
"Wooow congratulation," ketiga gadis itu serempak memberi selamat kepada Rena.
"Elo serius Nab?apa yang buat elo mutusin nikah sekarang? lo bilang mau married tar abis lo lulus? Melly membeo menanyakan berbagai macam pertanyaan, karena keputusan itu menurut geng gesrek sangatlah terburu-buru.
"Gue harus nikah ama laki gue secepatnya karena opa wira udah nanyain kapan kita nikah hampir tiap hari ke laki gue, beliau udah sakit-sakitan guys, lagian, pelakor semakin merajalela di dunia persilatan, kalian tahu sendiri, meskipun laki gue sangat antipati akan kehadiran mereka, tapi jauh di lubuk hati gue yang terdalam, gue pasti nyesel klo sampe dia berpaling ke wanita lain.
"Owww how sweet, so apa yang bisa kita bantu nih Nab? tanya Vio antusias.
"Hmm hahhaha bantu doa aja, agar semua lancar guys," ucap Rena dengan tersenyum.
"Sorry Nab tapi lo nggak lagi hamidun kan? hahhaha," tanya Ceryl to the point.
"Ahhahaha tapi serius memang selama ini gue dan doi nggak pernah pake pengaman dan sampai detik ini datang bulan gue masih lancar, kayaknya calon anak gue dengan sabar nunggu status bokap dan nyokapnya resmi dulu baru mau muncul ke dunia, tapi di kasih pun aku dan Raine selalu siap," jawaban Rena membuat ke tiga anggota geng gesrek yang lain terharu.
"Baiklah elo lanjutinlah karya seni lo di sekujur tubuh lo tuh, untuk kenang-kenangan jadi badgirl mumpung belum married, tar lagi setelah jadi istri mungkin lo akan ngelupain kenakalan yang lo lakuin sebelum lo married, because kata orang your love life became even boring after you're getting married (kehidupan cinta setelah menikah akan semakin membosankan)," ucap Melly menggodanya karena sahabatnya itu akan menikah terlebih dahulu.
DEG
"Ahahhaha jangan kelewatan lo Jam kalo bercanda, udah ah nggak usah di dengerin, yuk Nab lo istirahat ya, jaga kesehatan, calon mempelai gak boleh kelelahan juga udah ditungguin ma dogan tuh, bye," Ucap Vio dan Ceryl bersamaan.
Call Ended
BERLIN, GERMANY
MANSION THE RED BEAST
"Saya butuh bantuan Tuan, saya harus balas dendam pada mantan kekasih saya yang sudah menghancurkan hidup saya terutama calon istrinya, saya harus memberikan balasan yang setimpal pada mereka yang sudah menghina dan mempermalukan saya di depan umum waktu itu," ucap Stefany dengan berlinang air mata serta tertunduk kaku.
__ADS_1
"Ahahahha aku akan memberikan bantuan tenang saja, meskipun kamu adalah salah satu kurir narkoba terbaik yang kumiliki dan yang terbukti lihai dan dengan cepat bisa mengecoh mata polisi di setiap tugasmu, tapi semua itu tidak gratis," ucap kepala sindikat itu sambil mendekati tubuh Stefany di depan kursi singgasananya serta membelai dan mengusap air mata di pipi Stefany.
"Saya akan melakukan apapun asalkan tuan mau membantu saya membinasakan tunangannya terlebih dahulu."
"Apa kamu masih mencintai lelaki itu? tanya Jefferson sambil memegang dagu Stefany dan mengangkat dagu itu hingga kepalanya melihat lekat wajah beringas Jefferson, yang tampan tapi berkulit hitam.
Iya aku masih sangat mencintai Raine, sampai kapan pun aku tidak akan pernah bisa melupakannya
"Tidak Tuan, rasa cinta itu seketika berubah menjadi benci saat dengan sengaja dia mempermalukan saya ditempat umum,"
"Ahahhahaha kamu kira aku bodoh, matamu itu mengatakan sebaliknya," sambil menggenggam dan meremas dagu Stefany yang nampak berbohong demi keberhasilan rencananya.
Lalu lelaki itu memberi tanda pada para pengawalnya untuk pergi meninggalkan ruang kerja Jefferson the King Mafia kelas kakap yang wilayah kekuasannya menyebar dan merajai seluruh pelosok Jerman.
"Sebenarnya apa yang dilakukan mantan kekasihmu itu sampai kamu bisa begitu benci padanya?" tanya Jefferson penasaran.
"Hahahhahha kamu ternyata diam-diam Ratu Pemuas Kenikmatan para pria hidung belang hmmm," tangan Jefferson meremas bukit kembar yang masih tertutup kemeja serba hitam dan membuka kancingnya satu persatu.lalu menghentikannya sampai 3 kancing terbuka dengan tersenyum smirk.
"Kamu tahu kan konsekuensi apa yang aku minta untuk mengabulkan permintaanmu itu?"
"Ti tidak tuan saya tidak tau apa yang tuan minta kalo tuan tidak mengatakannya langsung pada saya."
Brengsek ternyata semua pria sama saja, semua bajingan, aahh tapi kenapa bagian bawahku malah basah dengan sendirinya karena sentuhannya, kenapa aku malah menikmatinya.
'Buahahahha, kamu lucu sekali," sambil menekan remote tanda pintu megah ruang kerja milik Jefferson itu otomatis tertutup.
"Sekarang buka sendiri baju dan celanamu lucuti dengan gerakan menggoda lalu menarilah di pangkuanku sampai aku tegoda untuk memakanmu, karena aku lihat dari bawah sampai atas kamu sama sekali bukanlah typeku." Jefferson yang sehari-harinya biasa tidur dengan empat wanita berbeda setiap harinya itu, Kini melihat dengan seksama tubuh molek milik Stefany dengan bukit kembar yang sangat sintal dan sudah menantang untuk di berikan sesapan nikmat.
__ADS_1
Memang wajahnya tidak cantik tapi bukit kembarnya boleh juga.
Jefferson pun menelan ludahnya kasar padahal kemeja Stefany baru terbuka 3 kancingnya.
GLEG
"Katakan sudah berapa lama kamu tidak dijamah oleh lelaki? jawab yang sejujurnya, karena mulut atasmu boleh berbohong tapi bibir bawahmu bukan type pendusta kurasa."
Lalu musik pun menggema mengiringi helai demi helai baju yang menempel di tubuh Stefany yang dia tanggalkan satu per satu. Stefany pun mendatangi dengan menari seperti uler kedut, khas sekali seperti ****** kelaparan butuh kasih sayang dan belaian dari pria hidung belang. Tangan Stefany sudah bergerilya di dada bidang Jefferson, di sentuhnya dada bidang itu dibukanya kancing kemeja lelaki hitam manis itu sampai tubuh kekar bak model itupun
terpampang sempurna.
Stefany pun naik ke pangkuan pria tampan itu sambil polos dan tak terdapat sehelai kain pun menempel pada inti wanita itu.
"Sssshhh aku tidak terjamah selama 3 bulan Tuan, aku siap melayanimu sampai pagi Tuan" jawab Stefany sambil tangannya terus bergerilya ke bagian bawah celana dan menurunkan resleting celana pria tampan itu yang ternyata sudah penuh sesak dan setelah resleting celananya terbuka sempurna, anaconda pun sudah berdiri tegak menginginkan perlakuan nikmat berharap Stefany bisa memperlakukan anacondanya seperti memakan ice cream.
"Hmmmm sssshhh nikmat sekali," harapan Jefferson menjadi nyata saat Stefany memperlakukan anacondanya seperti memakan Ice cream dengan mata yang sudah merem melek tanda nikmat yang dirasakan sampai ke ubun-ubun. Stefany begitu menikmati saat ice cream itu meleleh menyemburkan lava pijarnya sampai tertelan oleh Stefany.
"Sekarang apa kamu ingin di puaskan?" tanya Jefferson mencoba memancingnya. Stefany pun menganggukkan kepalanya dan menggigit bibir bawahnya sendiri mengisyaratkan gairah yang tak tertahankan. Kemudian di pakainya lagi pakaiannya, lalu di panggilnya ke empat pengawal yang tadi berjaga di luar ruang kerja itu. "Hey kalian berempat puaskan wanita ini, sekarang!!"
DEG
"NOOOOOO!!!"
To be continued..
Zeyengnya ippiiee yang paling ippiiee cintai jangan lupa vote, like n coment di tiap babnya mmmuuuahhh
__ADS_1