DOSA! SUAMIKU MERTUAKU

DOSA! SUAMIKU MERTUAKU
Pemaksaan Hampir terjadi


__ADS_3

Selvi


Aku terbangun dini hari, Aku ada di mana ini. Ada tangan Aldo memeluk tubuhku. Inggin Ku tepis tapi erat sekali. Jadi Akh bangunkan Dia.


"Do, bangun Aku mau buang air kecil." ucapku.


"Hem, Ntar Sayang biar Aku memelukmu. Aku kangen." ucapnya setengah sadar.


"Do, Aku gak tahan. Buruan." tegasku lagi.


terlihat lucu tapi Aku ngan ingin tertawa tiba-tiba Aldo duduk dan membuka pakaiannya. "Sama Aku juga gak tahan." ungkapnya lagi.


Tapi Aku meninggalkan kelakuan konyolnya. Aku bergegas ke Kamar mandi. Akhirnya lega, saat hamil tua seperti ini Aku sering beser di malam hari.


Saat Aku keluar Kamar mandi. Terlihat wajah polis yang berharap Aku akan melayani hasratnya.


Tapi Aku mengabaikannya tanpa meminta penjelasan kenapa Aku disini, ku tinggalkan dia yang masih menatapku. Aku pun tidur lagi membelakanginya.


"Sayang, Kamu kan masih Istriku yang sah bolehkah Aku meminta hak ku yang sempat sudah lama tak ku dapatkan." tanyanya di telingaku.


Aku tercengang dan duduk lagi." Kamu jangan macam - macam ya Do. Inggat semenjak Kamu meninggalkan Aku dan membawa Anak Ku kabur Kita bukan siapa-siapa lagi." Tegasku seraya kembali tidur.


Di rebahkan Badannya persis di belakang ku. Ada pergerakam kecil seakan mencuri kesempatan. Langsung ku tepis tapi tanggan ini di tangkapnya.


"Aku mohon jangan Kau tepis tangganku ini. Kali ini Aku hanya Akan memelukmu, lain kali jika Kamu sudah siap baru Aku akan menunaikan hasratku." ucapnya.


Tetap saja Ku tepis tanggannya. "Ku mohon Sayang jangan sampai Aku melakukan kekerasan lagi, Karena Aku sangat mencintaimu. Jadi, Aku tidak mau Kamu tolak." ucapnya lagi.


Terngiang semua kelakuan Dia. Akhirnya Aku mengalah.


"Inggat hanya memeluk tidak lebih." tegasku lagi.


"Iya sayang." tiba-tiba kecupan melayang di dahi Ku.

__ADS_1


Aku tersenyum tipis walau sakit hati ini tapi mungkin masih ada rasa sayang walau hanya sedikit. Mata ini pun terpejam dengan pelukan Aldo disisiku.


*****


Gawaiku berbunyi berkali-kali. Segera ku jawab panggilan tersebut, Hemmm Andri dalam hatiku.


" Assalamuallaikum, Selvi ntar siang Kita langsung ke Bandara ya untuk balik ke Bandung, tapi pagi ini Saya mau ada urusan terlebih dahulu. Kamu boleh berkeliling Kota ini pakai kendaraan online saja biar gak nyasar. Jadi, rencana kembali ke Site Kita tunda." perintahnya.


"Siap Ndri." jawabku.


Aku segera turun dari tempat tidur tersebut dan mandi. Terlihat Aldo masih tidur dengan pulas. Sudah lama sekali Aku tidak melihat suasana ini. Saat Dia tertidur seakan Dia tanpa dosa, tapi saat Dia terbangun sejuta kebencian yang inggin Aku utarakan atas perlakuannya ke Diriku.


Gemericik air membasahi tubuh ini, rasanya menyegarkan badanku, seperti sudah lama sekali Aku tidak menyentuh air, padahal baru kemaren sore Aku mandi.


Suara Air yang seperti nyanyian tidak membuatku tersadar tiba-tiba saja sudah ada sosok Aldo di belakangku. Ntah kapan dia masuknya, bodohnya Aku kenapa lupa Ku kunci pintunya. Karena, sudah lama terbiasa sendiri mandi didalam kamar sendiri hanya pintu Kamar yang selalu terkunci.


Tiba-tiba Aldo memeluk ku dari belakang Kami pun saat itu dalam posisi basah. Aku terkejut dan membalikkan badan ini mata ini saling beradu pandang dan terdiam sejenak hingga wajahnya mulai mendekati wajahku.


Saat itu Aku berusaha mundur menjauh darinya tapi Dia semakin mendekat hingga Aku terpojok di dinding yang basah itu. Tangannya segera merengkuh pingangku dan wajahnya di dekatkan ke wajahku. Aku berusaha mendorongnya tapi Aju kalah dengan perasaan ini yang masib plinplan antara cinta , benci dendam dan rindu.


Aku pikir akan berlanjut hingga seperti biasanya, namun saat tanggannya tersadar dengan perutku yang buncit, Aldo pun melepaskan tanganku dan mundur. "Maaf, Aku terlalu mencintaimu Selvi. Maaf atas krlancanganku ini." ucapnya dan menjauh mengambil handuk yang tergantung. Dia pun bergegas keluar meningalkanku.


Aku sempat bingung atas perubahan Aldo yang biasanya egois dengan kemauannya yang selalu Dia paksakan. Tapi kali ini Dia seperti buan Aldo yang dulu.


Akupun keluar dengan menganti pakaianku. Sedikit Ku intip wajahnya dari balik Kaca, Dia penuh dengan beban dan penyesalan kenapa mulut ini tidak tahan dan ingin tau.


"Do, bagaimana Kabarmu. Apakah Istrimu Sudah memiliki Anak dari Mu?" tanya Ku sedikit ragu-ragu dan terkesan kaku.


Dia tampak mengangkat dagunya dan terdiam sejenak. "Dia sedang hamil saat ini."


"Alhamdulillah selamat dong. Berarti Abrisyam akan punya dua Adik dari Bundanya dan Istri baru Ayahnya." Ujarku.


Wajahnya berubah seakan tidak nyaman. Aku tak berharap jawaban darinya. Tetapi pendapatku salah.

__ADS_1


"Selamat ya Vi. Sepertinya Kamu bahagia dengan Dia." ucap Aldo yang membuat Aku terdiam dan berfikir maksud perkataan Dia.


Aku tak menjawab dan Kami pun bergegas pergi Dia mengajak Ku ke tempat di mana biasa di jual Oleh-oleh. Perkataan Dia radi tidak Aku jawab, Karena Aku bingung mau menjawab Apa. Inggin jujut ini Anaknya tapi Aku tidak mau dia merebutnya lagi dari sisi Ku.


Padahal Aku berencana ingin mencari cara unthk merebut kembali Abrisyam dari sisinya. Hanya Aku bingung bagaimana caranya.


"Selvi, ini tas buat Kamu." Sambil memberikan tas dari baban rotan yang cantik dan elegan walau tradisional. Aku suka sekali, segera Ku ambil tas itu ntah kali ini Aku mau menerima pemberiannya.


"Terimakasih ya Do." ucapku, ini akan jadi kenang-kenangan dalam hidupku.


Terlihat satu jam hiasan untuk di meja terbuat dari pahatan batu berbentuk pulau Kalimantan. Segera ku beli karena sangat unik.


Saat Aku akan membayar tiba-tiba Aldo mendahuluiku lagi. Hari ini Aku benar benar menghabiskan waktuku tak terasa sudah mau jam 11.00 siang.


"Antar Aku ke Hotel ya Do. Karena, Aku akan kembali ke Bandung." ucapku.


"Jadi Kita balik sekarang Vi. Padahal Aku masih inggin terus merasakan kebersamaan ini. Walau hanya mencuri-curi memegang tanganmu." jawabnya.


"Ayolah Do. Kita masih akan serjng bertemu sebagai mitra kerja.Jangan seperti itu." ujarku lagi seraya menarik tangannya untuk bergegas kembali ke Hotel.


Setibanya di Hotel Aku segera membereskan Koperku dan semua barang-barang Ku. Aldo menunggumu sambil duduk di Sofa.


"Vi, Andri mana ngak ada terlihat dari tadi." tanya nya sambil melihat-lihat ke sekeliling kamar itu.


Aku pun melempar senyum. "Dia ada urusan katanya. Jadi, Kami bertemu di Bandara saja."


"Andri baik ya Vi?" tanya nya yang membuatku penasaran maksud dari perkataannya beberapa kali hari ini. Aku menangkap nada cemburu. Tapi seakan di tutupi olehnya.


Aku tertawa kecil. " Apasih Do. Pertanyaanmu lucu banget. Ya pasti baik lah." jawabku berharap dia aka melempar pertanyaan yang membuat Aku tau sebenarnya maksudnya.


Tiba-tiba dia memelukku dan memutar badan ini. Dia mulai mengecupkh dan melakukan hal-hal yang membuat Kami hampir tidak tersadar. semakin dalam dia memelukku dan mengecup bibirku. Dalam hati ini wajar Dia masih Suami sahku dan wajar Dia mengambil hak nya atas tubuh ini secara agama dan Negara Aku masih Istri sahnya karena, Aku tidak melakukan gugatan tentang saat Dia menelantarkanku.


Saat pikiran ini melayang tidak terasa kemejaku sudah terbuka dan pakaian dalam bagian atasku sudah terlepas. Saat Dia mulai mengarah ke bagian bawah Aku pun masih tidak sadar Karena menikmati kecupannya.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2