DOSA! SUAMIKU MERTUAKU

DOSA! SUAMIKU MERTUAKU
Berhenti Kerja


__ADS_3

Pesawat pun mendarat langsung di Bandara Soekarno Hatta, Aku melanjutkan perjalanan saat itu Aku meminta ijin agar Amel bisa berangkat ke Bandung bareng Kami.


Andri begitu ramah dan open welcome aehingga selama perjalanan Kami bercanda receh hingga Amel dan Aku tertawa terbahak-bahak.


Ada sorot mata lain dari wajah Andri tidak seperti biasanya. Aku pun sempat menyadarkan pandangan nya tersebut.


"Ndri tinggal 2 Bulan lagi Aku lahiran boleh Aku ambil cuti." tanyaku.


"Boleh,Vi."Jawabnya.


Akhirnya mobil ini mulai memasuki wilayah Kota Bandung. Aku kangen Mama, "Mel, bermalam di rumahku saja ya malam ini." pintaku. Amel hanya menganggukan kepala tanda setuju.


Lima belas menit lagi mobil ini akan memasuki halaman perumahan Ku. Senangnya hati banyak hal yang inggin Aku ceritakan.


Akhirnya sampai juga di rumah. Terlihat Mama menyambutku dengan senyuman manis Dia satu-satunya Orang yang Kusayangi dan menyayangiKu dengan tulus.


Aku, Amel dan Mama melepas rindu dengan berbagai cerita hingga Kami tidur sangat larut malam sekali.


****


Hari ini Aku sudah memasuki ruang persalinan untuk melahirkan Anak ke dua hasil pernikahanKu dengan Aldo.


Dari proses kontraksi dan pembukaan sekitar 7 jam lebih hingga terdengar tangis dari Malaikat kecil itu.


"Alhamdulillah, Bayinya Laki-laki." ucap Dokter sambil meletakkan Bayiku di atas dada, Sebagai Stimulasi saat baru melahirkan.


Sekitar 1 jam lebih paska melahirkan Aku di pindahkan keruang Ibu dan Anak dari ruang bersalin.


Aku mengambil cuti 3 bulan untuk melahirkan. Hanya berjalannya waktu Aku tetpaksa harus berhenti kerja karena, masih belum tega meninggalkan Babyku.


"Assalamuallaikum, Selamat pagi Ndri?" aku mengirimkan pesan.


Tidak lama ada panggilan masuk dari Andri." Assalamualaikum."


Aku pun menjawab."Waallakkumsalam, Ndri."


"Selvi tadi kirim pesan, Sepertinya ada hal penting yang inghin di bicarakan."


Aku sempat terdiam sebentar Karena, tidak sopan menurutkj menhampaikan lewat telepon. "Ndri, maaf sebelumnya mungkin tidak sopan. Aku mah mengundurkan Diri, Alasannya pasti sudah tau." ucapku.


"Oh iya Vi. Ngak masalah, jika nanti inggin kembali bergabung di perusahaan kabari saja Aku ya." Jawabnya.

__ADS_1


Baik sekali Andri ini dalam hatiku. "Oh, iya siap Bos." jawabku lagi.


Akhirnya panggilan itu terputus. Hatiku lega karena, Aku bisa fokus menjaga Adik Andrasyam.


Aku melamun teringat Abrisyam. Sempat terpikir untuk mengajak Mama pergi ke sana.


" Ma, boleh Selvi minta sekali lagi." tanyaku saat Mama masuk mengantarkan Susu buat Andrasyam. Karena, Baby Andra ini kuat banget ASI nya sampai Aku musti di bantu susu Formula.


"Apa Vi?" tanya Mama.


Aku menghela nafas panjang." Kita beli rumah di Balikpapan yuk. Soalnya Selvi yakjn dengan Kita di sana Selvi bisa bertemu Abrisyam." jelasku lagi.


Terlihat Mama berfikir panjang, hingga akhirnya Mama memutuskan iya Kami akan membeli rumah di sana.


****


Saat ini Andrasyam sudah berusia 6 Bulan. Aku dan Mama sudah mendapagkan rumah di daerah batakan Kota Balikpapan persisnya di Perumahan Borneo Paradiso. Rumahnya tidak terlalu mewah tapi setidaknya bagus untuk gempat Kami menetap jika berada di Kota ini.


Saat Aku dan Mama menuju ke sana keluar dari Pintu kedatangan di Bandara, tanpa sengaja Aku melihat Papi nya Aldo.


" Selvi, Apa kabar Nak." Sapa nya sambil memelukku.


"Baik Pi." jawabku.


" Iya Pi, Namanya Andrasyam." balasku lagi.


" Ini rencana mau kemana?" tanya Papi lagi sambil mengambil Andra dan mengendongnya.


"Mau pulang ke Arah Borneo, rencana lagi liburan saja sama Mama di sini meninggalkan hiruk pikuk Kota Bandung." ucapku lagi.


Papi menyapa Mami dan lanjut bertanya padaku. "Bagaimana Kabar Andri. Pasti dia senang punya


Anak Laki-laki ya Vi. Karena, setahu Papi dengan istrinya dia belum memiliki keturunan."


Aku sempat terdiam dengan perkataan Papi. Jadi, selama ini Papi kira Aku adalah Istri Andri. Bagaimana Papi bisa berpikir Seperti ini padahal Aku masih Istri sahnya Aldo. Tapi whatever lah dengan opininya setidaknya itu akan menjadi aman buat menutupi status Ayahnya Andrasyam.


" Yaudah Pi, Kami aman melanjugkan perjalanan." Sengaja Aku hentikan pembicaraan itu takut Mama membuka mulut menceritakan kebenarannya.


"Kontak masih sama Vi." tanya Papi.


" Masih sama Pi." Aku berpamitan dan takzim tangannya Papi. Biar bagaimanapun Dia masih Mertuaku.

__ADS_1


...****************...


Mobil melaju cepat keluar dari Bandara memutar balik ke arah kanan menuju ke daerah Batakan. Sekitar 15 menit Kami sudah memasuki gerbang perumahan.


"Vi" Panggil Mama.


"Iya, Mah." jawab Ku.


"Maksud Papinya Aldo tadi apa ya. Kenapa Andri yang bahagia. Terus Andri itu kalo Mama gak salah Bos Mu kan Sayang?." tanya Mama penasaran.


Mobil pun berhenti di depan rumah. "Ma pegangin Andrasyam dahulu ya. Selvi mau nurunin barang sama buka pintu. Ntar Selvi ceritakan Semuanya." JawabKu.


Aku pun membuka pintu mobil dan bergegas membuka pintu rjmah berwarna Unggu dengan les dan kanopi berwarna putih. Pagar rumah coklat nuansa ukiran kayu.


"Pak supir bisa bantu Saya bawa barangnya sampai dalam rumah." tanyaku.


"Bisa Mbak. O,ia kalo perlu kendaraan bisa hubungi Saya lagi." ucapnya lagi.


Selesai sudah Kami memasukan bawaan Kami. Aku segera membereskan dan kebetulan Aku saat membeli rumah ini minta di carikan ART sekalian.


Alhamdulillah sekitar 5 menit Kami di rjmah ART nya juga sudah datang. "Mba Saya hari ini bisa di masakan makanan yang dominan banyak sayuran berkuah dan Ikan goreng ya sama sambal jeruk." pintaku.


"Baik Non. O,ia maaf bu perkenalkan Nama Saya Sumirah." jawabnya sekaligus memperkenalkan Diri.


"Siap Mbak. Panggil saja Saya Mbak Selvi ya itu Mama Saya dan si Baby Namanya Andrasyam." balasku


"Ada lagi selain Itu Non, eh Mbak Selvi." tanyanya lagi memastikan tidak ada rambahan tugas lagi.


"Iya Mbak itu saja nanti selesai itu baru Mbak bantuin Saya beberes rumahnya." Jawabku lagi.


Mbak Sumi pun segera meninggalkan Kami dan Mami terlihat menidurkan Andrasyam di Atas tempat tidurku. Terdengar hela nafas Mama lagi seakan masih inggin mendapat jawaban Darjku.


"Ntar ya Mah, Gak enak baru datang Kita bahas iti semua." ucapku lagi seakan paham dengan hela nafas Mama.


" Vi, rumah ini terasa nyaman ya." ucap Mama. Seakan tau jika Aku belum mau membahas pertanyaanya.


Di belakang sana Ada Bukit tapi Ada perumahan juga."Ceritanya lagi sambil memandang dari balkon Kamar ini jauh ke perbukitan di belakang sana. Di Balikpapan memang tidak ada Gunung yang banyak Perbukitan, hutan dan batubara. Bahkan di sini Kita tetmasuk tinggal di pesisir lautan. Lokasi Pantai dari tempat Kami tinggal tidak jauh. Bahkan wisata Pantainya pun tidak jauh.


Saat Aku pertama Ke Site, Penduduknya juga ramah dan baik hati tidak seperti hang di ceritakan beredar di sana bahwa Kaimantan itu hutan, Saat kita menginjakkan di Pulau ini yang ada kedamaian kenyamanan bahkan tanpa kemacetan. Di sini teramat lucu Mcaet atau antrian sekitar 15menit saja sudah di bilang macet padahal di Pulau Jawa Macet itu bisa berjam-jam kendaraan tidak bergerak.


Aku senang disini, Saat ingin menikmati Pantai hanya sebentar saja, dengan Tiket masuk yang terjangkau hanya Kalo jntuk Makanan dan peralatan Elektronik Terbklang Mahal Balikpapan daripada Pulau Jawa.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2