
"Oh George mengapa pernikahan Raine ini banyak sekali halangan yang menghadang, pecat saja maid itu sekarang, aku tidak mau di pusingkan dengan maid yang bertingkah mencurigakan!" perintah Nindya yang tidak bisa diganggu gugat.
"Siap laksanakan nyonya!" jawab George dengan lantang.
*
*
*
"Patty kamu ku pecat, ini gajimu selama 2 minggu bekerja, silahkan segera angkat kaki dari mansion," perintah George kepada Patty yang sedang membersihkan tanaman-tanaman liar di taman belakang Mansion Richmound yang rencananya di gunakan sebagai pesta pernikahan sederhana Raine dan Rena.
"Apa?! kamu bercanda kan George? tanya Patty.
"Tidak ada alasan! keputusanku sudah bulat," jawab George.
...Aduh bagaimana ini, apa yang akan aku katakan pada Stefani nanti, sepertinya George sudah tahu tentang rencanaku dan Stefani yang akan menghancurkan pernikahan Raine....
"Baiklah aku akan angkat kaki dari mansion ini George, begitu tega kamu George kamu tahu aku adalah seorang pengangguran selama ini aku selalu terlunta-lunta mencari makan dengan mencari pekerjaan sebagai part timer job selalu tidak mempunyai pekerjaan tetap, kalau memang kamu tidak mempunyai belas kasihan lagi kepadaku seharusnya kamu tidak usah menerimaku bekerja di sini George karena kamu sudah membuatku mengharapkan hal yang lebih, untuk hidup lebih baik lagi," ucap Patty dengan mengeluarkan air mata buayanya.
"Cepat pergi jangan mengulur waktumu di sini percuma akan buang-buang waktuku saja," George mengusir patty dengan kejamnya.
✨
✨
__ADS_1
✨
Three days later..
08.00 pagi waktu Berlin, Germany
Tadi malam sudah datang rombongan yang kedua yaitu rombongan pasangan calon pengantin dan juga sahabat Raine dan Rena yaitu : Meta dan suaminya, Benny beserta Vio, Abdul dan Melly, Ceryl dan Andrew tidak lupa juga Dito dan juga Teddy.
30 kamar mansion mewah itu pun penuh dengan para tamu yang terdiri dari sahabat Raine dan Rena keluarga besar dan juga tangan kanan Raine di setiap perusahaannya dan sebagian karyawan yang ikut membantu proses pernikahan dadakan itu.
Raine yang Baru kali ini tidur sendirian karena sudah di wanti-wanti oleh nenek Rena si Kanjeng Ratu agar kedua pasangan yang sedang dimabuk cinta begitu dalam itu tidak tidur bersama untuk sementara waktu. memang sudah rahasia umum kalau Rena dan Raine selama ini tinggal bersama di apartemen yang walaupun Raine membeli apartemen tepat di sebelah apartment Rena sangat tidak mungkin sekali kalau Raine dan Rena tidur terpisah. Namun bukan Raine namanya kalau tidak berhasil menyelinap masuk ke dalam kamar calon mempelai wanita.
Kanjeng Ratu yang sangat menjunjung tinggi adat Jawa yaitu harus memingit calon mempelai wanita agar tidak bertemu dengan calon mempelai pria terlebih dahulu supaya dihindarkan dari halangan dan rintangan yang akan membuat pernikahan itu gagal. Itu semua adalah mitos adat Jawa apabila jalan mempelai melanggar dengan tetap bertemu sebelum hari pernikahannya maka ditakutkan sesuatu yang fatal akan terjadi. Bagaimana tidak Raine yang dalam sedetik pun tidak bisa berpisah dari belahan jiwa nya itu sudah menyelinap masuk ke kamar Rena tadi malam.
Kebiasaan buruk Rena yang tidur selalu tidak memakai apapun itu pun menjadi sangat memudahkan bagi Raine untuk memasuki liang Rena yaitu lembah lembab tempat favorit anacondanya bersemayam. Pagi itu rena dan Raine yang sudah polos di atas tempat tidur king size ruang tamu yang khusus diubah menjadi tempat tidur mempelai wanita ini sangat nyaman sekali untuk melakukan hal yang enak-enak. Kamar itu sudah dihias demikian rupa sehingga menyerupai kamar hotel mewah yang dikhususkan untuk calon pengantin berbulan madu.
"Honey kamu nakal sekali sih bisa-bisanya sepagi ini kamu sudah menancapkan senjatamu ke intiku, Oh God, Apa masih kurang tadi malam kamu sudah membuatku lemas habis-habisan," Rena sedikit kesal sekaligus senang dan nikmat bercampur menjadi satu.
"Sudahlah honey kamu tidak perlu terlalu menguras tenagamu kamu hanya perlu diam dan membuka lebar-lebar kedua kaki jenjangmu ini ya oke sayang diam dan nikmatilah," kenakalan Rin semakin menjadi-jadi padahal di depan kamar itu sudah sibuk berlalu lalang paramit dan juga pengawal yang ikut berbondong-bondong menata meja di belakang Mansion mewah itu untuk keperluan pernikahan mereka.
Wedding organizer pun sudah siap dengan mengerahkan seluruh kru dan juga pekerja mereka untuk menyulap mansion mewah Richmound menjadi gedung pernikahan sesuai request dari sang menantu kesayangan.
Calon pengantin yang sibuk membuat cucu untuk para kakek buyut dan nenek buyut serta kakek nenek pun tidak memperdulikan kesibukan orang-orang sekitar mansion yang sudah bingung akan adanya pernikahan megah sang pangeran dan sang putri dari kedua keluarga konglomerat tersebut.
Nindya dan Ian yang menjadi tuan rumah tentu saja sangat sibuk mempersiapkan segala sesuatunya. Ivy dan juga Mario yang tidak boleh berkeliaran di Mansion memilih untuk bersantai di kamar masing-masing.
__ADS_1
"Nyonya besar waktunya mempelai berdua mencoba gaun pengantin mereka," ucap koordinator wedding organizer memberi informasi bahwa gaun pengantin rancangan designer terkenal di Jerman itu sudah sampai di ruang tamu yang sudah di sulap menjadi ruang make up artist kedua mempelai berganti baju dan lain sebagainya.
"George tolong kamu jemput Raine dan juga Rena agar segera ke sini," perintah Nindya pada George agar menjemput Raine di kamarnya yang terletak di lantai 4 Mansion mewah itu.
Foto Mansion mewah Keluarga Richmound
sumber :Hasil tangkapan layar paparazzi
"Sayang apa Raine dan Rena sudah datang kemarin?" tanya Ian yang memang begitu sibuk dengan pekerjaannya yang menumpuk sehingga membuatnya datang pulang ke mansion begitu larut.
"Hmmm ya mereka sudah di kamar masing-masing, mereka dan rombongan datang sekitar jam 8 malam, Ian apa kamu lelah beristirahatlah dulu karena besok kemungkinan besar kita yang akan sangat sibuk, simpanlah energimu untuk besok," saran Nindia kepada Ian agar menyimpan energinya untuk menyambut tamu undangan agar terlihat segar.
"Tunggu dulu si anak nakal itu apa bisa tidak sekamar dengan Rena?" tanya Ian penasaran karena selama ini sudah mengawasi tingkah laku anaknya yang begitu Bucin pada Rena yang tidak mau sedetikpun ditinggal meskipun hanya untuk singgah di mansion keluarga Rena barang sebentar.
"Hahahahahha dia sudah menahan kesal tadi malam saat kanjeng ratu bilang kalo Raine dan Rena agar tidak bertemu, karena tradisi Jawa yang percaya mitos bahwa calon mempelai wanita harus di pingit terlebih dahulu untuk menghindarkan dari malapetaka begitu."
1 jam kemudian..
Nindya dan Ian yang sedang mengobrol santai di ruang keluarga di kejutkan dengan
"Nyonya besar Tuan Muda tidak ada di kamarnya!"
...DEG ...
__ADS_1
To be continued..
Yuk yuk Vote yang banyak like komen di tiap BAB..jangan lupa ya zeyenk ❤️