
2 jam kemudian..
"Lapor Boss, mohon maaf boss kami tidak menemukan ciri-ciri wanita seperti yang boss minta, sebenarnya ada yang sesuai ciri-ciri istri Tuan Raine tetapi kulitnya terlalu cokelat boss, bisa-bisa boss semakin marah kalo wanita itu kami bawa kehadapan boss. Saran saya nih boss, sepertinya nona Ara lah yang paling cocok untuk menjadi pasangan boss. "Sembarangan jaga mulut kamu, Ara itu customer disini, dia kan orang luar, bagaimana bisa aku melibatkannya dalam hal ini? ada-ada saja kamu argghhh," marah Dimitri sambil mengusap wajahnya kasar.
"Boss apa boss tidak merasa kalo Nona Ara itu kelihatan sangat menyukai Boss?" ucap Bernard, tangan kanan Dimitri yang juga menjabat sebagai kepala Mekanik di perusahaan otomotive nya.
"Iya boss, Nona Ara sering mengirimkan makan siang untuk Boss, kalo boss tidak ada di tempat ya kami yang menghabiskannya boss, bagaimana tidak kiriman makan siangnya banyak sekali sampai kami ber sepuluh kenyang menghabiskannya dan semua kebagian," ucap Darius bodyguard Dimitri.
"Oh god benarkah? kenapa selama ini tidak ada yang memberitahuku tentang hal ini?" tanya Dimitri sambil berkacak pinggang.
"Yah kami takut boss marah, tapi kalo harus menunggu boss kasihan juga makanan segitu banyak dan mewah bisa basi dan terbuang percuma, lebih baik juga kita yang menghabiskannya boss," ucap Darius lagi.
"Apa kalian tahu berapa no ponsel Ara?" tanya Dimitri lagi, yang sepertinya tergerak hatinya untuk meminta bantuan gadis cantik itu untuk berakting sebagai pengantin wanitanya.
"Hmm saya punya boss, Nona selalu menanyakan kabar boss dan meminta foto boss kepada saya, maaf kalo saya suka curi-curi foto boss tiap hari, karena nona Ara selalu meminta, saya tidak sampai hati menolak permintaan gadis secantik nona Ara boss, apa ini berarti boss akan membuka hati boss untuk nona Ara boss?" jawab Bernard jujur.
"Tidak ada yang bisa menggantikan posisi mendiang istriku Bernard, camkan itu!" jawab Dimitri setelah mendapatkan no ponsel Ara dan bergegas menelpon gadis cantik itu.
Outgoing Call
+4587974xxxx
(Halo)
"Halo Ara ya?"
(Siapa ini?)
"Sudah lupa ya, coba tebak aku siapa, aku beri clue, kita tadi sempat ngobrol di D'motive," ucap Dimitri memberi sedikit pentunjuk tentang siapa dirinya.
(Di..Dimitri kah?)
"Iya Ara, kamu dimana sekarang?" tanya Dimitri ramah.
Kondisi kejiwaan Saravina diujung sana sudah naik turun seperti menaiki rollercoaster lalu perutnya di kelilingi kupu-kupu saking bahagianya karena tiba-tiba sang pujaan hatinya menelponnya.
("Ah aku-aku sedang berada di Mansion orang tuaku, apa ada yang bisa aku bantu, apa kamu membutuhkanku?")
"Berikan alamat lengkapmu, aku akan menuju Mansion orang tuamu sekarang," ucap Dimitri
("Tidak-tidak tunggu, biar aku saja yang ke tempatmu, apa kamu masih di D'motive?")
"Yah aku masih di D'motive, kemarilah aku menunggumu."
__ADS_1
('Baiklah, aku kesana sekarang.. bye!")
"Bye," ucap Dimitri lalu mengakhiri panggilan telepon tersebut
Call ended..
Nampak Darius dan Bernard saling senggol-senggolan kala melihat wajah Dimitri yang tersenyum manis saat berbicara dengan Ara di telepon.
"Lihat itu si Boss, katanya nggak suka, lo liat tuh tampangnya, nggak pernah sekalipun gue ngeliat tampang boss semanis itu Ber," ucap Darius.
"Iya emang, nggak kerasa kali tuh orang kalo sudah suka ama gadis itu, boss boss di ambil orang baru tau rasa lo boss," ucap Bernard yang ditujukan pada Dimitri namun karena tidak berani akhirnya keduanya hanya berbisik-bisik saja sambil bersenggol-senggolan.
"Kalian boleh pergi, kalo Ara datang, antarkan langsung ke ruanganku." perintah Dimitri untuk keduanya agar segera berjaga di lantai 1 tempat display 10 mobil sport baru yang beraneka merk dengan harga fantastis.
1 jam berlalu..
Ara pun datang dengan menaiki taxy. Kehidupan Ara yang penuh kesedihan dan kekangan orang tuanya yang tidak akan pernah mengijinkannya bersanding dengan pria lain selain pilihan ayahnya ini, mencuri-curi kesempatan untuk keluar rumah dengan bantuan pengasuhnya. Ara bebas pergi keluar rumah hanya disaat waktu kuliahnya yaitu jam 08.00 sampai jam 3 sore selebihnya dia harus berada di rumah kecuali untuk menemui pria pilihan ayahnya.
Dengan mengendap-endap akhirnya Ara berhasil keluar dari Mansion orang tuanya dan bergegas menaiki taxy untuk bertemu Dimitri.
"Malam," ucap Ara memberi salam pada Darius yang berjaga di pintu lobby showroom mobil mewah itu.
"Malam nona Ara, mari saya antar ke ruangan boss," jawab Darius mempersilahkan Ara untuk berjalan di belakangnya.
"Boss ini nona Ara sudah datang, silahkan Nona," ucap Darius mempersilahkan.
"Malam Ara, duduklah," Dimitri mempersilahkan Ara duduk di sofa tepat didepan meja kerjanya.
"Iya Imi ada hal penting apa? tanya Ara to the point mengingat waktunya yang terbatas sebelum ayahnya mengetahui keberadaannya.
Imi adalah panggilan Ara untuk Dimitri yang khusus Ara minta saat Ara merasa nama Dimitri itu terlalu panjang baginya.
"Kamu benar Ara, aku membutuhkan bantuanmu untuk menjadi pasangan pura-puraku nanti di penikahan keponakanku," pinta Dimitri tanpa basa-basi lagi.
Jangankan jadi pasangan pura-pura, jadi pasangan sungguhan pun aku rela imi
"Hmm,,aku mau,,bukankah tadi siang aku sudah mengajukan diri? lalu apa yang harus kupersiapkan?" tanya Ara lagi.
"Apa kamu bisa bermalam di Mansionku malam ini?" tanya Dimitri menjurus.
DEG
Ya ampun jantungku serasa berhenti berdetak saking senangnya.
__ADS_1
*
"Ayo kita cek semua barang bawaan , senjata juga sudah siap kan? baiklah baguslah kalo begitu, ayo kita serang kita hancurkan semuanya!" ucap Stefany memberi aba-aba kepada pasukannya yang berjumlah 10 orang yang kesemuanya adalah teman dan tetangga Flat Patty yang sudah di brainstorming (cuci otak).
Mereka menyamar sebagai kru wedding organizer, catering dan juga kru dekorasi yang menyebar di Mansion Richmound. Pernikahan yang digadang-gadang akan sangat rahasia ini, masih saja penyelenggaraannya diketahui oleh publik.
Stefany yang sudah siap dengan dandanan ala waitress dengan kemeja putih rok hitam serta dasi kupu-kupu ini merubah total penampilannya dengan rambut pendek berwarna hitam, sukses membuat teman-temaannya tidak mengenalinya. Demi kelancaran misi balas dendamnya dia melakukan make over total pada dirinya.
Ketahuilah Raine kamu akan selalu ada di lubuk hatiku yang terdalam, cintaku padamu tidak akan lekang oleh waktu, kamu cinta pertama dan terakhirku Raine
Batin Stefany bergejolak.
Suasana taman belakang Mansion Richmound yang sudah di sulap sedemikian rupa untuk acara pernikahan kedua keluarga konglomerat berbeda kewarganegaraan ini.
Waktu menunjukkan pukul 08.00 para tamu undangan yang terdiri dari keluarga besar Richmound, keluarga besar Hadinata, Keluarga besar Wiraatmaja dan juga Keluarga besar Kerajaan Jawa serta teman dekat sahabat dan juga tangan kanan orang kepercayaan Raine di perusahaannya semua sudah hadir menempati kursi masing-masing.
Acara pemberkatan yang rencananya akan dilaksanakan pada pukul 09.00 pagi ini sukses membuat semuanya turut mendoakan kelancaran acara sakral tersebut.
Raine nampak sudah siap dengan ketampanan paripurnanya diatas altar pernikahan menunggu kedatangan mempelai wanita yang sudah 15 menit belum memasuki area pernikahan.
****
Stefany pun bergerilya berkeliling wilayah lantai 1 Mansion itu untuk mencari keberadaan Rena.
Aku harus membunuhnya sebelum dia mencapai Altar, tekatku sudah bulat.
"Nah kena kau ******, rasakan pembalasanku!" Stefany mengeluarkan pistol tangan yang sudah di beri peredam diujungnya sehingga tidak bersuara.
*BLEB BLEB **BLEB BLEB *
"Aaaaaahhh,, aaaahhhhh!"
"Tidaaaaakkkk daraaaahhh daraaahhh,"
DEG
To be continued..
__ADS_1