
"Apa kamu bilang honey? kamu mau mengantarnya? berdua? tega kamu ya, tega
sekali kamu," kesal Rena setelah Raine bilang akan mengantarkan Valerie. Rena pun berlari keluar dari ruangan Meta dengan kekecewaan
yang sudah memuncak dan menuju ke studio tempatnya shooting untuk iklan
brand Balenciaga.
Wajah Rena yang sudah memerah menahan amarah terhadap kekasih tampannya tampaknya sudah tidak terbendung lagi. Actingnya yang harus berderai air mata di dalam prosesi shooting itu, ternyata air mata yang sesungguhnya yang keluar dengan sendirinya.
Kesalkah Rena? Marahkah Rena kepada Raine? ya sangat kesal
dan marah karena Raine seolah-olah ingin memberi harapan pada Valerie
dengan mengantarkan Valerie kembali ke negaranya.
"Kenapa Raine? kenapa? disaat aku sudah berjuang mengusir wanita itu dari sisihmu kamu malah mau mengantarkannya sendiri ke Jerman, biarkan pulang sendiri susah amat, atau kamu memang khawatir dia kenapa-kenapa karena rasa sayangmu sama dia ," gerutu Rena dalam hatinya yang mulai ngelantur .
*
*
*
1 jam kemudian.
Benny yang merencanakan untuk mengerjai Rena dari awal sepertinya sedikit menyesal. "Lo sih pake acara ngeprank Jenab segala, kasihan tuh nangis pasti dia," Meta berseloroh. "Ya gue gemes sih liat dia cemburu lucu aja gitu, aduh gue jadi gak konsen ngerjain laporan penghasilan artis nih, gara-gara Jenab marah beneran, Boss gimana nih? mending boss samperin si Jenab boss, pasti bentar lagi kelar shootingnya," ucap Benny sambil menyesali perbuatannya. "Pokoknya kalo sampe Rena gak maafin aku, kamu tanggung akibatnya!" Raine pun kesal karena ulah Benny yang dari dulu memang suka mengerjai Rena, dan kini perbuatannya itu pun sukses membuat Rena kalang kabut.
Raine pun bergegas pergi meninggalkan ruangan Meta setelah memeriksa beberapa laporan dari Meta mengenai keuntungan perusahaan yang meningkat drastis. Meta dan Benny lantas berbondong-bondong menyusul Raine karena takut ada apa-apa dengan Rena.
__ADS_1
*
*
*
Rasa lelah dan banyaknya pikiran membuat Rena pucat seketika. Lamanya menahan pusing karena mendadak terbangun dari tidurnya. Juga mendengarkan makian yang tidak jelas yang tadi melandanya. Betapa tidak siluman ular yang risih akan kehadirannya karena tidur dengan membawa Raine dalam dekapannya tadi.
Rena pun duduk di pinggiran studio setelah shooting selesai. Tak terasa pusingnya kian menjadi-jadi. Disaat kekecewaan yang begitu besar terhadap kekasih tampannya terngiang-ngiang di kepalanya.
Lalu
Brug!
Rena pingsan tak sadarkan diri. "Honey, no honey, hey
kalian! cepat panggilkan dokter!" teriak Raine pada sembarang karyawan
Kondisi Rena pucat pasi. Semua orang pun panik melihat kondisi artis cantik itu begitu memprihatinkan. Setelah 45 menit menunggu akhirnya dokter yang di nanti-nantikan pun datang. Rena yang sudah dipindahkan ke private roomnya di lantai 7 agar lebih nyaman.
"Ini semua gara-gara lo tu Ben, bercanda lo tuh kelewatan tau gak," ujar Meta kepada Benny yang ikut-ikutan panik melihat kondisi Rena yang memprihatinkan. "Duh pasti di pecat nih gue ama boss! padahal dulu tuh si Jenab tahan banting kan Met," seloroh Benny panik. "Ya lo masih gak paham perasaan cewek sih, coba lo bayangin gimana kalo Vio di labrak ama mantan lo, bayangin sendiri deh gimana perasaan Vio," Meta membuka mata Benny bahwa Vio pun bisa merasakan hal yang sama bila din posisi Rena.
Dokter Ardi 55 tahun, dokter khusus perusahaan yang sekarang sedang memeriksa Rena dengan seksama. "Meta, Adakah kekasih Rena di sini? tanya Ardi pada Meta. "Yah, saya dok," jawab Raine dengan berjuta kekhawatiran di wajah tampannya.
"Sebaiknya Rena diistirahatkan dirumah untuk beberapa waktu, tadi sudah saya beri Vitamin penambah darah lewat injeksi, dia terkena anemia, kurang darah, akibat kebanyakan pikiran dan terlalu lelah, dia harus banyak istirahat dan makan makanan yang banyak mengandung nutrisi penambah darah seperti daging, dan juga bisakah kita berbicara 4 mata saja " ungkap dokter pada Raine.
"Baik dok, saya akan meninggalkan boss untuk berbicara empat mata dengan dokter," Meta dan Benny pun pamit undur diri dari ruangan itu. "Anda kekasihnya," tanya dokter Ardi kemudian Raine pun menjawab. "Ya dok, saya kekasihnya, ada masalah apa ya dok? tanya Raine penasaran. "Apa kalian berhubungan intim terlalu sering dan juga apa Rena diet? tanya dokter Ardi lagi.
"Hmmm, i.. iya .. sepertinya begitu dok," jawaban Raine itu mewakili dua pertanyaan dari dokter itu sekaligus, sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal lalu tersenyum simpul. "Saranku, sebaiknya hubungan intimnya di kurangin dulu karena asupan makanan yang kurang, bisa membuat Rena masuk rumah sakit untuk waktu yang lama di kemudian hari, tapi sepertinya Rena lah yang agresif disini, karena dia mengeluarkan tenaga yang ekstra, tanpa dia sadari tubuhnya tidak kuat untuk menanggungnya.
__ADS_1
"Lo dokter, kok bisa tau yang agresif siapa?" tanya Raine penasaran dan memastikan. "Ya karena disini terdapat ruam di punggung bagian belakangnya, dan ruam ini bukan akibat kekerasan, ini murni disebabkan gairah yang terlalu tinggi namun tubuhnya tidak kuat untuk mengimbanginya. "Terlalu keras goyangannya maksud dokter," jawab Raine lagi memastikan.
"Ya mungkin itu bahasa anak muda sekarang, jadi kalo bisa anda yang harus membantu mengontrol keinginan Rena itu untuk sementara waktu, dan juga apabila memang sudah tidak tahan untuk melakukan hubungan intim sebaiknya Anda layani Rena dengan cara lain," nasehat dokter itu didengar seksama oleh Raine. "Apa saya boleh tertawa dulu dok, karena selera humor dokter ternyata terlalu tinggi untuk saya serap," Raine pun mencairkan suasana private room Rena yang tadinya tegang, kaku dan awkward (canggung).
"Hahahahhaaha," mereka berdua pun tertawa, bersamaan dengan bangunnya Rena. "Hmmm Raine..kamu jahat..aku benci kamu," Rena berkata sambil masih memejamkan matanya seperti sedang mengigau. "Kalo gitu saya pergi dulu, jangan lupa beritau saya apabila kondisi Rena memburuk, tapi sepertinya melihat dia sudah bisa mengigau itu menandakan bahwa kondisinya sudah membaik.
"Baik dok, terimakasih," ucap Raine sambil mengantar kepergian dokter itu sampai ke depan pintu lalu bersalaman. "Honey hey,, bangunlah sayang Rena,, Im sorry,,honey aku menyesal,, tolong bangunlah, please," ucap Raine sambil membelai wajah mulus kekasih cantiknya yang masih memejamkan mata. Raine ikut berbaring di samping tempat tidur queen size itu dan memeluk Rena serta menciumi pipi mulusnya.
Namun Rena tetap tidak beranjak dari posisinya. Sepertinya memang Raine harus mengangkat tubuh kekasih cantiknya itu ala bridal style untuk membawanya pulang. Setelah sampai di mobil Raine langsung melajukan mobil sportnya untuk menuju ke appartment keduanya.
*
*
*
Appartment
09.00
"Hmmm dimana aku? aku sudah polos, pasti dia yang melepaskan semua bajuku dan membuatku tidur lelap, hmmm thanks my love," Rena mencium kedua mata Raine yang masih terpejam dalam pelukannya. Raine yang juga polos hanya menyisakan celana boxernya saja.
"Eh tapi kan aku masih marah padanya, biar aku beri hukuman kamu," gerutu Rena dalam hatinya. Tangan Rena mulai beraksi masuk kedalam celana boxer Raine, Dibangunkannya senjata pamungkas Raine sampai tegak berdiri lalu Rena pun masuk ke dalam selimutnya lagi untuk menghindar. "Shhh honey tanggung jawab kamu sudah membangunkannya!!!" sepertinya Raine lupa akan nasehat dokter kemarin malam.
To be continued..
Yuk zeyeng semua sawer bunga setamannya dan juga vote selalu di nantikan oleh Raine dan Rena agar mendapatkan rangking 1*.*
__ADS_1
Cara memberi sawer dengan cara ngeklik tanda iklan, sudah cukup membuat Rena dan Raine naik peringkat, gratis zeyeng tunggu sampai iklan tersebut beroperasi selama 30 detik lalu tekan tanda silang setelah durasi iklan habis..maka zeyeng semua sudah menyumbangkan 10 poin untuk novel ini, setiap bab ada 100 poin yang berarti ada 100 iklan yang di tonton, ditunggu sawer iklannya ya zeyeng,, mmuuuaahhh..