
"Ja jadi pernikahan di Mansion ini adalah rencana busuk Emperor? Brengsek! Arggghhh ternyata bukan si ****** itu yang aku tembak tadi, God dammit!" ucap Stefany dengan tangan terikat di ruang penyekapan bawah tanah,
"Selalu saja gagal, aku tidak pernah menang melawan Raine dari dulu, hingga membawa nama besar Dimitri Fierce Richmound, niat hati mau menggagalkan pernikahan yang jelas-jelas dari awal tidak diadakan disini di kediaman Ian Richmound, hiks hiks, brengsek, hiks, bodohnya aku percaya dengan teman seperti kamu!"
"Kamu yang bodoh, ambisimu yang di penuhi balas dendam menutupi akal sehatmu! dasar ****** tak tau terimakasih aku sudah berkorban banyak untukmu hingga mencuci otak ke 10 tetangga flatku semua sia-sia karena kebodohanmu, menyesal aku menolongmu, semoga kamu membusuk di penjara, bahkan bumi tidak mau menerima mayatmu kelak!"
Tak terasa ke-12 kursi yang terbuat dari besi yang mengikat erat kaki dan tangan Stefany, Patty dan juga ke-10 teman-teman mereka ternyata dialiri oleh sengatan listrik sehingga kedua belas orang itu meraung-raung kesakitan minta dibebaskan. Salah satunya bahkan ada yang terkencing-kencing di celana.
Bernard memberi pertanyaan ke dalam ruang penyekapan itu yang terhubung melalui speaker, "Bagaimana apakah masih kurang? kalian pilih mana diserahkan ke kantor polisi atau dipenjara di ruang penyekapan The Emperor hah?"
"Kirim kami ke kantor polisi saja saya tidak kuat lagi ampun ampun Ini penyiksaan yang paling kejam yang pernah saya alami. Tolong kami tidak akan melakukan lagi perbuatan seperti ini kami berjanji tidak akan mengulangi hal seperti ini lagi kirim kami ke kantor polisi saja sekarang tolong?"
"Hahaha oh no tidak semudah itu Pulgoso! suruh pemimpin kalian otak dari perbuatan keji kalian itu memohon menangis meminta ampun dan berjanji akan membunuh dirinya sendiri sebelum aku bebaskan kalian dari sini hahaha," olok-olok Bernard agar dalam dari perbuatan mereka menerima ganjaran yang setimpal.
Seketika ke-11 orang tersebut termasuk Patty menoleh ke arah Stefany.
"Hai ****** bicaralah minta ampunlah kamu mewakili kami jangan sampai kami menjadi korban dosa-dosamu kamu, harus bunuh diri kamu sebelum kita dibebaskan dari sini Ayo lakukan toh perbuatan balas dendam kamu tidak akan pernah berhasil melawan Raine dan pamannya itu menyerah lah menyerah atau mati konyol saja sekalian!"
__ADS_1
"Hei wanita ****** dengarkan itu dengarkan petunjuk dari anggota D'Monster jangan sampai kamu mengorbankan nyawa lagi bertobatlah! bunuh diri kamu sekarang juga atau mereka tidak akan pernah membebaskan kami jangan mengorbankan lagi orang-orang yang tak bersalah, kamu mencuci otak kami sehingga kami mau tidak mau bahu membahu membantu kejahatanmu , dasar wanita sial!"
"Baiklah baiklah baiklah tembak aku sekarang juga bunuh aku sekarang juga toh tidak ada gunanya aku hidup di dunia ini lagi, tidak ada orang yang menganggapku ada aku sudah menyia-nyiakan hidupku selama ini, hidup dengan menanggung malu puas kalian sekarang puas bunuh saja Aku bunuh, Arrggg!!!"
Kemudian tiba-tiba ada sniper dari luar ruang penyekapan yang m menembakkan peluru ke dalam ruang penyekapan itu alhasil 5 peluru itu menembus ke dalam tubuh Stefany. Kepala dada dan juga lengan Stefany terkena tembakan sniper tersebut. Selamat tinggal Stefany sejarah tidak akan melupakan jasa-jasamu. Jasa-jasamu yang telah meramaikan kancah dunia maya dengan video-video yang penuh dengan kontroversi dan juga amoral.
Setelah membereskan Stefany dan para anteknya saatnya Bernard dan para anggota mafia D'monster berkumpul di depan altar menyaksikan kemesraan antara bos mereka dengan gadis cantik customer setia D'motive, Saravina Lefrandt. Selama hampir 30 menit Dimitri membawa Ara melayang ke langit ke tujuh dengan saling membelit menyesap meresapi bibir Ara yang rasanya manis semanis madu.
Reaksi bawahan Dimitri takjub karena selama ini boss mereka yang masih hidup dalam bayang - bayang mendiang istrinya tidak pernah sekalipun berhubungan dengan wanita lain apalagi sampai berciuman seperti ini walaupun dalam tanda kutip ini merupakan pernikahan palsu tetapi ekspresi yang ditunjukkan oleh wajah tampan Dimitri tidak bisa dipungkiri kalau dia juga mempunyai perasaan kepada gadis cantik itu.
Mereka serempak bertepuk tangan saat Dimitri menyudahi pagutannya sebab tak sengaja tonjolan empuk bukit kembar Ara yang sangat sintal berukuran 38 B itu menempel mesra di dada bidangnya. Dimitri menyudahi sesapan panasnya itu saat burung kutilangnya berubah menjadi burung elang yang siap menyesak memasuki sarang.
"Aahh Ara tolong jangan salah paham, kita memang harus mendalami peran, ku harap kamu bisa melupakan hal ini," ucap Dimitri semena-mena kepadanya yang membuat air mata Ara luruh dengan sendirinya.
...Plak...
"Apakah kamu punya hobby menciumi gadis yang tidak kamu suka seperti tadi, maaf tapi mulai hari ini perasaanku berubah terhadapmu, selamat tinggal imi, hope you always happy without me bothering you each day." (aku harap kamu selalu bahagia tanpa Ara yang selalu menganggu hari-harimu.)
__ADS_1
Ara menampar wajah tampan Dimitri lalu turun dari altar pernikahan dengan masih memakai gaun pernikahan mewah itu. Ara berlari ke sembarang arah agar menemukan jalan keluar dari Mansion itu sambil menangis terisak.
"No Ara wait tunggu, aku bisa jelaskan Ara, Ara," Dimitri menyesali perbuatannya, dia belum juga menyadari perasaanya terhadap gadis cantik itu, yang dia yakini itu adalah perasaan iba dan kasihan karena bekas kekerasan di sekujur punggung Ara sehingga Dimitri turut merasakan pedih yang teramat sangat. Dia menyamakan keadaan Ara dengan kondisinya sendiri saat muda karena keluar masuk penjara anak dibawah umur, Dimitri sering juga mengalami penyiksaan.
Dimitri yang bingung sampai mengejar kepergian Ara melewati pantai yang tepat di seberang Mansion Ian. Namun sayang gadis cantik itu sudah menghilang menaiki taxy.
"Arrggghhh damn! cari keberadaan Ara, selidiki silsilah keluarganya mengapa Ayahnya sering sekali menyiksanya," perintah Dimitri pada Jesica, karena sebenarnya Ara yang selalu muncul hampir setiap hari ke kantor D'motive setelah Dimitri menolongnya dari percobaan pemerkosaan yang dilakukan oleh pria yang di jodohkan dengannya itu, sedikit banyak membuatnya penasaran, tapi penyelidikan tentang Ara selalu dia kesampingkan karena kesibukannya yang begitu menyita waktu.
"Baik Boss, siap laksanakan!"
"Boss boss bidadari cantik, baik hati, lemah lembut, eh malah di sia-siakan bingung kan Lo sekarang saat ditinggalkan huuuu rasakan itu," gumam Jesica dalam hatinya.
To be continued..
__ADS_1
Jangan lupa Vote yang banyak like dan komen di tiap babnya mmmmmuuaaaahhh ❤️