
Akhirnya mau tidak mau Dimitri pun terketuk hatinya untuk menemani gadis cantik itu tidur. Kemudian Ara pun dengan tenang menyusup kedalam dekapan Dimitri mencari kehangatan. "Mom jangan pergi lagi," ucapan terakhir yang Dimitri dengar sebelum keduanya tertidur lelap dengan tangan Dimitri mendekap tubuh Ara erat karena Ara sudah tertidur nyaman di dada bidangnya.
*
*
*
"Oh God apa yang kulakukan hingga bangun dalam pelukan pria tampan ini," gumam Ara dalam hatinya sambil kebingungan melihat pakaiannya dan juga pakaian dalamnya yang masih aman menempel pada tempatnya tidak terkoyak sedikitpun. Kemudian Ara pun lega karena kata orang saat keperawananmu hilang maka bagian inti mu akan terasa ditusuk-tusuk dan perihnya luar biasa.
Ara mengabsen setiap jengkal penampakan indah tepat berada 5 cm di depannya itu. Perasaan Ara sudah melayang tinggi keangkasa saat pangeran pujaan hatinya tidur dengan mendekapnya erat. Ara pun bangun hendak membersihkan diri ke kamar mandi untuk mempersiapkan segala sesuatunya.
Namun tangan tegap dengan bertaburan bulu-bulu halus di sekujur permukaannya itu menarik tubuh rampingnya untuk kembali masuk kedalam dekapannya. "Sayang tidurlah lagi jangan tinggalkan aku, nanti saja kita mandi bersama," ucap Dimitri yang sepertinya menganggap Ara sebagai mendiang istrinya.
Ara pun menyadarkan otaknya dan mencoba melepaskan dekapan erat Dimitri.
"Imi ini Ara sadarlah kita harus segera bersiap-siap," ucap Ara yang ternyata masih tidak di dengar oleh pria tampan itu. "Imii iiihhhh iiihhh rasakan," Ara pun memencet hidung mancung pria tampan itu lama sampai Dimitri pun kaget dan terbangun karena tidak bisa bernafas.
"Ahhh..Ara bagaimana kamu bisa tidur di kamarku?" tanya Dimitri yang ditujukan untuk Ara. "Hey coba lihat siapa yang kekamar siapa tadi malam hmmm?" tanya Ara balik padanya. Dimitri yang setengah sadar melihat sekeliling kamar itu dengan membuka dan mengerjapkan mata tajamnya.
...BLUSH...
Dimitri pun malu setengah mati karena sudah datang ke kamar Ara dan berakhir tidur memeluk tubuh cantik Ara semalaman. Dimitri seketika melompat dari tempat tidur king size itu dan pergi dari kamar Ara dengan muka yang memerah seperti tomat busuk.
"Aahh Im sorry i have to go, aku harus mempersiapkan diri juga," ucap Dimitri sambil sedikit berlari karena menahan malu setelah sadar bahwa dia sudah tidur sekamar dengan Ara, gadis cantik yang sudah di tolaknya mentah-mentah kemarin siang dan akhirnya harus dia tarik kembali kata-katanya saat Bernard menyarankan untuk membawa Ara sebagai pasangan pura-puranya sungguh hal yang memalukan yang baru dia sadari sekarang saat rasa malunya sudah menumpuk ditambah kejadian tadi pagi.
"Arggghhh sial! apa yang sudah ku lakukan! ****!!" Dimitri mengumpat sambil menendang- nendangkan satu kakinya kearah angin saking malunya setelah mengalami kejadian kemarin dan tadi pagi itu.
✨
✨
✨
"Felix dalam rangka apa hingga kamu kembali dari Indonesia?" tanya Valerie saat tak sengaja bertemu Felix di Balenciaga Corp pusat Jerman.
"Ahh Raine kan mau menikah, tapi jangan keras-keras karena dia kan selebritis di Indo, jangan sampai kabar ini bocor ke media," jawab Felix dengan masih menoleh ke kanan dan ke kiri agar tidak ada yang mencuri dengar percakapannya dengan Valerie tadi.
"Kamu jahat Fel, kamu tega membiarkan sahabatmu ini semakin menderita. aku tidak akan membiarkan pernikahan itu terjadi, katakan kapan tepatnya tanggal pernikahan Raine di laksanakan?" tanya Valerie mendesak Felix.
"Dengar Val, kalian berdua sahabat baikku aku tidak mau menghianati kepercayaan yang diberikan Raine kepadaku, kalo kamu berniat jahat pada Raine, maaf sekali aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi."
__ADS_1
"Baiklah aku tidak akan berulah, tapi katakan tanggal berapa acaranya?"
"Besok, dia menikah besok di Mansionnya, puas kamu, sudah sekarang aku mau mengirim laporan dulu untuk Raine," pamit Felix meninggalkan Valerie yang masih menatap nyalang punggung Felix.
"Baiklah rencana dijalankan!" ucap Valerie mempersiapkan segala sesuatunya agar penampilannya bisa melebihi penampilan Rena dengan menyewa MUA (make up artist) termahal.
Flashback Off
✨
✨
✨
🏚️Mansion Richmound
08.30 Berlin, Germany
Musik pengiring pengantin sedang di kumandangkan tampak mempelai pria dengan gagahnya sudah berada diatas altar menunggu kedatangan sang mempelai wanita.
*
*
*
"Tolong cepat panggilkan anggota yang lain untuk membawa kita ke ruang pemeriksaan..ahh tikus 1 tikus 1, serigala lain beraksi kami dengan Erika (mempelai wanita B) terkapar dengan gas beracun," ucap Lolita salah satu anggota yang menyamar sebagai make up artist yang sedang melaporkan kondisinya melalui headset bluetooth yang tersambung dengan Anggota lain.
*****
"Hahahaha aku tidak akan membiarkan kamu mencuri Raine dari sisihku," ucap Valerie bergegas menuju ke altar dengan mengharap kehadiran Raine disana. Namun apalah daya Stefany sudah menunggunya di pintu keluar bagian belakang Mansion dengan pistol ditangannya.
"Mampuslah kamu ****** sialan! rasakan pembalasanku!" Stefany mengeluarkan pistol tangan yang sudah di beri peredam diujungnya sehingga tidak bersuara.
...Dooorrr...
Valerie pun langsung tergeletak dengan darah yang mengucur dari luka tembak tadi.
"Aaahhhh darah daraahhh," ucap Jesica salah satu anggota mafia yang turut bersandiwara di dalam drama pernikahan yang terjadi di Mansion milik Ian Richmound digelar.
"Tangkap penembak itu dan antek-anteknya dan jangan membuat keributan," perintah Bernard kepada sebagian besar maid dan waitress yang kesemuanya adalah para anggota sindikat yang bahu-membahu melancarkan aksinya.
__ADS_1
Namun yang membuat mereka heran siapa sebenarnya pengantin wanita yang terkena tembak tadi sedangkan Nona Ara sedang berakting diatas altar bersama boss besarnya.
"Buka penutup kepala pengantin wanita itu," perintah Bernard langsung dituruti oleh Jesica.
"Oh god wanita ini bukan Erika mempelai wanita palsu yang kita pasang di kamar pengantin, wanita ini pasti salah satu penggemar fanatik keponakan boss, cepat kirim dia ke ruang dokter 4 pelurunya sudah menembus dada perut dan juga lehernya!" perintah Bernard seketika di turuti 4 anggotanya yang bahu membahu menggendong mempelai wanita yang apes itu langsung menuju ke ruang pemeriksaan.
Begitu matangnya rencana yang disusun oleh Bernard sampai-sampai Mereka menyiapkan Mini klinik dadakan yang di lengkapi personil Rumah Sakit yaitu, 4 dokter dan juga 10 perawat lengkap dengan obat-obatan dan perlengkapan medisnya.
Sedangkan Dimitri dan Ara yang masih berakting sebagai pengantin palsu lancar melaksanakan prosesi pemberkatan pendeta tanpa tahu keruhnya situasi didalam Mansion. Sebenarnya pernikahan Dimitri dan Ara memang dibuat supaya tidak terganggu dengan serangan penggemar fanatik Raine agar rencana Bernard dan Darius untuk mendekatkan bossnya dengan gadis cantik itu sukses tanpa di curigai oleh Dimitri.
*
*
*
"You may kiss the bride, anda di persilahkan mencium mempelai wanita," ucap pendeta palsu itu mempersilahkan Dimitri agar segera mencium Ara.
...DEG...
...Apa-apaan ini mengapa anggotaku tidak ada yang memberi aba-aba kalo akting kami selesai sampai disini, kenapa aku harus mencium Ara sungguhan ini Oh God, kacau kacau, aku curiga mereka sengaja membuatku mencium Ara secara nyata, sial...
*****
...Ya tuhan apa ini yang disebut jodoh semoga pernikahan palsu ini membawa kami ke penikahan yang sesungguhnya kelak...
Dimitri dengan penuh kelembutan mencium bibir Ara. Keduanya memejamkan mata. Tak terasa Dimitri pun hanyut dalam ciuman itu walaupun dia masih mengingkari perasaan sukanya pada Ara namun perlakuannya itu mengartikan segalanya.
Ara membalas ciuman Dimitri dengan mengikuti gerakan bibir Dimitri yang memandunya untuk bisa memberikan akses Dimitri memperdalam ciumannya, mereka saling menyesap dan *******, tak terasa Ara mendalami perannya hingga meneteskan air mata, walau bertepuk sebelah tangan setidaknya Ara menikmati apa yang di terimanya saat ini.
Stefany, Patty dan kesepuluh temannya pun tertangkap dengan cepat dan di bawa di ruang bawah tanah untuk menyaksikan jalannya siaran langsung prosesi penikahan Raine dan Rena yang sesungguhnya yang diadakan di Gereja Katedral di Berlin Germany, semua maid teman dan keluarga besar berkumpul disana untuk mengadakan pesta yang sebenarnya.
Betapa Rencana yang dibuat dadakan oleh Raine dan Dimitri itu berbuah sukses, acara pernikahan Raine dan Rena berhasil dengan khidmat dari pemberkatan hingga prosesi berciuman sampai melempar buket bunga tersampaikan dengan indahnya.
"Selalu saja gagal, aku tidak akan pernah menang melawannya, hingga membawa nama besar Dimitri Fierce Richmound, niat hati mau menggagalkan pernikahan yang jelas-jelas dari awal tidak diadakan disini di kediaman Ian Richmound, hiks hiks, brengsek, hiks, bodohnya aku percaya dengan teman seperti kamu!"
"Dasar ****** tak tau terimakasih aku sudah berkorban banyak untukmu hingga mencuci otak ke 10 tetangga flatku semua sia-sia karena kebodohanmu, menyesal aku menolongmu, semoga kamu membusuk di penjara, bahkan bumi tidak mau menerima mayatmu kelak!"
To be continued..
Jangan lupa komen di tiap babnya dan hadiah kembang setamannya mmmmmuuaaaahhh ❤️
__ADS_1