
Mami Aldo.
Saat ini Aku hanya terduduk sendiri di depan ruangan ICU itu sejak Mami Virgin dan Zahra pergi meninggalkanKu.
Saat Aku akan bermain dengan ponselku. Tiba - tiba saja Aku mendapat panggilan dari Ruang Perawat di ICU.
Kepada keluarga Pasien Aldo Nugraha, segera keluar ke ruang perawat di ICU.
Aku segera melangkahkan Kaki ini menuju ruangan itu, Sebab sangat Khawatir dengan ke adaan Aldo.
"Papi kenapa beljmum kembali ya." gumamku dalam hati.
"Ibu sudah bisa menemani Pak Aldo." ucap salah satu perawat.
"Jadi, Anak saya sudah siuman kah suster?" tanyaku.
"Anak Ibu masih belum sadar jadi, Ibu bisa menemani di sampingnya. Jika, ada terjadi hal-hal di luar kewajaran Ibu bisa langsung kesini lagi. Tapi kami juga pantau dari monitor ini Bu." jelasnya.
Aku pun mengenakan baju warna hijau telur asin itu dan masuk dengan APD untuk menemani Aldo.
Saat masuk Aku berusaha menguatkan Diri jangan sedih berlarut - larut. Segala cara ku ucapkan dalam hati untuk tetap tangguh.
*******
POV
Fredik
Sore itu Aku menghubungi Selvi untuk bertemu berharap bisa di sambungkan antara kerjasama Ku dan Andri .
Saat Ku tutup gawaiku, tiba-tiba saja dapat infprmasi dari pihak Ke Polisian bahwa mobil hang di kendarain Aldo mengalami lakalantas.
Segera Aku berangkat bersama Mami Aldo dan Abrisyam menuju Rumah Sakit. Saat perjalanan ke Rumah Sakit selularku berdering. Panggilan masuk dari Papinya Virgin segera Ku angkat dan Ku jelaskan semua kronologi yang di Informasikan Kepolisian.
Namanya musibah saat itu Aku hanya kepikiran cucuku . Bisa ku antarkan Dia sementara ke Selvi dan ini bisa menjadi cara Ku untuk mendekati Selvi.
Sejujurnya sejak pertama bertemu Wanita itu Aku menyukai nya. Dia memiliki kharisma yang sangat Indah. Wajar saja Aldo tergila - gila dengannya hanya saja terpaksa menuruti kemauan Maminya.
__ADS_1
Hati ini juga merasa lega Karena, dengan terjadinya kecelakaan ini tidak terungkap lagi scandal yang terjadi antara Aku dan Virgin.Bahkan tidak ada Seorang pun yang menyangka bahwa Bayi yang berada di Kandungannya itu adalah Anak Ku.
Tapi Aku tidak bisa merasakan lagi ke agresifan Virgin saat melakukan adengan panas itu. Dia benar - benar tipikal penyempurna bagi laki-laki seperti Aku yang bisa di hitung berhubungan dengan Istri sendiri selama menikah sanggat jarang bahkan 2 bulan belum tentu sekali.
Memiliki Istri seperti Mami nya Aldo yang Sosialita tinggi dan arogan bahkan terkesan seperti menganggapku tak berguna membuagku malas untuk menikmati tubuhnya.
Selama perjalanan mengantarkan Abrisyam bertemu Selvi pikiranku benar- benar kemana - mana. Bahkan ada rasa seperti kekasih yang ingin bertemu. Ada rasa dag dig dug campur bahagia, sayangnya Selvi hanya menganggapku sebagai Mertua dan Ayahnya. Hahahaha otak Ku ini rusak gumam Ku dalam hati.
"Opa Senyum-seyum, lagi bahagia ya." tanya Abrisyam yang membubarakan lamunanku yang ntah kemana saja.
"Iya, Cucu tersayang hari ini Opa mau kasih kejutan istimewa buat Abrisyam." ucapku sambil mencubit pipinya dan terus melajukan kendaraan Ku.
Tetapi memang antara Selvi dan Virgin sangat berbeda, sebab itu Aku tertantang untuk menyayangi Selvi, seandainya Dia seperti Virgin yang mau berskandal denganku demi memuaskan birahinya.
Mobilku pun mulai memasuki halaman hotel.Sesekali ku lihat Abrisyam yang sedikit terkantuk di sebelahku .
" Isyam sampai." ucapku.
Sengaja Aku ajak kesini, Karena Aku ada janji dengan Asisten Ku untuk bermalam disini. Veronika adalah Asistenku di Kalimantan hang sebagai tempat pelampiasan hasratku. Seperti yang Aku katakan Maminya Aldo tidak bisa memuaskan. Dia hanya memikirkan kehidupan Sosialitanya.
Sekitar setengah jam Kami menunggu di lobi hotel hingga terlihat Selvi berjalan dengan tubuhnya yang Sexi Dia benar- benar Wanita sempurna yang pantas untuk di perebutkan oleh para Lelaki.
Terpaksa semua yang di benakku di wakilkan oleh Abrisam. Hahahaha dasar pikiran kotor efek kemajuan jaman sepertinya.
Segera Kua ajak mereka untuk mencari makan dan mampir bermain. Karena, Aku ada janji dengan Wanita Ku yang lain.
Saat di tengah permainan gawaiku berbunyi segera Ku antar pulang Selvi dan Abrisyam ke Perumahan Borneo. Aku tidak mampir di rumahnya. Kembali ku lajukan mobilku menuju hotel.
" Halo sayang, Saya sudah di lobi hotel. Kamu sudah siap dengan gaun yang sudah ku kirimkan tadi." seruku menelpon Veronika.
Tak sabar Aku ingin melihat tubuhnya yang putih di balut dengan baju tidur yang ku berikan. Warna merah muda transparan.
Saat Aku membuka pintu Kamar Hotel itu terlihat Dia melakukan gerakan yang memancing birahiku.
Aku pun segera menunaikan tugasku, dengan sedikit pergerakan mengairahkan. Di manjakannya Aku dengan kecupan manja dan desahan nafasnya. lekukan tubuhnya sangat membuat Aku makin Agresif. Akhirnya sampai lah laugan asmara panas ini ke puncaknya. Terlihat Dia tertidur dengan di balut selimug di lenganku.
Sesekali Aku mengecup keningnya dan merah bibirnya. Ntah saat Aku mengecup bibirnya terlihat wajah Selvi sehingga hasrat ini mulai naik lagi. Segera Aku bermain lagi dengan jemariku menikmati ruang becek dan empuk itu.
__ADS_1
Ku kecup kening nya sambil merapatkan badan ini ketubuhnya yang indah itu. tak terasa bibir ini terucap "Selvi."
Spontan lawanku itu menarik tubuhnya seakan marah kepadaku.
"Siapa Selvi." tanyanya sambil berpaling membelakangiku.
"Maaf sayang Dia menantuku. Aku terpikir kasihan dengan Dia di ganyung statusnya oleh Aldo dan saat ini Aldo juga sedang di Rumah Sakit." Jelas Ku.
Berharap Dia tidak marah Karena, posisi saat ini tanggung Aku belum menyelesaikan hasratku untuk yang ke dua kalinya.
Akhirnya di balikkannya wajahnya kembali menghangatkan tubuhku. Semakin Agresif mungkin efek Dia sedikit kesal Karena, ulahku.
Kami selesai melakukannya. Aku segera membersihkan Diri dan kembali mendekatinya. Dia masih terdtidur di sampingku dengan posisi hanya di balut selimut.
Gawaiku berbunyi , Aku tersentak Dari tidur Ku. Waktu menunjukkan jam 9.00 Pagi. Ternyata panggilan Dari Mami. Segera ku Jawab Panggilan itu.
"Papi buruan ke Rumah Sakit. Kondisi Aldo menurun. Detak jantungnya melemah." Suara Mami terdengar sangat cemas.
"Mami tenang, sebentar lagi Papi kesana. Saat ini Papi lagi mengantar Klien ke Bandara untuk Kembali ke Hongkong." jawabku berbohong.
Akupun segera masuk ke Kamar mandi dan membersihkan Diri. Saat Aku mulai memasuki Kamar mandi terlihat Veronika dengan tubuhnya yang Sexi di basahi air sehingga terlihat segar dan mengumpanku lagi. Hingga hal itu tak ter elakan terulang lagi bahkan lebih banyak gerakan dan adegan panas yang di sejukkan air sehingga membuat semakin nikmat.
Segera Aku selesaikan hasratku dan meninggalkannya. Dia paham bahwa saat ini Aldo membutuhkan Ku.
Segera Mobil Pajero ini ku kendarai menyusuri jalan menuju RSKD, lumayan jaub jaraknya dari tempat Aku menginap.
Gawai ini berbunyi terus. Panggilan dari Mami.
"Pi! DI MANA Sih." suaranya sedikit membentak mungkin Dia kesal Aku tak Kunjung datang.
"Sabar Mi. Papi sudah sampai di wilayah Balikpapan Baru." jawabku.
"Kenapa muter kesana kan dari Bandara seharusnya Papi lurus aja. Ya sudah buruan kesini Aku takut Aldo kenapa-napa." suaranya penuh emosi.
Ku tepok jidatku . Hampir saja ketahuan, Salahnya Aku kenapa jujur bilang di Balikpapan Baru.
Mobil ini memasukin parkiran RSKD. Segera Ku langkahkan kaki Ku meuju ruang ICU. terlihat Mami di temani Saudaranya Virgin.
__ADS_1
Bersambung........