DOSEN TAMPAN PEMIKAT HATIKU

DOSEN TAMPAN PEMIKAT HATIKU
Tak Akan Berharap Lagi!


__ADS_3

"Richmound? ahhhhahhaha, kamu bercanda lagi ya, kamu mau mempermainkan aku, beraninya, wanita ****** sepertimu menyebut keluarga tersohor seperti  keluarga Richmound dengan mulut binalmu itu hah?!" ucap Jefferson meremehkan Stefany lagi dan lagi.


"Maaf Tuan aku tidak mengarang cerita, aku adalah cinta pertama mantan kekasihku, aku sangat menyesal kenapa dulu aku harus berselingkuh," ucap Stefany dengan menundukkan kepalanya dan menangis sekali lagi.


"Kamu tahu apa resikonya kalo berani berhadapan dengan keluarga Richmound, kamu ingin kerajaan bisnisku di buatnya hilang dalam sekejap hah? lebih baik aku lempar saja kamu ke sungai penuh buaya agar kamu tidak melakukan hal bodoh sekali lagi, kamu tahu siapa di balik nama besar keluarga Richmound yang paling di segani, dialah the one and only Dimitri Fierce Richmound, sepertinya kamu juga harus ku buat binasa, pengawal,"  panggil Jefferson sambil sedikit berteriak.


"Ya Tuan," ucap pengawal 1 benama Antonio itu siap untuk melaksanakan perintah.


"Buang wanita ini ke sungai yang terbesar biar mayatnya di makan habis oleh buaya, setelah itu foto mayatnya dan kirim buktinya padaku, aku mau potongan jari kelingkingnya kamu bungkus dan tunjukkan padaku!" perintah Jeff yang begitu menakutkan mau tidak mau di turuti oleh Antonio.


"Siap laksanakan Tuan," jawab Antonio lalu berlalu pergi dengan menyeret Stefany dari hadapan Jefferson.


"Ja jangan Tuan jangan tolong, Antonio tolong jangan lakukan ini padaku," ucap Stefany dengan bersimpuh sekali lagi di kaki Jefferson tanda penyesalan terdalamnya untuk tidak lagi membahas keluarga Richmound di depan Tuannya itu. Namun kiranya nasi sudah menjadi bubur kala Jefferson yang sudah geram setengah mati, karena masih ada saja orang yang berani mengusik the Emperor Of Mafia itulah julukan dari Dimitri, Kaisar Mafia yang sangat ditakuti oleh The King Mafia di manapun berada.


Agaknya lagi-lagi Stefany harus berurusan dengan orang yang paling ditakuti di Jerman yang ternyata masih di bawah kekuasaan keluarga besar mantan kekasihnya itu. sungguh dendamnya terhadap Rena semakin menjadi-jadi, mengapa tidak dia saja yang menjadi pendamping Raine, keluarga terhormat, kaya raya bahkan king mafia pun bertekuk lutut kala mendengar nama Richmound di sebut.


*


*


*

__ADS_1


"Antonio maukah kamu mengabulkan permintaan terakhirku, berilah belas kasihmu sedikit untukku, sambil mengenang sisa adegan bercinta kita, apa kau tidak ingin melakukannya lagi denganku, aku ingin memuaskanmu sebelum kamu melemparkanku ke sarang buaya, ayoo bermainlah lagi denganku Antonio, sepertinya milikku sudah basah, ayolah Anton, apa kamu tidak kasihan dan membiarkan milikku berkedut sendiri?"


Antonio yang sedang menyetir pun menelan ludahnya kasar.


GLEG


"Apa maksudmu Stef, di ujung kematian pun kamu masih bercanda," ucap Antonio heran dengan sikap Stefany.


"Ayolah Antonio, kita cari hotel di dekat sini, hmmm aku ingin di sentuh lagi olehmu, kabulkanlah permintaan terkhirku ini sayang, tolonglah, apa kamu tidak ingin menyesap  milikku lagi seperti tadi, terus terang dari ke empat pria tadi milikmulah yang paling aku suka, milikkmu begitu besar dan panjang aku tak sabar untuk memberikanmu service terbaik untuk menjinakkan milikmu seperti aku memakan ice cream."


Antonio yang sedang menyetir pun merasakan sesak di bawah sana, setelah mendengar rayuan maut dari Stefany tadi. Sedangkan tangan Stefany yang diikat sedemikian rupa agar tidak melarikan diri itu pun, mengeluarkan rayuan mautnya agar Antonio terperdaya oleh bujuk rayunya.


"Argggghhhh okayy baiklah, kita tuntaskan dulu hasrat kita, setelah itu kita lanjutkan perjalanan menuju sungai itu."


Sesampai di kamar hotel, Antonio langsung menyerang bibir Stefany dengan kalap seperti orang kesetanan, Stefany pun menikmati sentuhan demi sentuhan yang diberikan oleh Antonio sambil membayangkan ketampanan Raine yang tak pernah sedetik pun hilang dari ingatannya. Tangan Antonio yang sudah bergerilya ke tempat-tempat favoritnya membuat Stefany melenguh keras.


"Oh yes Raine, yess teruskan Raine aku mencintaimu," ucap Stefany sambil memejamkan mata seraya membayangkan Raine lah yang melakukan pergumulan nikmat itu padanya.


Bibir tangan dan lidah Antonio pun menyentuh tiap inch lekukan tubuh Stefany hingga yang di sentuh meraskan kenikmatan bagai melayang ke langit ke tujuh.


"Apa kau sangat mencintainya hingga bercinta dengan lelaki lain pun tetap saja kau sebut namanya?' tanya Antonio dengan nafas tersengal-sengal seperti mendaki gunung dan memasuki lembah Stefany yang nikmat sambil memaju mundurkan pinggulnya.

__ADS_1


"Yaahh aku sangat mencintainya, sshhhh,,, keep moving, faster faster Raine," tak terasa Stefany pun sampai meneteskan air mata, airmata penyesalan yang baru dikeluarkan sekarang disaat semua sudah berubah , semua berbalik menyerangnya karena kejahatannya sendiri.


Coba dulu dia tidak selingkuh, coba dulu dia tidak menjebak mommy Raine, coba dia bisa menjadi wanita baik-baik walau sebentar, pikiran seperti itu terus menerus terngiang di dalam lubuk hatinya. Penyesalan yang datang terlambat hanya akan membuat seseorang itu depresi berlebihan bahkan bisa membuat seseorang kehilangan akal sehatnya.


Buat apa menyesali perbuatan yang sudah terjadi, lebih baik terus melangkah kedepan mau kita berbuat baik kedepannya ataukah malah semakin jahat itu semua tergantung dari diri kita masing-masing. Sepertinya kasus yang Stefany alami adalah ambisi dan obsesi berlebihan yang berjalan beriringan sehingga tindakan yang dilakukannya untuk mendapatkan lagi hati Raine malah membuat Raine semakin menjauh darinya.


1 jam kemudian pergumulan itu pun berakhir dengan keduanya yang sama-sama mendapatkan pelepasan. Pasangan yang di pertemukan karena tuntutan dan keterpaksaan ini pun tertidur lelap dengan Antonio yang masih polos melingkaran tangannya di pinggang ramping Stefany. Setelah itu..


Ting..tong..ting..tong..Room Service..


Cek..klek..


"Thanks so much, ssssttt, kita harus cepat,"  ucap seseorang yang kini menjemput Stefany. Stefany segera memberikan obat bius ke hidung Antonio sehingga dia pun makin terlelap ke dalam alam mimpinya. Stefany pun selamat dari ambang kematian yang membayanginya. Sekelebat bayangan tentang buaya yang nanti akan memakannya dan mencabik-cabik tubuhnya terhindarkan sudah.


"Thanks Pat  aku sudah bebas dari jeratan kematian sekarang, walau aku tak berani  berharap Raine akan kembali padaku, setidaknya aku harus membalas sakit hatiku," ucap Stefany dengan kelegaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. 'Sebaiknya kamu tinggal di appartmentku, aku sudah melenyapkan ponselku setelah kamu mengirimi aku lokasi dengan menggunakan ponsel lelaki itu, karena kita tidak membunuhnya jadi pastinya mafia-mafia itu akan memburumu nanti," ucap Patty setelah sampai di mobil bututnya lalu keduanya pun segera pergi dari tempat itu.


"Kita harus menyusun rencana dengan sangat matang, Renata Lovely Hadinata, harus mati di tanganku, hahahhahahhaha."


DEG


To be continued..

__ADS_1


Zeyengnya ippiiee yang paling ippiiee cintai jangan lupa vote, like n coment di tiap babnya mmmmuaaahhh


__ADS_2