DOSEN TAMPAN PEMIKAT HATIKU

DOSEN TAMPAN PEMIKAT HATIKU
Abdul si Womanizer


__ADS_3

Flashback On


πŸŒƒMall XXX


Namun saat baru saja masuk ke area Mall ada seseorang yang menyapa Abdul. "Tunggu mas Abdul ya? loh kok gak sama Kiara, mas Abdul selingkuh?" Abdul yang memasuki area mall itu dengan mengaitkan jari tangannya ke jari tangan Melly menghentikan langkahnya saat teman kiara menyapanya dengan nada ketus.


"Sorry sorry bercanda hahahaha, wajah pacar mas jadi cemberut." Freya adalah sahabat Kiara mantan pacar Abdul. Mereka cukup sering hangout bersama sehingga Freya pun sangat akrab dan suka membuat Abdul dan Kiara dibuat kesal akan tingkah usilnya. Freya tau hubungan Kiara dan Abdul tidak bisa dilanjutkan ke jenjang yang serius dikarenakan restu orang tua keduanya.


Jadi kandasnya hubungan mereka pun tidak lantas membuat keduanya bertengkar. Namun keduanya sama-sama berbesar hati bahwa memang sudah tidak ada jodoh diantara keduanya. "Kenalin mi, ini Freya teman kiara, hmmm jangan cemberut dong." Abdul masih menggandeng tangan Melly saat tidak sengaja bertemu dengan Freya dan juga pacar Freya saat itu.


"Freya"


🀝


"Melly, tapi emang bener sih, emang dasar dia ini playboy, dimana-mana bikin deg-degan berasa jadi selingkuhannya aku, kemanapun siap-siap di maki wanita lain pokoknya."


Melly masih memendam kekesalan dalam hatinya. Sementara Abdul terlihat berbicara dengan kekasih Freya. Kesempatan itu di manfaatkan Melly untuk menelpon ketua genknya dengan harapan ingin bertemu dan menceritakan keluh kesahnya.


Outgoing Call


JENAB


(Halo)


"Nab gue mau maen ke appartment Lo bisa?"


(Eh Juleha, Disini lagi bahaya mending kita sementara ini jangan ketemu dulu, Raine kena teror bom beberapa kali dan sekarang masih nyelidikin siapa pelakunya)


"Apa ada yang bisa gue bantu nab, gue takut Lo kenapa Napa."


(Gue lagi gak enak body, biasa datang bulan)


"Wah, gak jadi lagi dong keponakan gue."


(Sialan Lo, tar kalo pelakunya udah ketemu, ceritain kronologis yang detail ya, kok bisa akhirnya Lo jadian Ama pak Abdul, si womanizer itu)


"Eh womanizer (dikagumi banyak wanita), Gue juga baru tau kalo dia tuh womanizer abis dia baik ama semua cewek sebel gue, males banget sebenernya tapi gimana dong guenya juga demen, Ck, tapi kalo dia sampe ada main di belakang gue, gue tinggalin ajalah, cari yang lain gue."

__ADS_1


(Mungkin emang doi orangnya ramah, elo yakin aja ama doi, okay?)


"Asal jangan rajin menjamah aja wkwkw..males banget kan."


(Wakakakka..kalo itu emang hobby laki gue suka banget menjamah gue)


"Dihh, sama kalo itu nab, oke deh Lo terusin istirahat kalo gitu, bye."


Call Ended


Flashback Off


Setelah berpisah dari Freya dan pacarnya Abdul menghampiri kekasih cantiknya yang terlihat sudah mengakhiri panggilan telponnya.


"Udah teleponnya? kenapa sayang kamu masih marah, atau kamu mau aku antar ke appartment Rena?"


Tanya Abdul pada nya sambil tangannya membelai pipi Melly yang mulus.


"Kita gak boleh main dulu ke appartment Rena karena prof Raine dapat ancaman dari pengebom yang masih di selidiki pelakunya."


Abdul terkaget-kaget dengan keterangan yang Melly sampaikan.


"Coba aku telpon dulu si Raine."


Abdul menelpon Raine berulang-ulang tetapi tidak juga diangkat.


"Hmmm tidak diangkat coba aku chat aja WhatsAppnya."


Sambil menunggu kabar dari Raine, Abdul mengajak Melly untuk makan siang terlebih dahulu di mall sore itu.


*


*


*


Raine akhirnya membalas chat Abdul. Abdul yang menawarkannya sebuah tempat dengan lokasi yang agak jauh tetapi sangat strategis untuk persembunyiannya dari sasaran teror bom itu, dengan senang hati menerima tawaran Abdul. Mau tidak mau Abdul pun harus menemani rombongan Raine untuk bersembunyi dan menetap di Vila Abdul untuk sementara.

__ADS_1


"Sayang sepertinya aku harus menemani Raine dan rombongannya untuk bersembunyi sementara waktu di vilaku, karena lokasinya yang agak jauh dari kota, apa tidak apa-apa kalo kamu aku antarkan pulang."


"No no bi aku ikut, pasti Rena ikut kan, aku harus nemenin dia, please."


Melly bersih keras ingin ikut sekalian bertemu dan menguatkan Rena yang sedang terancam bahaya.


"Terus bagaimana dengan magang kamu?"


Tanya Abdul lagi.


"Kan aku bisa ijin ke papa, nanti aku ijin cuti mau liburan ke papa ya bi, boleh ya boleh ya?"


"Ya sudah ayo aku antarkan pulang bawa baju secukupnya dan perlengkapan lain ya umi sayang." Mereka berdua pun segera meluncur ke rumah Melly terlebih dahulu sedangkan abdul tidak perlu mempersiapkan apapun karena di Vilanya sudah tersedia perlengkapan dan juga pakaiannya.


πŸš—


πŸš—


πŸš—


🏚️ Mansion Anggara


Melly dan Abdul yang langsung masuk ke kediaman Melly segera duduk di ruang tamu untuk menunggu kekasih cantiknya itu berkemas. "Lok kak Abdul, sama kak Mally ya? kak Mellynya mana? tunggu-tunggu terakhir kan gara-gara tata kakak akhirnya pacaran Ama kak Melly, nah sekarang uang jadian dong, calon kakak ipar harus royal kepada calon adik ipar, yuk kak sinih cash aja ya gak terima transfer." Ucap Tata kepada Abdul sekaligus meminta upeti kepadanya atas jasa besarnya akhirnya mereka berdua berpacaran.


"Heh dasar adik tak tau diuntung, udah bi gak usah di turutin tar makin belagu tuh anak, masih SMA juga pinter banget malakin orang." Ucap Melly agak berteriak kepada tata akan tingkah adiknya itu yang dirasa sudah keterlaluan dan bikin malu. " Udah mi gak apa-apa kalo ada ya kakak kasih kalo pas gak bawa cash ya mau gimana lagi, nih ada nih rejeki tata berarti." Abdul memberi uang satu juta rupiah kepada Tata.


"Yeeeehh, makasih kak, kakak makin ganteng deh, kalo kak Melly mutusin kakak, jangan kuatir tata siap menampung." Tata berlalu dari ruang tamu mansion itu sambil menjulurkan lidah ke arah Melly seolah mengejek Melly. "Udah bener juga kata tata mi, kalo bukan gara-gara tata yang buka rahasia kamu, yang lagi baca buku di perpustakaan kampus waktu itu mungkin kita gak bakalan pacaran sekarang, ya kan?"


"Oiya mama Ama papa kamu mana?" Tanya Abdul karena sampai satu jam kedatangannya di Mansion itu Kedua orang tua Melly sepertinya tidak ada di tempat. "Mama sama papa pergi kak, mungkin ada acara lagi sama relasi bisnisnya atau gak lagi mengulang masa-masa honeymoon kali, nanti pasti mama hubungin aku kalo udah selesai acaranya, tapi aku udah pamit ke maid aku tadi, Ayuk deh, langsung aja kita."


"Ya sudah kamu beneran udah lengkap bawaannya? udah gak ada yang tertinggal?" Tanya Abdul meyakinkan Melly sekali lagi karena kehadiran Abdul sangat di tunggu oleh Raine dan rombongannya sebagai penunjuk jalan. "Sudah bi, beneran tar kan bisa beli disana." Melly pun menjawabnya dengan santai padahal Vila milik abdul terletak di pulau terpencil yang tidak bisa di akses oleh orang umum.


"Baiklah sayang yuk berangkat." Abdul pun menyalakan mesin mobilnya dan segera meluncur ke tempat tujuan.


To be continued..


Bagaimana kisah selanjutnya? jangan lupa Vote Vote Vote, like, coment di setiap babnya muuaah ❀️

__ADS_1


__ADS_2