
"Sebenarnya apa yang ada di pikiran kalian kok bisa begitu tenang hah? Ini pasti ulah suruhan Nando yang mengikuti kemanapun Andrew pergi. Jangan sentuh apa pun karena benda itu bisa meledak kapan pun setelah kita membuka pemicunya. Aaahhh shitt!! kita kelolosan lagi!"
...DEG...
"Bismillahirrahmanirrahim ben aku wae seng mbukak kotake, aku dewe seng urung rabi, urung onok seng ngenteni aku nang omah, ojok lali kabarono emakku nang kampung nek aku kebeldosan bom Iki yo Run."
(Biar aku saja yang buka kotak bomnya, tenang bos, toh aku belum menikah, tidak ada istri yang menungguku di rumah, hanya sampaikan salam ku untuk emakku di rumah bila bom ini meledak.)
Sentot yang sudah pasrah dan nekat membuka kotak makan berbahan fiber itu sembari berdoa dan berpesan kepada Harun agar menyampaikan pesannya kepada ibunya di kampung.
"Iyo tot, ati-ati yo, aku yo wedi, awakku wes kemringet Iki."
(Iya tot, hati-hati ya aku juga takut, badanku sudah berkeringat ini.)
Jawab Harun sekali lagi dengan bahasa kampung mereka.
Setelah kotak itu di buka oleh Sentot, benar memang kotak itu berisi bom waktu tetapi sudah tidak aktif karena setelah tutupnya di buka pun tidak ada tanda-tanda bom waktu itu berdetak.
"Alhamdulillah bos bomnya sepertinya tidak aktif, bos berhasil mematikan sistem kendali mereka, jadi bom yang di kendalikan oleh sistem mereka tidak akan bisa di aktifkan lagi."
Sentot Harun dan juga Andrew pun berpelukan sampai meneteskan air mata.
"Sebaiknya kita persiapkan kejutan yang akan kalian saksikan nanti. Bagaimana pemilik sindikat itu akan bertekuk-lutut dan bersimpuh di kakiku untuk memohon agar aku mau mengembalikan sistem mereka seperti sedia kala. Hahahaha tapi sayang sekali mafia di seluruh dunia sudah tidak akan percaya lagi padanya setelah sistem mereka membeku beberapa jam nanti."
Ucap Raine yakin.
✨
✨
✨
💣💣 Sindikat Penggelapan Senjata
"Selamat malam Bos sistem IT kita mati total, kita tidak bisa memantau sampai mana kapal yang mengangkut senjata senjata kita, bahkan semua file tentang investor, data data semua terserang virus."
Ucap seorang ahli IT kepada Burhan Ketua sindikat itu.
__ADS_1
"Apa kamu bilang, lalu bagaimana dengan kiriman bom yang kita kendalikan di negara-negara konflik itu bisa bisa nuklir itu di kembalikan lagi kepada kita, mereka tidak akan bisa menyalakan pemicunya sedangkan semua sistemnya kita yang control."
"Apa kamu masih bisa melacak siapa orang yang berani bermain-main denganku, Burhan pemasok senjata para mafia besar seluruh dunia seperti aku ini, brengsek!"
Ucap Burhan sedemikan paniknya.
"Kalo dilihat dari jenis virus yang tidak dapat saya atasi, pastinya dia hacker profesional bos, mungkin bos pernah punya musuh bebuyutan seperti mafia kelas kakap misalnya."
Ucap Irsyat menebak-nebak siapa sebenarnya pelaku penebar virus ini.
"Aku selalu menjaga hubungan baikku dengan mereka tapi dengan rusaknya sistem komputerisasi ku seperti ini, mafia seluruh dunia akan menyerangku arrggghh. Cari hacker itu sampai ketemu jangan biarkan dia lolos."
Perintah Burhan kepada anak buahnya.
"Bos kita sudah menemukan akun pelaku beserta alamat email yang dengan jelas tertera disini yaitu ernandoxx@gmail.com."
"Apa?! bagaimana bisa si bodoh keponakan sahabatku akan mencelakakan ku padahal aku sudah mati-matian membantunya brengsek, seret Ernando kesini!"
*
*
*
"Arrggghhh apa-apa an ini lepaskan aku!"
Dua orang petugas pengamanan Burhan menyeret paksa Nando dan di lemparkan begitu saja kehadapan Burhan.
"Ada apa paman, kenapa aku di bawa paksa begini?"
Tanya Nando kepada Burhan dengan wajah yang berubah muram, panik sambil mengerutkan keningnya.
"Heh cecunguk, sialan keparat kamu!"
...***BUGG...
...BUGG***...
__ADS_1
Burhan meninju kepala Ernando berkali-kali tanpa ampun.
"Rasakan bangsat! kembalikan kerugianku selama 1 jam sistem komputerisasi ku membeku gara-gara kebodohanmu, kamu tahu omset dari sindikat raksasaku ini 1 detik saja aku bisa menghasilkan 1 milyard apalagi 1 jam kamu hitung sendiri bodoh, sebentar lagi aku akan mengalami kebangkrutan!"
"Hueek.. uhuk..uhuk..Ahh.. apa maksud paman? aku tidak mengerti apa yang paman katakan?"
Nando bertanya dengan terbata-bata dan muntah darah sambil memegangi bibirnya yang sudah pecah tak berbentuk lagi.
"Katakan bagaimana cara kamu menebar virus perusak komputer ini ke sistemku hah?! katakan bocah bodoh!"
Burhan menarik kerah kemeja Nando lalu membantingnya ke lantai.
"Saya jelaskan saja bos, sepertinya kamu tidak tahu menahu mengenai sistem kita yang terserang virus komputer ciptaan seorang hacker profesional dan dia memakai alamat email kamu."
Jawab Irsyat ahli IT yang sudah dipekerjakan Burhan selama 10 tahun karena kepiawaiannya dibidang komputer dan IT.
"Alamat email..alamat email yang mana?"
Tanya Nando yang mulai sedikit demi mengerti apa yang di maksud oleh Irsyat sambil melihat alamat email yang di maksud oleh Irsyat tadi.
"Arrrgghhh itu email yang digunakan di perusahaanku yang lama paman, pasti Raine dalang dari semua ini. Dia merupakan bos besar perusahaan Biersdoff Corp musuh bebuyutan ku. Dia seorang Professor IT dan ahli audit. Aku yakin pastilah dia yang pemegang kendali perusahaan paman sekarang dan hanya dia yang bisa mematikan virus komputer itu. Maaf paman tapi misiku mengebom dan membunuh kerabat serta keluarganya pun dapat dengan mudah dia gagalkan. Aku akui dia bukan tandinganku paman, jangankan sistem kendali paman dirusaknya, bom waktu yang nyaris akan meluluh lantakkan hotel itu pun dapat dengan mudah dia matikan sistemnya."
Burhan yang masih berdiri membelakangi Nando membalikkan badannya seketika seraya mendengarkan dan tercengang mendengarkan keterangan Nando. Ternyata musuh Nando bukanlah orang sembarangan pikirnya.
"Lalu apa gunanya kamu aku pertahankan bodoh, aku sudah mendapatkan ijin dari pamanmu untuk membunuh sampah yang tak berguna sepertimu karena kamu juga menyimpan rahasia besar pamanmu jadi bersiap-siaplah mengubur rahasia itu sampai ke akhirat dasar bodoh! bunuh dia dan buang mayatnya ke laut jangan sampai meninggalkan jejak!"
Burhan memerintahkan anak buahnya membunuh Nando dengan keji dan membuang mayatnya ke laut.
" Aaaahh tidak jangan paman, paman tidaaaak, aku bisa membawa paman menemui Raine, paman tolong jangan lakukan ini, aku masih ingin hidup paman."
Burhan tidak mau mendengar lagi permohonan Nando yang tidak berguna dan tidak mempunyai kemampuan apapun untuk dia pertahankan. bahkan paman kandungnya sendiri pun sudah menyuruh Burhan untuk membuatnya binasa apabila Nando membuat kesalahan.
"Siapkan persenjataan kalian, cari dan tangkap Raine sekarang juga!"
...DEG...
To be Continued
__ADS_1
Vote sekebon dan bunga setamanya ya zeyenk yuk kasih jatah Vote mingguan kalian untuk Raine agar bisa melawan bos sindikat Senjata itu luppp u muuaah ❤️