
🏙️ Appartment Raine
...Hmmm pasti saat ini Ernando sudah tak bernyawa...
Gerutu Raine dalam hatinya.
"Andrew hubungi pihak berwajib katakan kepada mereka, sindikat penggelapan Senjata pelaku bom di hotel dan RH Corp sedang menuju kesini sebaiknya mereka mengerahkan pasukan karena firasatku tidak akan pernah salah."
Perintah Raine pada Andrew karena benar Burhan sudah memerintahkan anak buahnya untuk menangkap hacker kelas kakap the one and only Prof Hugo Raine Richmound.
"Baik Boss Siap Laksanakan!"
Ucap sigap Andrew menyiapkan segala sesuatunya.
"Harun dan Sentot, kamu sambungkan Cctv depan Appartment dengan perangkat kita, agar kita bisa memantau kalo sindikat itu datang mengepung kita."
"Baik Bos."
Jawab Harun sambil mengoperasikan laptop nya untuk melaksanakan perintah Raine.
"Piye toh bos, apa ndak sebaiknya kita pindah dari sini?"
Tanya Sentot dengan gemetar dan khawatir, takut kalo sindikat itu akan datang sebelum polisi mengepung tempat itu.
"Tidak-tidak kalo memang sindikat itu datang sebelum polisi maka aku akan dengan sukarela menyerahkan diri kepada mereka, karena aku tidak mau ada korban lain yang tidak berdosa ikut terkena akibatnya."
"Tapi bos, Ojo toh boss hiks mengko bos di pateni biyuh biyuh..Ojo boss..pak Andrew polisine neng ngendi Ndang to pak Ojo suwi..suwi..mengko boss di tangkep, mesakke, awak Dewe ra duwe boss seng super hebat koyo ngene maneh.."
(Tapi bos, jangan menyerahkan diri nanti bos di bunuh, pak Andrew polisinya sampai mana kok gak datang-datang, bilang jangan lama-lama keburu boss di tangkap, kasian, lagian nanti kita tidak punya boss yang luar biasa hebat seperti Boss Raine lagi.)
"Aku juga takut tot, takut kalo mereka menculik dan menyiksa boss di markas mereka."
Jawab Andre penuh kegelisahan.
"Apa sebaiknya non Rena di tempatkan ke tempat yang lebih aman bos."
Saran Harun kepada Raine. Lalu Raine pun dengan segala pikiran kalutnya, sedangkan persembunyian di kota besar pasti bisa di endus oleh sindikat itu.
*
*
*
💌New Message
Abdul : "Bro, gue gak sengaja ngedengerin percakapan Rena dan Melly tempo hari, apa bener elo dapat ancaman bom?"
Raine: "Tunggu Melly? gue gak ngerti ta' ada hubungan apa lo?"
__ADS_1
Abdul : "Udah gak usah di bahas Lo bisa nanya calon bini Lo."
Raine : "Ya elah onta',, jadi Lo ngikutin jejak gue nih?"
Abdul: "Anjirr,, ogah gue ngikutin elo ini jalan takdir bro."
Raine : "Buahahaha, pake ngelibatin takdir."
Abdul: "Gue cuman mau nawarin bantuan kalo Lo butuh tempat aman, lokasinya rada jauh sih dari kota, tapi elo bisa tenang jaringan internet disana bagus."
Raine: "Pas Lo nawarin tempat, kayaknya bentar lagi pengebom itu bakalan nangkep gue, pasalnya gue udah bikin sistem mereka beku, tapi kalo gue lari, gue takut dia malah menyandera keluarga gue, keluarga Rena."
Abdul: Gila Lo terus maksud Lo elo mau nyerahin diri begitu? sebaiknya lo ikutin saran gue, Udah Lo boyong aja semua buat jaga-jaga, yang Lo kira bakal jadi sasaran empuk pengebom itu, gue siapin tempatnya, cepet kabarin gue, gimana?"
Raine berpikir keras selama 60 detik.
Raine : "Oke deh ta' elo siapin tempatnya sharelock ke gue segera, gue ngabarin yang lain dulu."
Abdul : "Yup Beres gue sharelock sekarang, gue kawal Lo bro takutnya Lo salah alamat."
*
*
*
"Andrew kamu Sentot Harun dan semua perlengkapan disini kita pindah sekarang juga. Lalu perintahkan supir untuk menjemput opa dan orang tua Rena Karena nenek Rena sudah kembali jadi aku takut pengamanan mereka tidak maksimal, dan bawa serta 5 pengawal untuk ikut serta mengawal para orang tua itu. Lalu sebaiknya kamu ajak Ceryl, Benny dan Vio juga karena kalian ada di lokasi pengeboman saat itu."
"Baik bos."
Jawab Andre Harun dan Sentot bersamaan.
Sementara itu Raine menuju ke kamarnya untuk membangunkan kekasih cantiknya itu karena keadaan sudah sangat darurat, mereka harus segera mengungsi dari sana.
"Sayang Rena Ayoo kita harus pergi segera dari sini, bawa pakaian kita secukupnya."
"Hmmm kenapa honey?"
Jawab Rena dengan suara seraknya dengan masih memejamkan matanya yang susah untuk terbuka.
"Apa masih sakit? firasatku mengatakan pengebom itu sudah perjalanan kesini untuk menangkapku , sebaiknya kita semua pergi mengamankan diri terlebih dahulu."
Mendengar keterangan Raine itu seketika mata Rena membelalak.
"What? kamu bercanda kan honey?
"No Im serious."
Jawab Raine dengan sejuta beban berat tersirat di raut wajahnya tetapi tetap memancarnya pesona ketampanannya yang tak termakan jaman.
__ADS_1
"Baiklah aku bawa pakaian secukupnya oke"
Rena bergegas mengambil beberapa pakaian lalu menuju ke appartmentnya untuk mengambil beberapa pakaian serta perlengkapan lain. Namun sebelum itu Rena berbalik lagi untuk memberikan pelukan hangat sebagai dukungan dan kenyamanan kepada kekasih tampannya itu dengan mengatakan.. "Everything is gonna be okay honey, i'll always be by your side forever."
(Semuanya akan baik-baik aja sayang, aku akan selalu berada di sisimu selamanya).
"Thanks so much honey, this is what i need from you my love." (Terimakasih sayang, ini yang kubutuhkan dari kamu cintaku) sambil menelusup ke dalam kaos besar Rena dan menyesap lama pucuk pink chery yang menjadi tempat terfavoritnya.
"Duh sempat-sempatnya berbuat mesum di saat seperti ini, selalu mengambil Kesempatan dalam kesempitan."
Jawab Rena kesal disaat dia serius mencemaskan kondisi kekasih tampannya itu yang berada di ujung penentuan nasibnya hidup ataukah mati. Malah Raine memanfaatkan kesempatan itu untuk mencumbunya lagi dan lagi. Namun Rena juga tidak bisa menghentikan aksi mesum Raine itu karena tamunya yang tak diundang yang tiba-tiba datang, membuat Rena tidak bisa memberi jatah kepada kekasih tampannya itu.
*
*
*
Setelah menyelesaikan cumbuan singkatnya dan membersihkan diri. Raine dan Rena pun melesat meninggalkan appartmentnya. Andrew dan rombongannya yang sudah terlebih dahulu berangkat ke tempat tujuan. Menyusul rombongan orang tua beserta 5 pengawal Raine dan juga Benny serta Vio yang turut menelusurinya perjalanan panjang menuju ke lokasi persembunyian milik Abdul.
1 jam kemudian Sindikat yang di ketuai oleh Burhan berjumlah 10 orang datang ke lokasi gedung pencakar langit appartment elite tempat tinggal Raine.
"Masuk dan geledah Appartment si brengsek itu."
Perintah Burhan kepada anak buahnya. Para pengawal Burhan pun berhasil mendapatkan access key yang digunakan untuk masuk ke dalam lift appartment elite itu. mereka sudah siap dengan alat canggih pembobol door lock milik Raine, tetapi sangat disayangkan Raine sudah raib dari tempat itu.
"Bos dia sudah pergi dari appartmentnya, sepertinya belum lama."
"Arghhhh dasar brengsek, bodoh kalian semua."
Setelah itu terdengar suara sirine polisi yang semakin lama semakin mendekat.
"Sebaiknya kita pergi dari sini jangan sampai kita tertangkap."
Perintah Burhan kepada anak buahnya untuk segera pergi dari tempat itu.
*
*
*
"Berhenti!! Angkat tangan kalian letakkan senjata kalian lempar ke arah kami."
Ucap salah satu aparat polisi yang lebih dulu datang ke lokasi parkir dan mencurigai 2 orang berbadan tegap dan penuh tato yang terlihat celingak-celinguk tertinggal oleh Burhan dan ke delapan anak buahnya yang lain yang lebih dulu pergi dari tempat itu.
To be Continued
__ADS_1
Like, coment vote dan bunga setamannya sekebon ya Zeyenk❤️