
Flashback On
"Tidak-tidak jangan berpikiran negatif dulu, maksudku kita tidur di kamar yang berbeda tentunya, karena jika kamu berada di luar jangakauankuĀ aku pasti kesulitan mempersiapkan wedding dress dan juga make up artist serta dalaman anti peluru untukmu, tapi jangan kuatir aku akan memastikan keselamatanmu Ara percayalah padaku," ujar Dimitri sejelas-jelasnya.
" Iya aku percaya, Imi tapi aku harus menghubungi pengasuhku untuk mengatur supaya keberadaanku tidak di ketahui oleh daddy."
"Ara apa orangtuamu sangat kolot, haruskah aku meminta ijin langsung kepada daddymu?"
"Iya orangtuaku sangat mengekangku, hanya pengasuhku yang mengerti aku, dia sudah aku anggap seperti ibu kandungku sendiri."
"Baiklah apa kamu butuh bantuanku untuk meyakinkan pengasuhmu?"
"Tidak-tidak perlu Imi, pengasuhku sangat menyayangiku dan dia selalu mengabulkan permintaanku," ucap Ara kemudian.
Ara pun menelpon pengasuhnya untuk membuat seolah-olah Ara berada di dalam kamarnya ingin menyendiri karena kurang enak badan.
*
*
*
Setelah itu Ara di antar oleh Dimitri berjalan bersama beriringan menuju Mansion agar Ara beristirahat mempersiapkan staminanya untuk besok. Bentuk dari Kantor Dimitri dan Mansionnya yang menyambung menembus ke belakang.
Ara dan Dimitri berjalan melintasi beberapa lift satu dan lainnya lalu mereka pun sampai di Mansion Dimitri.
"Selamat Malam Tuan Muda dan Nona," kepala Maid yaitu Amber memberi salam kepada keduanya.
"Amber antarkan Nona Ara ke kamarnya, dan berikan baju tidur yang nyaman untuknya," perintah Dimitri pada Amber kemudian berlalu pergi meninggalkan keduanya untuk menuju ke kamar utama.
Ara pun melihat kepergian Dimitri dengan pandangan yang kosong.
__ADS_1
...Ya Tuhan mimpi apa aku semalam bisa menginap di Mansion Dimitri sungguh hal yang sudah kuharap-harapkan meskipun dia belum merasakan apa-apa kepadaku, namun ini merupakan suatu perkembangan yang berarti dalam hubungan kami....
...DEG...
...Oh God lelaki yang ku kagumi ini ternyata sudah menikah, dosa apa yang telah kulakukan...
Dalam perjalanan ke kamar tamu Mansion yang sangat luas itu, menghadirkan pemandangan yang sangat mengejutkan Ara yaitu foto-foto mesra Dimitri dengan mendiang istrinya yang tersebar di sekeliling dinding Mansion itu. Nampak sekali kalau Dimitri sangat-sangat mencintai mendiang istrinya. Tersirat dari tatapan matanya dan senyum di bibirnya yang tidak pernah dia berikan untuk wanita lain sebelumnya.
"Ah Miss Amber bolehkah aku menanyakan sesuatu?"
"Iya Nona, panggil saya Amber saja Nona, bisa saya bantu?" tanya Amber balik.
"Ah Amber di mana sekarang istri Tuan Dimitri, apakah dia juga tinggal di sini? maafkan aku Amber, kukira Tuan Dimitri itu belum menikah?" tanya Ara penasaran.
"Oh nona kami berharap kalau tuan muda bisa move on dan bisa segera menikah lagi karena sudah lama sekali sejak istrinya meninggal 5 tahun lalu, Tuan Muda tidak pernah lagi bertemu dengan wanita lain dan saya terkejut bukan main saat Tuan Muda malam ini membawa serta seorang gadis. Bahwa Nona Ara lah wanita pertama yang menginjakkan kaki di Mansion ini setelah sekian lama."
"Benarkah itu Amber? tetapi sepertinya tidak ada ruang di hatinya untuk wanita lain apalagi wanita itu wanita sepertiku, gadis ingusan yang memang tidak menarik untuk dilihatnya sama sekali."
"Aku tidak tahu Amber tetapi yang pasti penantianku ini ada batasnya."
Akhirnya keduanya pun sampai di kamar tamu yang di maksud.
"Silahkan nona, selamat beristirahat, semoga suatu saat nanti Tuan menyadari perasaanya terhadap nona karena menurut saya Tuan tidak akan membawa nona ke Mansionnya kalo Nona tidak memiliki posisi special di hati Tuan, yakinlah itu Nona, tetaplah berbaik sangka, permisi nona," ucapan semangat dari Amber kepala Maid Mansion Dimitri yang mengikuti jejak Dimitri dari kecil di Mansion keluarga besar Richmound.
Ara pun tersenyum sambil berlari menuju tempat tidur mewah berukuran king size bak kamar president suite di hotel bintang 5.
Ara perlahan-lahan memejamkan matanya dengan tidur terlentang hingga dressnya tersingkap.
Dimitri yang sudah menyelesaikan ritual mandinya di kamar utama lantai 3 itu kemudian turun melalui lift dan memanggil Amber untuk menanyakan keadaan Ara.
"Amber apa Ara sudah di tempat tidurnya?"
__ADS_1
"Sudah Tuan Muda, Nona sudah masuk dan sepertinya sudah tidur," jawab Amber mengira-ngira karena sesampainya di kamar tamu tadi memang wajah Ara kelihatan sangat lelah.
"Sayang sekali padahal aku mau mengajaknya makan malam, tapi ya sudahlah kalo dia sudah tidur," ucap Dimitri dengan tatapan penasaran ingin memastikan keadaan gadis cantik itu apakah sudah tidur ataukah masih terjaga.
"Apakah Tuan Muda ingin saya membangunkan Nona untuk makan malam disini bersama Tuan?" tanya Amber memastikan.
"Ah tidak perlu, sebaiknya aku memastikannya sendiri ke kamarnya kamu boleh pergi Amber."
"Baik Tuan Muda permisi."
Amber pun meninggalkan Dimitri yang masih kebingungan di ruang makan mewah mansion itu mau makan sendirikah? atau sebaiknya datang dulu ke kamarnya untuk memastikan. Akhirnya Dimitri bergegas menuju ke kamar Ara untuk melihat keadaan gadis cantik itu.
Setelah mengetuk pintu sekian lama tetap tidak ada jawaban dari dalam. Dimitri pun memberanikan diri untuk masuk ke kamar tamu itu. Setelah melangkah menuju ke tempat tidur di perhatikannya gadis cantik itu sedang tertidur pulas.
Kulit mulus seputih susu, wajah cantik asli walau tanpa polesan make up, bulu mata lentik, rambut hitam lebat dan panjang membuat gadis ini begitu cantik mempesona setiap mata lelaki yang memandangnya. Dimitri melihat pemandangan indah dress mini yang dikenakan gadis cantik itu tersingkap sehingga menampilkan dalaman yang begitu sexy.
Dimitri menelan ludahnya kasar, tak terasa sesuatu yang tertidur sekian purnama itu pun bangun seperti terlahir kembali dari peraduan.
...GLEG...
Kancing atasan dress Ara pun terbuka karena gesekan tubuhnya dengan tempat tidur sehingga membuat sebagian bahu sampai punggungnya terbuka. Muncullah ruam-ruam bekas kekerasan yang menghiasi punggungnya. Tampaknya tidak semua anak konglomerat di dunia ini merasakan kebahagiaan seperti apa yang di rasakan Rena dan teman-temannya.
...Ah Ara kecantikanmu begitu sempurna tapi ada apa dengan guratan luka di sekujur punggungmu ini seperti bekas cambukan tongkat panjang, ternyata dibalik senyum manis dan ceria itu menyimpan luka yang begitu dalam...
Dimitri terenyuh melihat bekas luka Ara segera dia ambil selimut dari walk in closet kamar tamu itu dan menutupi tubuh indah Ara setelahnya.
Kemudian Ara menarik tangan kekar Dimitri dan berkata sambil tetap memejamkan matanya.
"Mommy jangan tinggalkan Ara, mommy hiks..Ara membutuhkan mommy, mommy dimana? tidak ada satupun yang menyayangi Ara di dunia ini, bawa Ara pergi dari sini mom, Ara tidak mau hidup sendiri, temani Ara disini mom," ucap Ara sambil berlinang air mata dengan tetap menarik tangan Dimitri erat untuk tetap menemaninya di tempat tidur itu.
...DEG...
__ADS_1
To be continued..