DOSA! SUAMIKU MERTUAKU

DOSA! SUAMIKU MERTUAKU
Kejadian Setelah Ke Pergian Selvi


__ADS_3

Aldo


Aku pun kembali berjalan ke arah parkiran, Ku pacu mobilku kembali ke Arah rumah. Sesanpainya di rumah Aku di sambut oleh Abrisyam.


"Ayah!." teriaknya.


Aku segera memeluknya dan bercerita banyak sekali sambil bermain dengan Jagoan Kecilku itu.


Hingga Dia tertidur saat bermain. Segera Ku angkat Dia dan Ku tidurkan di Kamarnya.


"Benar - benar Anak yang malang, karena Aku Dia harus mengalami hal ini." Seruku .


Segera Aku menyelimutinya dan Ku tinggalkan Dia. Aku kembali ke ruang kerja, saat inggin bekerja Aku kebali memikirkan Selvi.


Mungkin Dia bahagia. Seharusnya Aku tidak boleh egois Selvi sudah menikah lagi dengan Andri sedangkan Aku sudah menikah dengan Virgin. Mungkin ini saatnya Aku belajar mencintai Virgin. Tapi apa kah benar Anak Virgin itu Anak Ku. Aku tidak yakin karenaseingatku malam itu Aku tidak sadar. Apakah Aku melakukannya dalam ke adaan tidak sadar.


Pikiranku melayang tanpa jawaban dari Selvi. Dia beljm menjawab pertanyaanku. Tapi Dia hamil, terakhir Kami bersama Dia sempat Koma. Anak yang di kandungnya itu Anak Ku atau bukan.


Arggghhhhh...... ( Ku Cambak rambut ini karena, merasa bodoh).


Bodohnya Aku, sebagai Lelaki Aku tidak berani mengambil keputusan. Seharusnya Aku bisa memilih di antara ke duanya. Seharusnya Aku tidak mengantjng statusnya.


Aku letakkan wajah ini di atas meja, bersama tumpukan kertas pekerjaan. Tak terasa Aku tertidur di ruang kerjaku.


" Aldo." Suara Wanita paruh baya terdengar menyapaku.


Ku buka mata ini terlihat Mami di depan Ku. "Ya, Mi?" jawabku.


"Aldo tidak inggin pergi berdua saja dengan Virgin." tanyanya lagi.


"Malas Mi." jawabku ketus.


"Aldo ingat ya! perusahaan kita bertahan karena, ada campur tangan sahamnya Virgin. Jadi, Mami mau Aldo nuruti kemauannya." tekan Mami dengan tegas agar Aku menurut.


Aku pun tidak sapat menolak keinginan Mami. Kenapa Aku sebodoh ini tidak pernah bisa menolak Mami, padahal Aku tahu semua yang di perintahkan itu salah, tapi berat hati ini untuk melawannya.


"Oke!." jawabku dengan terpaksa.


"Nah begitu dong. Setidaknya Aldo masih bisa membahagiakan Mami di sisa umur Mami." jawab Mami lagi.


Seandainya Mami tidak sakit jantung mungkin Aku akan meninggalkan Virgin berusaha kembali dengan Selvi. Tapi Aku takut terjadi sesuatu yang fatal buat Mami. Karena, Sakitnya Aku harus mengorbankan ke bahagiaan Ku dan Anak Ku.

__ADS_1


Tapi semua tidak dapat ku sesali lagi toh Selvi sudah memiliki Anak dengan Andri. Sementara Aku Akan mengurus pekerjaan saja. Sekiranya Selvi ada ke Kalimantan lagi Aku akan membicarakan masalah ini. Aku akan melepasnya agar Dia bahagia.


...****************...


Sudah ada Berbulan -bulan lebih Aku tidak mendapat kabar dari Selvi. Semua kejadian saat itu benar - benar seperti perpisahan buat Kami.


Aku mau menghubunginya takut tidak sopan dengan Suami barunya, pikirku saat ini benar - benar galau.


Aku pun pergi ke Cafe untuk menenangkan hati ini. Hampir tiap malam Aku ke Cafe ini. Bahkan tetkadang ada saja beberapa para hawa yang mendekatiku. Karena, penampilanku saat itu memang masih seperti Mahasiswa.


Ada satu Wanita yang sempat menjadi teman bicaraku Namanya Zahra. Anaknya santun dengan hijabnya. Saat itu Aku yang mendekati Zahra. Karena, Dia terlihat duduk sendiri. Selalu ada perasaan nyaman saat Aku berbicara dengannya. Mungkin saat ini Aku berada di fase mencari jati diri. Walau pun Aku sudah menikah itu terhitung pernikahan Dini, dimana Aku dan Selvi belum benar-benar siap sehingga Kami sama - sama bimbang dalam bersikap.


Mungkin Selvi membeci Ku, tapi semua kebencian Dia selalu kalah dengan rasa cintanya. Itulah yang selalu Aku rasakan sebab itu Aku sangat mencintainya Karena, dalam kemarahannya selalu ada cinta dan kesabaran.


Malam itu di Cafe Aku berusaha menenangkan diri, beradu argumen dalam Diri ini. Sepertinya Aku harus mencoba saran Mami untuk memberikan waktu Quality time buat Aku dan Virgin, Siapa tau dengan begini Aku bisa memahaminya. Seperti Aku memahami dan mencintai Selvi.


" Aldo, sendirian." Sapa lembut Wanita muda dari arah belakangKu.


Aku sedikit tersentak tersadar dari lamunan dan menoleh ke Arah suara itu. "Eh...., I-ya."


"Idih kaget gitu. Lagi mikirin apa? mikirin Aku ya.?" candanya.


"Oh, hahaahahha. Ngak Aku barusan mikir mau keluar Kota."Jawabku sambil tertawa.


"Silahkan." jawab Ku.


Aku pun lanjut bersenda gurau dengan Wanita itu yang tida lain Seorang Zahra hang suaranya mendinhinkan suasana hatiku dan pikiranku yang lagi bergejolak.


Tak terasa waktu menunjukkan jam 11 malam.


"Zahra ngak pulang udah larut malam."tanyaku.


"Oh, Aku kesini kan karena menunggu Cafe ini tutup." ujarnya.


"Loh Kok mah nunggu Cafenya tutup." tanyaku penasaran.


"Iya lah Do. Inikan Cafe Ku."ucapnya lagi.


"Wah hebat ya. Selain masih muda dan masih Kuliah sudah punya usaha sendiri." jawabku lagi.


"Iya Do. Aku ngak mau tergantung sama Orang Tua. Jadi, uang saku yang berlebihan Aku sisihkan dan jadikan modal usaha." jawab Zahra lagi.

__ADS_1


"Ooh, kalo begitu Aku pamit ya. Mau melanjutkan kerjaan di rumah." ujarku dan Wanita itu hanya mengacungkan jempol dan melempar senyum.


Aku pun melangkah menjauh dari tempat itu. Namun kemandirian Zahra membuat mata ini terbuka dan semakin yakin. Aku harus melepaskan Selvi agar Dia bahagia walaupun Aku tidak bahagia. Aku akan belajar mencintaiVirgin. Karena, Dahulu sebelum menikahinyaAku sempat memiliki rasa untuknya.


...****************...


Ku buka pintu rumah dan kudapati Virgin sedang duduk di ruang mini bar. Aku pun menghampiri, Dia tampak mabuk akibat pengaruh minuman, sedih melihat kondisinya. Aku sempat merasa bersalah apa ini ulahku sehingga wanita ini sekacau ini atau ini memang pergaulan Dia. Karena, Dia memang suka pesta semenjak Aku mengenalnya di bangku SMA.


"Eh, Sayang sudah pulang." ujarnya sambil menuangkan minuman di gelas untuk Ku.


"Sini Sayang temani Aku. Aku benci sama Suamiku tapi Aku cinta Dia. Kenapa Dia selalu mencintai Selvi. Sudah Aku pisahkan Dia dengan Selvi tapi Dia masih bisa bercinta dengannya. Sedangkan Aku yang berusaha selama ini hanya di sentuh Dia 1kali saat malam pertama itu saja Kamu mau tahu sayang. Stttttt.... Dia dalam ke adaan gak sadar, Aku kasih Obat perangsang. Tau Ngak Aku pikir bakalan lama gak tau nya sebentar saja. Terpaksa Aku memuaskan Diriku sendiri." Aku tersentak Dia dalam keadaan seperti ini curhat. Ntah Dia sadar atau tidak.


Aku meminum gelas yang di berikan Dia. Ku temani Dia di mini bar saat itu. Lalu Ku angkat Dia masuk ke Kamar.


Tapi saat Aku mau menaruhnya ke tempat tudur tiba -tiba Dia gesit menutup pintu kamar. Dan dia pergi mengarah minuman yang ada di meja Kamar.


"Aku masih stay Sayang." ucapnya sambil memaksaku minum lagi.


Kepalaku sempat pusing tapi saat Aku minum lagi mata ini langsung seperti bertenaga lagi tapi badan terasa panas.


Wanita ini tampak seperti Selvi. Ku kucek lagi mata ini seperti Dia saat terakhir ketemu dengan perut buncit yang seksi.


"Sayang, Kamu kah itu." Tanyaku.


Dia menjawab. "Iya. Mau kah Kamu melakukannya lagi untukKu."


Aku tidak berbasa - basi Aku meluapkan semua rasa ini yang sempat beradu di dalam jiwa, rasa rindu yang mengebu. Kali ini Selvi terasa berbeda Dia penuh gairah, Aku menikmati perlawanannya.


Bahkan ini durasinya lebih lama, Kami saling memuaskan hingga Aku pun tertidur dengan pulas. Sebelum tidur Aku mengucapkan terimakasih.


"TERIMAKASIH SELVI SAYANG."


"Aku bukan Selvi, Aku Virgin." terdengar isak tangis wanita itu.


Aku langsung tersentak dan melihat ke wajah itu. Ternyata bukan Selvi, Saat Aku melakukannya kenapa wajahnya seperti wanita yang kucintai.


Aku yang tadinya inggin mengistirahatkan tubuh ini. Karena, lelah habis kegiatan itu akhirnya segera Aku membersihkan badan ini dan keluat dari Kamar itu. Ku biarkan Dia disana dalam keadaan menangis.


Segera Aku memasuki mobilku dan meninggalkan rumah itu menuju rumah di daerah Regency.


Bodohnya Aku menyakiti Virgin kali ini. Wanita mana yang tida akan menangis saat berhubungan dengan Suaminya dan Wanita lain yang di pikiran Suaminya tersebut.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2