
...Paradise Private Island...
Rombongan telah memasuki sebuah resort mewah yang khusus di sediakan untuk tamu istimewa selevel keluarga besar Richmound. Raine dan Rena yang segera membersihkan diri masing-masing tidak lupa Raine memandikan istri cantiknya itu dengan air secukupnya asal tidak mengenai luka yang masih belum kering sempurna itu.
"Raine apa kamu lihat tadi tingkah uncle yang begitu berbeda saat bertemu wanita pemilik pulau ini?" tanya Rena dengan kemurungan dan rasa penasaran serta rasa iba yang tidak terbendung untuk Ara.
"Honey uncle pasti punya alasan kuat mengapa dia beracting seperti itu."
"Jadi itu acting? kamu yakin? apa Ara tahu honey, sshhh Raine,,ssshhh pelan-pelan," tanya Rena penasaran yang tiba-tiba Raine melakukan kegiatan favoritnya yaitu kegiatan menelan permen yang rasanya semanis surga sampai kepalanya berputar-putar di area itu sehingga membuat lenguhan mesra pun keluar dari bibir mungil Rena dengan membuat adonan diantara kaki jenjang Rena.
Beruntung kondisi Rena sudah lumayan bisa duduk sehingga Raine pun mulai melaksanakan hobby mengolah adonan kue apem kesukaannya. Setelah mendapatkan pelepasan masing-masing walau tidak secara langsung masuk ke tempat tujuan puncak kenikmatan milik Rena tetapi keduanya menggunakan media tangan dan bibir sampai keduanya puas dan sama-sama lemas.
Betapa kerinduan setelah 10 hari berpuasa membuat kepala Raine yang sempat merasakan pusing tujuh keliling akhirnya terbayarkan sudah. Raine pun mengangkat tubuh mungil istri cantiknya itu ke tempat tidur king size mewah yang di siapkan special untuk keluarga Imi.
"Honey Renaku istriku yang paling cantik, Sebenarnya uncle belum memberi tahu Ara rahasia besar tentang mendiang istrinya yang dibunuh oleh penembak jitu dari jarak jauh sayang, itulah alasan kuat mengapa uncle tidak mau mempublikasikan hubungan mereka berdua kepada khalayak ramai karena kondisi yang tidak memungkinkan.
Kehidupan uncle selalu berkutat dengan marabahaya yang sewaktu-waktu bisa mengambil nyawanya dan nyawa orang-orang terdekatnya Rena. Bukan maksud uncle untuk mempermainkan perasaan Ara. Namun sebaliknya karena begitu besar rasa cinta Uncle untuk Ara maka dari itu hubungannya dengan Ara di rahasiakan sedemikian rupa demi keselamatan Ara.
Uncle tidak mau kehilangan orang yang di cintainya untuk yang kedua kalinya, maka dari itu jangan sampai Ara tahu tentang masalah ini honey. Apabila suatu saat nanti musuhnya mengetahui kalo uncle sudah mempunyai kekasih pastinya itu akan membuat musuh-musuhnya berbondong-bondong untuk menyerang titik lemah uncle. Titik terlemah uncle adalah gadis yang dicintainya saat ini dialah Ara."
"Honey lalu bagaimana dengan Ara aku ingin bicara dengannya sekarang, aku ingin menenangkan Ara, Ara nggak tahu apa-apa bisa-bisa Ara minta putus setelah uncle kembali, Honey please take me to Ara's room immadiately, antarkan aku ke kamar Ara secepatnya!"
Walau dalam kondisi sakit Rena yang masih terkadang merintih kesakitan ingin membantu persoalan gadis cantik yang sangat ramah dan baik kepada siapa saja itu agar tidak tersakiti hatinya, Rena ingin menghiburnya sekarang, karena Rena pernah mengalami dan berada di posisi itu meskipun kesalahpahaman dengan suaminya Raine tidak pernah sampai berlarut-larut, namun Rena yakin pasti hati Ara sudah hancur berkeping-keping sekarang.
*
__ADS_1
*
*
...Tok..tok..tok.....
Cek..klek
"Rena..masuklah, maaf aku pasti membuatmu khawatir," ucap Ara dengan suaranya yang berat khas orang yang sedang menangis sambil matanya yang masih sembab dan bengkak.
"Ara bolehkah aku memelukmu," ucap Rena sambil masih duduk di kursi roda elektriknya.
Kemudian Ara pun memeluk tubuh mungil Rena. Lalu kedua tubuh mungil itu saling mendekap, Ara menggunakan kesempatan itu untuk menyalurkan kesedihannya dengan bersandar sejenak di kedua bahu mungil Rena. Sungguh Ara tidak menyangka bahwa perasaannya yang begitu dalam terhadap Imi akan berdampak kepada orang-orang sekitarnya.
"Ara uncle pasti punya alasan yang tepat mengapa dia belum mengakui status kalian di depan clientnya. Please jangan sedih lagi, jangan hukum dirimu sendiri dengan tidak makan apa-apa seperti ini, mungkin uncle mau menghindarkanmu agar tidak terkena sasaran tembak musuh-musuh uncle, please Ara yakinlah padanya."
✨
✨
✨
...Mansion De Gonzales...
"Tunggu cucuku Pevita sayang apa benar dia Hugo yang ingin kamu nikahi nak?" tanya Agusto penasaran.
__ADS_1
"Ahahahaha iya kek dialah pria yang kucari hmmmpphhhff," riang Pevita dengan kesenangan yang tak terbendung lalu melanjutkan pertikaian lidahnya.
...DEG...
"Cukup!!! Angkat tangan kalian!" suara bariton Dimitri membuat gempar Mansion itu. Tiba-tiba suasana markas King mafia itu berubah menjadi ricuh para bawahan Agusto bersama-sama secara serentak mengangkat senjata dan berbalik melawannya. Betapa terperangah dan terkaget-kaget Agusto di buatnya saat sang kaisar datang ke tempat itu.
Agusto pun segera bersimpuh saat Esteban tangan kanannya juga menodongkan senjata ke kepalanya dan siap meledakkannya. Kaisar mafia termuda dan yang paling genius dialah Dimitri Fierce Richmound yang tak tertandingi.
"Ahahhaha kakek lalu siapa yang aku ciumi dari tadi kek, kok tiba-tiba wajah Hugo lebih mirip pria yang kakek hormati itu ahaaahaa, Hugoo apakah itu kamu?" Pevita seketika melepaskan pagutannya pada anggota mafia Imi dan seketika mendorong tubuh Armin keras-keras sampai Armin jatuh terjerembab. Betapa Armin sangat mendalami peran yang di berikan kepadanya yaitu menyamar sebagai Raine dan mengatasi ulah fans gilanya itu untuk sementara waktu sampai Imi datang untuk mengepung tempat terkutuk itu.
Saat ada pria yang lebih mirip dengan Raine datang ke tempat itu tak lain dan tak bukan dialah sang Emperor. Reaksi Pevita langsung diselimuti kabut gairah untuk kesekian kalinya ketika bertatap muka dengan Imi secara langsung.
"Hugooo kamu kemari untuk menikahiku kan Hugo sayangku, akhirnya kamu mau mendatangiku dengan kehendakmu sendiri," ucap Pevita sambil berlari ke arah Imi. Namun saat akan memeluk tubuh tegap dan tinggi Imi. Imi dengan cepat menghalau kepala Pevita yang hanya setinggi dadanya itu.
Imi menjengkal tubuh hina itu lalu Pevita pun terpelanting sampai sekian meter.
"Pffttt," tawa Jessica yang tertahan melihat adegan memalukan itu, betapa Imi akan memasang pagar betis bagi wanita yang tak tahu malu seperti Pevita, tubuhnya yang sudah di obral murah secara cuma-cuma tidak pantas menyentuh tubuh lelaki berharga seperti Bossnya.
"Esteban panggil dokter kalian untuk memeriksa kesehatan mental wanita ini sepertinya dia sudah menderita gangguan jiwa. Borgol tangan dan kakinya jangan sampai dia lolos dan berkeliaran memangsa tiap pria yang mirip dengan keponakanku." perintah Imi kepada Esteban mata-mata setianya sampai diangkat sebagai tangan kanan Agusto saking menjiwainya pendalaman perannya selama ini. Imi pun bergegas pergi meninggalkan tempat itu karena misi telah selesai.
...DEG...
"Tidaaak cucuku.. jangan tinggalkan kakek nak, cucuku tidak mungkin gila tidaaaakkk."
To be continued..
__ADS_1