
🏬Biersdoff Corp
"Andrew apa semua berkas yang harus di bawa di pernikahanku nanti sudah siap?" tanya Raine pada Andrew di ruangannya.
"Sudah boss. semua berkas sudah beres, oh iya boss, mengenai Valerie, dia mengancam akan bunuh diri kalo boss tidak memberi jabatan di Indonesia, dia bilang tidak mau jauh lagi dari boss," Andrew mwnunjukkan beberapa pesan Valerie yang masuk ke ponsel milik Andrew karena Raine sudah memblokir nomer ponselnya.
"What?! oh god apalagi ini?" Raine mengusap wajahnya kasar.
"Baiklah kamu yang mengatur waktunya kirim dia kemari dan beri dia Jabatan sebagai wakilnya Felix, saat hari pernikahanku di gelar di Jerman kirim Valerie ke Indonesia, si pengganggu itu harus berada di Indonesia saat pernikahan ku terjadi, ingat itu ndrew!"
✨
✨
✨
🏚️ MANSION HADINATA
"Mom apa berkas-berkas untuk pernikahanku sudah siap semua?" tanya Rena.
Pagi-pagi sekali karena ada rapat pemegang saham susulan Raine mengantarkan Rena ke kediaman orangtuanya, sekalian membereskan keperluan pernikahannya.
"Semua sudah di urus oleh Kevin sayang, so dont be too worry, mertuamu berpesan supaya kamu yang pintar-pintarlah jaga kesehatan, katanya kamu sering gak enak badan, syukur-syukur kalo hamil kan pasti bukan penyakit, nah kamu malah kena anemia, itu kan penyakitnya orang kurang nutrisi, kebanyakan diet sih," keluh Silvia
"Mommy, emang mommy siap jadi nenek?" tanya Rena sambil memeluk mommynya dan menyandarkan kepalanya di bahu Silvia.
"Honey, sebenernya mommy maunya kamu tuh sekolah dulu sampai dapat gelar, nanti biar pas punya baby kamu gak di ribetin masalah pelajaran lagi, kan kasian juga kamunya kalo harus belajar sambil merawat anak kamu nanti."
"Tapi itu semua terserah kamu sama Raine, kan kalian berdua yang menjalankan mommy selalu mendukung apapun keputusanmu,mau punya anak sekarang atau nanti, itu terserah kalian," nasehat Silvia pada gadis cantik itu.
"Yes mom nanti kita bicarakan soal anak setelah kita married," ucap Rena sambil masih berada di pelukan Silvia.
*
*
*
Outgoing Video Call
NINDYA
(Halo Silvie)
__ADS_1
"Halo besan, ini nih menantu kamu disini, halo tante," ucap Silvie memberi Nindya kejutan dengan menghadirkan calon menantu cantiknya.
("Wow its amazing menantu cantikku akhirnya muncul, pasti calon suami posesifmu yang tidak pernah melepasmu sampai-sampai tidak pernah pulang mengunjungi mommy kamu Hmmmm, eh kok masih panggil tante ayo mulai sekarang panggil mommy, jadi gimana konsep pernikahan yang kamu mau, Wedding organizer sudah nunggu info dari pasangan ini, tapi lama sekali tuh si Raine tidak memberi kabar.")
"Iya mom, konsepnya private out door party di taman belakang Mansion Richmound aja, mommy setuju nggak kira-kira?"
("Wow that will be too simple darling, if thats okay with you.")
"Its okay mom im fine, its just that i want a simple party, that has to be a really-really meaningful wedding with an unforgetable moment,"
(nggak apa-apa mom, aku ingin pesta pernikahan yang sederhana yang tidak terlupakan, punya arti yang dalam banget)
"Okay. okay sayang, jadi nanti kalo kalian sudah selesai promo film kalian bakal resmiin hubungan kalian di Indonesia begitu kan? dan buat resepsi mewah di indo, karena mommy ingin pernikahan itu kalian rayakan semeriah mungkin, ingat pernikahan itu hanya sekali seumur hidup sayang."
✨
✨
✨
🏚️Mansion Richmound
Nyonya Besar ada tamu," ucap George pada Nindya yang sedang sibuk mencatat keinginan menantu cantiknya.
"Nona Valerie Nyonya," jawab George lagi.
"Oh suruh masuk George," pinta Nindya pada kepala Maidnya itu.
Valerie yang sedikit curiga siapakah wanita yang berada di dalam panggilan video bersama Nindya tadi.
"Hai aunty, I Miss you so much," ucap Valerie dengan bermanja-manja lalu memeluk tubuh wanita paruh baya namun sangat cantik khas wanita Indonesia itu erat-erat.
"Hai I Miss you too, Its been along time Valerie kamu tidak pernah main kemari, kamu pasti terlalu lelah lembur karena Raine selalu menyiksamu dengan laporan tiap hari dan berkas yang terus menumpuk tak terkendali?" ucap Nindya dan memang tebakannya itu benar adanya.
"Aunty I need your help? aku butuh bantuan aunty.. maukah kau membantuku aunty?" tanya Valerie dengan masih bermanja-manja di bahu Nindya yang sedang duduk santai di sofa mewah ruang keluarga Mansion Richmound itu.
"Ada apa Hmmm?" tanya Nindya penasaran.
"Aunty bolehkah aku menanyakan solusi tentang kisah percintaan seorang teman kepada aunty," tanya Valerie mengandai andaikan ceritanya seolah-olah adalah kisah cinta teman dekatnya dengan harapan Nindya akan mendukungnya.
"Temanku punya sahabat sejak jaman kuliahnya dulu dia memendam rasa pada sahabatnya itu sejak pertama kali berkenalan. Namun sahabatnya sudah mempunyai kekasih.
Lama kelamaan kekasih sahabatnya itu menghianatinya sehingga sahabatnya tadi patah hati dan bertekad menutup hatinya untuk mahluk berwujud wanita. Lambat laun mereka dipisahkan oleh jarak karena sahabatnya itu harus mendirikan cabang perusahaannya di negara lain.
__ADS_1
"Betapa kagetnya temanku saat sudah di tempatkan di negara itu mendekati sahabatnya, ternyata tak disangkanya sahabatnya itu sudah mempunyai kekasih dan parahnya lagi sudah bertunangan. Patah hati yang dirasakan saat penolakan yang dilakukan sahabatnya itu terhadapnya karena nekat mengutarakan perasaannya walau terlambat."
Apa menurut aunty masih adakah kesempatan untuk temanku itu bersanding di sisi sahabatnya yang notabene sudah bertunangan dan kemungkinan besar akan segera melangsingkan pernikahan."
Nindya bisa menangkap arah pembicaraan Valerie yang menceritakan kisah cintanya yang bertepuk sebelah tangan kepada Raine.
"Apa aku boleh memberimu nasihat kalo aku lihat sepertinya ini kisah cintamu yang bertepuk sebelah tangan pada anakku Raine?"
"Hmmm maafkan aku aunty iya benar itu kisah cintaku yang telah lama terpendam jauh di dalam lubuk hatiku."
...DEG...
Detak jantung Nindya hampir di dengar oleh Valerie.
"What?! Are you kidding me, look Valerie kamu tau Raine kan? dia sosok seperti apa? dia itu pria dingin yang arogan, pria yang paling menjengkelkan yang pernah aunty temui, dia tidak pernah menganggap wanita cantik sepertimu ada di dunia ini, kamu yang ada di sampingnya selama ini, hanya dianggap sebagai teman, Raine itu sangat keras kepala dan tidak mudah jatuh cinta, so aku harap kamu segera lupakan Raine, life must go on Val."
Nindya memberi petuah dan terpaksa harus menjelek-jelekkan anaknya sendiri supaya tidak ada lagi pengganggu dalam hubungan Raine dan Rena.
"Sebentar Val tadi aku sedang Video Call dengan Calon Menantu kesayanganku."
...Ups aku sampai kelepasan bahwa aku sedang menelpon menantu kesayanganku, gimana perasaan Valerie, ah Bodo' amat salahnya Raine sendiri lah punya fans wanita banyak amat....
Kembali ke ponsel..
"Baiklah sayang, mommy sudah catat semua permintaanmu kalo ada tambahan cepat beritahu mommy, jadi mommy bisa sampaikan langsung ke Wedding Organizer nya okay?"
(Thanks mom, miss you sampaikan salam Rena untuk Daddy, Ivy and Mario, bye mom.")
"I Miss you too sweetheart, okay nanti aku sampaikan salammu untuk mereka, bye bye."
Call ended..
"Apa?! jadi Raine akan menikah di Jerman aunty? aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi aunty, tidak tidaaaaakkk."
DEG
To be continued..
Yuk sedekah Vote untuk Raine dan Rena mumpung masih hangat..dukung Rena menjadi Rangking 1
dengan cara:
__ADS_1
...Pagi tadi Raine dan Rena di posisi 10, yuk dukung terus novel ini zeyenk mmmmmuuaaaahhh ❤️...