DOSA! SUAMIKU MERTUAKU

DOSA! SUAMIKU MERTUAKU
Mengikuti permintaan pengemar Akhirnya Saya lanjutkan.


__ADS_3

Assalamuallaikum,


Terimakasih banyak ya sahabat setia saya sudah baca komennya semua, banyak permintaan yang mengingginkan cerita saya lanjutkan.


Tapi sebelumnya saya mohon dukungan apapun cerita yang saya tulis jangan di tiru yang jeleknya atau jangan di jadikan ajaran, saya berharap cerita saya ini diambil positifnya.


Alasan kenapa saya stop pada dasarnya ini pasti akan mengundang pro dan kontra karena hukumnya haram jika menikah dengan mertua. sebab itu cerita ini saya stop.


Nah jika cerita ini dilanjut saya mohon agar ini sebagai pelajaran bahwa ada hal - hal yang tidak boleh kita lakukan karena nantinya walau tujuan kita dendam atau apapun kita akan menerima akibatnya.


Dan semoga cerita ini bisa sebagai gambaran hidup dan bukan untuk di tiru , hanya boleh di tiru sisi positifnya saja dan buang sisi negatifnya.


Dan doain ya semoga dengan saya melanjutkan cerita ini saya tidak di tendang sama tempat saya menulis.


terimakasih banyak atas dukungannya


Author


@Indraqilasyamil


Suamiku mertuaku saya rubah menjadi Dosa!Suamiku Mertuaku.


----------------------------------------------------------------------------------------------‐-------------------------------‐------------------------------------


Pov


Selvi


Aku pun sudah memasuki pelantaran parkir di Klandasan. Segera kuparkirkan Mobil ini dan menuju warung Coto Makassar.


Terlihat Papi sedang menunggu di salah satu Warung Coto Makassar yang berada tepat menghadap tepi laut. Angin berhembus kencang rambutku yang panjang tertiup Angin.


"Sudah lama ya Pi." sapa Ku.


"Belum baru saja Papi duduk dan pesan. Selvi mau pesan Apa?"


Aku berdiri ke bagian Koki yang sekaligus merangkap kasir."Biar Saya pesan sendiri Pi. Saya pesan campur tapi jangan pakai paru dan minumnya jeruk hanggat ya." pintaku ke Koki tersebut.


Aku segera kembali duduk tepat di bangku depan Papi. "O,ia kabar apa yang ingin Papi sampaikan."

__ADS_1


"Jadi begini sebelumnya Papi mau Kamu dapat kabar mengenai Aldo yang pada saat Abrisyam Papi titip. Sebenarnya Aldo mengalami kecelakaan."


Belum sempat Papi menyelesaikan ceritanya Aku langsung memotong pembicaraan itu."Lalu bagaimana keadaan Aldo." Aku cemas karena, biar bagaimanapun Aku adalah korban bucin nya Aldo.


Jujur Aku masih mencintainya bahkan di dalam doa Aku selalu berharap Kami masih bisa di satukan lagi tapi jika memang sudah tidak ada jodoh Aku sudah siap hidup tanpa Aldo.


"Hemm." terdengar Papi menghela nafas karena, ku potong pembicaraannya.


"Sebentar jangan di potong dahulu Papi jelaskan jika sudah baru Selvi bertanya Oke." pintanya.


"Oke." Sambil meringis merasa salah.


"Jadi begini saat kecelakaan Aldo sempat tidak sadar saat itu juga Aldo harus di operasi dan berita dukanya Virgin meninggal di tempat beserta bayi yang di kandungnya. Selama Aldo di rawat Dia di temani Zahra, rencananya Aldo akan menikah dengan Zahra."


Api cemburu , kesal dan amarah mulai merasuki tubuh Ku seakan tak terbendung. sepertinya wajahku memerah dan Aku berusaha menahan agar bulir air mata ini tak jatuh


"Papi harap Selvi yang tabah ya. Karena, saat ini Papi sedang di suruh mengurus surat perceraian Kalian." Papi menghentikan penjelasannya terdiam sejenak karena melihat ekspresi wajah Selvi.


"Selvi baik-baik saja." tanya Papi meyakinkan keadaanku.


Ntah berapa sendok sambal Aku tumpahkan di Coto ku dan ku nikmati makanan itu tanpa ada rasa pedas sedikitpun. Mungkin itu yang menyebabkan Papi menghentikan pembicaraannya.


"Oh, lanjutkan Pi. Maaf Selvi pencinta sambal." kilahku menutupi perasaan yang hancur lebur ini.


"Terimakasih Pi. Bahagia sekali di beri kesempatan lagi bersama Abrisyam." jawabku dengan isak tanggis


Mungkin Orang tua itu paham dengan keadaanku saat ini. Jadi Dia hanya memperhatikanku dengan tersenyum sambil menikmati makanannya.


Saat Aku akan mengambil ketupat lagi tiba-tiba tangganku di pegang Papi. Ada rasa risih lalu segera kutarik dan cepat-cepat kualihkan pandanganku ke makanan ini.


"Papi boleh minta tolong." tanya Lelaki Tua itu.


"Soal apa ya Pi. Jika bisa pasti Selvi bantu." jawabku tanpa memperhatikan wajahnya.


"Papi selama ini tidak bahagia dengan Mami. Tapi tidak ada alasan untuk berpisah. Karena, Selama ini Papi sebagai Laki-laki tak bernilai di matanya. Saat menikah Perusahaan rumah dan lain-lain itu adalah warisan Orang Tuanya Mami. Sehingga Mami tidak pernah melayani Papi selayaknya seorang Istri ke Suaminya."curhatnya.


Aku terdiam teringgat saat ketemu Papi bersama Andri dahulu. Pantas saja Papi sering berganti-ganti Wanita ternyata ini jawabannya.


"Tapi saat ini Papi sudah berani untuk berpisah dengan Mami karena, dari hasil kerja keras selama ini membuat sekitar 50% saham di perusahaan sudah atas Nama Papi yang 30% atas Nama Mami dan 20% atas Nama Aldo. Dengan begini kedudukan Papi lebih tinggi dari mereka." Jelasnya sambil menikmati Coto Makassar.

__ADS_1


"Jadi maksudnya bagaimana ya." tanyaku memastikan.


"Maksud Papi kira-kira Selvi mau tidak berpura-pura sebagai istri muda Papi. Tapi setelah surat cerai dari Aldo ada. Setelah itu baru Selvi berpura-pura sebagai Istri Papi" tawaran Papi membuat Aku menelan ludah.


Apalagi ini, Tapi ini satu-satunya cara agar Aku bisa membalas semua sakit hatiku dengan Ibu Mertuaku dan Suamiku. Semoga mereka merasakan rasa sakit ini.


Tapi, jika Mama tahu dengan semua ini Aku takut terjadi apa-apa dengan Mama. Ah Aku akan atur seakan Aku tugas luar kota.


"Jika Selvi tidak Mau tidak apa-apa"jawaban Papi lesu.


"Setuju Pi." Terlihat wajah Papi berubah tersenyum lebar mendengar jawaban yang Aku berikan.


"Tapi dengan syarat ,Mama nya Selvi tidak tahu terus Kita Akan tinggal satu rumah dengan Mami dan Aldo. Karena, Selvi mau memberi Mereka rasanya sakit hati seperti apa. Jika memang kondisi sudah tidak berpihak lagi kita akan pergi jauh dari kota ini bagaimana. Tapi selama Kita pura-pura menikah dalam satu kamar di sekat ya Pi antara tempat tidur Papi dan selvi terpisah hanya terkesan satu kamar. Soal sekat nanti Selvi yang cari tukangnya sebagaimana mungkin agar tidak ketahuan bahwa ada tempat tidur lain disana" Jelasku.


"Baiklah. Deal Papi setuju dengan syaratmu." jawab Papi dengan wajah sumringah.


Kamipun segera bergegas menjemput Abrisyam sementara Aku berangkat ke sekolah Abriayam mengunakan mobil Papi agar tidak ada kesan mencurigakan. Tidak lupa Papi berpesan agar Abrisyam tidak cerita jika Dia bersamaku agar Aku masih bisa bertemu dengan Abrisyam lagi di lain waktu.



Terlihat Abrisyam sedang menunggu di dekat pintu gerbang. Sedih sekali melihatnya seperti itu terlihat murung dan tidak bahagia. Saat Aku akan menjemputnya dilarang Oleh Papi dengan alasan menjadi kejutan.


Mereka mulai menuju mobil. Ketika Papi membuka pintu, Abrisyam sempat kaget melihat keberadaanku saat itu.


"Bunda!" teriaknya yang langsung memeluk tubuhku erat.


"Akhirnya Bunda jemput Abang lagi. Kita mau pulang kerumah Bunda kan." tanyanya antusias


Aku pun segera menganggukkan kepala dan melempar senyum. Pelukan Ku pun erat mendekap tubuh munggilnya. Walau masih umur dua tahun setengah Anak ini sudah sanggat dewasa. Bahkan Dia paham dengan kondisi Kami saat ini.


Ntah siapa yang menceritakan atau memang Karena, kejadian sehari-hari yang membuat Anak ini berfikir Omanya penyebab Dia terpisah dengan Bundanya


"Bunda sebelum pulang Kita mampir beli Ayam Upin Ipin ya." Pintanya.


"Baik Sayang, Kita ambil mobil Mama terlebih dahulu ya. Sebelum Kita beli Ayam Upin Ipin." Jawabku yang dibalas dengan anggukannya.


Abrisyam tidak mau duduk sendiri bahkan saat di pangku Dia tetap mendekap tubuh Ku. Terasa nyaman berada di pelukan Anak pertama Ku ini. Semua masalah yang baru saja Ku dengar seakan terlupakan. Hidup memang penuh dengan cobaan tapi Di antara cobaan itu pasti ada hal yang membahagiakan.


Semoga ini bukan pertemuan terakhir Kita sayang dan semoga Kamu tetap menyayangi Bunda apa adanya.

__ADS_1


Akhirnya Kami sampai di plantaran parkir di Klandasan. Abrisyam melambaikan tangannya kepada Opa tidak lupa cium jauh di berikan seakan berterimakasih telah di beri kesempatan bersama Ku lagi. Semoga Jika Aku bercerai nanti hak Asuh akan jatuh di tangganku.


Bersambung.......


__ADS_2