
Aku masih terdiam , ada raut bahagia tapi ada juga rasa cemas , ah tapi aku harus segera bicara
" minta doanya ya ... seusai melahirkan tadi kondisi selvi drop lagi " ucapku sambil tertunduk
" ya allah.... mudahan anak ku kuat " sambil menangis ibu mertuaku pun terduduk lemah
papi hanya bisa menghela nafas ...
tak lama pintu ruang bersalin terbuka dan ku lihat tubuh selvi terbaring di atas tempat tidur itu dengan alat bersama di tubuhnya , kami pun bergegas mengikuti langkah dokter
hingga masuk ke ruang ICU ah kesalku dalam hati , pasti dia koma lagi , jangan .... jangan lagi seperti ini umpatku .
papi mengelus pundakku " sabar ya do kamu harus kuat "
dokter keluar dari ruangan itu " pak aldo , alhamdulillah sudah lewat masa kritis , sementara biar di ICU dulu ya sampai pengaruh obatnya hilang baru kita pindahkan ke ruangan ibu dan anak " jelas dokter menenangkan kami
" jangan khawatir dia baik baik saja , mari ikut saya melihat bayi bapak " akupun mengikuti langkah dokter hingga keruangan di mana bayi kecilku di letakkan .
***********
sudah 1 bulan lebih sejak kelahiran putraku
sementara kami tinggal di rumah Selvi
" pagi sayang " sambil kutarik kursi di mejamakan
bersebelahan dengan papa mertuaku
" abrisyam belum bangun sayang " lanjutku sembari meminum teh tarik buatan istri tercinta
" oh udah tadi subuh , tapi kata mama seusia dia emang sering tidur " sembari mengambilkan sepiring nasi goreng buat sarapanku
" Kamu gak pernah ajak Abrisyam tempat orang tuamu Do " tanya papa selvi
" oh nanti aja pah tunggu selvi dan abrisyam sekitar 5 bulan , jadi gak rentan di bawa kemana mana
selvi menarik kursi " Ntar sore waktunya abrisyam imunisasi ya " sambil melirik ku agar aku tidak lupa
" iya , hari ini aku gak kemana mana " jawabku
" Nasi gorengnya enak , bisa tambahkan lagi " pintaku seraya menyerahkan piring ke hadapan selvi
dia menambahkannya sambil melempar senyum karena masakannya aku puji dan membuatku menyukai .
__ADS_1
********
Selvi
Tak terasa bayi kecilku sudah 6 bulan sudah bisa di ajak main , yang bikin aku bahagia selalu terucap dari bibirnya " ma ... amma. .. ma bu...bu..bu... "
" abrisyam jagan panggil ama terus dong coba aaaaya " ajarnya aldo ke anak ku
" dia tahu kalo mamanya baik , beda sama ayahnya " ejek ku sembari menyusun pakaian abrisyam ke box .
" sayang... mami menghubungiku kemaren , kayanya kita di suruh tinggal di sana lagi " aku pun terdiam mendengar ucapan aldo , ada rasa trauma untuk kembali kesana
apalagi perlakuan ibu mertuaku selama ini gak ada baik baiknya , aku takut aldo di hasut lagi oleh dia , dan aku akan mengalami hal yang sama ,apalagi saat ini ada abrisyam .
" kenapa diam sayang " tegur aldo memecah lamunanku
" o...oh ... ng...gak... gak papa " kilahku membalikkan wajah ke arah abrisyam agar dia tak tau kekecewaan yang kurasa
" Kamu takut mengurus rumah seperti dulu ya , mudahan kali ini mami udah berubah , dan mbok nah yang di rumah dia juga betah kok , kalo dulu kan bibi berhenti dengan alasan ijin dan gak ada kabarnya lagi "
dalam hatiku mendengar penjelasan aldo , kamu gak tau aja do , mami mu depanmu emang keliatan kayak aku yang gak nurut seakan aku ini menantu yang gak tau diri ,itu yang kutakutkan bukan masalah aku ngurusin semua urusan rumah , tapi malas panjang aku mengangguk saja.
"i_iya "
terlihat dia menarik nafas lega sambil kembali bermain dengan anaknya ,dan sesekali membaca buku pelajarannya
" iya , dan selesai ini tinggal nunggu hasil " jawabnya sambil memegang tangganku walau wajah fokus di buku pelajaran
" trus mau lanjut kuliah di mana " aku sambil menyusui abrisyam karena , emang udah waktunya tidur
di tarik nafasnya panjang dan menyandarkan kepalanya di pinggir tempat tidur " bingung , aku pengen ke jogjakarta , tapi kamu mau ikut gak ? tapi kasian abrisyam masih kecil "
" rencana mau ambil jurusan apa " tanyaku lagi
" masih bingung sayang " wajahnya di hadapkan ke aku sambil menarik senyum simpel .
" liat ntar aja lah ,sekarang malas mikir " ujarnya lagi seraya membantuku berdiri . karena , abrisyam sudah tertidur
oh bayi kecilku itu seperti pengalih duniaku , apalagi saat dia tertidur seakan membuat damai tenang ,semua masalah yang ada seperti lenyap seketika .
aku pikir aldo masih sibuk dengan buku bukunya ,karena abrisyam tertidur jadi kesempatan dia untuk belajar ,tapi ternyata ada tanggan yang melingkar di pinggang ku dan kepala nonggol di samping leherku
" lucu ya anak kita ,aku kadang inggin disampingnya terus ,tapi harus sekolah " bisiknya lembut di telingaku sambil menikmati keindahan yang ada di hadapan kami
__ADS_1
" Iya do ... aku saja kadang inggin berlama lama di sini , tapi ntar kerjaanku gak kelar " ku lemparkan senyuman .
inggin ku buka tanggannya yang melingkar di pinggangku tapi dia malah mengenggam jariku .
" sayang , kamu kok tetep langsing padahal udah melahirkan ,gak kayak mamiku " sambil senyum senyum melihat wajahku yang memerah tersipu malu karena , rayuannya
" ihhhhhh ,masak mamanya sendiri di gituin " balasku seakan mengejek dia berarti dia ngatain maminya gendut dong , mau tertawa tapi kutahan jadi kubalas senyum ngeledek aja
" hahhahahahahaha , kan fakta masa iya mau ku bilang kayak mama mu ,orang mamamu aja sampai sekarang masih cantik kayak anaknya " malah dia terlihat tertawa dan membandingkan mamaku dengan mamanya serta memuji mamaku lagi.
tapi memang iya sih mama sampai sekarang masih terlihat cantik bahkan kalo jalan sama aku mungkin dikira saudaraan , hanya wajah mama sudah mulai memasukin paruh baya .
" ngerayu terus biasa ada maunya ini " timpalku lagi mengejeknya yang sedari tadi memelukku dari belakang walau wajah kami mengarah ke baby abrisyam tapi kedekatan itu kerasa banget kalo dia merayuku
akhirnya dia menarik tubuhku menjauhi box di mana kami berdiri lama , aku mencoba melepas tanggannya dan melanjutkan kegiatanku tiba tiba
dia mendorongku ke diding sambil memeluk pinggangku " kira kira , wanita cantik di depanku ini mau di ganggu gak ya ?" lirikan matanya nakal sesekali mengecup keningku
" ih .. udah ah ntar abrisyam bangun " elak ku sambil tertawa kecil , makin aku berusaha meninggalkannya yang ada dia langsung membopongko dan meletakkan ku di tempat tidur .
" Doooo.... " ucapku sambil tertawa
"hahahahahahahahahhHH...."
" geli tau do.... hahahahahahahaha" dia mengelitik seluruh badanku sampai sakit perutku menahan geli dan tertawa sangking gelinya.
" plissss do ... geli " ucapku berharap dia menghentikan kelakuannya
karena dia tidak mendengarkanku , ku balas balik hingga kami saling mengelitik dan tertawa bareng ,hingga terhenti lelah tiba tiba wajahnya sudah ada di hadapanku .
suasanapun jadi terdiam agak lama kami saling memandang tak lama dia memajukan wajahnya pelan pelan
" do... masih siang " jawabku
" takut mama nyari aku do " ucapku lagi tapi dia mengabaikan ucapanku wajahnya tetap di majukan , lalu tiba tiba
" aw......" jeritku
dia mengigit bibirku dan pergi tertawa puas seakan dia menang dalam perlawanan denganku tadi
" Aldo...... awas ya " ucapku yang melihat dia meninggalkanku lari keluar
ku kejar dia hingga hampir mengelilingi rumah , hahaha kelakuan kami saat itu seperti anak anak saja , mungkin hal hal seperti ini yang kadang di butuhkan dalam rumah tangga , tetap ada waktu untuk bercanda .
__ADS_1
jika tidak ada papa yang menghentikan canda kami mungkin kami akan terus balas balasan menganggu dan menjahili satu sama lain .
bersambung.........