
🏚️Mansion Anggara
Twing
...DEG...
Jangan jangan Abdul yang kirim pesan.
💌New Message
Good morning Melly, Lagi ngapain? aku boleh main ke rumah?
Twing
Twing
Twing
Unread 10 messages
...Ahh Males Gue mending gue pergi aja, temen temen gue gak ada yang ngedukung kalo gue nikung laki orang...
...Baiklah mulai detik ini gue akan menghapus perasaan gue ke Abdul, gue harus move on, mending gue menghindar daripada ketemu Abdul di rumah...
"Kak jangan lupa sarapan, Kaka mau kemana Sabtu Sabtu begini?"
"Ga keburu! kakak ngampus dulu ke perpustakaan, oiya nanti kalo ada yang cari Kakak jangan bilang kakak di kampus ya Tit..awas Lo!"
"Termasuk Kak Abdul? cieeee dibilang jujur apa bohong nih?"
"Tita kakak serius!"
"Ya sudah, mana uang tutup mulut?"
"Iihh ni anak kecil kecil udah doyan duit, nih."
"Hah kok cuma goceng kak? goceng buat parkir aja di usir Ama tukang parkirnya."
"Iiihhh, siniin gocengnya, nih 50.000."
"Naah gitu donk, hahaha, ati ati ya kak, tapi kalo kak Abdul ngasih lebih gede ya batal deh janji tutup mulutnya."
Tita berkata sambil berteriak karena si empunya nama sudah pergi berlalu ke perpustakaan kampus untuk menenangkan pikirannya.
1 jam kemudian
"Nanannana nanananana"
Tita bernyanyi sambil memutar tubuhnya kesana kemari hingga tak dia sadari ada seorang tamu yang memperhatikan tingkah lucunya.
"Ehem"
"Loh Kak Abdul, cari kak Melly ya? kak mellynya pergi."
"Kamu tau gak perginya kemana?"
"Gak bilang apa-apa tuh, kak Melly nya langsung nyelonong pergi."
"Hmmm ini ada seratus ribu lima lembar bisa jadi milik kamu, kalo kamu kasih tau kakak pergi ke mana kak melly tadi?"
__ADS_1
"Beneran kak? kakak serius?"
"Ngapain pake nengok kanan nengok kiri begitu, mama dan papa kamu kan lagi ada acara Ama orang tua kakak."
"Iya iya tau, takut ada mata-mata aja hahahaha."
"Eits tunggu dulu kasih tau dulu kemana kakak kamu pergi Hmmm?"
"Hmmm tapi kalo kak Melly marah ke tita gimana dong? kan gawat jadinya kak?"
"Kalo soal itu nanti kakak yang beresin, Hmmm ya sudah kakak masukin lagi nih uangnya."
Abdul pun menggoda Tita dengan melirik ke arah tita yang masih menunduk sambil mengerutkan keningnya berfikir keras.
" Kasih tau gak ya..kasih tau gak?"
"Hmmm kak Melly ke perpustakaan kampusnya kak."
Titapun memukul mukul bibirnya yang sudah mengatakan rahasia kakaknya berada, tapi demi uang 500.000 di depan mata sangat sayang untuk di lewatkan.
"Ahahah anak pintar, nih, Kakak pergi dulu ya Tit."
"Kak Abdul tapi janji beresin, jangan sampe kak Melly marah ke aku."
Lagi lagi Tita berkata sambil berteriak, tapi Abdul sudah melesat pergi setelah mendapat petunjuk dari informan barunya itu.
...Dasar Gak Ceweknya gak cowoknya cepet bener perginya sih...
✨
✨
✨
Sebenarnya di fakultasnya juga ada perpustakaan namun tidak sebesar perpustakaan pusat yang lebih lengkap. Setelah sampai di perpustakaan, Melly langsung menuju ke baris Novel novel romantis karya novelist terdahulu yang sangat di gemari nya.
Melly yang memang gemar sekali membaca buku, bisa menghabiskan sehari semalam waktunya agar merecharge lagi energinya dan menghilangkan kegalauan hatinya serta untuk melepaskan penat setelah Minggu ini di penuhi dengan kegiatan magang yang sangat melelahkan.
Setelah makan siang di kantin perpustakaan Melly pun kembali melanjutkan kegiatannya.
"Mbak mau nanya kalo buku bagian filosofi dimana ya?"
Seseorang bertanya sambil berbisik sepertinya dia mahasiswa baru.
"Oh kamu ke arah baris ke tiga ke arah kanan nanti ada papan nama sastra, nah di balik sastra ada filosofi."
"Makasih mbak."
Lalu gadis itupun pergi dari sana. Karena sudah menyelesaikan membaca novel pertamanya, Melly hunting lagi ke deretan Novel untuk membaca novel selanjutnya. Tetapi Novel yang Melly inginkan berada sedikit diatas. Dicobanya sekuat tenaga mengambil novel itu sambil berjinjit, namun masih belum juga tergapai.
Lalu
...Siapa Nih Cowok ganteng tinggi pula....
Ada seorang lelaki yang membantunya mengambilkan buku di tempat tinggi itu dan menundukkan kepalanya ke arahnya.
"Pak Abdul kok tau saya disini?"
...hmmm Ini pasti ulah si setan kecil mata duitan itu...
__ADS_1
"Pindah yuk, daripada kita bikin berisik perpustakaan ini, yuk?"
Ajak Abdul agar Melly beranjak dari tempat itu. Melly pun segera membereskan barang-barang nya yang masih tergeletak di meja perpustakaan dan keluar mengikuti Abdul yang sudah berjalan terlebih dahulu.
"Hmmm bapak ada perlu apa ya?"
"Kamu ngambek? pesan pesan saya gak ada yang di balas, dan telpon saya juga gak diangkat? kamu marah sama saya?"
"Memang saya ini siapa, status saya sebagai apa, harusnya saya dong yang nanya, bapak buat apa perhatian sama saya, bapak suka sama saya?"
Mereka berbicara di sebuah cafe yang berada dekat dari kantin perpustakaan.
"Bapak nggak bisa jawab kan?"
"Melly, saya ingin kita lebih dekat, saya nggak maksa kamu buat suka sama saya tapi, ini juga untuk nurutin pesan orang tua kita."
"Bapak Abdul yang terhormat, bapak bisa menolak permintaan orangtua kita beres kan? Karena saya tau bapak juga sudah punya kekasih selama ini, jadi sebaiknya, bapak jangan menambah korban patah hati lagi deh."
"Kamu makin cantik kalo marah marah gitu Mel."
...BLUSH...
...Ngapain lagi ni orang pake ngegombal segala...
Lalu Duduk Abdul yang tadinya berhadapan sekarang berpindah ke sebelah Melly.
"Ini ngapain juga duduknya jadi pindah kesini, denger ya pak Abdul, saya gak perduli setelah ini bapak mau kasih nilai F ke saya, Karena sudah berlaku tidak sopan kepada bapak. Asal bapak tau saya Melly Anggara tidak mau berhubungan dengan Pria yang masih punya hubungan dengan wanita lain, camkan itu! saya permisi"
Melly pun pergi dari sana dengan muka masam karena menahan marah sampai ubun-ubun.
"Melly tunggu!"
"Mel"
*
*
*
Tuit tuit
Jeg glek
Melly membuka pintu mobilnya yang terparkir tidak jauh dari sana dan masuk kedalam mobil itu untuk duduk di kursi driver. Lalu Abdul dengan secepat kilat masuk pula ke mobil itu dan duduk di kursi penumpang.
"Bapak ngapain sih masih ngikutin saya, masih tidak jelas ya, bapak tidak mendengar penjelasan saya tadi, saya tidak mau berhubungan dengan bapak yang masih punya kekasih ngerti gak sih? udah sekarang pergilah pergihmmmmmppfhh."
Ocehan Melly terhenti saat Abdul menciumnya paksa lalu mendorong dada bidang Abdul, dan memukul mukul dada bidang itu lalu menangis.
"Kamu jahat..kamu jahat banget..dasar laki laki Brengsek kamu laki laki gak bertanggung jawab..laki laki sialan..kamu selalu nyakitin saya!"
Walau tidak bisa Melly pungkiri, dia menyukai ciuman liar dari Abdul yang menebar aroma mint dari bibir pria tampan itu.
"Sudah nangisnya hmmm? Melly saya sudah putus dengan Kiara tepat setelah acara kita di wahana bermain sebulan yang lalu, sebelum ayah dan ibu saya mengajak ke rumah kamu waktu itu."
...DEG...
Vote n bunga setaman nya di tunggu ya Zeyenk
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke Novel Ippiiieee yang ke dua YOUR SECRET SUGAR BABY di NT juga, ditunggu komen kalian di sana mmmmmuuaaaahhh