
Appartment
Kamar Mandi
"Raihmmmppppfh," Raine pun menyerang bibir ranum Rena tanpa mendengarkan ocehan Rena sebelumnya. Raine yang masih dengan pakaian lengkap kantornya tadi mengangkat tubuh mungil Rena ke atas meja marmer di dalam kamar mandi mewah itu. Rena pun terduduk membelakangi cermin diatas wastafel mewah kamar mandinya. Lalu Raine menghujaninya dengan cumbuan mesra.
Rena yang awalnya menolak mulai membalas serangan lidah Raine yang menari nari di dalam bibirnya. "Ssshhh Raine," kata-kata Rena itu tertahan dengan suara seraknya dan mata sayu khas terserang gairah cinta. Rena pun tak kuat dengan serangan cinta Raine, Sambil melucuti setiap helai kain yang menempel di badannya dengan sendirinya.
Beginilah jeniusnya Raine tidak hanya dari segi akademik tapi juga dari segi kemesuman yang selalu bisa menjinakkan kemarahan kekasih cantiknya. Bibir, tangan serta tubuh Rena dan Raine beradu, menempel erat saling membelit dengan segala gaya. Serasa tidak ada habisnya mereka bercumbu untuk kesekian kalinya.
Rintihan nikmat pun makin nyaring keluar dari mulut Rena. Serangan cinta tak kendor di lancarkan oleh Raine maju mundur menghujam ke dalam lembah basah sarang kenikmatan keduanya. "Sayang aromamu selalu membuatku candu, baumu ini memabukkanku. You made me addicted by you," ucap Raine sambil nafasnya terengah-engah seolah-olah mendaki gunung kenikmatan.
Setelah keduanya mendapatkan pelepasannya masing-masing. Keduanya pun lemas dan membersihkan diri setelah Rena mencampurkan aromatic liquid di dalam bathtubenya. Pelukan sayang, dekapan mesra dari belakang, karena Rena yang bersandar di dada Raine sedangkan Raine bersandar di pinggiran bathtube itu dengan permukaan bathtube yang suda di penuhi busa. Lalu ucapan maaf keluar dari bibir Raine.
"Honey Im sorry aku sangat suka menggodamu, aku suka aromamu terutama yang di bawah sini hmmm," ucap Raine sambil menyuntuh bagian yang dimaksud Raine tadi dengan tangannya. "Honey sudah apa kamu tidak lelah? kamu menyerangku bertubi-tubi tadi, tubuhku sampai lemas.
GROWWWL
Suara keroncongan dari perut Rena sampai terdengar oleh Raine. "Kamu lapar honey?" tanya Raine. "Iya aku sampai lupa pasta tadi belum aku teruskan, gara-gara dosenku yang nakal ini meminta jatah, aku sampai kuwalahan dibuatnya," ucap Rena sambil memencet lama hidung mancung Raine. "Ya sudah ayo bilas, kita masak bersama lalu dinner ya, ajak Raine untuk segera menyelesaikan kegiatan mandi bersama mereka.
*****
__ADS_1
Balencio Grup
Pagi itu Raine menemani Rena untuk menandatangani kontrak kerjasama dengan Balencio Grup. Dalam hal ini Rena sebagai artis yang dipilih langsung oleh direksi sehingga tidak perlu mengikuti seleksi apapun. Sesampainya di gedung pencakar langit lantai 70 yakni tempat ruang CEO berada itu, Raine langsung di suguhi hal yang tidak biasa yaitu kedatangan tamu yang tak ia sangka-sangka.
"Selamat siang bapak CEO yang terhormat," dengan salam memakai bahasa jerman wanita berkulit putih dan berambut pendek cantik berkaca mata, dengan tersenyum manis menyapa Raine. "Valerie, akhirnya kamu datang juga, posisi direktur departemen design sudah 2 minggu kosong syukurlah kamu segera datang, mereka sangat membutuhkan kepala direksi sepertimu untuk memilih design yang akan diluncurkan untuk koleksi kita selanjutnya," ucap Raine antusias menyambut partner kerjanya dari Jerman yang khusus ditugaskan ke indonesia.
"Raine aku sangat merindukanmu, bolehkah aku memelukmu, apa kau tidak merindukanku Raine?" tanya Valerie spontan kepada Raine karena posisi mereka hanya berdua. Seperti kita tahu hanya sebagian orang saja yang tahu nama panggilan Raine yang berarti orang itu mempunyai kedekatan yang hampir mendekati saudara, teman dekat ataupun kekasih.
Bisa dibilang orang itu seharusnya sangat mengenal siapa Raine. "Oh hahha aku sudah menghilangkan kebiasaan memeluk teman wanitaku selain calon istriku Val, nanti kamu akan kukenalkan dengan dia," ucap Raine menolak dengan halus ajakan Valerie untuk memeluknya. "Hey come on hal itu kan sudah biasa kita lakukan dulu Raine," ujar Valerie yang masih berusaha untuk memeluk Raine.
"Hey itu di Jerman Val di Indonesia kita harus mengikuti adat ketimuran," jawab Raine menolak dengan berbagai alasan. "Oh god alasanku menuruti kepindahanku kemari karena ingin dekat denganmu Raine, semula aku tidak percaya bahwa sahabatku ini bisa bertunangan dengan wanita Indonesia, i dont believe it, tetapi ternyata aku menyaksikannya dengan mata kepalaku sendiri bahwa sahabatku ini telah menemukan cinta kembali."
*
*
*
"Baiklah aku percaya akan kinerjamu selama ini Val, tolong jangan kecewakan aku, selamat bekerja," ucap Raine setelah sampai di ruangan Valerie lalu bergegas meninggalkan tempat itu. "Tunggu Raine, kamu tahu aku masih menyimpan cinta sendiriku padamu, sampai aku belum juga menerima lamaran pria manapun, kalo suatu saat nanti dia menyakitimu, kamu masih punya aku, aku akan selalu menunggumu," Valerie mendekap erat tubuh Raine dari belakang, tapi Raine segera melepaskan dan menepis dekapan tangan Valerie.
"Maaf Val kalo kamu ada maksud lain selain pekerjaan, maka aku tidak akan segan-segan mengembalikanmu ke posisimu yang semula dan ku kembalikan ke kantor pusat di Jerman. Aku masih menghormatimu dan menawarkan posisi ini, yang jauh dari negara asalmu bukan untuk mendekatiku, tapi murni karena aku masih membutuhkan orang yang kompeten untuk posisi ini.
__ADS_1
******
Ruang Meeting Direksi.
"Silahkan nona Renata Lovely ini berkas kontrak yang harus di tandatangani artis dan juga saksi manager artis," ucap Rafael Direktur Promosi yang memandu jalannya penandatanganan. "Trimakasih pak Rafael atas kesepakatan ini, jadi saya mau menekankan sekali lagi Renata Lovely akan mempromosikan semua produk yang di produksi oleh Balencio Grup termasuk sepatu dan tas kecuali baju wanita yang berlabel Balenciaga,ya pak?" tanya Benny selaku manager Rena memperjelas isi kontrak kerja yang mendasari adanya kesepakatan kedua belah pihak.
"Ya seperti itu mas Benny, semoga kerjasama ini bisa meningkatkan keuntungan kedua belah pihak dan khususnya untuk perusahaan," ucap Rafael kemudian, sambil berjabat tangan dengan Benny dan Rena. "Terimakasih," ucap Rena dan Benny bersamaan. Rena dan Benny pu keluar dari ruangan itu lalu berjalan beriringan setelah berpisah dengan Rafael tadi. "Gila ya para Direktur disini ternyata sudah lama pengen milih elo jadi Brand Ambasador mereka. karena saking takutnya ama si boss jadinya kecolongan deh 1 produk untuk artis lain," ucap Benny menyayangkan.
"Iya bang gue juga takutnya laki gue gak ngebolehin ternyata dia sendiri yang ngijinin, udah gitu artis itu demen lagi ama laki gue, pengen gue lempar aja sepatu gue ke mukanya, udah tau juga si Raine ada yang punya masih aja kegatelan."
Tanpa Rena sadari, mata Rena menyaksikan kejadian lain yang tidak enak dilihat, karena ruangan tersebut pintunya hanya tertutup setengah.
"Raaaaaaine, honey I miss yoooouuu," ucap Rena dengan berlari masuk menuju ruangan bertuliskan ruang Direktur Design Produksi sambil menaikkan nada bicaranya 1 oktaf lalu mencium bibir Raine mesra. Tanpa memperdulikan wanita di belakang tubuh tinggi Raine yang sudah geram karena rayuannya tidak di gubris sedikitpun oleh Raine.
"Hey menjauhlah dari Pak CEO gadis liar tak tahu malu,"
Namun Raine dan Rena malah makin melekatkan bibir mereka dan sengaja membuat keadaan semakin panas.
To be continued..
Zeyenknya ippiie jangan lupa kembang setamanny, vote like dan coment di tiap babnya muuuuahhh
__ADS_1