
"Iya, aku ingin kita menikah setelah aku mendapatkan gelas sarjana honey..please.."
"Sebenarnya apa yang kamu takutkan sih hmmm gadis nakal aku tidak mau terus menerus berbuat dosa denganmu..hmm hmmm rasakan?!" tanya Raine sambil menggelitik pinggang ramping Rena untuk memberinya hukuman saking kesalnya.
Raine yang tidak bisa marah dengan
ulah gadis cantik ini, selalu saja mengalah dan bertahan untuk menjadi dewasa, sejatinya Raine juga adalah manusia biasa yang terkadang juga bisa merasakan lelah
dengan perlakuan Rena yang selalu mengulur tanggal peernikahan mereka.
"Ahahahaha, Raine stop, geli
ahahaha, stop, iya iya aku mengerti, beri aku waktu untuk berpikir," ucap
Rena sambil mendekap tubuh kekasih tampannya itu erat-erat.
"Hey honey, aku ingin kita
menikah dulu, kalo masalah kamu mau merahasiakannya itu aku setuju-setuju saja,
apalagi yang kamu khawatirin sih? nenek juga sudah setuju apalagi? karena opa
sudah sakit-sakitan dia takut tidak ada umur panjang kalo menunggumu sampai
lulus sayang."
Raine mencoba meyakinkan Rena karena
kondisi kesehatan opa yang semakin memburuk, hampir tiap hari bibi menyampaikan pesan menanyakan kapan Raine menikah. Akhirnya setelah berfikir sejenak dan prihatin dengan kondisi opa Wira yang semakin memburuk, Rena pun memutuskan untuk segera menikah dengan Raine secepatnya.
__ADS_1
"Baiklah sayang ayo menikah, tapi bagaimana kalo pernikahan kita, kita laksanakan secara private di Jerman? tentu saja kakek diajak agar sedikit refreshing juga."
"As you wish my love, apa sih yang nggak buat kamu," jawab Raine dengan perutnya yang sudah di penuhi kupu-kupu saking senangnya.
"Berarti rombongannya nambah ya, mom, dad, nenek, kalo beliau mau ikut, saudaraku yang lain, hmmm honey, sebaiknya kamu hubungi Tante Nindya dan om Ian, aku sekarang mau
menelpon mommy dulu," ucap Rena agak terburu-buru dan nervous karena persiapan yang kurang matang, apakah nanti orang tuanya tidak shock mendengar berita bahagia ini yang terkesan terburu-buru mengingat kesehatan opa yang menurun drastis akhir-akhir ini.
“Honey sebaiknya kru dan pekerja penggarap film kamu tetap seperti rencana awal, yaitu berangkat dengan pesawat komersil, sedangkan teman dekat dan saudara kita bisa berangkat bersamaan di
private jetku.”
“Yess Raine, aku sebaiknya
bersiap-siap,” ucap Rena sambil turun dari kasur king sizenya masih dengan bathrobe berwarna merah yang sangat menggoda iman karena bagian dadanya yang terbuka sehingga mempertontonkan setengah dadanya yang terpampang nyata, Raine
...GLEG...
Raine pun melihat kekasih cantiknya itu sedang berjalan menuju walk in closet sambil menekan keyboard ponselnya untuk segera menghubungi calon mertuanya agar mempersiapkan segala sesuatunya. Raine yang melihat pemandangan menggoda itu tidak bisa membiarkan begitu saja.
Outgoing Call
MOMMY
"Honey, tumben kamu menelpon mommy ada angin apa hmmm?" ucap Silvie sambil merias diri di kamarnya karena akan berangkat menuju ke acara arisan sosialitanya.
"Mom, aku ingin menikah di Jerman saat aku shooting nanti," Rena mengatakannya dengan nada santai seperti akan meminta di belikan martabak telor saja.
"Omo-omo tiba-tiba saja honey, mommy harus menyiapkan semuanya apalagi tempatnya di Jerman, bagaimana berkas pernikahan kalian dan segala macamnya." Silvie pun terkaget-kaget mendengar berita gembira sekaligus berita mengejutkan karena pelaksanaannya membutuhkan persiapan yang matang.
__ADS_1
"Moomm sudah tidak ada waktu lagi, kondisi opa Wira kian memburuk, beliau ingin menyaksikan pernikahan Raine sebagai permintaan terakhirnya," ucap Rena sambil menanggalkan bathrobenya dan memakai bra serta ****** ******** tepat di walk in closetnya.
Lalu sesuatu yang nikmat sedang menyentuh lembah lembabnya di bawah sana sebelum Rena memakai ****** ******** tadi, Rena yang sedang memegangi ponselnya karena sedang menelpon itu pun menunduk melihat siapa gerangan tersangka pelaku serangan nikmat itu, yang tak lain dan tak bukan adalah calon suami mesumnya.
Rena pun menahan lenguhannya karena khawatir mommynya akan mendengarkan suara lucknut yang sangat meresahkan itu. Rena yang terkejut sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya dan menggigit bibir bagian bawahnya sendiri saking nikmatnya serangan itu.
Lalu dia pun menempatkan dirinya di posisi yang nyaman diatas meja marmer mewah yang terletak di tengah ruangan itu, sambil membuka lebar-lebar kaki jenjangnya. Lalu ponselnya di jauhkan dari jangkauannya takut suara erangan nimatnya terdengar oleh mommynya. Rena menekan tombol loud speaker agar suara mommynya tetap terdengar tanpa Rena harus repot-repot memegangi ponsel itu.
"Raine sempat-sempatnya kamu,,sssshhh,,hmmm hmmmm Raine," ucap Rena gemas sambil tangannya menjambak kasar rambut ikal Raine bukan menariknya malahan makin membenamkan kepala Raine yang sudah bermain lama tepat di inti Rena, ditambah lagi tangan raine memutar pucuk pink chery yang sudah menegang membutuhkan belaian kasih sayang.
"Halo honey, apa kamu masih disitu, mommy sudah ngebatalin acara arisan mommy untuk mengurus berkas-berkasmu sayang, honey kamu lagi ngapain sih, mommy jadi ngomong ama ponsel," ucap Silvie yang sudah mulai rempong, karena anak semata wayangnya tiba-tiba membuatnya panik.
"Sssshh iya mom, tolong urusin berkasnya, ssshhh aku pergi dulu mom nanti aku hubungi mommy lagi," ucap Rena sambil nafasnya tersengal-sengal serta menahan rintihan nikmat takut suara lucknut itu lolos dan didengar oleh mommynya nanti.
Call ended..
"Raine sempat-sempatnya sssshhh, Raine," Rena merintih seperti kesakitan padahal sebaliknya kenikmatan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, dia merasakan kepala Raine di intinya sampai melakukan gerakan memutar karena berusaha memberinya kenikmatan yang semaksimal mungkin.
Lalu Raine pun berdiri dengan cepat dan menyudahi kegiatan yang memompa adrenalinnya itu.
"Honey aku harus ke kantor untuk mengurus segala sesuatu yang kita butuhkan selama di Jerman dan mengurus cuti panjangku," ucap Raine sambil mengusap sesuatu yang membasahi bibirnya hasil dari penyerangannya pada inti Rena tadi, dengan tangannya.
"Oh god, terus ini gimana, kamu membiarkan posisiku seperti ini? tanggung jawab Raine atau aku pingsan lagi, apa maksud semua ini Raine, apa maksudmu hah? aku seperti pelacur yang ditinggalkan begitu saja oleh penyewanya Oh god sungguh memalukan." Rena kesal karena Raine sudah keterlaluan. Raine yang telah berhasil membuatnya terlanjur basah, tiba-tiba berhenti seketika, tidak melanjutkan serangan nikmatnya, dan meninggalkan Rena begitu saja.
"Ahahhaha baiklah sayang aku hanya menggodamu, ayoo kita lanjutkan," ucap Raine sambil mendekati tubuh mungil kekasihnya yang masih polos lalu menurunkan tubuh kekasihnya dari meja marmer dan membalikkan tubuh mulus itu sampai membelakanginya. Lalu di hunuskanlah anaconda Raine ke dalam inti Rena agar kekasih cantiknya itu tidak menggerutu lagi.
To be continued..
Vote vote vote, like, coment tiap babnya dan jangan lupa sawer kembang setamannya ya zeyenk mmmuuuahhh❤️
__ADS_1