
RS HARAPAN JAYA
"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Raine, panik dan cemas
"Operasinya berhasil dengan baik, tapi mohon maaf kami tidak bisa mempertahankan bayinya, karena posisi tusukan yang menggores rahimnya sehingga bayi tidak bisa menerima asupan makanan dari ibunya."
"Apa dok, jadi istri saya sedang mengandung? oh god, mom dad im sorry i cant protect your grandchild (maaf aku tidak bisa melindungi calon cucu mom dan dad),, im sorry, im a bad daddy (Maaf memang aku daddy yang buruk)," Raine masih terpukul dengan kejadian tertusuknya istri tercintanya kini harus menerima kabar buruk lainnya yaitu calon anak mereka didalam kandungan Rena yang harus meregang nyawa.
"Raine tenanglah, mommy dan daddy selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua, untuk soal calon cucu buat mommy dan daddy kamu pasti bisa mendapatkannya lagi suatu hari nanti, yang penting sekarang kesehatan dan keamanan Renalah yang utama, dan sebaiknya setelah boleh pulang nanti kalian tinggallah dulu di Mansion supaya mommy bisa membantu mengawasinya dan soal rumah yang rencana kamu beli itu, sebaiknya ditunda dulu Raine demi keamanan dan juga kesehatan Rena, mommy tau sebagai suami yang baik kamu ingin memberikan segalanya untuk Rena, tetapi sekarang yang lebih utama adalah keamanan kalian berdua terutama Rena," saran Silvie kepada menantu tampannya itu.
Setelah dokter menjelaskan keadaan Rena secara detail, Rena dipindahkan ke ICU untuk pemulihan dari efek operasi terlebih dahulu, nanti setelah sadar selanjutnya Rena akan dipindahkan ke kamar VVIP.
23.00
Andrew yang datang lengkap dengan menenteng 1 koper berisi pakaian Raine dan Rena, karena Raine memutuskan untuk fokus merawat istrinya di Rumah Sakit, dan untuk masalah pekerjaan dia limpahkan ke Andrew dan juga Felix untuk Balencio Grup.
"Baiklah Andrew tolong jaga Raine awasi dia agar mau makan da juga terlalu stress memikirkan istrinya," pesan Silvia kepada Andrew, agar Andrew turut memperhatikan kondisi kesehatan menantu tampannya itu.
"Baik Nyonya besar, akan saya perhatikan dengan seksama pesan dari nyonya besar," jawab Andrew dengan sopan.
"Eh mulai sekarang panggil tante dan om ya Andrew," pinta Silvia kepadanya.
"Baik hati-hati dijalan om dan tante semoga selamat sampai tujuan," pesan Andrew untuk kedua mertua Raine yang ketampanan dan kecantikannya awet seakan tidak termakan oleh usia.
*
*
*
Kamar Mawar
VVIP
__ADS_1
01.00
"Boss si Pevita bertingkah lagi boss," ucap Andrew kala keduanya sudah santai, sambil menikmati secangkir coffee buatan Andrew.
"Bertingkah bagaimana?" tanya Raine sambil mengerutkan kedua alisnya.
"Ini boss lihat fotonya, foto ini khusus diambilnya untuk dipersembahkan secara simbolis pada boss seorang, karena bosslah pujaan hatinya selama ini," seru Andrew sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Carikan saja pria lain dari aplikasi kencan online yang namanya sama denganku, kalo hanya untuk menghangatkan tempat tidurnya, kebiasaan lama artis siapa sih namanya dulu, hmmm Lidia kalo nggak salah, kemudian pasti mereka langsung saling melanjutkan ke jenjang berikutnya heh sungguh menjijikkan! selesai masalah!" jawab Raine dengan entengnya.
"Hahahhaha benar juga boss, wanita seperti ini memang biasanya haus belaian kekasihnya atau mungkin sedang jomblo barangkali, makanya dia mengejar-ngejar boss sebagai sumber imajinasinya yang dikagumi hanya sebagai pemuas di tempat tidurnya," ucap Andrew semakin paham dengan kecerdasan otak Raine.
*
*
*
Appartment Pevita
"Tuh kan apa gue bilang, setelah mendapat fotoku yang begitu menggoda Hugo tergoda untuk mengirim pesan wa sendiri ke gue yess!" reaksi girang Pevita saking senangnya menerima pesan dari pria bernama Hugo di WhatsAppnya.
"Beneran ciiintt, ya ampunnn ternyata hot bule konak juga lihat foto yeey, selamat deh kapan kalian ketemu?" tanya Betty jelmaan mahluk astral.
"Dia minta ketemuan sekarang di motel XXX, dia juga bawa wine untuk foreplay permainan panas kita," jawab Pevita dengan kegembiraan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
"Tunggu-tunggu masa hot bule a.k.a sultan kelantan dari orok ngajak ketemuannya nggak modal banget di motel cccciiiinnnt, yeeey mesti cek keabsahan tempat menjijikkan bin rendahan itu," saran Betty agar Pevita tidak kena tipu.
"Aaahhh mungkin agar sensasinya beda sis, pokoknya gak ada yang bisa gagalin pertemuan gue dengan Hugo, bukan elo atau yang lain.
"Yaa begindang bok ini buat jaga jaga yeey, semprotan merica, siapa tahu yang muncul di sindang bukan hot bule a.k.a sultan kelantan sejak dari orok itu."
"Arrrgghhh udah ah gue berangkat dulu, gak usah banyak cing cong mumpung doi, udah ngebet nih, bye."
__ADS_1
"Hmmm dasar ***** tak tau diuntung, secara konglomerat mana mau ngamar di motel, bodoh apa oon tu kunti, semoga batarakala sangyangwidiwata tidak melindungi ***** kayak elo, pelacur kepanasan tak tau diuntung, gue doain elo pulang sambil ngangkang kena hujam rudal lekong liar dalam penyamaran (Under Cover), pffffftt, bencong-bencong gini juga gue lebih punya otak dari pada cewek normal kayak elo, otaknya cuma sedengkul," geram Betty yang berbicara dengan diri sendiri saking kesalnya dengan tingkah Pevita yang bodohnya gak ketulungan.
*
*
*
"Wow romantis sekali, hmmm dia menyuruhku meminum wine terlebih dahulu, baiklah aku akan meminumnya sayang," ucap Pevita menuruti perintah sebuah amplop yang menyuruhnya untuk meminum segelas wine terlebih dahulu untuk memanaskan malam yang panjang bersamaku,
...GLEG...
Pevita pun mengganti dress mewahnya dengan lingerie merah warna favoritnya. Lingerie super sexy sudah dikenakan, Pengharum tubuh dan kembang tujuh rupa juga sudah di taburkan di bathtub sebagai pelengkap agar rencana panasnya dengan Hugo berjalan mulus tadi di appartmentnya. Hugo yang sedari tadi mandi itu pun akhirnya keluar dari kamar mandi motel dengan melilitkan handuk di bawah pinggangnya.
Dari belakang nampak punggung Hugo yang kini berubah menjadi penuh tato. Pevita pun mendekati tubuh tinggi dan tegap Hugo lalu memeluknya dari belakang.
"Sayang kamu pasti lelah, sudah mengurus cewek tak tau diri itu, nggak mampus aja sekalian sih dia," ucap Pevita sambil sengaja menempelkan gundukan bukit kembarnya ke punggung polos Hugo yang bertato hingga..
"Sayang pejamkan matamu, kita bermain dengan sesuatu yang menarik sekarang," ucap Hugo bertato yang sudah memegang hitband untuk di tutupkan ke kedua mata Pevita.
"Ahahha tapi sayang kok suaramu berubah lebih serak, ahhh,,sshhh," ucap Pevita yang tiba-tiba jari jemari Hugo bertato menerobos kedalam lembah lembab Pevita sehingga wanita liar itu seketika melenguh keras, menggeliat geli seperti cacing kelindas roda truk saking nikmatnya.
"Ehemm..ehemmm sepertinya aku kurang sehat sayangg,,ehemm..ehemm..tap kalo untuk yang satu ini malah membuat tubuhku sehat kembali."
"Aahhaha dasar cabul kamu, jadiii kamu juga menyuakaiku selama ini ssshhh?" tanya Pevita yang ingin segera mendapat rasa penasarannya selama ini, ternyata Hugo juga mempunyai perasaan yang sama padanya.
"Sayang tentu saja setelah aku melihat fotomu membuat ubur-ubur didalam celanaku sontak terbangun menjadi gurita," jawab Hugo bertato sekenanya dengan masih memaju mundurkan jari jemari kekarnya supaya lubang kenikmatan Pevita menjadi basah hingga banjir bandang.
To be continued..
Zeyengnya ippii jangan lupa vote like dan coment di tiap babnya,,mmmmuuahahhh
__ADS_1