DOSEN TAMPAN PEMIKAT HATIKU

DOSEN TAMPAN PEMIKAT HATIKU
Pemintaan Maaf Yang Terlambat


__ADS_3

Pinggang dan pinggul Raine yang maju mundur cantik mendaki puncak kenikmatan itu pun sampai merem melek dan melenguh keras saking nikmatnya. Rena yang pasrah berada di bawahnya ikut menikmati pergumulan itu.


Lalu senjata Raine yang masih tegak di tariknya dari lembah kenikmatan itu. Saking menggodanya lembah itu, Raine pun memainkannya dengan sentuhan lembut bibirnya. Rena lagi-lagi dibuatnya menggelinjang semakin menggeliat karena geli dan nikmat yang tiada tara, lalu berbunyi


...Plop...


"Ssshh Raine bagaimana kalo aku minta lagi ini terlalu nikmat, aku suka kalo kamu memainkannya dengan mulutmu," Ucap Rena sambil kepalanya di dongakkan ke atas dan tangannya sampai menjambak rambut ikal sang kekasih yang terbenam di antara kaki jenjangnya.


"Kenapa kamu suka sekali di posisi ini sihh, ini sangat nikmat,, ssshh, tapi aku tidak mau kamu bermain terus di situ aku gak tahan, awwww hmm jangan digigit geli, tapi enak, oh yes," Rena mengomel kesana kemari tidak jelas, karena saking nikmatnya sampai tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata.


"Hmmm, enak kan," ucap Raine setelah keluar dari lembah jahanam penghasil kenikmatan tiada tara itu.


Raine memasukkan ular pitonnya lagi, sampai mengeluarkan bunyi..


...Mush...


"Kok bisa ngeluarin bunyi begitu," ucap Rena sambil menutup mulutnya sendiri karena keluarnya suara aneh saat Raine menenggelamkan ular pitonnya lagi.


"Ssshhh oh, aku gak mau kemana-mana hari ini, pengennya memakanmu hidup-hidup," ujarnya sambil kepala Raine mendongak keatas dengan pinggul masih maju mundur cantik.


"Gimana sih dokter itu kok sampe bilang kita harus puasa melakukan beginian, itu gak mungkin kan, ini sangat nikmat Raine, awww, awww,, keep going," Rena masih nyerocos tak karuan sambil matanya terpejam dan menggigit bibir bagian bawahnya.


Setelah 1 jam..


"Sshhh honey... argghhh nikmat sekali," Rena dan Raine mendapatkan pelepasannya bersamaan.


"Honey jangan ke kantor, kita di rumah aja aku lelah," ucap Rena dengan mata setengah sayu.

__ADS_1


"Baiklah sayang, aku gak akan ninggalin kamu, are you okay?" tanya Raine khawatir karena dia sudah melanggar janjinya pada dr. Ardi dengan tidak menyentuh Rena yang dalam masa-masa healing (penyembuhan).


"Hmmm aku lemas, rasanya badanku lengket semua, mandiin," ucap Rena dengan tingkah manjanya membuat Raine gemas ingin memakannya lagi.


"Hey baiklah ayo kita mandi, istirahatlah dulu, apakah aku harus nyiapin air hangatnya dulu? atau langsung saja di bawah shower hmmm?"


"Langsung saja di bawah shower and then kita tidur lagi, aku lelah, ingin memelukmu saja hari ini," ucap Rena seakan membooking kekasih tampannya khusus untuk dirinya sendiri hari ini.


"Hmm baiklah ayo," ajak Raine.


"Hmmm gendong," pinta Rena.


"Ohhh honey, baiklah," Raine menggendong Rena masuk ke dalam kamar mandi dengan keadaan polos dua-duanya.


Sepasang kekasih yang selalu mesum dimanapun berada ini pun masuk ke dalam kamar mandi bersama-sama, didalam kamar mandi yang di penuhi kaca itu, lahi-lagi Rena mupeng dan terjadilah hal-hal yang diinginkan.


Cermin itu mempertontonkan adegan demi adegan bagaimana Raine menghunuskan anacondanya ke dalam sarangnya. Masih belum hilang rasanya pesan dari dokter kemarin malam saat Rena pingsan karena kelelahan. Namun keduanya seakan tidak menggubris pesan itu, serempak dan kompak untuk menutup mata dan telinganya.


"Sini aku keringkan honey," ucap Raine sambil membuka handuk yang membungkus kepala Rena dan meletakkannya sembarang.


"Yes please," jawab Rena dengan memejamkan mata menikmati sentuhan tangan Raine yang lengkap memegang hairdryer dengan hembusan angin hangat yang keluar dari alat pengering rambut tersebut.


Raine tersenyum dengan telaten melayani kekasih cantiknya yang jarang sekali ia lakukan selama hampir 4 bulan mereka memadu kasih.


"Honey, bolehkah aku bertanya sesuatu hal yang penting? tanya Raine setelah mematikan hairdryer itu karena di rasa rambut Rena sudah dalam keadaan kering sempurna.


"Hmm go ahead."(silahkan)

__ADS_1


"Honey, Kira-kira kapan kamu bersedia menikah denganku?" tanya Raine sambil mencoba menetralkan gemuruh detakan jantungnya yang seakan mau meledak saking nervousnya.


"Heyy, kok pertanyaannya gitu," ucap Rena sambil kedua tangannya memegangi mesra wajah tampan kekasihnya yang sedang duduk bersimpuh di depanya dengan kepala Raine yang menengadah melihat Rena yang duduk diatas kursi meja Rias.


"Hmm apa pertanyaanku salah, karena aku ingin segera tinggal denganmu dan beranak pinak denganmu muridku yang paling cantik dan centil," ucap Raine sambil kepalanya dibenamkan di perut Rena dengan tangannya melingkar di perut dan pinggang ramping gadis cantik itu.


Kemudian Rena mencoba mengalihkan pembicaraan mereka dengan menanyakan perihal kapan tepatnya Raine merasakan suka padanya.


"Hey tunggu Raine kamu belum menjawab pertanyaanku, kapan kamu mulai suka padaku? setelah pertemuan pertama kita di bandara waktu itu lalu?"


"Yah sejak saat itu gadis itu sudah sedikit melintas di pikiranku. Kemudian saat tiba di kampus, aku berjalan agak terburu-buru karena belum tau tempat kelas yang akan ku singgahi."


Raine dan Rena pun berpindah lagi ke tempat tidur sambil merebahkan diri. Raine terlebih dahulu berbaring di kasur berukuran king size itu. Lalu kepala Rena di tidurkan di dada bidangnya sambil tangan Raine mengelus mesra rambut Rena yang menjuntai bergelombang didadanya.


"Aku tidak melihat sekitar ketika tiba-tiba seorang gadis mungil yang setinggi dadaku melintas di depanku dan tertabrak tubuhku. Aku pun tidak menghiraukannya karena sudah tidak terpikirkan akan ada iklan lewat seperti itu. Kamu pun marah dan mengumpat ku ya kan? dari situ aku sadar sudah menabrak seseorang, spontan aku pun menoleh."


"Lalu dengan muka tanpa ekspresiku aku menyadari bahwa aku bertemu lagi dengan gadis yang penggemarnya hampir membuat sebagian bandara padat pengunjung kemarin. Maaf aku sudah meninggalkanmu terjatuh waktu itu sayang."


"Yeeee bikin dosanya kapan, ngomong maafnya kapan? nggak mau maafin. Waktu itu aku sampai jatuh terduduk dan bagian belakangku menghantam lantai lumayan keras. Tapi aku sedikit lega sih karena pagi-pagi sudah cuci mata liat yang tampan. Walau kejadiannya tidak semanis yang kuinginkan."


"Kemudian kamu masuk di kelasku lagi dengan terlambat. tapi yang aku heran kamu sama sekali tidak takut denganku, kamu malah menggodaku dengan segala tingkah genitmu. Dari situ seprtinya aku sudah suka pada gadis genit itu."


Raine mengungkapkan perasaan hatinya dengan jujur. "Sekarang gantian jawab pertanyaanku tadi, Hmmm?" Raine bertanya lagi tentang kapan Rena akan menentukan tanggal pernikahan mereka.


"Boleh gak sampai aku lulus kuliah?" jawab Rena ragu-ragu.


"What?!"

__ADS_1


To be continued..


...Haihai zeyeng yuk ditunggu sedekah Vote, like dan coment di tiap babnya please..muaahhh❤️...


__ADS_2