DOSEN TAMPAN PEMIKAT HATIKU

DOSEN TAMPAN PEMIKAT HATIKU
Happy Birthday


__ADS_3

Rena dengan kemurkaan yang sudah berada di ubun-ubun membuka pintu villa dengan keras.


...BRAKK...


Tiba-tiba ruangan villa itu menjadi gelap sekali tak nampak kehidupan disana. Rena berjalan pelan memasuki ruang tamu villa tersebut dan berusaha mencari saklar untuk menyalakan lampu. Setelah Rena menemukan saklar lampu Rena pun menekan tombol itu dan


.......Happy Birthday Happy Birthday......


Ruang tamu villa mewah itu sudah dihias sedemikian rupa untuk memberi kejutan terindah untuk dirinya yang seharian ini di buat kesal oleh tingkah laku Raine kekasih tampannya dan juga ketiga sahabatnya.


"Honey Im sorry ini idenya teman-temanmu sayang hahahahahha kamu menangis," ucap Raine dengan memeluk erat kekasih cantiknya itu yang tiba-tiba mengeluarkan air mata buah kekesalannya. "Kamu jahat aku benci kalian semua, tapi aku bahagia, aku sampai lupa kalo hari ini ulang tahunku 8 Agustus, Oh God," Rena berbicara dengan terisak-isak menahan kekesalan dan kebahagiaan bercampur menjadi satu.


Raine pun melepaskan pelukannya di susul 3 anggota geng gesreknya menyusul memeluknya erat Rena sambil tertawa terbahak-bahak. Begitupun pula ke lima pengawal yang juga ikut andil dalam Rencana itu ikut menyalami Rena dan meminta maaf. Berbagai makanan dan kue ulang tahun pun sudah tertata indah disana. Seandainya saat Rena keluar villa tadi melewati ruang tamu mungkin rencana mereka akan gagal karena semua serba dadakan.


Namun rencana membuat Rena marah malam itu berhasil dan berjalan mulus. Mobil ke tiga pasangan itu pun berjejer di parkiran belakang villa itu seolah-olah si empunya mobil memang sedang pergi. Hal itu tidak luput peran serta ke lima bodyguard yang bekerja tak kenal lelah.


"Tunggu dulu aku mau nanya dulu Raine siapa wanita di foto ini, apakah ini termasuk rencana kalian atau ini memang kejadian nyata?" tanya Rena dengan rasa penasarannya. "Katakanlah ndrew," jawab Raine sambil menunjuk Andrew yang turut andil dalam rencana itu. Andrew yang seketika itu berdiri dan berjalan membelakangi Rena untuk mengenakan wig berambut panjang seperti di foto itu.


"Oh sial, bagaimana bisa aku tertipu dan di butakan oleh cemburu, jadi Andrew yang menyamar menjadi model wanita tadi, ah malunya aku," ucap Rena sambil memegangi kedua pipinya yang sudah merona melihat penampakan Andrew dari samping yang persis seperti wanita cantik di foto itu, karena foto Raine dan Andrew yang di ambil dari samping seolah-olah hendak berciuman.

__ADS_1


"Ahahahaha," Mereka ber 13 orang itu tertawa terbahak-bahak tanpa henti. "Yuk nab di potong dulu dong kuenya mau gue record nih pake kamera gue," perintah Melly pada Rena. "Iya iya nih potongan pertama buat suami gue dong, makasih ya honey, i love you to the moon and back," ucap Rena sambil memberikan potongan kue itu kepada kekasih tampannya tak lupa Raine memberikan ciuman mesra kepada Rena tanpa memperdulikan tatapan mupeng teman-temannya.


"Yaelah Raine nyosor mulu ah," ucap Abdul yang dari tadi ingin segera memakan hidangan yang tersaji disana tetapi harus tertunda karena adegan itu. "Apa sih ta' elo syirik amat sosor sendiri tuh bini lo," jawab Raine sambil menjeda kegiatan mesumnya sejenak. Kemudian potongan kedua dia berikan kepada ketiga sahabat nya dengan potongan large tentunya.


"Ini untuk ketiga sahabat bawel gue tercinta nihh jangan berebut ya makannya harus bertiga," ucap Rena sambil memeluk bersamaan ketiga sahabatnya seperti Teletubbies. Sementara itu Benny Andrew Abdul dan Raine berpindah ke balkon untuk meminum Wine yang sudah disiapkan disana. "Bos sudah di beritahu Andrew kan untuk jadwal shooting filmnya dua mingguan lagi?"


ucap Benny sambil pelan-pelan meminum winenya.


"Yah, apa kamu juga sudah memberitahu Rena untuk jadwal keberangkatannya?" tanya Raine balik. "Belum boss rencana saya beritahu besok setelah Rena sudah tenang," ucap Benny sambil melirik ke arah Andrew yang sudah mengerjai Rena habis-habisan dengan ulah konyolnya. "Apa Lo liat-liat," ucap Andrew kepada Benny spontan.


"Yah elo tuh kira-kira dong gue lihatnya kasian udah di tinggal sembunyi eh liat si boss mesra-mesraan juga ama lo," ucap Benny sambil menoyor kening Andrew. Sementara itu Abdul yang ikut tersenyum melihat kekonyolan dua orang kepercayaan Raine yang sedang beradu mulut itu pun memulai komunikasi dengan Raine. "Gimana udah beres semua kan?" pertanyaan Abdul itu ditujukan kepada peneror bom yang akhirnya bisa di buat bertekuk lutut oleh Raine.


"Lo yang jijik gue apalagi, pengen muntah tau gak," ucap Abdul sambil tertawa karena tidak bisa membayangkan seorang Raine sampai acting begitu demi membuat Rena cemburu. Namun rencana mereka memang sukses dan berhasil membuat Rena naik darah. Setelah itu jam sudah menunjukkan jam 02.00 dini hari menandakan bahwa ke empat pasangan itu menuju ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat sejenak sebelum paginya mereka semua harus beraktivitas kembali.


*


*


*

__ADS_1


Pagi harinya keempat pasangan itu bersiap untuk kembali ke kota asal karena keadaan sudah kondusif. Namun mereka tidak serta-merta kembali dengan mobil mereka masing-masing tetapi mereka kembali dengan 2 unit helikopter milik Raine yang sudah terparkir cantik di halaman belakang Villa Abdul yang luasnya hampir sekitar 1 hektar itu. Sedangkan ke lima mobil mereka di kendarai oleh ke lima bodyguard kepercayaan Raine.


Perjalanan udara itu menempuh waktu 1jam lamanya. Kemudian kedua helikopter itu turun di kantor sang pemilik yaitu Biersdoff Corp. Raine, Rena, Andrew dan Ceryl melanjutkan aktivitas mereka di Biersdoff Corp. sedangkan kedua pasangan lain yaitu Benny, Vio, Melly dan juga Abdul berpisah dengan sendirinya.


Namun sebelum itu Raine tidak lupa mengucapkan terimakasih sekali lagi atas dukungan Abdul yang sangat berarti untuknya dan keluarganya. Selanjutnya Raine dan Andrew memisahkan diri untuk menuju ke ruang meeting untuk melakukan online meeting dengan departemen design dan promosi Belencio grup yang hendak melakukan seleksi pemilihan model untuk brand Ambasador Balencio Grup.





"Udah siap belum mbak sama pertanyaan yang diajukan oleh Pak CEO nanti?" tanya Abel asisten model catwalk Zahra Fajira. Udah siap dong, pokoknya aku harus lolos seleksi kali ini," jawab Zahra yakin. "Tapi saingan mbak lumayan berat tuh ada Larasati, Meyridina, Josephine sama satu lagi Gladis Ayunda. "Itu mah kecil bel liat aja gue yakin pasti mata Mr. Hugo tidak akan berkedip terpesona melihat kecantikan dan body gue," ucapnya yakin.


Eng..ing..eng muncul lagi calon-calon pembuat onar


To be continued..


Vote Vote Vote like and coment di tiap babnya ya Zeyenk mmmuuaaahh ❤️

__ADS_1


__ADS_2