DOSEN TAMPAN PEMIKAT HATIKU

DOSEN TAMPAN PEMIKAT HATIKU
Mupengan!


__ADS_3

"Ya ampun George pasti Raine ada di kamar menantu cantikku itu! cari dia, dasar anak nakal, arggghhh buat malu saja, nggak bisa nahan barang sebentar!" Oh God Ian do something, bagaimana kalo sampai kanjeng ratu tau hah? bisa-bisa batal lagi acara pernikahan ini!" Nindya yang kesal akan tingkah anak sulungnya yang tidak bisa menahan konaknya barang sedetik.


"Ahahahaha sudahlah sayang, itu mirip sekali dengan tingkah mu dulu, kmu ingat tidak kalo kelakuan kamu itu menurun pada Raine, yang buat Raine sekarang begitu mupengan hahahaha," Ian tertawa teringat tingkah Raine yang menurutnya menurun dari mommynya.


"Enak aja bukannya kamu tuh yang selalu memancing? hey sini kamu, kenapa bisa aku yang di bilang mupengan, kamu tuh yang selalu bikin mupeng, dasar bapak sama anak sama saja kelakuannya gak tau malu!"


"Ahahhaha yeeeyy mupengan juga siapa suruh mau dimupengin, salahnya sendiri," Ian masih juga menggoda Nindya, George yang masih berada di ruangan itu ikut-ikutan geli melihat tingkah pasangan tampan dan cantik beda generasi itu.


"Sudah-sudah kalo nggak gampang mupeng nggak beranak 3 kita, sekarang aku nggak mau tau Ian urusin Raine sekarang juga!"


"Hey memang Rena di kamar lantai berapa, ambil saja kunci cadangannya, gak mungkin kan aku yang harus membuka pintu kamarnya, nanti Rena malu dong sayang, ayo kamu sajalah yang membereskan hal ini hmmm?" jawab Ian menimpali karena pastinya keduanya tidak pakai apa pun saat ini.


"Baiklah Ian, George maaf membuatmu menunggu lama, ayo Carikan kunci cadangan untuk kamar tamu lantai 2."


"Baik nyonya saya ambil terlebih dahulu, saya akan segera kembali," jawab George berlalu pergi dari tempat itu untuk mengambil kunci cadangan yang di maksud.


*


*


*


"Apa-apaan ini Raine? kamu apakan Rena," Nindya berteriak panik saat melihat anak sulungnya dan menantu cantiknya saling memeluk dan sama-sama polos, beruntung masih tertutup selimut.


...BLUSH...


Wajah Rena berubah memerah seperti tomat saking malunya terpergok mertuanya melakukan yang enak-enak sebelum pernikahannya di langsungkan. Selimut yang tadinya memperlihatkan tubuh bagian atasnya kini dia tutupkan sempurna sampai menutupi wajah dan rambut indahnya.


"Raine kamu melanggar pesan kanjeng ratu, dasar anak nakal Hmmmm...Hmmmm rasakan!" ucap Nindya


"Awww..ampun mom iya-iya aku pergi, Aahhh mommy aku seperti kepergok menghamili anak orang, mom kecilkan suara mommy, ini memalukan," jawab Raine yang seketika berdiri beruntung Raine memakai boxer saat itu jadi anaconda yang sudah mengecil menjadi lintah itu tak terlihat batang hidungnya.

__ADS_1


George yang menyaksikan adegan itu pun menelan ludahnya kasar, wajahnya pun ikut memerah karena konyolnya majikannya menghardik Tuan Mudanya yang suka mencuri-curi kesempatan dalam kesempitan.


...GLEG...


...BLUSH...


"Apa lihat-lihat pergilah George kamu tidak dibutuhkan disini!" perintah Raine pergi saat George melihat anak majikannya itu seperti kegerebek satpam komplek.


"Ba baik Tuan Muda saya permisi," George pun pergi dari kamar mewah itu dengan menahan senyum malu-malunya.


"Oh God sayang Rena, mommy tidak apa-apa sayang, ayo mandilah kita coba wedding dressmu setelahnya, jangan pedulikan si kunyuk ini, besok kan sudah bisa nyeruduk Rena lagi, emang dasar sehari aja gak mau nahan dasar anak tak tau diuntung!" Nindya masih menarik daun telinga Raine sambil mencubit pinggang polos Raine.


"Mom biarlah aku yang memandikan Rena, aku merasa berdosa sudah membuatnya lelah semalaman," jawaban polos Raine ini memicu di lemparnya sepatu Nindya sampai terlempar ke arah pintu karena Raine sudah berlari berhamburan keluar kamar Rena untuk menghindari lemparan sepatu itu.


Raine berhasil kabur dengan tawa yang sangat keras sampai para maid yang sedang berlalu-lalang ikut heran mengapa Tuan Muda nya yang kamarnya berada di lantai 4 yang tidak pernah sekalipun menampakkan batang hidungnya di lantai 2 karena selalu turun via lift itu pun terkesima melihat nya berlarian dengan bertelanjang dada dan memakai celana boxer saja.


"Dasar si kunyuk sialan nakalnya minta ampun!"


"Momm, maafkan Rena, Raine begitu menggoda mom," jawab Rena sambil menggigit bibir bawahnya, setelah memberanikan diri membuka selimutnya untuk melihat langsung reaksi mertuanya yang sangat baik dan sayang padanya.


"Ya ampun menantu cantikku ini ternyata sudah tertular virus mesum dari si kunyuk sialan itu juga! sayang dadamu penuh dengan tanda merah, apa dia tidak berfikir mau menikah sampai membuat tanda macan tutul ini di sekujur tubuhmu, astaga ya tuhaann! mau ditaruh mana muka mommy kalo sampai make up artist tidak bisa menutupinya sayang!"


"Ya gitu deh mom, kalo sudah di sentuh Raine, Rena..Rena..lupa diri dan daratan," ucap Rena sambil matanya melirik ke kiri dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


...Ya tuhan anak dan menantuku ini memang jodoh sama-sama saling cinta dan menggebu-gebu lebih tepatnya sama-sama mesum CK CK CK...


"Hahahhaha ternyata dua-duanya sama-sama di mabuk cinta," ucap Nindya sambil geleng-geleng kepala.


"Rena mandi dulu ya mom," karena tidak kuat menahan malu Rena melesat masuk ke kamar mandi dengan memakai Bathrobe yang di berikan oleh mertua cantiknya itu.


__ADS_1




🌁Flat / Mini Appartment Berlin, Germany


"Jangan kuatir Stef aku akan tetap membantumu, masih ada sahabatku maid disitu yang bersedia membantu melancarkan rencana kita," ucap Patty pada Stefany yang sudah siap mengerahkan pasukannya untuk menghancurkan pernikahan Raine dan Rena.


"Terimakasih Pat, cuma kamu yang masih mau membantuku melancarkan aksi balas dendam ku.





"Ku dengar keponakanku yang paling tampan akan segera menikah?" Ucap Dimitri Fierce Richmound


"Uncle, apa kabar?" ucap Raine sambil memeluk Dimitri erat seperti memeluk sahabat yang telah lama berpisah.


"Sepertinya ada banyak hal yang menghubungkan kita walau kita dipisahkan jarak dan waktu akhir-akhir ini." Ucap Dimitri menanggapi kasus yang tempo hari sempat di alami oleh Raine yang harus melibatkan nama besarnya sebagai The Emperor Of Mafia di jagat Benua Eropa.


"I'm sorry karena sudah melibatkan uncle dalam kasusku kemarin, aku tidak tau harus bagaimana kala menghadapi persoalan bom dan sindikat Senjata, otakku langsung saja memasang sinyal siaga, muncullah nama besar uncle yang notabene the Emperor of Mafia from all over Europe."


"Ahahha untuk keponakanku yang satu ini apa yang tidak bisa ku kabulkan, Hmmm Ian dan juga kakak ipar bisakah aku berbicara empat mata dengan Raine karena ini menyangkut kelancaran pernikahannya nanti," ajak Dimitri agar Ian dan nindya pergi dari ruang kerja Ian untuk berbicara sesuatu yang private dengan Raine.


"Ada apa sebenarnya Dimitri jangan membuat jantungku meledak disini."


...DEG...


Zeyenggnya ippiiieee yang ippiiieee sayangi jangan lupa vote like dan comen ditiap babnya mmmmmuuaaaahhh ❤️

__ADS_1


__ADS_2