DOSA! SUAMIKU MERTUAKU

DOSA! SUAMIKU MERTUAKU
Agresif


__ADS_3

Selvi


Sebenarnya aku masih sangat marah dan kesal dengan Aldo , dia benar -benar suami yang suka berubah -ubah tanpa bisa di tebak , tapi jika lihat perhatian nya di saat seperti ini hatiku luluh lagi , Aku seperti kalah sama perasaan cinta yang masih ada , hanya jika terlihat lagi kelakuannya saat itu amarah ini rasanya masih meledak .


" Vi.... angkat bajumu " sambil membawakan air hanggat di wadah


akupun engan rasanya " gak usah aku bisa sendiri kamu tunggu di luar saja " tolakku sedikit ketus ,menolak niatnya untuk membersihkan badanku


Dia terdiam ,dengan raut wajah tidak mengenakkan " kalo Aku bilang sini ,ya sini Aku mau membersihkan badanmu " tegasnya lagi seakan Aku harus menurut padanya


terpaksa Ku lepaskan pakaian Ku , Dia mulai membersihkan dan menyeka badanku dengan handuk kecil lembut di telapak tanggannya , saat aku berbalik menghadap ke Dia mata Kami saling pandang dan Kami saling terdiam lama , ntah apa di pikiran Dia saat ini , ah terserah Dia mau berfikir apa .


"buruan..... " kataku menegaskan agar Dia tidak terdiam menatapku


" kenapa .... , malu ya ? " celetuknya sambil melemparkan senyum seakan meledekku


" ihhhhhhh ... buruan " sambil kutekan suaraku


" lagian ...... , Aku saja di sini vi , pintunya Aku kunci " sanggahnya seakan biar Aku tak memaksanya untuk menyelesaikan membersihkan badanku


ntah bagaimana ,tiba tiba saja dia memelukku , dan mengecup perutku lama sekali frekuensi itu terjadi , ada penyesalan yang kulihat dia pun bergumam seakan berbicara dengan buah hatinya


" maafin Ayah ya sayang ..... karena , ego Ayah membiarkan Bunda mu terluka sehingga hampir membahayakanmu juga , maafin ya Nak ,Kamu harus kuat dan cepat lahir kedunia ini ,Ayah akan menjagamu "


mendengar ucapannya itu , bulir putih mulai membasahi lensa mataku dan menetes ke pipiku , segera ku sapu dengan tangganku sebelum menetes ke wajah Aldo , Aku tak mau terlihat olehnya bahwa Aku peduli dengan ucapannya karena , sampai detik ini Aku masih merasa di khianati , luka yang di goreskannya masih membekas di ingatanku .


tok tok tok " do..... " terdengar suara ketukan dari luar


Aldo pun menyegerakan mengenakan pakaianku dan menyisir rambutku , di berikannya sedikit warna di bibirku katanya


" selesai ... ini sentuhan terakhir biar istriku tetap tampak segar " sambil meninggalkanku mengarah menuju pintu


saat di buka ntah siapa yang mengetuk tadi ,apa kah Keluarganya yang berkunjung atau siapa Aku tak tahu karena di ruagan yang kutempati adalah VVIP , jadi ada pembatas tirai sebelum ke tempat Aku istirahat .


terdengar pintu di tutup sepertinya dia berbicara di luar ,ku rebahkan lagi badanku setelah aku meneguk air mineral , kuabaikan saja apa yang ada disana karena kata Mama Aku harus istirahat selama bedrest aku gak boleh mikir macam - macam hanya istirahat dan memenuhi kebutuhan protein dan gizi buat kandungan dan tubuhku ini .


POV


Aldo


Terdengar suara ketukan di pintu dan menyeru namaku ,ah ganggu aja dalam hatiku padahal saat ini aku inggin bersamanya sambil memeluk buah hatiku tanpa di halang sehelai benang pun


segera ku selesaikan membersihkan badan Selvi ,lalu ku beri sentuhan warna di bibirnya


" selesai ... ini sentuhan terakhir biar istriku tetap tampak segar " Aku pun mengarah ke pintu ,ku tutup kain ghorden untuk menghalang siapa saja langsung melihat kedalam ,karena aku ingin privasi buat mereka istirahat.

__ADS_1


saat ku buka sedikit pintunya terlihat Perempuan itu membuat aku kaget


" Virgin ....." suaraku keluar agak menekan dan sedikit kaget tersentak


cepat ku tutup pintu dan segera keluar , kutarik tanggannya dan ku bawa menjauh dari ruangan istriku , Aku takut Selvi mendengar percakapan Kami .


sambil kutekan lagi suaraku " Ngapain.... Kamu kesini " ujarku tegas seraya tidak suka melihat kedatangannya


" jangan marah gitu Do .... " ujarnya


lalu mengambil tanganku " Aku cuma mau bawakan ini , tadi waktu amang itu mau mengantarnya ,Aku bilang aku saja yang antar lalu ku minta alamat rumah sakit dan ruangannya "


ku tepis gengamannya " udah saat ini suasananya gak tepat saranku Kamu pulang aja sebelum Aku emosi " perintahku menyuruhnya meninggalkanku


" Do..... Kamu jahat ..Aku kesini niat baik Kamu usir " suaranya keluar agak serak seperti akan menangis.


segera ku tarik ketempat sepi seraya aku malu semua mata memandang ke arah kami


" gini ya kamu pulang ini rumah sakit , Aku gak mau menciptakan keributan disini , besok saja di sekolah Kita bertemu di kantin " jelasku sambil menutup mulutnya agar dia tak berucap lagi


" Aku mohon Kali ini saja Kamu tidak mementingkan maumu ,dengarkan Aku dan pulang " pintaku lagi sedikit memohon agar dia menurut


belum selesai yang ini dari jauh ku lihat langkah papi , sedangkan wanita ini masih enggan beranjak hingga Papi sudah sampai di hadapanku


" Pi ... " sapa ku


" Lagi istirahat Pi ... baru saja Aldo ganti pakaiannya , Papi masuk aja ,Aldo antar teman dulu keluar dia mau pulang " jawabku agar papi tidak curiga


" ya udah buruan ya Do , soalnya Papi gak lama mau ke Kantor lagi , kasian Istrimu kalo musti sendirian " papi seraya cuek masuk ke ruangan Selvi .


ku lihat mata Virgin terbelalak dan tersentak kaget " Istri.... ??????"


virgin masih terdiam terpaku seakan tak percaya dengan ucapan papah ku barusan .


" Do... jadi yang sakit di dalam itu ? " tanya nya


" Iya ... sebab itu sekarang Kamu pulang " ucapku lagi seraya menariknya menuju ke arah pintu keluar rumah sakit


sepanjang Aku menariknya tak ada satu katapun terucap , tapi terlihat sekali bahwa dia sangat kaget dengan keadaan ini .


sesampai di depan pintu keluar rumah sakit pun dia masih seperti mematung tak bergerak


" hadeh ... beban lagi " seruku dalam hati sambil menepok jidadku


" virgin ... " panggilku untuk menyadarkannya

__ADS_1


" sudah sekarang Kamu pulang ya , Aku mohon please... jangan tambah lagi bebanku , cukup Aku sudah melewati masa masa di mana Aku takut kehilangan mereka " rayuku agar dia segera beranjak pergi


" mereka ... maksudmu ?" tanya nya lagi


tak ku jawab pertanyaannya ku tinggalkan saja dia karena , lelah sekali badan ini kurasa


Aku juga takut papakumenunggu terlalu lama , bergegas ku langkah kan kaki menuju kembali ke ruangan Selvi , walau di benakku entah apa yang akan terjadi esok di sekolah


akhirnya aku tiba di depan pintu ruangan selvi , ku buka gagang pintunya , terdengar papah ber dehem , terlihat dia sedang duduk di balik tirai sambil mebuka lembaran koran yang ada di tanggannya


" papi , tumben jam segini kesini , lagi gak sibuk kah " tanyaku sambil membuka tirai yang kututup tadi


dan kupandangi dia yang sedang tertidur pulas terbaring di tempat tidur berwana mocca itu ..


" iya ... hari ini sengaja papi batalin janji temu ,karena mau cek kamu udah kesini atau belum , papi takut aja kamu kumat eror nya " celetuk papi seperti inggin menyinggungku


" untung papi yang datang bukan orang lain , coba kalo yang datang ...." papi menghentikan ucapannya karena tahu aku paham akan maksudnya


dan mungkin takut Selvi mendengar karena ,terihat gerakan kecil pada tubuh Selvi


" iya pi..... Aku paham " ucapku sambil mengambil bingkisan yang papi bawa dan meletakkan di atas meja .


" ya udah papi pergi dulu ... inget pesan papi . jika kamu perlu apa - apa kabarin papi ya , biar karyawan yang siapin " sambil di ulurkannya tanggannya dan kucium seraya berpamitan


aku tinggal ber dua lagi di ruangan ini , ku putar musik dari gawai ku , terdengar lembut suara BCL menemani di ruangan itu , ku rebahkan kepalaku di pinggir tempat tidurnya sembari ku genggam tanggannya.


mungkin aku kelelahan akupun sempat susah membuka mata , terdengar suara pintu di tutup, berat sekali mata ini kupaksa untuk membukanya


awal yang ku lihat perawat memeriksa istriku tanpa di bangunkan hanya mengecek perjam saja seperti biasa , tapi mata ini tertuju ke perempuan yang duduk di sofa ,aku terkejut


" hadeh.... dia lagi " seruku dalam hati seraya membelalakkan mata ku ke arahnya .


geram kali Aku sama perempuan ini , padaha sudah Aku antar dia sampai di luar kenapa ada lagi hufffff.......


" Sudah bangun... " ujarnua sedikit berbisik , mungkin dia takut membangunkan istriku


ku samperin dia " Maumu apa " tanyaku berbisik tapi agak ku tekan suaraku


" Aku cuma mau melihatnya , ternyata dia yang kemaren menyiakan minum dirumahmu ,yang katamu sepupumu ,ya kan " kerlitnya seakan mengharap kejujuranku


" iya ... sekarang kamu sudah tau dan ku harap kamu pulang " pintaku lagi


" oke ,aku pulang . Besok jangan lupa temui Aku di kantin " ujarnya seraya melangkah keluar ruangan menjauhi kami


akupun menarik napas lega , ku berharap kejadian seperti ini tak terulang lagi .gumamku dalam hati .

__ADS_1


bersambung..........


__ADS_2