
Sejak kejadian malam itu Aku berusaha memperbaiki ke adaan bersama Virgin. Sudah beberapa bulan sejak kejadian itu.
Aku berusaha menjelaskan ke Virgin. Memintanya unyuk memahamiku Karena, tidak mudah buatku melupakan Selvi.
Akhirnya Kami memutuskan untuk melakukan perjalanan ke tempat tempat wisata yang berada di Kalimantan.
Kami akan touring berdua saja berkendara menyusuri satu tempat ke tempat lain.
Perjalanan kami terhenti sejenak di Derawan salah satu tempat wisata yang berada di Kota Berau. Pemandangan pantai nya sangat indah dengan Aneka Biota lautnya menghipnotis Kami.
Semenjak Aku berusaha memperbaiki kondisi Ku dan Virgin Akhirnya Aku sudah bisa menerimanya.
Selama dari ke jadian Malam itu kali ini Kami melakukannya lagi di pulau Derawan, Aku sangat terkesan dengan Wanita ini saat kondisinya hamil besar pun Dia lebih Agresif dari Aku. Bahkan Dia yang memperlakukan ku dan melayaniku seperti sangat Profesional.
"Terimakasih ya Do. Kau mau menjadi Suamiku seutuhnya walaupun perubahanmu terkesan Aneh dan mengejutkan buatku." ujarnya selesai melakukan kegiatan yang sangat exstrim bersamaku.
Bahkan setelah usai itu tidak bertahan 2 jam Dia meminta lagi untuk mengulagi. Aku sempat berfikir apakah ini efek Karena, terlalu lama Aku mengabaikannya. Bahkan sangat lama Aku tida menyentuh tubuhnya. Sehingga saat Dia merasakan lagi terkesan Agresif dan Hiper.
Sebelum Kamipulang kembali ke arah pulang, benar benar Aku lelah melayani nafsunya dan hasratnya yang tak henti - henti.
...****************...
"Virgin, cukup Aku sudah lelah." ucapku menghentikan pergerakan Dia.
"Tapi Aku masih mau Do." pintanya lagi.
"Helow...., yang bener aja semalam Kita sudah melakukan 3kali dan pagi ini Kamu minta lagi." ucapku.
"Kalo begitu Kamu cumbu Aku saja ya." pintanya lagi.
"Kamu minum ini ya Do." Paksanya agar Aku meminum air yang di berikannya.
Terpaksa Ku minum, saat Aku duduk akan menikmati televisi badan inibterasa panas dan bergairah seperti tidak tertahankan padahal tadi terasa lelah sekali.
Akhirnya Ku angkat lagi Virgin memasuki Kamar di penginapan Kami itu. Aku mencumbunya bahkan Aku melepas semua kain yang menempel di tubuhnya. Ku nikmati bahkan sampai mengebu - gebu hingga keringat Kami mengalir membasahi tubuh, Dia melakukan sesuatu yang tak bisa ku bayangkan. Akhirnya Virgin pun mendesah dengan nyaring menandakan kepuasan.
"Terimakasih, ya Do. Aku sudah puas, Ayo Kita pulang. Jika Aku menginginkannya maaf jika harus ku berikan minuman itu." ucapnya lagi.
Kami pun membersihkan Diri dan segera melakukan perjalanan pulang.
Lumayan lama perjalanan, Aku lelah sekali. Sesekali Ku hentikan ketepi kendaraanKu. Virgin tampak tertidur di sebelah Ku.
Sepertinya Kami harus beristirahat di Samarinda. Segera Aku mencari Hotel terdekat Karena, Aku tampak lelah sekali.
"Virgin, bangun Kita bermalam disini dahulu malam ini." ucap Ku.
"Baik Sayang." Ucapnya.
"Kita makan dulu sebelum ke Kamar." jelasku lagi.
__ADS_1
Kami pun segera menuju Restauran di Hotel tersebut. Selesai menikmati makan malam dan dissert yang di sediakan. Kami pun segera menuju ke Kamar.
Aku segera dudu di Sofa dan membuka Laptop untuk mengerjakan beberapa tugas yang terpending.
tidak lama gawaiku berbunyi dan segera aku menjawabnya. "Ya, Pi." jawabku.
"Aldo berkas untuk meating besok file nya Sudah Kamu kirim ke Virni." tanya Papi.
" Sudah Pi sebagian, Ini Aldo lagi mengerjakan bagian finalnya." jawabku lagi.
"Oke, hati - hati di jalan ya." ucap Papi.
"Siap Komandan." Jawab Ku.
Aku kembali melanjutkan tugasku, sebelum mata ini terperanjat dengan kelakuan Virgin yang hanya mengenakan bikini di tempat tidur bahkan nyaris hampir seperti tanpa kain menempel di tubuhnya.
Dalam hatiku bahaya ini, segera Aku selesaikan pekerjaan Ku. Karena, Aku takut besok Rapatnya akan di mulai Pagi hari.
Apa yang Ku pikirkan benar terjadi di kenyataan, Dia mulai mengoda dan menganggu Ku lagi.
"Jangan Vir. Aku lagi ngerjain final untuk meating besok." tapi Dia tidak menghiraukan Ku.
Aduh gawat ini, begini sudah resiko menikah dengan wanita agresif dan egois. Segera ku selelseikan tugas Ku. Tak ayal setelah Aku menutup dan menyimpan kembali laptop Ku. Virgin melanjutkan kegiatannya saat Aku berdiri dia membuka celanaku dan melakukan sedikit gerakan erotis.
Akhirnya malam itu pun Kami melakukannya lagi bahkan malam ini pun Dia memintaku melakukan berkali - kali. Jika tidak segera pulang bahaya dalam hatiku. Bisa -bisa Aku Akan mati kelelahan tawaKu kecil.
Virgin tampak menikmati semua kegiatan itu tampak dari desahan dan gerakan - gerakan yang di lakukan. Aku merasa lelah dengan Kegiatan berhubungan badan yang terlalu sering seperti tidak ada rasa untuk melakukannya lagi.
...****************...
Aku Nampak lelah sekali selama perjalanan, hingga mata ini beberapa kali sempat terpejam, Aku tepikan sesekali di pinghir jalan.
Aku lanjutkan lagi perjalanan, hingga terakhir Papi menghubungiku, Saat sudah memasuki daerah Lemaru.
Ntah sejak Kapan mata ini sempat terpejam dan terbuka lagi Aku tidak Kuat hingga terdengar suara teriakan dan jeritan Virgin.
Braaaakkkkkkkk.....
Aku tidak sadar Apa yang terjadi, Mata ini seperti terpejam. Bahkan Aku merasa tak dapat membukanya. Ada rasa pusing di kepala ini terdengar juga riuh di luar sana. Tapi Aku tak kuasa melawan Kantuk ini.
Aku terbangun dan suasana terang tanpa ada siapapun di sekitarku hanya Kosong dan cahaya Putih ntah Aku di mana, Masih hidup Kah atau mati.
...****************...
Pov
Mami
Aku mendapat pangilan dari nomor lokal yang tak di kenal. Berulang kali Nomor itu menghubungiku.
__ADS_1
Tapi Aku Abaikan saja. hingga Ada pesan masuk.
"Maaf, mobil dengan plat KT 3415 NH atas Nama Tuan Fedrik mengalami kecelakaan di daerah Pasar Manggar Balikpapan satu Korban Perempuan muda sedang Hamil meninggal di tempat dan satu Orang Korban mengalami kritis, Saat ini sedang di bawa Ke RSKD. Mohon Keluarga segera menghubungi Kami atau pihak Rumah Sakit."
Aku pun lemas tak berdaya setelah membaca pesan itu.
Aldooook....
Hiks,hiks,hiks.....
"Oma, Oma, kenapa menangis." tanya Abrisyam sambil menghapus air mataku.
Aku segera tersadar dan menghubungi Papi Aldo sore itu. Segera Kusuruh Papi pulang dan mebawa Kami kesana.
Aku pun segera menyuruh ART untuk menyiapkan beberapa perlengkapan Abrisyam. Karena Akan ku bawa ke Rumah Sakit.
Tidak lama terdengar suara mobil Papi, Aku segera mengendong cucu Kesayanganku itu dan memasuki mobil. Selama perjalanan Aku menceritakan pesan yang masuk itu sambil terus menangis.
"Sudah Mi. jangan menangis lagi." ujar Papi menenangkan Ku.
Mobil pun memasuki halaman rumah sakit, Papi menurunkanku ke UGD lalu pergi memarkirkan mobil bersama Abrisyam.
Aku langkahkan kaki ini menuju informasi di ruang UGD. Tidak lama Ku lihat salah satu Dokter menghampiri untuk menjelaskan semua yang terjadi.
"Bisa saya melihat Anak Saya." ucap Ku.
Dokter mengantarkanku melihatnya. Aku tak Kuasa melihat kondisi Virgin benar- benar tubuhnya tergencet kendaraan sehingga tidak terbentuk lagi bentuk tubuhnya dan bayinya pun ikut meninggal.
Tidak......
Tidak.....
Cucuku..
Aku teriyak histeris menyaksikan semua itu.
Sedangkan Aldo hanya mengalami luka dalam wajahnya terdapat luak benturan sedikit. Saat kecelakaan mungkin Dia lelah cerita Pak Polisi.
"Jadi, begini Bu sepertinya Anak Ibu mengendarai mobil dalam ke adaan yang sangat lelah. Sehingga Dia hilang kendali Karena mengantuk." ucap Pak Polisi tersebut.
Papi terlihat sudah bersama Orang Tuanya Virgin dan Adik Sepupunya Virgin. Aku pun segera memeluk Maminya Virgin.
Suasana Saat itu benar - benar di rundung kesedihan. Hingga Aku menyuruh Papi mengajak Abrisyam untuk bermain di luar.
"Mi, Abrisyam baiknya Saya titipkan Kesalah satu Karyawan di Kantor ya . Karena, saat ini Kita pasti sibuk mengurus ini semua. " saran Papi.
Aku hanya mengikuti saja saran Papi Karena, jika di sini tidak bagus juga buat kondisinya Abrisyam. Takutku Dia akan rentan tertular penyakit.
"Iya Pi bener juga. " Jawabku.
__ADS_1
Papi segera membawa Abrisyam menjauh Dari hadapan Ku dan pergi dari Rumah Sakit ini.
Bersambung....