
❤️Karena Masih Sepi Pembaca berharap Readers Ippiiieee juga mampir ke Novel kedua ippiiieee di NT❤️
...Pool and Bar Cafe...
Namaku Vanya Danuarta, aku bekerja di cafe ini sudah 3 tahun sejak lulus SMA, gajinya besar tapi aku harus berpakaian sexy, lengkap dengan rok mini yang menunjukkan kaki jenjangku yang mulus, walaupun hanya sebagai waiter, tidak masalah bagiku selama aku tidak jual diri, dengan begitu aku bisa mencicil hutang bapak. Terkadang aku lelah dengan mirisnya nasibku, ibu tiri yang kejam dan suka menyiksaku. Hari ini saja aku harus menutupi memar pada pipi kiriku dengan foundation, syukurlah penampilanku tetap cantik.
Wajahku sangat cantik usiaku 20 tahun, rambutku panjang bergelombang berwarna semu kecoklatan, payudaraku sintal ukuran 38 B, tidak jarang mata lelaki buaya di cafe ini tidak berkedip melihatku. Aku mahasiswa teknik arsitektur semester 6. Aku cukup berprestasi dan mendapat beasiswa karena itu aku melanjutkan pendidikan ku ke jenjang perkuliahan.
Sekarang Tujuanku berbeda setelah melihat temanku Clara Escort Lady disini, menjadi simpanan om om kaya, aku jadi ingin mencari Sugar Daddy, yang aku suka, bukan om om tua perut buncit yang menjijikkan. Lama lama saran dari ibu tiriku aku dengarkan juga, hal itu memotivasi ku untuk menuntaskan hidupku dari garis kemiskinan. Aku sudah lelah, lelah bertahan dalam kemunafikan, lelah bertahan dalam kemiskinan.
Sebenarnya ada Sugar Daddy yang ku incar. Aku sudah menaruh hati padanya saat Pertama kali dia datang ke cafe ini, Wajahnya tampan mirip sekali dengan aktor luar negeri mungkin tingginya sekitar 192 cm, badannya tegap, perutnya juga sixpack, hanya dia yang ku mau. Hari ini hari Rabu, hari tetapnya datang tepat di jam 9 malam.
Ah dia datang, langsung ku hampiri saja.
"Mau pesan minuman tuan?" tanyaku padanya, padahal aku sudah hafal minuman tetapnya.
"Wine UK 1950" , jawabnya bersamaan dengan suaraku dalam hati. "Baik," aku pun berbalik, karena lampu bar di buat meremang, rambutku yang tergerai panjang tersangkut di kancing kemejanya. "Aww," kataku berpura-pura kesakitan. Diapun menarik tubuhku yang mungil ke atas pangkuannya, sejak kapan rambutku melilit kancingnya sedemikan rupa, sampai tercium aroma maskulin tubuhnya yang memabukkan.
__ADS_1
"Kamu baik baik saja, siapa namamu?"sambil melepaskan lilitan rambutku. "Vanya tuan," jawabku. Lalu karena suasana cafe itu ramai tubuhku terdorong dan menempel ke dadanya erat, sehingga tonjolan bukit kembar ku pun bersentuhan dengan dadanya.
Tak terasa di bagian bawah pahaku ada sesuatu yang mengeras, seketika aku terkaget dan berdiri dari pangkuannya setelah lilitan rambutku berhasil dia lepaskan. "Sebentar saya ambilkan minuman pesanan tuan tadi," pamitku pergi dari hadapannya sambil memegangi dadaku Karena jantungku mau melompat rasanya. Setelah 10 menit aku pun kembali dengan Wine pesanannya.
" Silahkan tuan, permisi," Pamitku berlalu dari mejanya Dan berharap dia memanggilku lagi
1 , 2 , 3, dalam hitungan ke 5, lalu.."Vanya," panggil nya. "Yess aku senang mendengar nya," gerutuku dalam hati. "Iya ada pesanan lagi tuan?" Tanyaku basa basi.
"Bukakan VVIP room, temani aku disana," perintahnya kepadaku. "Tetapi bisakah tuan yang bicara dengan Manager saya. Karena saya bukan Escort Lady disini," pinta ku padanya.
"Baiklah mana dia?" tanya Richard kepadaku. "Ya tuan Richard ada yang bisa saya bantu," tanya Manager ku Surya kepadanya. "Aku ingin Vanya menemani ku di VVIP Room, brapa yang harus ku bayar?" tanya nya lagi.
"Apa tidak lebih baik Escort Lady saja Tuan, Tuan bisa pilih dan harganya tidak mahal, tapi kalo Tuan memaksa harga Vanya 5 juta Tuan," jawab Surya dengan sifat kikirnya. "Baiklah masukan ke dalam tagihan," Jawab Richard lagi dengan tanpa beban. Lalu Surya pergi setelah berpamitan pada Richard.
🏩VVIP Room
"Permisi Tuan, apa tidak sayang uangnya, 5 juta itu gaji saya 1 bulan tuan," tanyaku. "Baiklah aku akan membayarmu 2x lipat dari gajimu setelah kamu menemaniku disini," jawabnya. "Omo benarkah," Jawabku sambil menuangkan wine ke gelasnya lalu ku mainkan lagu lagu romantis untuk menghangatkan suasana.
__ADS_1
"Minumlah bersamaku," pintanya lagi. "Pria matang dan tampan ini banyak maunya," batinku bergejolak. "Tapi Tuan saya tidak berani, rumah saya jauh,saya harus naik ojol nanti," jawabku.
"Aku akan mengantarmu, sekarang minumlah," pintanya. Kami pun bersulang. "Apa kamu baru pertama kali minum?" tanya Richard. "Iya, Hmm manis pahit ya rasanya," jawabku.
Setelah menghabiskan 1 gelas lalu kepalaku mulai pusing mataku berkunang-kunang. Namun sesuatu yang hangat keluar dari lembah lembabku. Aku merasa gairahku memuncak, perasaan apa ini. batinku bergejolak.
"Ayo kita berdansa, apa kamu sudah mabuk?"tanyanya. "Hmmm," jawabku sambil mengaitkan tanganku ke tangannya untuk menemaninya berdansa.
Lalu..
"Vanya ikuti langkahku," ucap Richard sambil mengajariku berdansa setelah aku bolak balik menginjak kakinya, kita berdua pun tertawa.
"Maaf Tuan," ucapku yang hanya setinggi dadanya mencium aroma maskulin dari tu buh atletis nya, begitu menggodaku, lalu aku pun nekat menyerang bibirnya yang dari tadi ingin sekali ku sesap. "Vanya kamu mab,, hmmmmppffhhhh mabuk?" ucapan Richard pun belibet karena aku mendadak menciumnya, diapun menahan tengkuk ku untuk memperdalam ciuman kami. Pelan-pelan dia mengajariku cara bertukar saliva yang benar karena awalnya ciumanku terlihat sangat kaku.
Lalu ciuman itu turun ke leher, dari leher turun lagi ke...
Deg!
__ADS_1
Yuk mampir disana juga lengkap dengan Visual Vanya dan Richard yang pasti kakak semua suka..ditunggu komen kakak semua❤️