
Kedatangan Tunangan sepihak Rena yang tak di sangka sangka nya menyulut emosi teman teman dan juga 4 pengawal Raine yang membuntuti kemanapun Raine pergi
Mereka ber tujuh pun bahu membahu meringkus Darren yang tak di temani siapapun saat itu.
Raine dan Rena pun berhasil lolos. Andrew yang siap mengantar kemana Raine pergi meluncur seketika.
"Siapkan Private Jetku ndrew, urus penerbanganku dan Rena ke Maldives
saat ini kita harus bersatu bagaimanapun caranya," Perintah Raine yang tiba tiba membuat Andrew tidak sempat mengambil nafas, tapi mau tidak mau dia harus melaksanakan titah sang Boss.
" Baik siap laksanakan Boss," Jawabnya sambil perasaan nya campur aduk karena yang mengantikan posisi Rena di kamar Rena sekarang yaitu Kekasihnya Ceryl.
...Baru aja jadian udah kehalang ama rumitnya hubungan si boss ck nasib gue gini amat ya...
"Honey aku takut," ucap Rena sambil sepanjang jalan tak di lepasnya tubuh tegap kekasih tampannya itu.
"Tenanglah sayang, coba lihat jarimu, cincin mana yang kamu pakai?" Tanya Raine yang di selimuti kabut kecemburuan.
" Cincin dari tunangan sepihak aku lempar entah kemana honey," Jawab Rena Tegas
"Bagus Sayahmmmmppffhhhh," Ucapan Raine belibet karena tiba tiba Rena menyerang bibirnya yang sudah lama tidak di sentuhnya.
15 menit lamanya mereka bertukar saliva.
Andrew yang melihat adegan yang biasa dia saksikan saat pasangan mesum itu bersama sudah terbiasa, namun karena dia sudah tidak jomblo lagi sekarang, jadi untuk sementara Andrew hanya bisa menelan ludahnya kasar
GLEG
Kemudian Raine melanjutkan perintah nya lagi
"Lalu Hubungi Orang tuaku dan juga kakekku Ndrew, Kali ini aku sendiri tidak sanggup menghadapi Nenek Rena, mereka harus tau keadaan ku dan Rena, selama aku pergi Urusan 4 perusahaan aku serahkan padamu." Ucap Raine sambil menandai leher Rena dengan tanda cinta seperti biasa.
"Oh iya selamat ya, kamu bisa duet berdua dengan Ceryl mengurus Biersdoff Corp sambil kencan kan?" Ucap Raine sambil tersenyum smirk.
✨
✨
✨
✈️Bandara internasional Soekarno-Hatta
Disana sudah menyambut awak kabin private Jetnya
"Silahkan Tuan Hugo dan Nona Rena," ucap salah satu pramugari memandunya menuju pesawat.
Didalam pesawat sudah siap beberapa baju baru untuk Rena yang sudah tergantung indah di mini walk in closet di private room nya
" Kamu masih mabuk Honey?" tanya Rena
__ADS_1
" Nggak mabuk sama sekali setelah ketemu kamu sayang," jawabnya sambil memeluk dan menciumi bagian dada Rena yang masih tertutup baju.
" Ya sudah ayo tidur? perjalanan 18 jam sayang cukup lama butuh waktu hampir sehari semalam," Ajak Rena lalu melanjutkan pergulatan panjang tanpa batasnya lagi dan lagi
✨
✨
✨
🏚️ Mansion Richmound, Berlin
🕕10.00 AM
"Sayang Nindya kita harus segera berangkat ke Indonesia anakmu menculik Rena," Ucap Ian sambil berteriak karena Nindya masih berada di dalam Mansion
"Apa maksudmu Ian?"
"Raine di hadapan papa, Rommy serta Silvia sudah melamar Rena saat peluncuran film perdana Raine waktu itu dan ketiga orang itu merestui nya karena mereka berdua tidak terpisahkan kita semua tahu itu.
"Namun kabar baik itu di dengar oleh Ibu Nindya yang merupakan Ratu Kerajaan Jawa, dan semua berbalik melawan Raine, kasian Raine sayang ayo kita harus menyelesaikan persoalan pelik anak kita."
"Memang dulu Rommy menikahi Silvia tanpa Restu sayang, aku juga tidak berfikir sejauh itu, aku lupa kalo Silvia masih punya ibu, ningrat pula, arghhhh bagaimana ini Ian?" Sahut Nindya cemas.
"Sebenarnya Rena Juga sudah bertunangan Nindya,"
" What?! secepat itu?"
" Rena akhirnya kabur menyusul Raine dan Raine membawanya pergi entah kemana, dari dulu begitu sifat Raine saat tidak bisa memecahkan masalahnya, sudah sudah memang hal ini kewajiban kita sebagai orang tua yang harus menyelesaikan nya sayang,"
✨
✨
✨
✈️ Bandara internasional Soekarno-Hatta
🚗
🚗
🚗
🏚️ Mansion Wirahadi Kusuma
"Pa, Rena Dan Raine Kabur pah," Ucap Nindya cemas sambil memeluk Opa Wira
" Kabur untuk apa? Raine sudah melamar Rena disini depan orang tuanya juga," Jawab Opa yakin
"Itu sudah cerita lalu pah, ayo kita segera berangkat ke kediaman Silvia mumpung neneknya masih disana," ajak Nindya
__ADS_1
"Pelan pelan sayang Papa harus pakai tongkatnya dulu untuk berjalan, ayo pah," Ucap Ian mengingat kan Nindya untuk berjalan pelan menunggu opa Wira sambil memapah tangan papa mertuanya sampai ke mobil
✨
✨
✨
🏚️Mansion Hadinata
"Nyonya Orang tua Den Raine datang," Ucap Bi Lila
"Sampaikan kepada ibu untuk menemui keluarga Raine bi."
"Baik Nyonya."
Lalu Rommy, Silvia dan Nenek Sekar pun berjalan menuju ruang tamu untuk menuntut pertanggungjawaban atas penculikan yang dilakukan Raine
Kemudian..
"Sekar," Sapa opa Wira kepada nenek Rena
"Mas Wira, mas Wira siapanya Raine?," tanya Nenek Rena dengan sejuta penasaran nya
"Raine itu cucu kebanggaan ku Sekar," Jawab Opa Wira
Tolong tinggalkan kami berdua Silvia ajak temanmu ini ke belakang
"Ngendiko dawuh Bu,"jawab Silvia sambil menarik tangan Nindya untuk mengikuti nya
"Mas Wira, bagaimana kabarmu mas?" tanya nya
" Aku tidak bisa membiarkan kamu memisahkan Rena dari Raine Sekar, kamu mau peristiwa yang kita alami, terulang kembali?"
"Dulu kita bertemu sebagai dosen dan murid, cerita indah itu terulang kembali sekarang tolong jangan mematahkan hati anak cucumu kelak Sekar, cukuplah kita saja yang merasakan pahitnya biarlah cucu kita yang merasakan manisnya. Raine dan Rena seperti kita, usia mereka terpaut 10thun janganlah kau patahkan hati cucu tercintamu kalo kamu memang masih mempunyai rasa cinta, rasa belas kasih," Ucapan opa yang begitu gamblang menyadarkan nenek Sekar betapa keegoisan dan gengsi nya yang sampai hati mengorbankan cucu cantiknya demi tahta semata.
"Maafkan aku mas, aku masih gila gengsi dan kekuasaan," Sekar pun terduduk, tersadar dan menangis sedalam dalamnya , Begitu dalamnya cinta mereka yang dulu terhalang Restu orang tua Sekar yang notabene keluarga kerajaan, Mungkin perasaan inilah yang dirasakan cucunya Rena saat ini.
Bi panggil orang tua Raine kemari
"Baik Nyonya besar," Ucap Bi Lila ikut senang mendengar nenek Sekar tersadar dari sikap arogan nya.
Silvia ,Rommy maafkan ibu sudah semena-mena terhadap kalian selama ini, sekarang terserah kalian ibu sudah tidak mau mencampuri kisah percintaan anak cucu ibu lagi karena mas Wira telah menyadarkan ibu.
"Ibu merestui Raine dan Rena untuk menikah," Ucap Nenek Sekar singkat dan jelas
" Terimakasih Kanjeng Ratu," Ucap Ian dan Nindya bersamaan sambil saling bersalaman dan berpelukan dengan Silvia dan Rommy.
" Leganya hatiku mas melihat Raine dan Rena bisa bersatu," Ucap Silvia kepada Rommy
" Iya sayang terutama Raine yang sudah banyak berkorban untuk kita," Jawabnya
__ADS_1
To be Continued
Vote Sekebon, add Favorite, like dan coment di tiap babnya ya Zeyenk mmmuuaaahh ❤️