
π¬ Balencio Grup.
Siang itu seleksi calon Brand Ambassador pun dilaksanakan karena kemaren harus tertunda pasalnya Raine harus menyiapkan surprise manis untuk sang kekasih tercinta. Raine yang menyaksikan acara itu via zoom meeting dengan memberikan pertanyaan demi pertanyaan kepada ke lima model terkenal tersebut. Kekecewaan pun dirasakan oleh ke lima model tadi karena sang CEO yang digadang-gadang bakalan menguji langsung penampilan mereka pun terpaksa gigit jari, ternyata pria tampan pemilik perusahaan itu mengurungkan niatnya datang ke Balencio Grup.
Penampilan ke-limanya bisa dibilang super sexy baju kurang bahan pun nampak menempel ketat di tubuh indah mereka membuat pria mana pun yang melihatnya di jamin mengeluarkan air liurnya saat itu juga. Raine pun menyadari bahwa penampilan mereka semata-mata untuk menarik perhatiannya seorang. Nampak Gladis Ayunda salah satu model yang mengikuti seleksi tersebut menjawab pertanyaan Raine dengan sangat mudah dan meyakinkan.
Senyum manis pun terlihat di sudut bibir cantiknya, gadis itu sangat percaya diri walau sangat kelihatan sekali bahwa dirinya mencoba untuk membuat Raine terpesona akan kecantikannya. Andrew sampai menelan ludahnya kasar melihat ukuran dada Gladis yang sintal.
...GLEG...
Sebenarnya ukuran dada milik Gladis tidak terlalu besar tetapi karena dada tersebut di pertontonkan sedemikian rupa sehingga lelaki mana pun yang melihatnya akan terkesima. "Andrew wakili aku, kepalaku pusing sekali, kamu gantikanlah menyelesaikan seleksi ini aku percaya padamu," ucap Raine yang sudah gerah melihat tingkah ke-lima model yang kesemuanya berusaha menarik perhatiannya. Kelima model itu pun harus gigit jari, lantaran sang CEO harus angkat kaki dari zoom meeting itu.
Jangan dikira Raine akan tertarik pada salah satunya tapi Raine malah kenyang melihat tingkah ke-limanya yang berlebihan dan tidak natural malah terkesan dipaksakan dan dibuat-buat. Sebenarnya dari awal ingin hatinya untuk mendaulat kekasih cantiknya saja untuk menjadi Brand Ambasador produknya kali ini. Namun Raine juga tidak mau dibilang mentang-mentang Renata Lovely adalah pacar pemilik perusahaan itu, takut nanti menimbulkan rumor negatif untuk Renata kedepannya. Sehingga Raine memutuskan untuk menurut saja pada pilihan departemen promosi untuk masalah ini.
*
*
*
Raine pun pergi dari ruang meeting itu, menuju ke ruang kerjanya di lantai 55. "Anita kalo ada yang mencariku kecuali Rena dan Andrew bilang saja aku tidak ada di tempat," ucap Raine kepada sekertaris nya. "Baik siap laksanakan Boss," jawab Anita kemudian.
πNew Message
Honey, ke ruanganku sekarang, pesan Raine
But Honey, ini masih buat desain untuk dikumpulkan segera, balas Rena
Raine : π’πππ€
Rena : Oh God baiklah, Im coming..
__ADS_1
...Tingkahnya selalu seperti bayi yang menjengkelkan tapi kadang menggemaskan...
Raine : π₯³π₯³
*
*
*
Cek..lek..
"Honey what's wrong?" tanya Rena sambil mendekati Raine lalu menyugar rambut Raine dengan tangan lentiknya. Raine yang sedang duduk dengan kepalanya bersandar di kursi kebesarannya pun memejamkan matanya merasakan kelembutan pijatan Rena di kepalanya yang terasa sangat nyaman.
"Hmmm honey enak ya teruskan, kepalaku terasa mau pecah, sepertinya aku kurang istirahat," ucap Raine sambil mendekap tubuh mungil Rena dengan kepala Raine tepat bersarang di dada Rena yang masih tertutup kemejanya. "Ya sudah ayo bobok ciang aja, atau mau lunch dulu, mungkin kamu lapar sayang," ucapan Rena sontak membangunkan si anaconda.
"Mungkin terlalu lama tidak kamu beri jatah si anaconda merana sekian lama sayang membuat sakit kepalaku semakin menjadi-jadi," ucap Raine dengan kepalanya sudah berputar-putar di pucuk pink cherry area favoritnya. Posisi Rena yang sudah pasrah pun di angkat Raine untuk duduk diatas meja kerjanya.
Mereka pun saling bertukar saliva mesra dan lama, lepaslah semua pakaian keduanya sudah 1 Minggu lamanya keduanya tidak melakukan hal yang enak-enak. Namun keenakan itu harus terjeda sejenak saat
Incoming Call
ANDREW
("Halo Boss Zahra Fajira datang untuk menemui boss,") ucap Andrew setelah Raine mengangkat teleponnya.
"What?! kenapa tidak bikin janji dulu sih? kamu bereskan aja ndrew, aku sedang menuju puncak jangan di ganggu dulu bye!" Jawab Raine tegas, walau dengan kekecewaan karena harus menjeda kegiatan surga dunianya tadi.
Call Ended..
*
__ADS_1
*
*
...Bisa-bisanya di jam sibuk begini dia menuju puncak kenikmatan, ckck Boss Boss sultan mah bebas sebaiknya aku menemui wanita itu dulu...
Batin Andrew tak kalah bergemuruh.
Sementara itu di lobby Biersdoff Corp Zahra terlihat sedang melayani para karyawan yang meminta foto dan juga tanda tangan kepadanya.
"Apa-apaan ini kembali ke tempat kalian masing-masing," ucap Andrew mengusir para karyawan yang mengerumuni Zahra seperti semut-semut nakal. "Nona Zahra silahkan ke ruang tamu disana," ucap Andrew mempersilahkan Zahra untuk duduk disana agar tidak membuat heboh suasana lobby itu.
"Bagaimana pak Andrew apa Mr Hugo mau menemuiku?" tanya Zahra dengan kepedean setinggi langit. "Maaf nona si boss sedang ada meeting dengan client jadi tidak bisa diganggu, kalo nona mau bertemu beliau sebaiknya membuat janji dulu nanti saya yang akan menghubungkan nona dengan beliau ini kartu nama saya nona," jawab Andrew sopan.
...Adalagi nih calon pelakor baru, kalo dilihat dari bawah sampai atas masih lebih cantik Rena tapi yang ini lebih dewasa dan semampai, dih mikir apaan sih aku...
"Oke saya simpan kartu namanya, sebaiknya saya tunggu disini saja sampai beliau turun, kalo makan siang beliau keluar kantor tidak?"
...Gigih juga ni cewek...
"Di ruang meeting sudah tersedia hidangan makan siang Nona jadi boss tidak perlu kemana-mana lagi, hmmm kalo boleh tau, memangnya ada keperluan apa ya nona ingin bertemu dengan boss?" tanya Andrew penasaran kenapa wanita ini tidak sadar juga kalo di usir dengan ramah olehnya.
"Saya kira itu bukan urusan anda untuk menanyakan perlu apa saya ingin menemui beliau," jawab Zahra dengan nada bicaranya yang sudah naik 1 oktaf.
"Oww tidak bisa, nona harus mengatakan keperluan nona kepada saya, karena sayalah yang memutuskan layak tidaknya anda untuk menjadi tamu beliau," jawab Andrew tegas karena tersinggung dengan pernyataan Zahra yang tidak sengaja mengeluarkan sisi keasliannya dengan kesombongannya yang merasa dirinya paling cantik didunia.
...Cih, wanita ini akhirnya menunjukkan sisi aslinya di hadapanku, jangan harap aku mengijinkanmu menemui boss, calon pelakor jaman sekarang makin pedas saja gaya bicaranya...
Perdebatan itupun berlanjut sampai jam makan siang selesai. Andrew yang sudah lelah dan tidak berhasil mengusir wanita itupun akhirnya meninggalkan Zahra seorang diri di ruangan itu.
Apa sebenarnya yan diinginkan Zahra?
__ADS_1
Jangan lupa Vote dan bunga setamannya ya Zeyenk mmmuuaaahh β€οΈ