DOSEN TAMPAN PEMIKAT HATIKU

DOSEN TAMPAN PEMIKAT HATIKU
Sebelas Duabelas


__ADS_3

"Ada apa sebenarnya Dimitri jangan membuat jantungku meledak disini." Ucap Nindya sedikit emosi dengan mengerutkan alisnya sampai menyambung menjadi satu.


"Sudahlah sayang ayo kita pergi dari sini, jangan ikut campur urusan anak muda," ajak Ian pergi dari ruang kerjanya karena Ian yang sedikit mengerti mengapa Dimitri bersikeras ingin berbicara empat mata dengan keponakannya yang ketampanannya sebelas duabelas dengannya itu.


"Dimitri aku tahu sepak terjangmu di dunia gelap, tapi tolong jangan libatkan Riane, ingat itu Dimitri kalo kamu masih menganggapku kakak iparmu!" Nindya tahu bagaimana sepak terjang seorang Dimitri Fierce Richmound di dunia kejahatan,


"Sayang sudahlah, ayukkk iihh kamu ini lama sekali, ayo kita bantu menantu cantik kita, jangan sampai dia kesulitan menghadapi permintaan wedding organizer sendirian!" Ian sampai membopong tubuh ramping Nindya seperti karung beras, karena kalo dibiarkan lama disana, Nindya akan mencakar dan mencabik-cabik tubuh Dimitri saat mendengar hal negatif di ruang kerjanya.


"Jangan kuatir kakak iparku yang cantik, percayakan Raine kepadaku, aku tidak akan menggigitnya, paling aku hanya menelan ujung jarinya saja hahahha," Dimitri pun gemas dan semakin menggodanya sambil berteriak melihat Nindya menendang-nendangkan kakinya ke perut Ian karena minta diturunkan.


Kejadian konyol itu tak luput dari perhatian para maid, dan para pekerja yang ikut menertawakan tingkah kedua majikannya yang masih seperti anak kecil.


"Ian turunkan aku kan malu, ya ampun ada papa,  Silvie, Rommy dan juga kanjeng ratu di ruang keluarga, Ian apa-apaan kamu!" Nindya masih memukul punggung dan perut ian dengan kaki dan tangannya karena Ian tidak juga ada inisiatif untuk menurunkan karung berasnya.


'Kalian ini tidak tau umur, tapi boleh juga sih, dad aku mau dong di gendong kayak gitu, dad daddy..daddy," Rommy yang sedari tadi masih sibuk menerima panggilan telpon dari Viktor  karena pekerjaannya yang menumpuk harus dia tinggalkan mengingat pernikahan anaknya sudah akan dilaksanakan besok.


"Haahhahaha iya Sil, biasalah Nindya kalo sudah banyak pikiran, judesnya kambuh, semua kena makian pedasnya panas juga telinga ini mendengarnya," ucap Ian dengan nafas yang naik turun dengan badan tegapnya yang tak lekang termakan waktu walau sudah berumur lebih dari 55 tahun.


"Sebaiknya kita ke ruang makan dulu untuk breakfast mari pah, kanjeng ratu, Sil, Rom yuk sebelum kesibukan acara pernikahan anak-anak kita, kita isi energi dulu agar bersemangat menghadapi hari ini." Nindya mengajak semuanya untuk berjalan ke ruang makan.


Wiratmaja yang sudah tidak kuat berjalan, menekan tombol di kursi rodanya untuk mengikuti langkah kaki Nindya tapi Nenek Ratu mencegahnya dan memilih mengambil alih untuk mendorong kursi roda kakek Wira sehingga terasa nostalgia semasa muda bersemi kembali.


"Nindya dan Silvie pun saling memberi isyarat dan tersenyum serta tertunduk malu melihat tingkah orang tuanya yang seakan kembali lagi ke masa muda mereka kala di mabuk cinta.

__ADS_1


*


*


*


 Setelah sarapan bersama mereka pun menuju ke kamar Rena untuk melihat Rena yang sedang mencoba gaun pengantinnya yang khusus di rancang oleh designer kenamaan di jerman yaitu Issever Bahri. Designer ternama yang biasa membuat gaun pernikahan para konglomerat dan juga artis terkenal ini khusus membuatkan wedding dress untuk Rena hanya dalam kurun waktu 4 hari saja, Gaun simple pilihan Rena ini bisa dibilang sederhana namun tetap dengan kemewahan tiada tara karena tetap dengan bertaburkan swarovski sehingga nampaklah kemewahan dan kesan elegant terpancar dari gaun itu.



"Ya tuhan kamu cantik sekali sayang, pantas Tuan Muda menjatuhkan pilihannya kepadamu, padahal dari sejak dia putus dia itu seperti memakai kaca mata kuda, tidak pernah sekalipun menjalin cinta lagi, raut wajahnya selalu dingin dan kaku pengen nampol pake bra aja aku kalo liat mukanya yang nyebelin, pengen aku cium aja ampe lemes," ucap pria setengah wanita si designer kenamaan yang sudah menjadi langganan Nindya yang acap kali membuatkan gaun pesta untuknya.


Kemudian rombongan orangtua mempelai wanita dan pria pun memasuki kamar mewah itu dan melihat penampakan Rena dengan terkesima, padahal rambut Rena masih terurai serta wajahnya yang belum tersentuh make up, karena setelah kegerebek tadi Rena hanya mandi secepat kilat saja tanpa sempat bersolek melihat waktu sudah hampir siang.


"Cucuku cantik sekali, nenek bahagia sekali, maafkan nenek yang sudah meragukan pilihan hatimu sayang, nenek sudah dibutakan oleh kekuasaan dan kehormatan yang rela nenek tukar dengan kebahagiaanmu. sekali lagi maafkan nenek," ucap Laksmi dengan sejuta penyesalan yang teramat sangat, akibat ambisinya itu yang hampir merenggut kebahagiaan cucu cantiknya.


"Iya nek, Rena sudah memaafkan nenek karena Raine selalu menguatkan Rena untuk berbesar hati karena pada dasarnya cinta dan kasih akan mengalahkan segalanya." ucap Rena sambil membalas pelukan neneknya.


"Sudah sudah bu kok jadi sedih-sedihan begini, oh iya Raine gak di suruh mencoba tuksedonya juga kah?" tanya Silvie pada Issever Bahri.


"Iya Nyonya besar sebaiknya Tuan Muda di paggil juga untuk mempersingkat waktu." Pinta Issev langsung di turuti oleh Nindya.


*

__ADS_1


*


*


"Raine banyak laporan yang kuterima dari beberapa  jaringanku, kalo ada seorang wanita bernama siapa ya, aku lupa, tapi aku ada video yang memperlihatkan wajahnya, mereka juga mengirimkan video yang tak senonoh kepadaku, dia menjual tubuhnya agar bawahanku mau membantunya untuk menggagalkan pernikahanmu, Sepertinya dendamnya begitu besar padamu. Mendengarnya membawa nama dan menyebut nama keluarga Richmound jadi jaringanku langsung bereaksi dan entahlah mereka mencoba membuang wanita itu tapi gagal."


"Uncle punya rencana, kemarilah," ucap Dimitri untuk mendekat padanya sambil memberikan email berupa sketsa matang penjagaan serta rencana rahasia yang hanya di ketahui Raine dan Dimitri tentunya.


"Oh god uncle itu pasti Stefany, aku sampai lupa kalo dia sudah di deportasi oleh imigrasi Indonesia  dan di kembalikan ke Jerman."


"Yah itu dia, Stefany, anak buahku sudah memeriksa latar belakangnya dan mengikuti gerak geriknya tapi gagal, ada indikasi dia bekerjasama dengan hacker amatir karena data tentang identitasnya tidak dikenal di situs kependudukan."


"Karena malu dengan reputasinya sebagai pemain video porno dadakan, mungkin dia meminta tolong pada teman teman kuliahnya dulu untuk membersihkan namanya," jawaban Raine itu sepertinya benar adanya.


"Aku sempat mendengarkan percakapan kalo Stefany ini adalah mantan kekasihmu yang mengkhianatimu dulu."


"Iya itu benar uncle. dia cinta pertamaku, walaupun waktu itu seperti hilang begitu saja karena aku terlalu fokus dengan belajar dan penelitaianku sehingga aku tidak terlalu memperhatikan gerak-geriknya."


"Yang membuatku khawatir, dia bergerak liar tanpa sindikat yang mendukungnya, itu membuatku lebih sulit untuk melacak keberadaannya, karena yang kudengar dari Jefferson, Stefany terang-terangan akan membunuh istrimu di altar nanti!"


DEG


Tobe continued..

__ADS_1


Ayo vote mingguan sudah di recharge, sedekahnya ditunggu ya zeyenk mmmuuaahh..


__ADS_2