DOSA! SUAMIKU MERTUAKU

DOSA! SUAMIKU MERTUAKU
Lika Liku Hati


__ADS_3

Selvi


Sudah ada Dua minggu semenjak Abrisyam kembali bersama Opanya. Hati ini merasa rindu berat.


"Pagi-pagi kenapa melamun Vi?" tanya Mama sambil mengusap rambutku.


"Selvi kangen sama Abrisyam Mah" jawabku. sambil memeluk tubuh mama yang berdiri di sampingku.


"Coba hubungi Papi nya Aldo Siapa tau beliau bisa mempertemukan lagi dengan Abrisyam seperti saat itu." saran Mama benar sekali kenapa tidak terpikirkan oleh Ku ya.


"Baik Mah." Segera Aku membuka gawaiku dan menghubungi Papinya Aldo.


Pangilanku berdering hanya saja tidak dibjawab oleh Papinya Aldo. Aku mengirim pesan saja siapa tahu ntar di baca.


setelah Aku mengirim pesan terlihat ada pesan masuk di whatshap Ku nomor baru. Siapa ya kira-kira segera kubuka pesan tersebut.


"Assalamuallaikum, Selvi apa kabar save nomor Aku ya Cindy."


"Aku dapat nomor Kamu dari Amel saat Aku jadi Customernya mau membeli salah satu property di Balikpapan."


"Kalo Kamu di Balikpapan info ya Aku membeli salah satu perumahan di Borneo Paradiso. Kata Amel sekitar 3 rumah dari Rumahmu loh. Kangen banget."


Pesannya panjang banget, senangnya hatiku sudah lama Aku mencari nomornya Cindy semenjak terakhir Aldo menjauhkanku dengan mereka saat di Bandung. SIM Card Aku di hilangkan semua Akun Media Sosialku di bantj paswordnya. Bahkan sampai sekarang Aku tidak tahu lagi Akun Ku.


Akupun segera membalas pesan dari Cindy. Mudahan saat ini Dia juga berada di Balikpapan.


"Waallaikumsalam, Alhamdulillah akhirnya Aku bisa dapat Nomormu lagi Cindy. Kangen banget, Aku sekarang di Balikpapan. Kamu posisi dimana?"


"Amel rencana Bulan depan cuti tapi Dia ngak pulang ke Bandung. Karena, Dia tahu Aku masih di Balikpapan."


"Di Balikpapan Aku lama Cind. Karena, Mama ada rencana buka Cabang Perusahaan Papah disini."


Masih centang dua semoga Cindy segera membalasnya.

__ADS_1


...****************...


Aldo


Sudah lama Aku belum bertemu dengan Abrisyam. Rindu sekali seperti rinduku terhadap Selvi Abrisyam satu-satunya pengobat rinduku.


"Suster Kira-kira hari ini Saya sudah bisa pulang atau belum ya?" tanyaku kepada suster saat memetiksa kondisiku pagi ini.


"Kalo lihat kondisi Bapak sih kemungkinan masih 2 atau 3 hari lagi baru bisa pulang. Karena, Bekas Operasi Bapak hasilnya sudah bagus jadi tinggal pemulihan fisik aja sekitar 2 atau 3hari. Tapi nanti bisa di tanyakan langsung saat Dokter masuk memeriksa Bapak ya." Penjelasan Suster membuat Aku sedikit lega. Setidaknya Aku harus menunggu sekitar 2 atau 3 hari lagi untuk bertemu jagoanku.


Aku merasa bersalah dengan Virgin Karena, tidak bisa membahagiakannya selama menikah denganku hingga tutup usiapun gara-gara kelalaianku.


Aku sudah menghilangkan nyawanya dan nyawa Anak Ku. Seandainya saat itu Aku menepi sejenak untuk beristirahat mungkin Aku tidak akan menabrak. Penyesalan ini membuatku sebagai lelaki tidak berguna sama sekali. Aku sudah menyakiti Selvi sebagai Orang yang kucintai tapi Aku tidak pernah berusaha memperjuangkannya.


Mungkin sebaiknya Aku melepaskan Selvi saja. Atau Aku akan mencoba memperbaiki hubungan Kami. Tapi Selvi sudah memiliki Andri aghhhh bagaimana ceritanya Dia Istriku yang sah tapi bersama Andri dan memiliki Anak dari Andri.


Tapi, Apakah Anaknya itu benar Anak Selvi dan Andri atau itu juga Anak Ku. Karena, terakhir kali Kami berhubungan sepertinya Dia melayaniku seperti Suami Istri yang seutuhnya dan saat itu Dia sedang mengandung. Masa iya Dia mau berhubungan dengan Diriku sedangkan Dia mengandung Anaknya Andri.


Hahahahahahah Pasti itu Anak Ku dan Aku yakin Dia Istriku masih sah. Aku harus segera sembuh dan Aku harus mencari tahu keberadaan Dia saat ini di mana.


"Kabar baik Bu Dokter. Sehingga Saya tidak sabaf inggin segera pulang menemui Anak Saya." Jawabku antusias.


"Wah sepertinya Pak Aldo Kangen berat ya sama Anaknya. Besok sore Pak Aldo sudah bisa pulang." Jelas Dokter Fransisca.


"Serius Bu Dokter. Besok Saya sudah bisa pulang." Aku seperti tidak percaya dengan pernyataan Dokter Fransisca. Harapanku lebih cepat di kabulkan untuk pulang kerumah.


"Iya Pak Aldo. Kecuali, Pak Aldo masih betah di Rumah Sakit ini boleh 2 minggu lagi baru pulang." Canda Dokter Fransisca.


"Jangan Bu Dokter.Kalo bisa hari ini malah Saya mau." Jawabku berharap di setujui.


"Hahahaha.... Bapak Aldo ini sepertinya tidak sabar sekali inggin pulang. Kalo hari ini belum bisa Pak karena, Saya harus Observasi kondisi Bapak satu Hari ini jika memungkinkan besok sore sudah bisa pilang jika tidak memungkinkan kita tunda Dua Hari." Jelasnya lagi.


"Baik Bu Dokter semoga saja saya besok sore sudah boleh pulang." Jawabku lagi lega setelah Bu Dokter Fransisca menjelaskannya .

__ADS_1


Aku tidak sabar menunggu hari esok. Terdengar pintu kamar tempat Aku di rawat terbuka. Langkah Kaki itu tidak asing lagi bagiku Dia yang selalu menemaniku selama Aku di Rumah Sakit.


"Hai Do. Bagaimana Kondisi Mu hari ini." Suaranya terdengar lembut dan menenangkan. Saat ini Dia seperti sahabatku.


"Alhamdulillah sudah baikkan dan kata Dokter besok Aku sudah boleh pulang." Jawabku dengan wajah penuh kebahagiaan.


"Wah bagus . O,ia Kamu mau Aku kupasin buah?" tanya nya lagi.


"Boleh, sedikit aja ya Zahra." Jawabku.


Saat Zahra mengupaskan buah dan menyuapkannya tidak lama pintu terbuka lagi dan terlihat Mami bersama Maminya Virgin.


"Eh ada Neng Zahra. Wah sepertinya Neng Zahra dan Aldo makin dekat ya Jeng." Celetuk Mami


"Iya Jeng. Apa Kita jodohkan saja ya untuk menyambung kekerabatan Kita. Lagian Zahra ini seperti Saudara Kandung Almarhum Virgin. Saat ini Dia lah satu-satunya pewaris Saya kelak." Jawab Mami Virgin seakan menyetujui niat Mami.


Aku mengernyitkan dahiku, terlihat wajah zahra juga berubah seperti menjadi tidak nyaman mendengar rencana kedua wanita patuh baya itu.


"Aku keluar dulu ya Do." pamitnya meninggalkan Kami bertiga di ruangan itu.


Aku tau Dia pasti inggin menenangkan diri dari perkataan yang baru saja di dengar. Mungkin Dia juga merasa tidak enak dengan Aku dan Almarhum Virgin.


...****************...


Zahra


Aku tercengang dengan niat Aunty dan Maminya Aldo. Secara saat ini Aldo baru habis kehilangan Istri dan anaknya. Aku gakut Aldo berpikiran macam-macam tentang Ku. Aku tidak mau di cap sebagai perempuan mengambil keuntjngan disaat kedukaan.


Segera Aku pamit keluar sebentar. Mungkin Aldo juga menyadari bahwa Aku menghindar dari Kedua Wanita tersebut. Tapi Aku tak peduli apapun yang mereka fikirkan yang penting aku bisa menenangkan perasaanku yang bergejolak.


Sebenarnya Aku memang merasakan sesuafu yang berbeda terhadap Aldo. Tapi Aku tahu Diri bahwa tidak mungkin memilikinya karena, Dia Suami Almarhum Saudaraku.


Mudahan semua itu hanya rencana dan bukan kenyataan, Tapi jika memang menjadi nyata paling tidak Aku perlu waktu untuk mengenalnya lebih dekat dan Aku perlu privasi untuk berkompromi dengannperasaan ini.

__ADS_1


Aku takut kecewa dan sakit hati lagi Lelaki yang ku Cintai selama ini tidak pernah mencintaiku. Bahkan Dia bisa menikah dengan Wanita yang di jodohkan dengannya padahal Dia juga tidak mencintai Wanita itu. Aku bersama nya hanya sebagai pelampiasan agar Dia tidak dikatakan Bucin terhadap cinta pertamanya.


Bersambung.....


__ADS_2