
"Relaks ya santai Hmmm, ini udah basah kok, sssshhh."
Abdul membuat Melly lebih rileks sebelum rudalnya di masukkan.
dan..
"Kriingg"
"Ups..sayang mama kamu menelpon." Ucap Abdul sambil seketika burung garudanya pun menciut lagi menjadi burung pipit.
"Hah kok bisa telpon kakak."
Ucap Melly sambil menggigit bibir bawahnya dan mengerutkan keningnya.
Incoming Call
Melly's Mom
(Halo)
"Halo iya Tante, bagaimana kabarnya?"
Jawab Abdul setelah dengan secepat kilat dipakainya baju dan celana pendeknya yang tadi tergelak sembarang di lantai.
("Baik, Tante baik-baik saja malah senang akhirya kalian jadian, tadi ibumu sudah memberitahu kabar bahagia ini, makanya Tante menelpon Melly, eh malah gak diangkat.")
Sementara Melly yang masih polos sambil mendengarkan percakapan Abdul dan mamanya yang di loud speaker.
"Iya Tante akhirnya Melly mau menerima Abdul."
("Ya sudah kalo begitu sekali lagi selamat ya, Tante titip salam saja sama Melly, Tante tau dia lagi ada di samping kamu, oh iya jangan lupa pake pengaman, dan jangan kebablasan ya.")
"I..iya Tante."
jawab Abdul dengan tersenyum menunjukkan gigi putihnya sambil menunduk dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Call Ended..
Melly dan Abdul yang mendengar reaksi mamanya tadi, keduanya tampak merona dan membelalakkan matanya seakan tak percaya kalo mamanya tau apa yang dilakukan kedua pasangan baru itu.
"Aahhh Bii Ayooo." Ucap Melly seraya mengajak Abdul melanjutkan aksinya.
"Apa kamu bilang sayang? kamu panggil aku apa?"
"Hmmmm Abi, ternyata aku lebih nyaman manggil kamu tanpa embel-embel kak atau mas, jadi berasa lebih intim aja kaya Raine Ama Rena." Ucap Melly jujur dari dalam hatinya.
__ADS_1
"Ahahhaha baiklah tuan Puteri aku juga lebih suka berbuat yang intim-intim Ama kamu, jadi panggilannya diganti nih aku Abi kamu umi gimana?"
"Boleh Abi Ama umi, kapan nikahnya udah panggil Abi..umi?"
"Nikahnya nanti, sekarang kawin dulu Hmmm..udah bangun lagi nih.. hmmmpphhhff."
Abdul menyerang bibir Melly yang sudah sangat menggoda untuk di buat enak.
Lalu Abdul tersadar dan teringat pesan mama Melly tadi bahwa dia tidak pernah punya stok helm karet elastis itu. Abdul terpaksa menghentikan aksinya lagi padahal Melly sudah sangat bergelora sampai matanya sayu dan suaranya yang serak seakan tertahan.
"Ck.. kenapa lagi si bi?" kesal Melly, seperti kena prank berkali-kali.
"Sayang helm elastis pengamannya kelupaan."
"Abiiiiiii sudah kamu tidak usah mencumbuku lagi, aku udah malas, aku mau mandi!"
Melly pun meluncur ke kamar mandi di kamar Abdul, sedangkan abdul juga mandi di kamar mandi ruang tamunya.
*
*
*
Setelah mandi dan berganti baju milik Nova tidak lupa Melly memakai bra miliknya yang sudah kering. Melly sudah cantik dengan kemeja dan rok mini terlihat sangat pas di badanya yang mungil walau agak kebesaran, tetapi kakinya yang mulus dan jenjang semakin terlihat menggoda. Abdul pun keluar dari kamar mandi dengan mempertontonkan perut six pack serta dada tegap yang di penuhi bulu-bulu halus nampak sangat manly dan melihat Melly yang sudah berdandan cantik sedang mengeringkan rambut panjangnya.
Ucap Abdul merayunya dan mencium wangi lehernya setelah Melly mematikan pengering rambut itu.
"Bodo' aku mau pulang."
Melly masih kesal dengan sesi percintaan mereka yang selalu terganggu dan berhenti di tengah jalan.
"Jadi kamu gak keberatan gak pakai pengaman? itu pesan orang tua sayang gak baik kalo di langgar, kalo kamu hamil bagaimana?"
Ucap Abdul yang masih memakai Bathrobenya, wangi tubuh Abdul yang khas membuat Melly menelan ludahnya kasar.
...GLEG...
"Pikir aja sendiri."
Melly yang berusaha sekuat tenaga untuk menahan keinginan hatinya melirik tubuh tegap kekasih tampannya itu, nampaknya berhasil dikarenakan kemesraan mereka berdua yang terlalu sering di interupsi memantapkan langkahnya untuk pulang dan meninggalkan Abdul sendiri di apartemennya sekarang juga.
Melly sudah siap dengan tas tangannya untuk keluar dari kamar Abdul. Namun Abdul yang masih memakai Bathrobenya menghalangi jalan Melly untuk pergi.
"Sayang mau kemana sih?"
__ADS_1
Tanya Abdul sambil mendekap tubuh Melly erat lalu mengangkat tubuh mungil itu ke atas tempat tidur king size nya kembali.
"Lepasin bi aku mau pulang, lepas, hmmmppff."
Penolakan demi penolakan pun dilakukan agar Abdul tidak mencumbunya lagi tetapi apa daya tubuh Abdul terlalu kuat dibandingkan tubuh mungil Melly yang berusaha mendorongnya dengan berbagai cara, tapi tidak berhasil.
Setelah membelalakkan matanya Melly tak kuasa menahan godaan bibir dan lidah Abdul yang sudah menari-nari di dalam mulutnya. Melly pun memejamkan matanya seraya menikmati sentuhan demi sentuhan mesra dan intens yang Abdul berikan dari bibir hingga ke sekujur tubuh mulusnya. Tangan dan jari-jemari Abdul pun turut bergerilya lamaa, menjelajah ke dalam rok mini yang tadinya sudah rapi menjadi tak beraturan bentuknya.
Lenguhan, rintihan dan desisan nikmat pun tak sengaja keluar dari bibir manis Melly, Karena permainan tangan dan jari Abdul yang begitu lihai, menari meliuk-liuk serta berputar mencari pusat kenikmatan yang tiada tara.
"Shhh bi aku mau keluar."
"Yah keluarkan sayang, agar kamu tidak marah lagi padaku, kamu marah karena gelora cintamu yang tak tersalurkan bukan?"
"Sshhhh....makasih bi..dari tadi kek..selalu harus melihat ku marah terlebih dulu baru kamu nyadar kan?"
"Ya sudah mi, terus kamu ingin kemana sekarang? mau kencan? ini masih jam 4 sore Hmmm kamu ingin kemana?"
Tanya Abdul pada Melly agar mood Melly kembali ceria seperti sedia kala.
"Hmmm kemana ya maunya melukin kamu terus sampe pagi, tapi nanti mama nyariin aku, besok kan harus magang lagi, Arggghhhh, pasti besok bawaannya kangen terus Ama Abi."
Ucap Melly panjang lebar sambil menggambar di dada berbulu Abdul dengan menggunakan jari telunjuknya.
"Ya sudah besok Abi jemput oke, jam berapa sih pulang dari magang?"
"Emang gak apa-apa kan abi juga harus ngantor?"
"Kan aku bossnya sayang, bebas mau ditinggal jam berapa aja asalkan gak ada meeting dadakan."
"Ya udah sekarang kita jalan aja ke Mall yuk bi, kamu ganti baju dulu gih."
"Pilihin dong sayang aku mau tau gimana pilihan calon istriku ini Hmmmm."
Pinta abdul itu membuat Melly beranjak dari tempat tidurnya lalu memilih kaos slim fit sewarna dengan kemeja yang Melly kenakan jadi seolah-olah mereka memakai baju couple Abdul pun menyukai baju pilihan Melly itu. Lalu mereka berdua beranjak menuju ke basement untuk mengambil mobil Abdul yang terparkir disana. Mereka pun melesat pergi ke mall sesuai keinginan Melly.
✨
✨
✨
Namun saat baru saja masuk ke area Mall ada seseorang yang menyapa Abdul.
"Tunggu mas Abdul ya? loh kok gak sama Kiara, mas Abdul selingkuh?"
__ADS_1
DEG
Eng..ing..eng Vote sekebon, komentar di tiap bab nya dong zeyenk ippiiieee tunggu❤️