
"Sayang, rasanya ini sudah ba sah kuyup, jangan berdiri begini yukk pindah ke tempat tidur, hmimmm ssshhh, gendong," Pevita merintih nikmat karena pucuk pink chery yang sudah menantang Hugo dari tadi tidak disia-siakan olehnya, sampai kepala Hugo terbenam sempurna diantara gundukan tem bam itu.
Setelah Pevita sudah pasrah dengan kedua kaki jenjangnya yang sudah otomatis terbuka lebar membuat jalur bebas hambatan untuk gurita hugo bertato melewatinya dengan leluasa.
Hugo bertato sudah berhasil memasukkan gurita raksasanya hingga berhasil bersemayam di lembah lembab milik Pevita.
"Oh god guritamu sangat besar sayang,,ssshhhh,,ssshhh,," lengu han nakal pun keluar dari bibir binal Pevita saking nikmatnya pertarungan itu sampai-sampai kepala Pevita menengadah keatas kearah langit-langit motel plus-plus itu.
"Apa kamu suka dengan seranganku sayang? tanya Hugo bertato
"Ssshh teruskan seranganmu itu sangat tepat sasaran sayang, sepertinya lembahku penuh sesak terjejal gurita raksasamu, tapi walau sesak dan perih sekaligus bercampur dengan kenikmatan tiada tara," seru Pevita dengan serak lengkap dengan deru nafasnya yang tersengal sengal bagai mendaki ke puncak gunung Himalaya.
"Sekarang miring ke kiri sayang," pinta Hugo itu pun di turuti oleh Pevita.
"Kamu perkasa sekali, perut six pack dan tubuh atletismu ini pasti yang membuat kamu begitu perkasa dan berstamina."
"Iya tentu saja," ucap Hugo bertato sambil memiringkan lagi tubuh polos Pevita hingga miring ke kanan.
"Ssshhh Hugo,, ssshhh,, ini sangat nikmat dan mantap,"
Lalu tubuh ramping Pevita pun di buat membelakangi hugo hingga tengkurap, dengan apem yang agak di naikkan sehingga lubang tempat bersemayamnya guritanya tadi pun siap untuk dihujam maju mundur cantik berkali-kali.
"Ssshh Hugo..ssshh.. ini sudah berbagai gaya yang kamu coba," seru Pevita yang penasaran dia akan menghujaninya dengan serangan serang dahsyat sampai berapa gaya ya tuhan.
Selanjutnya tubuh pol os pevita di naikkan ke posisi diatas tubuh po los Hugo bertato untuk memimpin pertikaian nikmat itu. Pevita pun mulai bergerak naik turun sambil menengadahkan kepalanya tanda kenikmatan sampai ke ubun-ubun sudah dirasakannya.
"Nikmatkah?" Tanya Pevita penasaran.
"Ya sayang milikmu sangat nikmat membuatku terpesona dan ingin bertanding untuk beberapa ronde lagi."
"Ahahhaha aku senang kalo bisa buat kamu kenyang sayang, aku mau melayanimu sampai pagi hingga pagi lagi."
"Baguslah, aku sangat menantikannya sayangku," seru Hugo bertato tak kalah gembira.
__ADS_1
"Sayang aku haus," pinta Pevita.
"Tunggu sebentar kamu mau meminum wine lagi, akan ku berikan wine lagi tanpa melepas guritaku, tunggu sebentar." Hugo bertato hendak menunjukkan keahliannya yang lain yaitu menenggak wine terlebih dahulu ke mulutnya selanjutnya menyuapi Pevita dengan wine yang penuh dari mulutnya. Adegan suap menyuap wine itu pun terjadi begitu lama karena cairan wine itu sempat sempatnya tumpah membasahi gundukan bukit kembar sehingga bibir Hugo bertato mendapatkan pekerjaan tambahan yaitu mengabsen tiap inci tubuh polos bagian atas Pevita dengan bibirnya yang dengan kreatif dan lincah siap menari nari disana.
"Ssshhh Hugo ini sangat nikmat bagaimana bisa ini begitu nikmat," ucap Pevita sambil matanya merem melek saking nikmatnya.
Pergumulan nikmat itu pun terjadi sampai 10 ronde hingga lubang buaya Pevita sudah mengkerut lemas tak kuat di masuki gurita raksasa lagi.
"Sayang aku udah lemas nggak kuat lagi menerima serangan kalapmu, sebenarnya guritamu dan juga pinggul pinggangmu terbuat dari apa sih, sampai-sampai semakin bertambah ronde, staminamu masih saja terjaga."
"Aku sudah menantikan pergumulan ini sejak lama sayang, makanya aku sangat menantikannya, jadi aku meminum obat kuat juga tadi."
"Aaahhh so sweet banget sihh Hugo, kamu emang yang terbaik, milikmu sangat besar dan tahan lama, beda dengan milik mantan-mantan kekasihku yang terdahulu tidak ada yang seperkasa ini."
Setelah peperangan selesai pun keduanya dengan masih polos berbincang bincang saling mengakrabkan diri, membicarakan hal-hal seputar hubungan suami istri yang memang sudah dilakukan saat pacaran.
"Jadi sudah berapa banyak milik lelaki yang sudah keluar masuk lembah nikmat ini?" tanya Hugo bertato yang tidak penasaran lagi karena lembah milik Pevita terasa kendor akibat seringnya berganti senjata yang keluar masuk tanpa jeda.
"Haahahha, sejak lulus SMA aku sudah kehilangan mahkotaku, kalo sampai sekarang mungkin sekitar ahhh aku lupa, makanya kalo aku sudah lama tidak melakukannya terasa basah dengan sendirinya, apalagi kalo melihatmu dari kejauhan aku selalu membayangkanmu menghujamku bertubi-tubi dengan senjata pamungkasmu sehingga tiba-tiba kurasakan milikku basah dengan sendirinya, hanya membayangkan yang enak-enak bersamamu." Ucap Pevita jujur yang ternyata selama ini sudah menjadikan Raine sebagai imajinasi liarnya.
"Oh yess, Hugo lagi?? nanti aku minta lagi apa kamu sanggup?" tantang Pevita
"Oh ya aku tidak akan puas sayang, apalagi kamu bilang kalo punyaku yang paling besar, aku jadi semakin tertantang," ucap Hugo bertato dengan hujaman maju mundur ke arah lembah durjana itu keluar masuk hingga membuat Pevita melenguh berulang kali
"Ahahahaha aku senang sekali hari ini ternyata rasa sukaku terhadapmu juga berbalas," Pevita pun rela di hantam oleh senjata pamungkas Hugo bertato sampai mati dalam keadaan terlentang seperti sekarang pun dia rela saking bahagianya sampai tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata.
*
*
*
RS HARAPAN JAYA
__ADS_1
10.00
Kamar Mawar
VVIP
"Pasien sudah sadar silahkan ditunggu di ruangan, kami akan mengantar pasien ke kamarnya."
Raine masih harap-harap cemas ingin sekali melihat keadaan istri cantiknya sekarang, dengan mondar mandir menunggu perawat mengantar Rena ke kamar VVIP itu setelah tadi menerima panggilan telepon dari perawat yang menginformasikan kabar baik itu.
10 menit kemudian..
"Honeyyyy,, honeeyyy,,, jangan tinggalkan aku lagi," teriak Raine sambil memeluk erat tubuh Rena yang masih terbaring lemas di tempat tidur pasien sampai lupa kalo ada luka di perut Rena yang tidak boleh terkena sentuhan yang di sengaja.
"Aww.. Raine im okay, i miss you., Hmmmmmpppfhh" ucap Rena yang masih lemas dan Raine tiba-tiba menyerang bi bir merah alami Rena. tidak perduli walau masih ada 4 perawat yang memperhatikan kemesraan kedua artis terkenal itu dengan muka memerah terhanyut dengan adegan keuwuan dan keromantisan keduanya.
Keduanya pun saling memagut tak terkendali betapa keduanya seperti baru dipertemukan lagi setelah 1 tahun lamanya berpisah. Ke empat perawat yang mau menjelaskan hal-hal penting kepada Raine pun akhirnya mengurungkan niatnya dan berlalu pergi dari kamar VVIP itu sambil geleng-geleng kepala dan tersenyum.
*
*
*
MOTEL XXX
"Ssshhh, Hugo boleh kah aku membuka hitband ini?" tanya Pevita sambil nafasnya masih tersengal-sengal karena Hugo masih juga bekerja keras meniti puncak kenikmatan.
"Iya sayang bukalah, sshhh."
"Hah?! siapa kamu, jadi daritadi bukan Hugo yang ku maksud, bajingan!"
DEG
__ADS_1
To be continued..
Zeyengnya ippiiee jangan lupa like coment dan vote mmmuachhh..