
Selvi
“Aaaawwww......." erang Ku merasa sakit perutku kencang sekali, terasa keram sepertinya Aku kelelahan.
tak ada rasa khawatir di wajah suamiku dia tetap menemani teman temannya di meja makan, walau sakit kupaksakan meneruskan tugas kelompok miliknya ,kutahan rasa sakit ini.
Biasanya jam begini Aku beristirahat walau hanya untuk meluruskan badanku sejenak, tapi hari ini banyak sekali tugas rumah yang harus Ku kerjakan. Rumah sebesar ini dalam keadaan hamil Aku sendirian yang membereskan, disini Aku hidup bak budak Aku harus mengurus rumah dan memenuhi kebutuhan serta hasrat Suamiku juga, tanpa ada satu pun yang peduli.
Tak lama terdengar langkah yang mendekat ke arahku, "Aldo....., Aldo.......” teriaknya penuh emosi
Aku menahan rasa sakit ini dan tinggal satu lagi tugasnya kelar. Dalam hati Kubisikkan pada Bayiku. “Sabar sayang, sebentar lagi Kita istirahat.” Sambil Ku elus perutku.
Terdengar teriakan itu tapi aku lebih merasa sakit dengan perutku. “Aldo, Kamu dimana buruan kesini. Istrimu mengeluarkan darah!.” teriaknya lagi.
Ternyata saat ada kata terakhirnya terucap Ku lihat di antara kakiku ada cairan coklat mengalir , ya Allah elu Ku dalam hati.
"Vi, Nak.... kamu baik – baik saja kan " ucapnya dengan suara sangat khawatir. Ternyata Papi yang berteriak sedari tadi dengan wajah cemas.
Tak berselang lama Aldo datang. “Kenapa, Pi?”
Papinya dengan wajah memerah "Kamu bagaimana sih, dari tadi Istrimu mengerang kesakitan Kamu bisanya ngak ada mendengar.” omelan Papinya.
Aldo hanya tenang. "Papi saja yang bawa ke rumah sakit, Aku masih ada tugas sekolah.” Jawabnya lalu meninggalkan begitu saja.
Papinya tampak geram tapi tanpa basa - basi Aku langsung di angkat dan di bopoh Papinya ke arah mobil lalu Aku pun di masukkan ke dalam mobil.
Agak risih saat di gendong oleh Bapak Mertuaku, tapi Aku gak bisa berkata apa – apa, Aku hanya merasakan sakit teramat sangat . Selama perjalanan aku masih mengerang kesakitan, hanya terdengar suara papi yang terkadang bertanya.
"Tahan ya Nak, sebentar lagi sampai.” ada kecemasan dari suaranya, terkadang Dia sambil menelepon, ntah siapa yang di telepon.
Aku pun di bawa oleh petugas rumah sakit ke UGD. Mereka sigap menanganiku, sempat terdengar suara perawat menanyakan. “Keluarga pasien mana.”
Seru Papi. “Saya Mertuanya.”
"Ikut Saya. Karena, ada tindakan yang memerlukan persetujuan Keluarga.” kata Perawat lagi.
"Baik.” sambil berjalan mengikuti perawat.
Setelah itu suasana terdengar riuh tapi Aku melihat cahaya putih terang lama - lama suara itu seperti menjauh dari Ku. Ntah Aku tidak sadar sehabis itu apa yang terjadi.
POV
Papi
Aku sangat cemas saat ini, merasa bersalah dengan Anak ini seandainya terjadi hal-hal yang tidak di inginkan semua itu salah istri dan anak ku
saat ini dia adalah korban di dalam rumahku , ku merasa iba kepadanya ,mungkin hal ini karena dia kelelahan dengan semua pekerjaan rumah yang di bebankan kedia , serta ditambah sakit hati karena ulah anak ku.
__ADS_1
" pak , keadaan anaknya perlu tindakan " ucap perawat ,yang menyadarkan lamunanku
dengan sigap aku menjawab " lakukan yang terbaik dokter ,berapapun selamatkan keduanya " ucapku dengan penuh keresahan
aku menunggu di ruang pendaftaran dengan rasa cemas , tak lama dari jauh terlihat langkah wanita yang tergesa gesa menelpon
tak lama gawaiku berdering " ya halo... " jawabku
" maaf pak saya ibunya selvi ... sekarang selvinya bagaimana " nada cemas dari ujung sana yang sama di telponku
ku samperin wanita itu sambil menyetuh pundaknya sedikit
" bu.... " panggilku
wanita itu menoleh seraya menutup gawainya
" saya papinya aldo " ucapku lagi
sambil menghapus air matanya ibu itu mengulurkan tanggan " saya mama nya selvi ... bagaimana kondisi anak saya , kenapa bisa begini " tangisnya lagi terpecah
" sabar ya bu , saya sudah melakukan yang terbaik ,jadi dokter akan berusaha untuk menyelamatkannya " jelasku lagi
" yuk , ibu duduk dulu biar tenang sambil kita membicarakan kelanjutannya " ucapku lagi kepadanya
wanita itupun mengikuti untuk duduk bersamaku , tak lama berselang mungkin dia agak sedikit tenang setelah ku jelaskan penanganan dokter kedirinya
" mana aldo .... ? " tanya nya
aku bingung harus menjawab apa tapi sementara aku harus menutupi apa yang sebenarnya terjadi "oh... aldo tadi sudah saya hubungi , saat ini terjadi , dia lagi di sekolah ada kelas tambahan " ujarku lagi
" oh ... " hanya itu yang terdengar dari bibirnya ada rasa kecewa
tapi aku sedih melihatnya , seperti pundaknya itu penuh dengan beban dan kegelisahan ,apalagi jika dia tau kondisi anak semata wayang nya selama dirumahku
tak berselang waktu , terlihat aldo dari jauh ,dia nampak cemas dan menghampiriku
dalam hati inggin ku tampar anak ini karena aku kesal sekali ,gara gara dia anak orang jadi begini , seandainnya aku tidak ada dirumah saat itu ntah apa yang akan terjadi dengan selvi
sebelum aldo datang aku sengaja mengirim pesan " cepat kesini ,istrimu kritis dan saat ini ada ibu mertuamu , dia mencarimu hanya papi bilang kamu ada jam tambahan " sengaja aku beri message agar dia tidak berbeda saat berbicara
aldo menghampir ibu mertuanya " mah , bagaimana selvi ? " tanya nya
" maaf aldo baru tau tadi aldo ada jam tambahan " aldo sambil mencium tanggan ibu mertuannya
" kata papi mu sudah di tanggani dokter , tapi sampai sekarang dokter tak kunjung datang untuk sekedar memberikan informasi kondisinya ,hiks ... hiks ... hiks....mama cemas do " ujar wanita separuh baya itu lagi sambil menangis .
ntah itu wajah cemas sesungguhnya atau bukan ,tapi sambil mengelus bahu mama mertuanya " mama yang sabar ya ,kita banyak berdoa semoga selvi dan anak aldo baik baik saja " serunya lagi menenangkan ibu mertuanya
__ADS_1
tiba tiba wanita separuh baya itu berbicara lagi " do.... sudah berbulan - bulan mama tidak dapat kabar selvi , ada masalah ya ? mama coba menghubungi selalu di luar jangkauan " tanya nya penuh curiga
aldo sempat terdiam sebentar , padahal aku tau gawai nya kemana tapi aku tidak mau mencampurinya , ku rasa anakku sudah cukup dewasa dia tau apa yang harus dia lakukan sebagai seorang lelaki baik ... tapi kenyataan yang kulihat dia bukan seperti itu ah aku menoleh ke arah gawaiku sambil kumainkan seakan aku tak mendengarkan percakapannya .
" hp selvi rusak ma .... gak sengaja kecemplung ke dalam air , aldo udah coba perbaiki tapi gak bisa jadi kartunya juga rusak , ini aldo lagi mau beliin gawai baru dan sim card baru tapi hari ini aldo dapat kabar dia kritis " dengan sendu dia seakan bersedih
sudah ada 4 jam lebih kami menunggu di luar pintu dimana di lakukan tindakan ke selvi , hingga tak lama dokter datang
" keluarga ibu selvi atau suaminya ? " seru dokter
kami pun berdiri semua mendekatin dokter
dokterpun menyampaikan kondisi selvi kepada kami katanya masih belum bisa di lihat dulu berdoa saja semoga dia bisa cepat sadar .
akhirnya aldo mengikuti ke ruangan dokter entah apa yang di sampaikan dokter ke aldo
aku dan mamanya selvi hanya menunggu lagi ,terlihat sekali wajah wanita itu pasrah ...
ku tinggalkan dia sejenak di depan ruangan tersebut , aku pergi mencarikan air mineral dan beberapa ganjalan untuk kami makan karena sedari tadi tak ada setetes air pun membasahi tengorokan kami .
" ini bu .... " ku berikan sebotol air mineral
" terimakasih ya pak " ucap wanita itu dengan suara lembutnya yang khas hampir menyerupai suara anaknya .
" bagaimana kondisi bapak ? " tanyaku untuk memecah kesunyian di antara kami
sambil tersenyum tipis , senyumnya pun tak jauh beda dengan senyum anaknya yang penuh kesejukan berbeda dengan senyum istriku
dia membuka suara " alhamdulillah sudah ada kemajuan tanggannya yang sebelah kanan bisa di gerakkan " jawabnya
aku sedikit merasa tidak enak karena ku tahu dari cerita aldo ayahnya saat itu stroke karena ulah aldo yang mengauli anaknya sebelum menikah
" saya minta maaf bu , karena anak saya merepotkan dan membuat masalah di keluarga ibu " ujar ku lagi sambil kuputar tutup botol air mineralku , lalu ku teguk air itu
terasa sekali membasahi tengorokanku dan mendinginkan suasana hari itu " dan saya minta maaf karena selama ini belum sempat berkunjung kerumah ibu karena kegiatan saya banyak , dan saat pernikahan kebetulan saya lagi di Ausi sudah 2 bulan saya di sana ada urusan bersama klien ,inggin saya tinggal tapi tidak bisa " permohonan maaf, ku utarakan lagi
oh iya Ausi adalah salah satu kota yang berada di Australia kebetulan saya ada kontrak kerja sama dengan perusahaan di sana .
senyum wanita separuh baya itu merekah lagi " tidak apa - apa pak , saya memahami hal tersebut karena aldo sudah menyampaikan pesan anda ke keluarga kami melalui uncle nya " . ucapnya sambil memperhatikan kembali ke arah aldo pergi dan sesekali berharap ada informasi dari dalam pintu yang ada di hadapan kami
" aldo masih lama sepertinya " tanya nya penuh cemas
" kita sabar menunggu ya bu ,mudahan kata dokter selvi baik - baik saja" ujarku untuk menenangkannya walau aku pun masih penuh tanya
hanya sabar lah yang bisa kami lakukan saat ini dan menerima apapun berita yang di sampaikan dokter ke aldo .
bersambung............
__ADS_1