
"Hei mana Rena istri cantikku yang bar-bar siap menghujam semua wanita yang mendekatiku hmmm sayang sudahlah, itu tidak akan pernah terjadi hmmm, by the way sayang apa aku boleh menyesapnya aku sudah puasa 1 minggu apa kamu tega?" tanya Raine dengan tingkat kemesuman di atas rata-rata.
"Hmmm iya Raine aku belum mandi."
"Sayang menurutku aromamu itu yang membuatku candu, Hmmm aku buka ya?"
Raine membuka kemeja atasan Rena dan menemukan sesuatu yang berharga disana. Raine memilin pucuk pink cherry Rena seperti menemukan harta karun.
Raine seperti anak kucing yang menginginkan milik induknya itu untuk dirinya sendiri.
"Sssshh pelan-pelan suamiku hidangannya hanya untuk kamu seorang honey, jangan meraupnya seperti itu, seperti tidak ada hari esok saja, awas jangan sampai menyentuh luka jahitannya ya. "
"Honey sepertinya aku mau meminta lebih tapi aku tidak tega, lebih baik aku ke toilet saja oh God betapa menyiksanya!"
Perjalanan yang di perkirakan menempuh waktu sekitar 10 jam diatas permukaan laut ini membuat ke enamnya saling bercengkrama satu sama lain. Kemudian karena seringnya bepergian kemanapun dengan private jetnya Imi yang lumayan dekat dengan awak kabin yang lain membuat kedua pramugari private jet itu merasakan kekecewaan yang mendalam pasalnya pria yang mereka kagumi kini sudah menggandeng gadis lain bersamanya.
"Tuh kamu lihat mereka berdua mesra sekali sejak 5 tahun yang lalu Boss tampan tidak pernah sekalipun terlihat membawa wanita lain selain mendiang istrinya apalagi diajak menemaninya menaiki burung besinya ini. Lagipula ini sudah yang kedua kalinya," ucap Maggy kecewa.
"Yah sepertinya kamu harus mengikhlaskannya bersanding dengan wanita lain Magg, tapi kalo aku lihat Gadis yang di bawanya itu memang sangat cantik walau dia tidak memakai make up kecantikannya terpancar natural sepertinya bisa mengimbangi sifat boss yang frontal dan terkadang mudah meledak ledak jika tersulut api." ujar Soffie
"Hah sok tau kamu mau cantik seperti apa sih, lihat ini, ini foto Boss tampan dengan ku beberapa waktu yang lalu yang ku abadikan dan kubingkai indah di lokerku setiap dia pergi untuk melakukan perjalanan bisnis aku selalu meminta foto berdua dengannya. aku akan mengancamnya agar meniggalkan bos dengan menunjukkan foto ini. Salahkah aku jika berharap lebih Sof aku selalu menyimpan foto foto ini."
__ADS_1
"Pffttt hihihi, Maggy Maggy kalo foto seperti itu yang kamu jadikan bahan untuk mengancam gadis itu bisa-bisa kamu di tertawakan oleh nya. Namun sebelum kamu mendapatkan cemoohan dari orang lain lebih baik kamu aku tertawakan duluan ya hihihi ck ck kasian deh sahabat aku ini terlalu lama terbang terkadang membuat orang jadi bodoh a.k.a kurang pintar sampai sampai hilang akal." cemooh Soffie membuat Maggy semakin tidak terima.
"Memangnya apa yang salah dengan foto-foto ini hah? syirik aja kamu, bukannya dia terlihat sangat tersenyum di foto ini." sangkal Maggy yang tak terima dengan pendapat sahabat seprofesinya itu.
"Heh dengar Foto begitu yang kamu bilang foto orang sedang memadu kasih buahahaha, sekarang kamu lihat boss lagi ngapain ama ceweknya? lihatlah biar kamu tahu apa saja kegiatan pasangan yang sedang di mabuk cinta bandingkan dengan foto Boss denganmu yang terlihat sedang sibuk dengan laptopnya dengan kamu yang hanya mendekat ke posisinya duduk dan memintaku memotretmu waktu itu. Buahahaha boss aja juga nggak sadar kalo ada mahluk lain yang sedang memanfaatkan ketampanannya sebagai pacar halusinasi kamu pfffttt."
"Emang boss lagi ngapain Sof, ya tuhan enak banget sih jadi ceweknya, omo-omo boss tidur berbantalkan bukit kembarnya dan tangan gadis itu mendekap kepala boss lalu membenamkan kepalanya semakin dalam ke pelukannya Sof. Ckk jadi nggak ada kesempatan dong untukku?"
"Syukurlah kamu sudah memberitahuku terlebih dahulu sebelum melancarkan rencana mu yang sangat konyol itu."
*
*
*
"Hmmmm..kita ada di tempat terbuka Imi bagaimana jika kaka memergoki kita sedang berbuat begini begitu, dasar mesum!" Ara memencet lama hidung kekasih tampannya itu agar pikiran mesumnya hilang tetapi tindakan Ara itu malah semakin membuat hasrat Imi menjadi-jadi.
Beruntung Outfit yang dikenakan Ara yaitu jaket berbahan jeans dengan kancing sehingga membuat Imi memiliki Alasan untuk membuat Ara Nyaman dengan membuka kancing jaket itu sehingga memudahkan akses nya untuk berputar-putar memberi tanda sayang di sekitar bukit kembar kekasih cantiknya itu.
__ADS_1
"Hmmm baumu memabukkan Ara sayang, bagaimana kalo aku meminta jatahku sekarang aku sudah tidak tahan, kamu sudah tidak memberikan jatah itu selama 2 bulan lamanya sayang, tega banget sih?" tuntut Imi sambil masih berputar-putar di posisi semula.
"Helloooo 2 bulan apa 2 hari? dengar sejak aku tinggal di penthouse kamu, tidak pernah sekalipun kamu membiarkanku pergi dari sisi kamu Imi bahkan untuk cuci piring sekalipun kamu selalu menempelku seperti perangko. sampai-sampai Bulma menatapmu dengan pandangan terheran heran. Sejak kapan majikannya bisa berubah drastis begitu kalo bukan nona Ara yang menyihirnya," celoteh Ara panjang lebar x tinggi melihat perubahan sikap kekasih tampannya yang semakin Bucin terhadapnya.
"Ahahahha masa sih Bulma bilang begitu, sekarang tanya balik ke Bulma seandainya kamu lelaki apa pendapatmu tentang aku, apakah aku ini cantik, menarik ataukah jelek, pantaskah seorang Imi berubah menjadi bucin untuk gadis sepertiku? Aku yakin Bulma akan menjawab Nona sangat cantik dan sexy pantas saja Tuan tergila-gila kepada nona." balas Imi tidak terima dengan perkataan Ara yang memanglah perubahan besar terjadi lantaran rasa cintanya yang begitu besar kepada gadis cantik itu.
"Isshhh..Imi sudah sshhh..aku malu..nanti kakak terbangun dan melihat tempat tidur kita bergerak-gerak isshhh nakal."
"Cuma di area bukit kembar saja Ara, aku juga tahu tempat Hmmm biarkan aku mengonsumsi vitamin penambah kejantanan terlebih dahulu sayang."
"Ehemmm ya sudah sinihh, aku dekap ya kamu tetap bisa nafas kan?"
Setelah itu Nindya dan Ian yang sudah terlebih dahulu menuju ke alam mimpi sejak kedatangan mereka di Private Jet Imi mulai mengerjap-ngerjapkan matanya. Nindya terlebih dahulu bangun lalu melihat sekitar lalu menuju ke ruang keluarga beserta camilan, Snack minuman kaleng yang siap di lahap untuk mengisi perut yang sedang lapar akibat perjalan yang begitu panjang.
"Ian dimana yang lain? kok sepi?" tanya Nindya khawatir.
"Dimitri tidur berdua dengan Ara."
Lalu Rena tidur di kamar bersama Raine.
"Ssstt Sayang jangan berisik Imi sedang memadu kasih dengan Ara, Ara yang sedari tadi tidak mau menurutinya karena malu dengan keberadaan kita sebaiknya kita jangan mengganggu anak muda Ayoo..kita ke sofa sebelah sana aku juga mau minta jatah padamu!"
__ADS_1
To be continued
Ternyata Daddy Ian gak mau kalah guys😀