
Selvi
Aku dan Andri sudah sampai di restoran semalam di mana Kami bertemu Klien. Pagi ini Kami janjian lagi sebelum berangkat ke Site, sambil menunggu Aku memesan Nasi goeeng Seafood dan Lemon juice, efek masih pagi pengennya yang asem-asem, disela-sela menunggu pesanan Kami Andri pun melempar pertanyaan.
"Vi sepertinya Kamu dari tadi ada yang di pikirkan, maaf jika pertanyaanKu terkesan mengusik pribadi Mu." ucap Bos sekaligus Orang yang pernah mencintaiKu jaman putih abu-abu.
Aku sempat tercengang dengan pertanyaan Andri baru saja. " Hemmm... Ooooh ... Anu Aku tadi seperti mengenal Seseorang yang keluar dari lift sebelah Kita, tapi hanya sekilas. Jadi, Aku ngak yakin 100%." jawab Ku.
Sengaja pandangan mata ini Ku arahkan ke tempat lain. Tak lama terlihat tangan Andri melambai sepertinya Klien yang di tunggu sudah ada dari arah belakang Ku.
"Hai, Pak Fredik." Sapa Andri ke Klien tersebut hang tak lain adalah Papi Aldo.
Hati ini sebenernya males untuk duduk disini rasanya inggin segera pergi menjauh.
"Pak Andri, kenalkan Rekan Saya. Nanti beliau yang akan lebih sering berurusan dengan Pak Andri." jelas Papi memperkenalkan rekannya yang belum Aku lihat . Aku masih tetap pada posisiku duduk.
"Andri."
Terlihat tanggan kolega itu memperkenalkan Diri.
" Aldo."
Mak jleb, duniaku seperti terhenti sejenak Aku merasa pusing hingga tanpa sadar berdiri seakan inggin meninggalkan tempat itu.
Andri dengan cepat memegang tanganku. Aku angkat sedikit kepala ini menatap wajah Andri tersirat kode perintah bahwa Aku harus profesional. Akhirnya ku bulatkan tekatku bertahan berdiri disitu.
"Oh, iya Pak Aldo perkenalkan ini Selvi nanti Bapak akan sering berhubungan langsung dengan Dia." Aku pun membalikkan badanku dan menjabat tangannya yang sangat dingin seperti habis kena badai salju membeku.
Saat Aku mau melepaskan tanganku genggamannya erat sekali bahwa dia tidak ingin melepaskan Ku lagi. Ku sentak kan tanggannya hingga terlepas.
Aku kembali duduk dan memberikan berkas dan beberapa presentasi tentang kontrak kerja dan kerjasama apa saja yang akan Kami lakukan.
Pandangan Aldo sedari tadi hanya tertuju kepadaku tapi Aku mengabaikannya. Setelah selesai presentasi . Aku dan Andri berpamitan Karena, Kami akan melanjutkan perjalanan ke Site yang berada di Sanga-sanga dahulu.
Pov
Aldo
Aku dan Papi menuju ke tempat Kami akan bertemu Kliennya. sesampai di sana awalnya Aku biasa saja dan profesional . Namun Aku berjbah seperti membeku saat Andri yaitu Klien Papi memperkenalkan orang hang bersamanya.
Aku tersentak bukan Apa Awalnya saat di sebutkan Namanya Aku merasa kangen berat dengan Sosok wanita yang selalu kucintai sejak jaman putih abu-abu. Tapi dada ini terasa sesak saat melihat ke bentuk tubuhnya yang saat ini seperti berbadan dua. Apakah Dia lupa sama Aku dan mungkin Dia telah menikah dengan Lelaki yang ada di hadapanKu.
__ADS_1
Berjuta tanya memenuhi kepala ini bahkan saat dia mempresentasikan semuanya Aku hanya terpaku dengan ke elokkan tutur katanya yang menghipnotisku seperti saat awal Kami bertemu dahulu.
Aku harus bertanya saat Kami ketemu lagi nanti dan Aku berharap hanya ber Dua tanpa Andri atau Papi.
****
Aldo
Weekend Pagi ini Aku masih belum bisa melupakan kejadian seminggu yang lalu saat bertemu Selvi, walau dia berbadan dua tetap terlihat cantik dan bikin kangen.
Tapi itu Dia mengandung Anak siapa? apakah Anaknya bersama Andri, Karena jaman Sekolah dulu Andri sangat mencintainya bahkan saat Dia sudah menjadi pacarku. Itulah salah satu alasanku membuat semua rencana itu, tapi Aku malah menjadi bencana buat Dia. Ku cambak rambut ini. " Selvi, Aku kangen Kamu."
Tapi perut yang berisi Bayi ith membuat hatiku sesak seakan tidak bisa menerima semua ini.
Terdengar gawaiku berbunyi.
"Selvi." Aku tercengang melihat Nama yang berada di smartphone ini.
Ku angkat dan Terdengar suara di ujung sana. "Selamat Pagi, Pak Aldo jika ada waktu Saya bisa bertemu Bapak? Karena, ada beberapa kekurangan berkas yang harus di lengkapi."
" Bisa, jam berapa ya." jawabku secepat mungkin.
Akhirnya Aku bisa bertemu dengannya. Akan kubawakan bunga untuknya.
Hari ini terasa lama berlalu, oh banyak pertanyaan yang inggin ku sampaikan. tak sabar rasanya inggin segera bertemu.
"Ayah!." teriak Anak tersayang Ku Abrisyam.
"Isyam, mau main ke Taman." ucapnya manja.
Aku pun menemaninya bermain. Ingin Ku ceritakan, tapi Aku takut jika benar Selvi sudah menikah lagi. Akhirnya ku abaikan rencana Ku itu.
****
Sore ini Hatiku berbunga-bunga, Aku akan bertemu Kekasihku tanpa adanya penghalang.
Aku menaiki honda yaris agar lebih santai menyusuri jalan Kota Balikpapan yang sangat bersih dan bersahabat ini.
Setibanya Aku di dekat halaman Hotel. Ku kirimkan pesan ke Dia.
"Aku tunggu dj Lobi saja, Jika berkenan Aku ingin mengajakmu mengenali Kota ini."
__ADS_1
Tidak lama masuk notif balasan dari Dia.
cling...
"Ok." balasnya.
Sekitar 30 menit Aku menunggu di dalam mobil, tidak lama ada pesan masuk lagi di gawaiku.
"Saya sudah siap di pintu depan lobi." pesannya lagi.
Aku segera masuk menjemput Dia. Karena, Aku tak inggin Selvi menunggu lama.
Ku bukakan pintu mobil. "Silakan masuk."
walau tak ada senyuman tapi setidaknya Dia menerima tawaranku. sepanjang perjalanan Kami saling terdiam. Sesekali terdengar suara Kami menirukan musik yang dj nyanyikan grub band yang ngehit di jamannya Jikustik, Padi, Sheila on 7.
Aku mendehem terlebih dahulu Agar suara ini tidak terdengar kaku. "Kita jalan ke Melawai ya? Disini tempat ngumpulnya muda mudi." Ucap Ku.
Terdengar suaranya. "Ehem. Do di mana tempat makanan berkuah di sini yanv enak apa aja soto atau apa gitu."
"Oh, Kamu lapar ya. Kalo gitu Kita ke Klandasan aja di sana ada Coto Makassar. Pasti Kamu suka Sayang." ucapku.
Matanya melihatku tajam. "Aku tegasin ke Kamu ya Do. Jangan pernah ucap kata itu lagi untuk Ku, Karena faktanya Kamu selalu nyakitin Aku dan pertemuan Kita kali ini untuk urusan pekerjaan tidak lebih." Aku tersentak kaget dengan pernyataannya. Berarti Dia memang sudah menikah dan saat ini Dia mengandung Anaknya Andri.
Ada rasa kesal di hati ini demi kerjasama berjalan lancar, Aku tahan ego Ku. Padahal Aku nga mau tau Dia milik Orang lain atau bukan Dia masih tetap Istriku yang sah Karena, Kami beljm bercerai.
Ku parkirkan mobil ini tepat di depan penjual Coto Makassar. suasananya menghadap ke laut dengan angin yang kencang. Kami menikmati hidangan itu. Sambil ku dengarkan penjelasan Selbi seputar berkas yang kurang.
Setelah itu Aku pun mengantarkan Dia balik. Tapi selama perjalanan Dia tertidur. Aku pun tidak tega membangunkannya.
Akhirnya Aku putuskan membawanya ke Salah satu rumah Ku yang terletak di salah satu perumahan Elit di Balikpapan. Lokasinya di sekitaran perum Balikpapan Baru.
Sepertinya Selvi kelelahan, Aku mengendongnya hingga masuk ke dalam rumah. Lama Aku sudah ngak merasakan seperti ini. Walau kondisi sedang berbadan dua Selvi tetap cantik tidak ada yang berubah, bahkan lekuk tubuhnya masih sama selalu membuat Aku ingin memiliki dia seutuhnya.
Ku baringkan tubuh Selvi di tempat tidur, Ku lepaskan sepatunya dan Ku berikan selimut. Masih ada rasa takut jika Dia menikah lagi.
Ku tepis semua itu, yang Ku tau Dia masih Istriku yang sah. Aku pun merentangkan tubuh ini di sebelahnya. Saat Akj memeluknya tidak ada respon apapun Dia tetap tidur nyenyak.
Aku hanya memeluknya untuk melepasbkerjnduan ini walau hatiku terasa sesak karena, penuh tanya tentang bayi siapa yang saat ini sedang di kandung Selvi.
Bersambung.....
__ADS_1