
🏰Gereja Katedral, Berlin, Germany
Raine yang begitu tampan dengan setelan tuksedo yang begitu menawan sudah siap diatas altar.
Tetap saja kecemasan sedang menyerangnya bagaimana kalau ternyata nanti Stefany akan beraksi disini? segala pikiran negatif berkecamuk menyerang akal sehatnya.
Musik pengiring pun menggema mengiringi langkah Rena yang begitu cantik dengan wedding dress menawan pilihannya dan Raine tentunya.
Tatapan Raine tertuju pada wanita cantik yang sebentar lagi menjadi istrinya, walaupun tertutup kain Veil, kecantikan paripurna Rena tetap terpancar, membuat Raine tak berkedip melihatnya. Betapa perjalanan cinta keduanya yang penuh liku-liku berakhir bahagia. Digantikan mahligai bahtera rumah tangga yang akan menyongsong kehidupan mereka berdua nantinya.
Rena yang terpesona dengan ketampanan paripurna dosen tampan itu yang sebentar lagi menjadi suaminya yang sah.
Bridesmaid geng gesrek yang mengiringi pernikahan keduanya begitu cantik dengan dress senada dan juga Groomsmen geng expert plus Benny, Andrew dan juga Felix dengan tampan juga memakai tuksedo senada.
Air mata tak terasa menetes dipipi keduanya kala penyatuan mereka berdua begitu banyak halangan dan rintangan yang menghadang tetapi malaikat penolong selalu siap menyelamatkan di saat-saat terakhir.
Daddy Rommy yang mengantarkan putri semata wayangnya berjalan diatas karpet merah siap menyerahkannya dengan ikhlas kepada menantu tampannya, menantu yang sangat bertanggung jawab, menantu yang selalu dapat diandalkan, menantunya yang selalu membuatnya berdecak kagum dan bangga setelah menyelamatkannya dari Kematian kala perusahaannya di serang musuh sampai hampir bangkrut.
Sampailah Rena di hadapan Raine, lalu Rommy pun memeluk Rena dan Raine erat tanda Rommy menitipkan anak semata wayangnya agar dijaga baik-baik oleh Raine agar Raine bisa membahagiakan Rena menemaninya saat suka dan duka sampai maut memisahkan.
Kemudian sesi pengucapan janji nikah di hadapan pendeta ini merupakan momen yang menegangkan bagi Rena dan Raine. Keduanya harus dengan lantang dan bersungguh-sungguh mengucapkan janji setia mereka sebagai sepasang suami-istri.
"I, Hugo Raine Richmound, take you, Renata Lovely Hadinata, to be my lawfully wedded wife , to have and to hold, from this day forward, for better, for worse, for richer, for poorer, in sickness and in health, until death do us part."(Saya, Hugo Raine Richmound membawamu Renata Lovely Hadinata dalam hukum dan agama sebagai istri, bahwa dari hari ini bersama-sama di masa baik dan buruk, untuk lebih kaya atau miskin, dalam sakit dan sehat, sampai maut memisahkan kita.)
Both Brides kedua pengantin mengucap sumpah:
"In your eyes, I have found my home.
__ADS_1
In your heart, I have found my love.
In your soul, I have found my mate.
With you, I am whole, full, alive.
You make me laugh. You let me cry."
"You are my breath, my every heartbeat. I am yours. You are mine. Of this we are certain. You are lodged in my heart. The small key is lost. You must stay there forever.
(Di matamu, aku menemukan rumah.
Dalam hatimu , aku menemukan cinta.
engkaulah pasangan sejatiku. aku kamu menjadi kita, aku hidup untuk membuatmu. tertawa. kamu membiarkan aku menangis.
kamu napasku, kamu detak jantungku
Aku milikmu, kau milikku selamanya. kuncinya sudah hilang, tinggal bersama selamanya)
"Hugo Raine Richmound maukah kau menerima Renata Lovely Hadinata dalam suka dan duka, kaya dan miskin, cantik dan jelek, sampai ajal menjemput?" ucap pendeta memulai janji pernikahan
"Ya saya bersedia," jawab Raine dengan lantang.
"Renata Lovely Hadinata maukah kau menerima Hugo Raine Richmound dalam suka dan duka, tampan dan jelek, kaya dan miskin sampai ajal menjemput?"
"Ya saya bersedia," jawab Rena dengan lugas.
"Now I pronounce you husband and wife (Sekarang kalian sah menjadi suami istri) silahkan bertukar cincin," ucapan pendeta yang sudah ditunggu-tunggu keduanya.
Kemudian prosesi dilanjutkan dengan saling menyematkan cincin pernikahan di jari manis tangan kanan masing-masing.
__ADS_1
"Now you may kiss the bride, sekarang silahkan saling berciuman," perintah pendeta yang sudah ditunggu-tunggu semua hadirin yang memadati gereja itu.
Raine mulai mencium mesra bibir mungil istrinya yang membuatnya ketagihan sejak pertama kali Rena nekat mendaratkan ciuman di bibirnya. Rasanya baru kemarin mereka bertemu dan bertatap muka, sekarang sudah menjadi suami istri yang sah baik hukum dan agama.
Kedua pasangan yang penuh kontroversi itu akhirnya menjadi satu kesatuan yang tidak akan pernah berpisah sampai ajal menjemput.
Sesi melempar buket bunga di mulai, para tamu yang mayoritas keluarga besar serta teman terdekat ini sudah bersiap di bawah altar untuk berebut buket bunga yang artinya pasangan dialah yang akan menjadi pasangan menikah selanjutnya.
"Honey Im so happy, pernikahan kita lancar, aku masih belum tau kabar uncle disana, semoga semuanya baik-baik saja," ucap Raine sambil menciumi bibir mungil Rena yang sekarang tidak perlu bersembunyi-sembunyi lagi jika akan melakukannya.
"Iya suamiku, my Dogan kini sudah menjadi suamiku, Im so happy, semoga uncle baik-baik saja, nanti kita tanyakan kabar terbaru, apa si Tante girang itu benar-benar ingin membunuhku? aku tidak habis pikir, aku jadi takut untuk pergi kemana-mana, hmmmpphhhff," ucap Rena lalu bibirnya di serang lagi oleh Raine sampai lipstiknya menempel indah di bibir Raine mengelilingi pipinya.
"Honey aku pengen, aku sudah tidak menjenguknya dua hari, bisa-bisa aku jadi gila kalo harus puasa lagi," keluh Raine karena peraturan dari kanjeng ratu yang sangat ketat membuatnya bersolo karir semalaman.
"Ahhhahaha masih saja mesum, iya nanti kan bisa honey, kamu boleh habiskan semuanya dengan terang-terangan sekarang."
"Honey aku ingin menyesap pucuk bukit kembarmu yang menggoda imanku dari tadi, siapa sih yang memilih gaun terbuka memperlihatkan kulit bukit kembarmu yang seputih susu yang seharusnya hanya untuk ku nikmati sendiri."
"Hey ini hasil voting pilihan mommy Nindya dan juga nenek, kalo berurusan dengan nenek pastinya tidak bisa diganggu gugat sayang," ucap Rena sambil memencet hidung Raine lama agar Raine mengurangi kemesumannya sampai acara upacara pernikahan itu selesai.
Raine dengan tingkah mesumnya mendaratkan ciuman mesra di sekujur wajah Rena yang masih ingin menemui teman-temannya tapi tidak diberi kesempatan oleh Raine karena saking tidak tahannya menahan hasrat yang sudah tidak terbendung lagi.
"Oh honey belahan bukit kembarmu membuatku menginginkannya sekarang, ssshhh aku gak tahan," keluh Raine yang sudah tidak kuat lagi menahan senjatanya yang menyesak mencari lembah lembab tempatnya bersemayam.
"Baiklah yuk kita pergi dari sini, kita masuk ke limo kita ya, Hmmm kasihan sekali sih suamiku ini," ucap Rena sambil menggandeng tangan Raine mereka sudah tidak memperdulikan lagi para tamu yang berebut memberi selamat, tujuannya sekarang adalah memuaskan suami tercintanya.
Sampailah mereka di Limosin yang terparkir tepat di depan gereja untuk meluncur langsung ke hotel. Di hari bahagianya ini Raine membooking Hotel berbintang 5 untuknya dan tamu undangan yang mayoritas dari luar negeri itu, untuk stay sementara waktu di hotel karena kondisi Mansion masih dalam keadaan bahaya.
Limosine yang sudah menunggu kedua mempelai tepat di depan gereja.
__ADS_1
...Happy Wedding Raine and Rena semoga langgeng sampai maut memisahkan ...
jangan lupa comen, like n Votenya yang banyak ya zeyeng mmmuuaaahh ❤️