
"Brengsek! Dasar cewek ****** tak tahu diri, apa seperti ini yang kamu lakukan pada Raine setiap hari, tidur bersama saat jam kerja, dasar perempuan sialan kamu!" Maki Valerie dengan nada bicaranya naik sekian oktaf dengan mata melotot hampir keluar.
DEG
Jantung Raine berdetak kencang saat mendengar ada seorang wanita yang dengan lancang masuk ke ruangan CEO sedang memaki kekasih cantiknya.
Kemudian Raine tersadar bahwa waktu menunjukkan pukul 18.00 tentunya sekertarisnya sudah pulang dan tidak mau mengganggu kebersamaannya dengan tunangannya.
"Apa ini ribut-ribut, oh God apa yang kamu lakukan disini Valerie!" Raine yang tiba-tiba terbangun dan keluar dari private roomnya setelah mendengar suara wanita membentak dengan tidak sopan dan mencegah Valerie untuk masuk, karena nanti akan mengganggu tidur kekasih cantiknya.
"Raine aku hanya..hanya..tidak suka melihat gadis itu mendekapmu seperti itu," ucap Valerie dengan terbata-bata karena tidak menyangka Raine akan bereaksi seperti itu.
"Hey dia tunanganku, kita sudah tinggal bersama selama ini, apa ada yang salah? apa yang membuatmu begitu membenci tunanganku? aku sangat mencintai Rena sedetikpun aku tidak mau berpisah darinya."
"Tentu saja karena dia telah merebut posisiku, posisi yang sudah lama ku nantikan, aku menyesal kenapa dulu aku tidak mengutarakan perasaanku padamu, tapi itu semua, karena aku pikir kamu baru 6 bulan di Indonesia dan tiba-tiba sudah bertunangan, begitu drastis kabar yang kuterima dari Felix hingga membuatku tak percaya, dengan menggunakan kesempatan ini untuk mendekatimu dan mendapatkanmu kembali Raine," ungkap Valerie tentang perasaannya dengan jujur pada Raine.
"Aku tidak bisa menerima kenyataan ini Raine, secepat itu kamu bisa jatuh cinta dengan gadis labil yang umurnya jauh dibawah kamu, apa kamu tidak takut, apabila suatu saat nanti dia akan mengkhianatimu kalau dia bertemu dengan lelaki yang lebih baik darimu."
"Oh God I can't believe this," Raine mengusap wajahnya kasar dan tersenyum lebar.
"Look! dengarkan baik-baik segera kemasi barang-barangmu karena hal yang kamu bayangkan itu tidak akan terjadi, jangan berharap aku akan membalas perasaanmu itu. Sedari dulu kamu hanya ku anggap sebagai teman tidak lebih," Raine berdiri dan membenarkan letak tidur Rena yang tadi masih mendekap kepala Raine.
"Okay aku akan kembali ke Jerman kalo kamu yang mengantarku Raine," jawab Valerie menantang lalu mendekati Raine persis di depan pintu private roomnya.
"Besok Felix yang akan menggantikan posisimu, dengar Val bersikap baiklah kalo kamu tidak mau ku pecat!" Raine pun dengan tegas meneriakinya.
"Honey what's wrong," Rena akhirnya terbangun mendengar pertengkaran Raine dan Valerie.
"Rena Rena kamu pikir kamu bisa merebut Raine dariku dengar gadis kecil, aku tidak akan pergi dari sini, silahkan pecat aku Raine, ternyata hanya sebatas itu arti persahabatan kita selama ini, hanya gara-gara gadis ini kamu mengusirku dari perusahaan ini. Perusahaan yang sudah menelan masa mudaku, membuatku menunggumu bertahun-tahun membuatku memutuskan untuk menikah hanya denganmu Raine."
__ADS_1
Plak!
"Jaga bicaramu tante, kalo kamu memang memiliki rasa sayang dan cinta dengan tunanganku seharusnya kamu bisa menerima keputusannya dengan lapang dada. Membiarkan Raine bahagia dengan gadis yang dicintainya bukan malah memaksakan kehendakmu, itu bukan cinta tante itu obsesi semu. Jangan panggil aku gadis kecil, gadis ingusan. Hey aku sudah 20 tahun dan sepertinya pemikiranku lebih dewasa darimu." Rena geram sambil menampar telak wajah beringas Valerie.
"Let's go honey, tinggalkan mak lampir ini, mimpi apa sih aku semalam bisa bertatap muka dengan makhluk astral yang jauh di import dari Jerman ini."
"Baiklah let's go," Raine meninggalkan Valerie yang masih duduk termangu karena makian yang di ucapkan Rena memang benarlah adanya, kalo kamu mencintai seseorang sepantasnya kamu akan bahagia melihatnya bahagia walau tidak denganmu.
✨
✨
✨
🏙️MD Entertainment
"Halo mbak jam brapa di mulai shootingnya?" tanya Rena yang masuk ke ruang CEO
"Lo boss ikut? MD anak tiri nih, yang paling gak pernah di kunjungi, tapi karyawan disini pada gemuk-gemuk boss sekarang, gimana enggak gaji merek di naikan 2x lipat termasuk si Benny ini makin senyum-senyum gak jelas," Meta mengungkapkan rasa terimakasihnya karena dengan bergantinya pemilik lama dengan pemilik baru sekarang, kesejahteraan karyawan lebih diutamakan.
Tentu saja tidak hanya karyawan kantor, untuk kru yang bekerja di lapangan juga di jamin dengan asuransi kesehatan betapa mereka sangat bersyukur dan berterima kasih pada Raine.
"Itu semua hasil kerja keras kalian juga, maka dari itu kalian pantas mendapatkan yang terbaik,'' jawab Raine sambil tersenyum simpul.
"Gimana boss, rubah betinanya sudah di bereskan belum?" tanya Benny penasaran.
"Aduh gak keitung deh fansnya bertebaran di mana-mana gue sampe kuwalahan, apalagi yang barusan mentang-mentang jabatannya tinggi, makin besar kepala," Rena pun mengungkapkan kekesalannya pada Benny dan Meta.
"Hahahha sudah honey, aku pastikan besok dia sudah tidak ada di kantor dan kamu bisa bekerja dengan tenang," ucap Raine menenangkan.
__ADS_1
"Jadi tadi di Balencio Grup nambah lagi fans gilanya si boss?"
"Ya gitu deh mbak, another tante girang, udah gitu pake nyolot lagi ngomongnya, siapa yang gak kesel coba, dia mau nguji kesabaran gue, belum tau dia siapa gue sebenernya."
"Emangnya kamu siapa?" tanya Raine dengan melirik ke arah Rena sambil tersenyum smirk.
"Ya gue Renata Lovely satu-satunya wanita yang di cintai oleh Raine," ucap Rena sambil memencet hidung mancung Raine lama.
"Pede amat," potong Benny
"Kampret lu bang, seneng banget kalo ngeliat gue menderita," seloroh Rena kesal.
"Emang seperti apa sih bentuknya Ben, Tante girang itu?" tanya Meta penasaran.
"Yah sebelas dua belas ama mantannya si boss gitu deh, tatapannya tajem banget kaya pisau apalagi mulutnya kalo maki si Jenab makin tajem berpuluh kali lipat."
"Yang gue heran kenapa dia nekat maki gue di depan laki gue ya mbak, pengen gue tampar, gue tendang, gue bejek-bejek gue jadiin perkedel terus gue telen idup-idup tuh, dasar Tante girang lucknut gak berakhlak.
"Honey please, kita lihat saja besok, kalo dia masih saja berulah terpaksa aku sendiri yang memulangkannya ke Jerman."
"What apa kamu bilang?!"
DEG
To be continued..
Zeyeng jangan lupa sawer hadiahnya dukung Raine dan Rena agar jadi rangking 1 mmmmmuuaaaahhh
.
__ADS_1