DOSEN TAMPAN PEMIKAT HATIKU

DOSEN TAMPAN PEMIKAT HATIKU
Mengusir Makhluk Astral


__ADS_3

"Bisa-bisanya wanita ini nulis surat buat kamu Raine, oh God i cant believe this, sebenarnya sejauh mana kedekatanmu dengan tante girang ini sih," Rena geram setelah membaca surat yang menjijikkan itu dan menaruh curiga kepada Raine.


"Hey what's wrong honey? kenapa marah?" Raine pun heran karena Rena tiba-tiba kesal padanya.


"Bodo' aku mau pergi aja, argghhh kenapa di kantor ini, dikelilingi dengan pemujamu Raine," jawab Rena tak kalah marah.


"Wait honey? stop please, listen, memang aku yang mengajak beberapa rekan kerjaku dari Jerman termasuk dia untuk membantuku di kantor ini, tapi aku tidak berpikiran sejauh itu aku juga tidak tau kalo dia menyukaiku, sayang hei, apa kamu meragukanku?"


tanya Raine lagi


"Baiklah kalo kamu tidak menjawabnya aku akan mengembalikan Valerie ke Jerman, karena memang aku sudah memberitahunya untuk profesional dan tidak menyukaiku karena ada gadis yang sudah menguasai hati, jiwa dan ragaku sekarang,, aku sangat mencintainya dan akan selalu menjaga hatinya" ucap Raine hati-hati sambil tangannya membelai lembut pipi mulus Rena lalu di ciumnya mesra pipi Rena merata ke seluruh permukaan wajahnya.


"Ah Raine, bagaimana aku bisa marah kalo calon suamiku sesayang ini kepadaku," Rena pun mengurungkan niatnya untuk pergi meninggalkan Raine tadi, bibir Rena bergetar tanpa terasa air mata sudah membasahi pipinya.


"Aku sedih, mengapa banyak sekali yang tidak suka kalo kita bersama, i love you so much, i don't wanna lose you to anybody else," (Ku tidak mau melepasmu untuk orang lain) ucap Rena sambil terus mengucurkan air mata.


"Hey sudah, you know I love you more day by day honey, sudah jangan nangis lagi okay? tidurlah di private room, untuk menenangkan diri nanti aku susul, biar aku membereskan berkas dan segera mengembalikan Valerie ke Jerman.


"No honey wait, biarin aja, i believe you, aku percaya kamu tidak akan berpaling dariku Raine, aku akan buat perhitungan sendiri dengan Tante girang itu, berani-beraninya bilang ingin jadi simpanananmu," ucap Rena sambil meremas tangannya sendiri.


"Hey no honey, aku akan merolling dia ke Jerman biar Felix yang disini okay..Im sorry, aku gak mengira kalau temanku bisa berubah," Raine dengan tegas akan mengembalikan mahluk astral yang bernama Valerie itu ke Jerman.


Raine yang belum tau bentuk surat itu seperti apa akhirnya membacanya sendiri. Raine a tidak pernah percaya lagi kepada wanita setelah putusnya hubungannya dengan Stefany sering menghabiskan waktu bertiga bersama Valerie dan Felix untuk sekedar melepas stress di sebuah Night Club di Jerman.


Outgoing Call


ANDREW


("Halo Boss," sapa Andrew)

__ADS_1


Andrew kamu tukar posisi Felix di Jerman dengan Valerie segera, kirim email ke Felix sekarang," Perintah Raine pada Andrew.


("Tapi kenapa Boss? apa sudah terjadi sesuatu," tanya Andrew khawatir.)


"Ini bacalah surat ini," Raine menyebutkan alasannya mengusir Valerie dari Indonesia.


📸


("Lengkap sudah bos, di Balencio Grup ada Zahra dan Valerie bagaimana nona Rena menghadapi mereka dalam 1 kantor nantinya boss?)


"Yah kamu harus bereskan satu persatu, itu tugasmu Ndrew," jawab Raine singkat.


(Yaah, baiklah Boss, saya sudah siap di maki para wanita-wanita pengagum bos kok," hiks nasibku yang malang, gumam Andrew kemudian)


"Apa kamu bilang."


Call Ended..


"Honey apakah tidak apa-apa kalo kamu memulangkan tante girang itu?" tanya Rena ragu-ragu.


"Keputusanku tidak dapat diganggu gugat honey, istrirahatlah di private room hmmm, kamu mau makan apa? biar kupesankan," tanya Raine kemudian.


"Nggak ah aku diet dulu Raine, nanti aku harus shooting iklan untuk product kamu, nanti wajahku keliatan bengkak kalo aku makan-makanan berat," jawab Rena sambil membalas pesan dari Meta yang menyuruhnya stand by di studio MD jam 7 malam.


"Baiklah nanti aku antar sekaligus melakukan kunjungan kesana, lama sekali tidak pernah meeting dengan Meta dan lainnya, meeting online terus," jawabnya sambil masih melihat laporan 3 perusahaannya lewat laptopnya.


"Honey istirahatlah juga ini baru jam 3 sore yuk kita tidur dulu di private room, tapi beneran tidur bukan yang lain, karena wajahmu terlihat pucat Raine, yuk," Rena menarik tangan Raine yang sedari tadi kelihatan lelah dengan mata yang sudah sayu menahan kantuk. Kemudian mereka berdua berbaring di tempat tidur king size di private room ruangan Raine.


"Benarkah, ya honey, yuk kita tidur sungguhan kali ini, aku juga lelah, pinggang bagian belakangku sampai nyeri, sudah lama aku gak nge-gym honey, rasanya badan capek semua."

__ADS_1


"Gimana gak nyeri setiap bercinta kamu selalu mengeluarkan semburan lava sampai 6 kali, oh iya kondomnya sudah habis honey aku belum membeli lagi untuk persediaan kamu yang doyan, hehe sorry aku juga doyan sih."


"Hmmm sini aku ingin memelukmu, i wanna cuddle you (aku ingin menyusup di dadamu)," Raine mulai mengatur posisi tidur kesukaanya yaitu, tidur di atas dada empuk Rena.


"Hmmm yaa, come Raine," Rena yang sudah memejamkan matanya menarik mesra kepala Raine dan memposisikan kepala Raine tepat menempel di dadanya.


"Hmmm honey bagaimana aku bisa tidur kalo tempat favoritku setengah terbuka begini hmmm?" ucap Raine sambil akhirnya tidak bisa tidur karena sibuk membuat tanda sayang di balik kain penutup kedua bukit Rena.


"Shhhh Raine, ayo tidur aja Raine nanti kamu sakit, wajahmu kelihatan pucat sekali tadi, " lenguhan dan ocehan Rena itu, tak berbuntut panjang. Saking lelahnya, akhirnya Rena pun tertidur, apalagi merasakan pijatan dari bibir Raine di dadanya, semakin membuat Rena terlelap dan memasuki alam mimpi.


"Yah dia tidur, honey senjata kesayanganmu sudah tegak berdiri, honey, Rena, Rena, hahahaha bagus deh," Raine tertawa karena ulah mesumnya, yang ingin mengajak Rena bercinta malah membuat Rena semakin lelap tidurnya.


Raine pun ikut menahan senjatanya dan menyusul Rena yang tertidur terlebih dahulu. Keduanya pun saling mendekap dengan posisi kepala Raine menempel sempurna di atas dada Rena.


3 jam kemudian..


Tok..tok..tok..


Cek..klek..


Pintu ruangan Raine di buka oleh seseorang, dilihatnya sekilas tidak ada seorang pun di meja kerja Raine. Lalu dengan lancang seseorang itu membuka private room yang tertutup tapi tidak di kunci. Nampak Rena dengan posisi awal masih mendekap kepala Raine yang menempel mesra padanya.


"Brengsek! Dasar cewek ****** tak tahu diri, apa seperti ini yang kamu lakukan pada Raine tidur bersama saat jam kerja, dasar sialan kamu!"


DEG


To be continued


Zeyenk jangan lupa hadiahnya ya zeyeng supaya Raine dan Rena bisa masuk peringkat 1 mmmmmuuaaaahhh

__ADS_1


__ADS_2