan ku " hati hati sini aku bantu turun "
ugh ... rasanya hatiku berbunga - bunga mendapat perhatiannya selama seharian ini , sehingga membuat aku lebih rilex lagi ,bayangan apa yg akan terjadi ntar malam tetap menganggu pikiranku ,tapi aku tetap berusaha mengabaikannya
" ehem....... cie pengantin baru mesranya " ledek amel dan cindy
langsung ku jawab sambil meledek " mauuuuu ... buruan nyusul " dan ku ledek dengan menjulurkan lidah kecil
__ADS_1
" wew ... " seru mereka
suasana malam itu penuh dengan cerita sehingga kami melupakan sejenak semua kejadian yang telah lalu ..
hingga amel dan cindy berpamitan pulang
" mau diantar mel " tanyaku
cindy langsung menjawab " gak usah vi ... amel aku saja yang antar pulang, lagian dekat ini "
aku mengacungkan tangan saja menandakan oke
*****
lelah sekali hari ini tapi aku cukup terhibur dan bahagia ...
malam itu aku inggin segera tidur , aku lupa kalo saat ini udah gak sendiri , sudah ada aldo ditempat tidurku dia bersadar sambil memainkan gawai ... jarinya berselancar di atas layar handphone nya , seakan serius sekali
ntah sadar atau tidak dengan hadirku aku terus saja menuju menganti pakaian di kamar mandi .
" Vi ... hati hati licin ya " dia mengingatkanku sambil terus memainkan gawai di tangan nya
ternyata dia sadar kehadiranku " iya ... " jawabku singkat
rasanya aku malas keluar karena masih canggung , aku takut dia macam macam denganku , aku belum siap walau aku sedang mengandung anaknya posisi hari ini tidak sama saat itu .
saat ini aku dalam keadaan sadar 100% , kalo malam itu ntah apa yang di campur di minumanku ... sengaja aku berdiam di kamar mandi enggan tuk melangkah keluar .
terdengar ketukan pintu tok ... tok .... tok.... tak lama ada suara aldo " vi .... kok lama betul ? kamu baik baik saja kan ? " tanyanya terdengar agak cemas
"iya aku baik - baik saja " sigap ku menjawab karena , takut dia mendobrak pintu
" oh oke ... buruan keluar karena aku ingin membersihkan badan dan tidur " ucapnya lagi
" i-iya bentar lagi ... " aku terbata ,karena masih gugup
akhirnya aku keluar dan segera meninggalkan dia yang menunggu depan pintu , saat aku melangkah dia menarik lenganku .
" selvi kenapa lama ? selvi takut ya sama aldo atau canggung " tanya nya dengan mata seperti detektif
" eeee.... enggak tadi agak mules aja " kilahku karena takut aldo tau alasan sesungguhnya
" katanya mau bersihin badan " tanyaku balik
dengan senyum kecil di bibirnya dan tanggan mengusap rambutnya " oh... nga tadi alasan aja biar vi cepat keluar ,habis lama banget di dalam
karena mendengar jawabnya aku jadi takut mau tidur, akhirnya aku mengarah ke sofa , tapi dia mengikutiku
ku hempaskan badanku di sofa sambil mengambil gawaiku , baru aku mau berselancar dengan gawaiku ,tiba tiba sofanya bergerak dia ada di sampingku
di bisikkan ke telingaku " udah malam vi............ kita istirahat "
tanggannya meraba perutku
oh nafasku langsung terhenti ,aku takut dia macam macam lagi . padahal itu hak dia karena saat ini aku sah sebagai istrinya .
" kasian dede bayinya , dia pasti lelah juga " serunya lagi
ditarik tangganku untuk meninggalkan sofa
aku menolak " aku masih mau disini " sambil mengernyitkan dahiku
tapi dia tetap memaksaku untuk ketempat tidur
terpaksa aku ikuti langkahnya
kurebahkan badan ku di kasur yang lembut , yang biasanya sebagai teman malam ku tapi kali ini terasa beda ada suasana canggung disana , Aldo pun merebahkan badannya di sebelahku
lagi - lagi dia mengulurkan tanggannya dari belakang di letakkan kearah pinggangku
aku agak risih kutepis tanggannya , mungkin untuk sebagian orang itu adalah hal indah tapi bagi ku itu masih menyisakan trauma ....
kupejamkan mataku ,terdengar desir nafasnya di telingaku
ku pejamkan matakuseperti orang yang ketakutan ...
mungkin dia sadar apa yg kurasa kan saat itu
bersambung...........
__ADS_1