DOSEN TAMPAN PEMIKAT HATIKU

DOSEN TAMPAN PEMIKAT HATIKU
Benih-Benih Pelakor Bermunculan.


__ADS_3

"Sshhh honey, siapa?" tanya Rena pada Raine saat Raine mengangkat kepalanya setelah bermain lama di lembah basah Rena, sehingga kegiatan enak-enak mereka harus terjeda.


"Ada tamu tak diundang honey," jawab Raine dengan matanya yang masih sayu dan suara serak berkabut gairah.


"Ahhh wanita? another *****? your new model? aku harus berbuat sesuatu sebelum menjadi besar," tanya Rena dengan muka merah padam karena cemburu.


"Honey apa sih? kok marah? kan Andrew sudah mengusirnya," jawab Raine dengan memonyongkan bibir merahnya hendak menciumi Rena lagi.


"Nonono aku mau ganti baju dulu, honey apa kamu masih menyimpan wigku waktu itu?" tanya Rena yang akan melancarkan aksinya.


"Hei, apa kamu akan membiarkan anaconda ini berubah menjadi cacing kembali? tanpa membelainya terlebih dahulu hmmm?" tanya Raine sambil memeluk Rena dari belakang, yang sudah berganti baju formal dengan memakai kaca mata dan wig blondenya lalu membuka satu kancingnya agar dadanya terlihat.


"Hmmm tidak ada jatah untukmu hari ini," ucap Rena dengan nada bengisnya. Rena bergaya seperti hot sekertaris dengan berpakaian sexy lalu membuka 2 kancing dadanya.


"Honey kamu mau apa berdandan seperti ini, kamu mau menggodaku hmmm?" tanya Raine lagi sambil memberi tanda cinta di dada Rena yang kancingnya terbuka tadi.


"Oh God kamu nakal sekali sihh, kan jadi keliatan ada gigitan nyamuk nakal di sini, iihh," ucap Rena kesal dengan menghentak-hentakkan satu kakinya.


"Nah gitu di tutup dong, nanti kamu dikerumunin laki-laki kalo dadanya di buka begitu sayang," ucap Raine yang masih ingin melanjutkan kegiatan itu.


"Nah perfect oke Raine yang nakal aku pergi dulu," pamit Rena bergegas dari ruang CEO untuk turun menuju lobby tempat benih-benih pelakor bermunculan.


"Hei aku nakal cuma sama kamu ingat itu, arghhhh oh God aku semakin gila di buatnya," Teriak Raine mengiringi langkah Rena saat meninggalkannya tadi.


*


*


*


Rena yang keluar dari lift dengan penyamarannya sebagai sekertaris jadi-jadian Raine, terlebih dahulu memberi isyarat kepada keempat resepsionis dan security yang berjaga disana dengan menempelkan jari telunjuk kebibirnya dan mengedipkan sebelah matanya. Mereka pun merespon sinyal Rena tersebut dengan menganggukkan kepala serta mengangkat jempol mereka tanda menjaga rahasia. Keenamnya pun mengerti karena tamu kehormatan yang datang untuk mencari bos mereka itu tidak kunjung pergi walau sudah di usir secara halus oleh Andrew.


Ruang Tamu.

__ADS_1


"Selamat siang, saya sekertaris pribadi Mr Hugo ada yang bisa saya bantu?" tanya Rena dengan penampilan kantoran yang sangat memikat dan menggoda karena dadanya yang dibuat membusung dengan rok ketat diatas lutut membuat bodynya tercetak indah disana.


"Hahahaha hei memangnya kamu siapa cuma sekertaris saja tak perlu repot untuk menemuiku, kenapa semua bawahan Mr Hugo ingin tahu keperluanku apa? kenapa semua pada kepo hah? memangnya kenapa kalo aku mau merayunya, ada masalah?" pertanyaan Zahra itu semakin membuat Rena kesal.


...Sialan sekertaris saja secantik ini walau tertutup kaca mata tebal tidak bisa menutupi aura kecantikan yang terpancar disana, kalo memang sekertarisnya secantik ini, apa gunanya Renata Lovely kekasih yang kalah posisi dengan sekertarisnya yang bisa menemaninya lebih lama di kantornya. Seharusnya aku masih ada kesempatan dong, jadi simpanannya pun aku rela....


"Kalo nona ingin mendekati Mr Hugo itu ada syaratnya, karena nona Renata mempunyai tempat terindah di hatinya, tidak akan ada yang bisa menggantikan posisinya," ucap Rena yang menyamar sebagai sekertaris pribadi Raine.


"Renata? Renata lovely maksud kamu? gadis yang sok kecentilan dan suka mempermainkan hati Mr Hugo sekarang menjadi kekasihnya tapi besoknya bertunangan dengan orang lain? katakanlah apa syaratnya? jangan bertele-tele to the point aja," gertak Zahra kemudian.


"Syaratnya, memohonlah pada nona Renata kalo perlu bersimpuh di kakinya, karena walau dunia kiamat pun nona tidak akan pernah melepaskan Mr Hugo dari sisihnya," ucap sekertaris jadi-jadian itu.


"What?! Are you kidding me? dasar sekertaris gila! Apa maksudmu memberitahuku ini semua hah?" bentak Zahra dengan kemarahan yang semakin memuncak.


"Oh iya maaf dari tadi saya belum memberi anda minum sepetinya nona belum makan dan minum setelah menunggu lama ckck..kasihan sekali," ucap Rena sambil menuangkan air putih didalam gelas dan menyuguhkan ke depan Zahra.


Namun minuman itu malah di siramnya ke kepala Zahra sambil berpura-pura minta maaf.


"Aduh maaf nona ini spontan saja, sepertinya nona harus segera pergi baju nona nampak kusut dan basah apalagi rambut nona yang sudah rapi kelihatan lepek dan berminyak," ucap Rena menghinanya dengan menyerang titik percaya dirinya.


"Hahahahaha calon pelakor akhirnya pergi, oh God, semoga mimpimu tetap menjadi mimpi dasar ***** ****** sialan!" Umpatan Rena itu di dengar oleh Raine yang mencari keberadaannya dari tadi karena khawatir akan terjadi sesuatu dengan pacarnya itu.


"Honey, kenapa disini? tapi kamu hebat sayang akhirnya model itu pergi juga, calon istriku ini memang the best," ucap Raine sambil mencium kening, pipi dan leher Rena.


*


*


*


Asisten Zahra yang menunggu Zahra lama di lobby pun menyaksikan kemesraan Raine dengan sekertaris jadi-jadiannya dan melaporkan hal itu pada Zahra.


"Mbak Zahra setelah mbak keluar dengan marah tadi aku melihat Mr Hugo masuk ke dalam Ruang yang tadi mbak tempati terus mereka berdua bergandengan tangan lalu masuk ke lift lagi. Sepertinya karyawan disana juga mengetahui kalo mereka ada sesuatu mbak, soalnya mereka terlihat biasa saja," ucap Abel memberikan kesaksiannya.

__ADS_1


"Oh ya? dasar brengsek keparat, sekertaris sialan! Bodohnya aku percaya saja dengan ucapannya, ternyata dia juga ada main dengan bossnya, sambil membawa-bawa nama Renata, sudah begitu dia juga menyuruhku untuk bersimpuh di kaki Renata, padahal dia sendiri penipunya, brengsek dasar ******!," umpat Zahra merasa ditipu sambil meremas rambutnya yang sudah lecek tak berbentuk.


"Udah mbak sabar sebaiknya kita kembali ke appartment mbak, penampilan mbak sudah tidak karuan bentuknya jangan sampai kita bertemu dengan paparazi dan mengabadikan penampakan mbak yang seperti ini," ucap Abel sambil berpamitan dengannya karena jadwal Zahra yang sudah selesai setelah ini.


🚗


🚗


🚗


🌃 Appartment XX


Setelah mandi dan berganti baju santai Zahra pun menghampiri sugar daddynya yang sedang duduk di ruang kerjanya sambil meminum secangkir kopi hitam.


"Daddy I Miss you, hmmmmppffh," ucap Zahra sambil mencium mesra bibir om-omnya yang sudah mengeluarkan kocek yang begitu besar untuk memelihara Zahra selama ini.


"Hmmmpphhhff ya sayang Daddy juga kangen ini," ucap Tanto CEO Tanto Company.. sambil meremas apem depan belakang Zahra .


Incoming Call


ABEL


("Halo mbak selamat mbak lolos jadi brand ambassador Balencio Grup," ucap Abel antusias)


"Benarkah bel? yess!!" Ucap Zahra dengan sejuta kehebohannya


("Besok mbak harus teken kontrak dengan mereka.")


"Baiklah sampe jumpa besok bel."


Call Ended..


...Lihatlah dad aku sudah berhasil menjadi brand ambassador Balencio itu berarti usahaku tinggal selangkah lagi, setelah mendapatkan Hugo kamu akan ku tendang aku sudah lelah menjadi simpananmu....

__ADS_1


To be continued..


Jangan lupa Vote, dan kasih hadiah untuk ippiiieee biar semangat ya Zeyenk mmmuuaaahh ❤️


__ADS_2