
"Tolong, maafkan segala perbuatanku yang ingin mencoba mengusik keluargamu," Imi pun pergi dari sana dengan mempercayakan segala sesuatunya pada Esteban tanpa menoleh ke belakang sambil mengenakan kacamatanya lagi.
Misi pun selesai dengan melengserkan kedudukan tunggal king Mafia selama berpuluh-puluh tahun yang tidak pernah tergantikan posisi dan kedudukannya oleh siapapun juga itu.
✨
✨
✨
...Paradise Private Island...
"Ara uncle pasti punya alasan yang tepat mengapa dia belum mengakui status kalian di depan clientnya. Please jangan sedih lagi, jangan hukum dirimu sendiri dengan tidak makan apa-apa seperti ini, mungkin uncle mau menghindarkanmu agar tidak terkena sasaran tembak musuh-musuh uncle, please Ara yakinlah padanya."
"Rena hei, Im okay Imi sudah sering memperlakukanku seperti ini, sehari dia membuatku melayang sehari kemudian dia akan membuatku jatuh tersungkur ke kubangan lumpur." jawab Ara yang mengibaratkan perlakuan Ini padanya selama ini.
*
*
*
Keesokan Harinya..
New Message Just Now
❤️Imi❤️
Sayang I Miss You
Me
🤔😡😡😡
❤️Imi❤️
Ara sedang apa?
Me
Hmmm aku sedang di cium pipi kanan kiriku oleh pria yang tak sengaja bertemu denganku di pantai, dia ingin tahu namaku dan menemaniku berjalan-jalan di tepi pantai
__ADS_1
❤️Imi❤️
What?!
Ternyata Imi yang sudah mendarat di paradise Island dengan menggunakan helikopter untuk mempersingkat waktu agar Ara tidak makin salah paham kepadanya.
Sesampainya di paradise Island Imi pun masuk untuk memeriksa kamar Ara apa Ara sedang berada di kamar saat ini batin dan jiwanya bergejolak. Betapa pikirannya berkecamuk saat Ara memberitahunya ada lelaki yang ingin berkenalan dengannya dan mencium pipi mulus kanan dan kiri.
Imi pun mengepalkan tangannya erat sambil meninjunya kearah sembarang, seperti meninju nyamuk nyamuk yang beterbangan di sekitarnya.
...Ara kamu dimana?...
Imi bertanya dalam hatinya sambil berjalan menyusuri pantai tapi memang benar sekali ada pria yang sedang asyik berbincang dengan kekasih cantiknya itu lalu dengan cepat Imi pun mendekat ke arah mereka berdua. Posisi Ara yang sedang berjemur di tepi pantai dengan bikini sexy dan menutupi bagian atas tubuhnya dengan kain pantai, tidak lupa kaca mata lebar dan juga topi lebar yang menambah pesona kecantikannya kian terpancar.
Pria itu pun bertanya saat Imi bergerak mendekat. Ternyata dari tadi Ara sedang asyik memakai head set sehingga tidak menghiraukan apa yang selama ini laki-laki itu perbincangkan.
Imi pun tersenyum simpul saat tau Ara bersikap dingin terhadap pria yang dari tadi tidak juga pergi dari sisi kekasih cantiknya itu
"Hey Ara dengan siapa kamu bepergian ke pulau pribadi milik Catherine ini? tanya pria itu yang juga merupakan tamu dari pemilik pulau pribadi itu.
Ara yang sudah tau bahwa Imi sedang mengintainya dari jarak 2 meter di belakangnya itu sengaja menjawab pertanyaan itu dengan keras.
"Oh iya apa temanmu itu seorang pria atau wanita?" tanya pria asing itu lagi.
"Dia seorang pria, itu dia sedang memperhatikan kita berdua," ucap Ara yang sudah gerah dengan sikap pria itu yang lama kelamaan semakin membuatnya tak nyaman.
"Ooohh hai, bolehkah aku mengajak Ara untuk berpesta di cottage kami malam ini? karena kami akan mengadakan pesta barbeque kalo kamu mau kamu juga bisa bergabung."
Imi pun menghampiri pria itu dengan kemarahan yang sudah memuncak.
"Ara tidak akan pergi kemana-mana," jawab Imi tegas dan jelas.
"Hei bung kamu tidak berhak melarang Ara dia kan cuma teman kamu, Ara juga berhak bersenang senang."
"Ara bukanlah temanku dia kekasihku, she's my girlfriend, lihat ini," Imi pun segera memamerkan dan menunjukkan kemesraan dengan menciumi pipi kanan dan kiri Ara untuk menghilangkan jejak kecupan dari bibir pria tak tau diri itu lalu mencium mesra bibir menggoda Ara lama sampai saling bertukar saliva.
Padahal Ara tadi hanya memancing emosi Imi saja agar Imi juga merasakan apa yang Ara rasakan saat melihat Imi saling mengecup pipi kanan kiri clientnya yang bernama Catherine itu.
Lalu pria asing itu pun pergi meninggalkan pasangan yang sedang menyelesaikan kesalah pahaman itu dengan kecewa ternyata gadis cantik itu sudah ada yang punya.
"Hey kamu sengaja membalasku ya?" tanya Imi yang masih menindih tubuh indah yang berselimut kain pantai itu setelah menghentikan pertukaran salivanya.
__ADS_1
"Bodo' pikir aja sendiri." Jawab Ara sambil menutupkan kain pantai itu sampai ke seluruh wajahnya.
"Sayang hei, ingat apa yang kita bahas tempo lalu, aku tidak ingin hubungan kita di ketahui oleh ayahmu, aku tidak ingin berpisah denganmu, please mengertilah?"
*
*
*
Pemandangan sekitar pantai begitu indah membuat Raine dan Rena memanjakan mata untuk refreshing mengeluarkan pikiran-pikiran buruk melepaskan penat setelah beberapa lama tidak pernah sama sekali memanjakan mata mereka dengan melihat pemandangan alam.
Terakhir saat mereka berada di Maldives tempo hari saat mereka berdua berniat untuk kawin lari saja apabila tidak juga di restui.
"Honey apa setelah urusan Pevita sudah beres kita sudah bisa kembali ke tanah air?" tanya Rena penasaran.
"Yah sayang kita kembali ke tanah air pasti mom and dad kamu sangat merindukanmu sayang."
"Kamu ingin tinggal dimana, di mansion mom and dad, di mansion kakek atau di appartment?" ucap Raine memberi 3 pilihan dimana mereka akan tinggal menurut pada pilihan Rena.
"Honey bukankah sudah waktunya aku untuk masuk kuliah semester 7 kan? apa suamiku ini juga masih mengajar mata kuliah yang sama Hmmm?" tanya Rena penasaran.
"Iya kan masih bulan depan kuliahnya, kita puas-puaskan dulu liburan kita untuk berbulan madu hmmm?" Raine memberi tawaran menarik untuk Rena karena setelah pernikahan mereka tempo hari itu, mereka masih belum sempat melakukan bulan madu.
"Honey aku ingin kita berlibur ke Dubai apa bisa? setelah aku sembuh nanti ajak aku berbulan madu kesana apa kita juga bisa mengajak serta Uncle dan juga Ara?"
"Baiklah, permintaan istri cantikku di kabulkan Hmmm, untuk uncle mari kita ajak dia dan Ara nanti, oh iya tadi Meta memberi kabar kalo film kita meraup sukses besar di pemutaran perdananya film berhasil di tonton oleh 10juta penonton, memecahkan rekor jumlah penonton terbanyak sepanjang sejarah perfilman nasional."
"Wow thats an amazing news, mungkin di dukung dengan viralnya kejadian penusukan yang terjadi pada pemeran utamanya dan juga Film tak senonoh yang dibintangi oleh pemeran pendukung dari film itu menjadikan penontonnya melejit sampai memecahkan rekor."
"Yah setelah musibah yang terjadi ada secercah kebahagiaan yang menyambut kita dengan suksesnya film ini." ucap Raine dengan masih memainkan rambut Rena yang sedang bersandar di dada bidang suami tampannya itu.
"Apa masih sakit? tanya Raine penasaran karena sudah menginginkan mencelupkan senjata pamungkasnya di belahan apem Rena .
"Hmmm mungkin bisa di coba nanti malam honey pokoknya jangan terlalu keras menusuknya nanti perutku tergoncang dan nyerinya kambuh lagi akibat getaran yang berlebihan," ucap Rena memberi sedikit angin segar kepada suaminya.
"Coba kita praktekkan sekarang Hmmm karena aku sudah tak tahan," ucap Raine sambil dengan sigap mengangkat tubuh mungil istri cantiknya itu ala bridal style menuju ke kamar mereka berdua.
To be continued..
Yuk ramaikan coment di bab ini jangan lupa like dan rate 5
__ADS_1