
Sentot yang panik sampai mengeluarkan bahasa asal kampung halamannya yaitu Nganjuk. Dia takut akan ada pihak sindikat yang akan menangkap Raine, pasalnya Raine memberikan emailnya sebagai petunjuk kepada mereka.
"Tidaaakk bagaimana ini tot kalo bos tertangkap bisa gawat"
...DEG...
Detak jantung Andrew pun terdengar sampai ke permukaan.
*
*
*
"Lo ngapain Bri bawa belanjaan sampai 3 pengawal di bawah ikut membantu, emang bos belanja apaan tuh?"
Tanya Andrew kepada Sobri yang berbondong-bondong membantu membawa belanjaan itu dan di letakkan di dapur appartment itu.
"Belanjaan si bos mengalahkan ibu ibu rumah tangga yang memenuhi kebutuhan keluarganya pak, bos beli pembalut untuk non sampai habis satu toko."
Sobri berkata sambil berbisik lalu Andrew Sentot dan Harun tertawa terbahak-bahak saking lucu nya.
"Buahahaha."
"Apa yang kalian tertawakan, kembali ke tugas kalian masing-masing."
Alhasil Bos mereka yang terkenal dingin dan kejam itu pun datang. Raine pun membentak mereka sambil berteriak karena sekilas tadi dia mendengar anak buahnya itu menertawakan tingkah konyolnya, yang membeli persediaan pembalut beraneka ragam sampai satu toko. Betapa malunya Raine, kemudian dia melampiaskan rasa malunya dengan pura pura tegas di depan mereka. Wajah putihnya tetap tidak bisa menutupi rona merah yang tampak di wajah tampannya.
...BLUSH...
Sobri, Bejo dan kawan-kawan nya pun kembali berjaga-jaga di bawah.
*
*
*
"Honey kok lama sekali, ini sudah banjir darah, Oh God Im sorry my love, ini salahku aku tidak memberitahu aku biasanya pakai yang ini, Oh Im sorry, aku pakai dulu, i'll be right back."
Rena pun melesat ke kamar mandi setelah di pilihnya satu diantara sekian banyak pembalut yang di beli Raine tadi. Rena terharu dan bangga punya pacar seperti Raine yang tidak pernah marah padanya dan sangat pengertian. Raine sangat mengerti bahwa gadis remaja seperti Rena yang masih banyak kekurangan apalagi dengan hal-hal seperti tadi, yang membuatnya malu di depan pramuniaga minimarket. Seharusnya Rena memberi tahukan merk jenis type dan panjang pembalut itu secara detail sehingga kejadian seperti tadi tidak akan terjadi
__ADS_1
"Oh God Honey, thankyou thankyou for always be There for me thankyou for always be the understandable caring boyfriend, i love you so much my husband to be." ( Trimakasih kamu sudah menjadi pacar yang selalu ada untukku, selalu perhatian dan sangat mengerti aku, aku sangat mencintaimu calon suamiku).
"Hmmm, i don't know Rena kamu selalu bisa membuatku terlihat bodoh di depan semua orang."
Raine mengusap wajahnya kasar. Raine yang berbaring di Ranjangnya sambil memejamkan mata meratapi malu nya atas kejadian tadi. Alhasil kejadian itupun tak luput dari bidikan tajam para antek akun lambe-lambean yang semakin hari semakin menyorot kehidupan Raine dan Rena.
"Oh no sayang, itu tidak bodoh itu kekuatan cinta, aku tidak sengaja, apa kamu marah, oh God kamu masuk Instagram sayang, aarrgghh Im sorry, aku akan menebusnya honey, please jangan marah i love you, cup cup cup, ssshhh."
Rena yang jadi serba salah menciumi wajah murung kekasih tampanya itu sampai si empunya wajah tampan itu pun luluh dan tersenyum kepadanya. Sampai tidak di hiraukan nya nyeri datang bulan yang sangat menyiksa. Rena pun merintih dan mendesis saking sakitnya
"Mana bisa aku marah ke padamu honey, yang aku maki dan aku umpat yah mereka bertiga tadi, sebagai pelampiasan atas kekesalanku padamu.
Raine memeluk tubuh pacar cantiknya erat.
"Honey badan kamu panas."
Ucap Raine setelah pipinya menyentuh kening Rena di pelukannya.
"Ah ini akibat nyeri datang bulan, ini sangat menyiksa."
"Oh iya ini minumlah minuman pereda nyeri datang bulan, aku juga membeli persediaan minimarket itu untuk jaga-jaga kalo sewaktu-waktu kamu memerlukannya lagi bulan depan."
Raine mengambil botol minuman bergambar wanita sedang merintih kesakitan itu kepada kekasih cantiknya.
Raine pamit sambil mengusap puncak kepala kekasihnya yang sedang berbaring di tempat tidur king size nya itu. Walau masih menyimpan sedikit kekesalan didalam hatinya, tapi apalah daya begitu besarnya rasa cintanya kepada kekasih cantiknya itu sampai-sampai mengalahkan ego setinggi gunung Himalaya sekalipun.
...Honey don't leave me, I still wanna cuddled by you (sayang jangan tinggalin aku, aku masih mau kamu menyusup ke pelukanku)...
Batin Rena meronta karena tak rela kekasih tampannya meninggalkannya di saat seperti ini.
*
*
*
"Bagaimana perkembangan virus itu apakah sudah melumpuhkan pertahanan mereka?"
Tanya Raine kepada ketiga anak buahnya.
"Sudah bos di perkirakan satu jam lagi mereka akan mengalami kebangkrutan."
__ADS_1
Jawab Andrew menyampaikan apa yang dikatakan Sentot tadi.
"Ini makanlah sambil bekerja."
Raine membawa satu plastik besar berisi makanan ringan, kopi kemasan botol dan juga rokok untuk menemani ke tiganya begadang memantau perkembangan musuh-musuh Raine yang bergentayangan. Lalu tiga puluh menit kemudian delivery food pun datang karena koki nya sedang terbaring sakit jadi Raine berinisiatif untuk membeli saja menu makan siang untuk mereka semua.
Semua barang pesanan Raine di periksa dan di terima langsung oleh Bejo, Sobri dkk di depan lobby. Raine memesan 6 bungkus masakan padang yang di kemas dalam kotak makan masing-masing. Namun pesanan yang datang berjumlah 7 kotak dengan 1 kotak bermotif berbeda, yang sepertinya berisi daging karena tampak sedikit lebih berat dari kotak yang lain.
"Bos berapa banyak bos memesan masakan Padangnya?"
Tanya Andrew setelah menerima plastic bag yang diantar oleh Sobri tadi.
"6 kotak, memangnya jumlahnya kurang?"
Tanya Raine kembali sambil berteriak karena Andrew yang berada di dekat dapur sedangkan Raine, masih berada di ruang kerjanya bersama Sentot dan Harun.
"Bukan kurang Bos tapi ini kelebihan.'
Jawab Andrew tanpa curiga dengan tetap belum membiarkan saja kotak itu.
"Apa maksudmu kelebihan?"
Tanya Raine sedikit berteriak sambil berjalan mendekat menuju ruang makannya di susul Sentot dan Harun di belakangnya.
"Ono opo to pak andre? bos tenang bos ra usah panik tenang Yo bos, duuhh Gusti Ono opo maneh iki?"
( Ada apa pak Andre, bos tenang lah gak usah panik, ya tuhan ada apa lagi ini?)
Ucapan Sentot sontak membuat Raine makin pusing pasalnya bahasa Sentot sangat asing di telinganya.🤣
Raine tidak sadar kalo Andrew dibiarkan lepas kesana kemari tanpa penjagaan padahal dia sudah tau dari awal kalo sasaran utama misi pengeboman sebelumnya adalah nyawa Andrew.
Seketika Nafsu makan ke empat orang itu sirna saat satu kotak bonus yang sangat berbeda bentuk dari kotak makan yang lain itu di curigai sebagai bom oleh Raine.
"Sebenarnya apa yang ada di pikiran kalian kok bisa begitu tenang hah? Ini pasti ulah suruhan Nando yang mengikuti kemanapun Andrew pergi. Jangan sentuh apapun karena benda itu bisa meledak kapanpun setelah kita membuka pemicunya. Aaahhh shitt!! kita kelolosan lagi!"
...DEG...
To be Continued
Vote Sekebon dan bunga setaman serta tinggalkan jejak di tiap babnya ya Zeyenk ❤️
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke Novel Ippiiieee yang ke dua YOUR SECRET SUGAR BABY di NT juga, ditunggu komen kalian di sana mmmmmuuaaaahhh