DOSEN TAMPAN PEMIKAT HATIKU

DOSEN TAMPAN PEMIKAT HATIKU
Senjata Makan Tuan!


__ADS_3

🏬 Givencio Grup


POV Ernando


☎️ Incoming Call


Kringg..Kriiing..Kringg..


Ernando : "Ya"


Diana : " Bos sayang ada CEO Biersdoff Corp ingin bertemu!"


Ernando : "Aaahhhh tepat sekali nanti kamu goda dia buat dia jatuh di kungkunganmu,"


Diana : " Siapp boss, akan ku buat dia mendesah berulang ulang seperti mu!"


Ernando : " Apa dia bersama Rena ku?"


Diana : " Iya boss, Rena ikut menemani nya,"


Ernando : "Hmmm Hahahahaha kena kau!"


Call Ended..


"Hahahaha aku tidak sabar memiliki mu Rena, sudah lama aku menunggumu dewasa, sekarang giliran ku menikmati madu mu."


*


*


*


"Masuk!", jawabku


"Welcome Welcome Rena," aku menyambut Renata dan bersiap untuk memeluknya, tapi dengan sigap Raine menghalangi nya dan menjabat tanganku erat.


"Ohh Rena kamu semakin berisi terlihat tubuhnya begitu molek sekarang, dadanya lebih montok bagian belakang juga lebih bohay,, apa bajingan ini yang memompanya terus menerus, sial! bule brengsek ini sudah lebih dulu mencicipi tubuh Rena, Rasakan pembalasan ku nanti!!" batin Nando meronta-ronta.


End POV


*


*


*


Tok..tok..tok..


"Masuk!"


Terlihat office boy mengantar minuman untuk mereka bertiga.

__ADS_1


"Silahkan silahkan diminum," Ucap Nando antusias


Coffee untuk Nando dan Raine sedangkan orange juice untuk Rena


Raine terlihat masih diam dan serius menatap lekat ke arah Ernando yang nampak matanya begitu jelalatan melihat seluruh tubuh Rena dengan tatapan ingin menerkam.


"Tidak Trimakasih aku sedang tidak selera, karena kedatangan ku kemari bukan untuk minta minum, tapi untuk mengambil proposal magang kekasihku, tetapi jika kau tidak memberi kanya pun itu tidak jadi masalah buatku," Ucap Raine


"Aku ingin bertanya 1 hal kepadamu, apa yang membuatmu mengambil proposal itu tanpa meminta persetujuan dari yang bersangkutan," Ucap Raine sambil berdiri untuk melihat sekitar tepatnya ke Meja Ernando.


"Hahahahaha kurasa aku tidak perlu mengungkapkan alasanku untuk membuat Rena bisa menjadi designer ku kelak," Ucap Nando penuh percaya diri.


" Aku tidak akan menghalangi pilihan kekasihku jika itu memang berasal dari hati nya tanpa ada paksaan dari pihak mana pun," Ucapan Raine menjawab telak pernyataan Nando.


Raine melihat sekitar meja itu masih Rapi, hanya ada PC laptop dan juga Tab, di duduki nya singgasana Ernando sambil kakinya di angkat ke atas meja. dilihat nya di samping meja terdapat laci kiri kanan di buka nya satu persatu , nampak ada beberapa kertas dan dokumen, tetapi tidak terlihat proposal disana..


Ernando yang sedari tadi duduk membelakangi mejanya pun nampak memutar tubuhnya dan melihat tingkah laku Raine di kursi singgasana nya.


"Hahahaha kamu kira aku begitu bodoh menyimpan proposal itu di laci mejaku," Ucap Ernando penuh Ejek.


Sekilas tanpa diketahui oleh Nando Raine sudah mendapatkan proposal Rena kembali, Nando menyimpannya tepat di bawah laptop yang ada di meja itu, mata Raine begitu jeli padahal laptop itu menutup seluruh bagian proposal dengan baik, di masukkanya proposal Rena ke dalam saku besar di bagian dalam jas nya lalu di kancingkan kembali seperti sedia kala.


Nampak Rena hanya memperhatikan saja tingkah kekasihnya dan Kaka angkatnya itu berceloteh dan perang mulut dari tadi.


Sudahlah honey ayo kita pergi dari sini, sepertinya kita hanya buang-buang waktu saja," ucap Rena yang nampak curiga dengan minuman Raine yang nampak berbeda warna dengan minuman Ernando seketika ditukarnya minuman itu saat Ernando asyik perang mulut dengan Raine.


Raine langsung mengedipkan sebelah mata nya ke arah kekasih cantiknya itu, saat Ernando sudah berbalik badan menghadap ke Rena lagi.


"Baiklah kalau memang kamu tidak mau memberikan proposal itu, miliki saja sepuas hati mu, asal aku yang memiliki si empu nya proposal hahahahaha," Ucap Raine mengejek Ernando


"Tunggu dulu sayang untuk menghormati tuan Rumah kita habiskan dulu minuman ini karena aku sudah merasa haus!" Ucap Raine sambil tersenyum smirk.


"Slurrpp GLEG GLEG GLEG aaahhhh enak juga kopi ini," Ucap Raine tanpa dosa tanpa disadari olehnya Ernando sedang memperhatikan gelagatnya dari tadi dan menunggu nya untuk tumbang..


"Tidak afdol dong kalau tamu sudah meminum habis eh tuan rumah tidak menyentuh minumannya sama sekali," Ajakan Raine seketika di turuti oleh Nando.


"Ohh tentu saja aku juga harus menghormati karyawan ku yang sudah susah payah membuat kan minuman ini dengan sepenuh hati." Ucap Nando kemudian


Gleg Gleg


"Honey kok aku merasa ada yang aneh dengan keningku, Ucap Raine hendak membuat Ernando panas.


"Mampus kau! obatnya sudah bereaksi," batin Nando sambil tersenyum smirk.


"Mana?" Tanya Rena sambil mengecup kening Raine,


Cup


"Begini masih aneh?" tanya Rena sambil tersenyum


"I want more," Ucap Raine serasa dunia milik berdua yang lain cuma ngontrak.

__ADS_1


Nando melihat pasangan mesum itu malah semakin berlanjut "hmmmmppffhhhh" suara yang keluar dari pertemuan bibir mereka yang saling memagut ******* dan berperang dengan lidah masing-masing.


"Stop hentikanlah apa apaan kalian ini tak tau tempat!" Bentak Nando semakin emosi dan tanpa dia sadari ada gelayar aneh menjalar di sekujur tubuhnya.


Seketika di bukanya kancing bajunya satu persatu, "Kenapa panas sekali siiihhh?" ucapan panik Nando tentang Rasa panas tidak sengaja keluar dan membuat Rena menyadari apa yang dilakukannya tadi sudah tepat.


"Lagi lagi senjata makan tuan, Cuih!" batin Rena


"Honey ayo kita pergi dari sini," Ajak Rena kepada Raine sambil melihat gelagat Nando yang berubah seperti cacing kepanasan.


"Kita permisi dulu kak, sepertinya Kaka perlu pelampiasan panggillah sekertaris Kaka yang sudah siap di gagahi dari tadi! Cuih dasar pasangan konak kalian!" Ucap Rena sambil tersenyum smirk.


"Baiklah sayang ayo!" jawab Raine sambil mengaitkan tangannya dengan tangan Rena kemudian digandengnya tangan kekasih cantiknya itu keluar dari Ruangan Luknut itu dengan selamat!


"Terimakasih sayang kekasih cantikku ini semakin pintar," Ucap Raine bangga.


"Hey *****! bantulah bosmu didalam, Lain kali main cantiklah!" Ucapan Rena sukses membuat Diana menunduk malu karena hasil rencana jahat bosnya dan dia bisa di ketahui dengan mudah oleh Raine dan Rena.


*


*


*


"Hahahaha" tawa Raine dan Rena kompak di dalam Lift lalu turun menuju Lobby


Security sudah menyambut mereka yang akan bergegas pulang lalu mobil sport Raine pun sudah mendarat cantik didepan gedung pencakar langit itu.


*


*


*


"Aahhh lega nya aku tidak menyangka semakin matang usia seseorang tidak serta merta membuat seseorang itu menjadi lebih baik," Ucap Rena


"Dari awal aku sudah melihat mata nakal nya seperti akan menelanjangi mu sayang, maaf kalau aku menyinggung mu, tapi dia bukan sosok Kaka yang baik untukmu," kata kata Raine berhasil meyakinkan Rena bahwa dari awal memang pendapat kekasih nya itu benar adanya.


I love you honey, Ucap Rena mesra


I love you more sweetheart, Jawab Raine tak kalah mesra.


πŸš—


πŸš—


πŸš—


*To be Continued


zeyenk nya ipppiiieee semua sedekah vote nya ditungguπŸ™*

__ADS_1


MET menjalankan ibadah puasa ya bagi zeyenk nya ipppiiieee semua yang menjalankan nya


jangan lupa sedekah Rate 🌟 5, 1000like, vote, hadiah dan coment untuk tinggalkan kan jejak d tiap episode nya mmmmmuuaaaahhh


__ADS_2